PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.220 pukul 09.42 WIB. Dolar AS kemarin di level Rp 14.227.
Wednesday, March 20, 2019
Tuesday, March 19, 2019
RIFANFINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Antam Turun Rp 3.000/GramRIFANFINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Antam Turun Rp 3.000/Gram
RIFANFINANCINDO BANDUNG - Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini dijual Rp 666.500/gram. Nilai ini turun Rp 3.000 dibandingkan kemarin.
Monday, March 18, 2019
RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Singapura ditutup naik, Straits Times menguat 0,4 persen
RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Singapura ditutup lebih tinggi pada perdagangan Senin, dengan indeks acuan STI (Straits Times Index) meningkat 0,4 persen atau 12,78 poin, menjadi 3.212,96 poin.
Friday, March 15, 2019
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Dolar AS Dekati Rp 14.300 saat Rilis Neraca PerdaganganPT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Dolar AS Dekati Rp 14.300 saat Rilis Neraca PerdaganganPT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Dolar AS Dekati Rp 14.300 saat Rilis Neraca Perdagangan
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini mendekati level Rp 14.300. Dolar AS berada di level Rp 14.290.
Thursday, March 14, 2019
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Minyak naik sekitar dua persen setelah pertumbuhan pasokan melemah
RIFANFINANCINDO BANDUNG - Harga minyak berjangka menguat sekitar dua persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena persediaan minyak mentah AS secara tak terduga turun dan perkiraan resmi pertumbuhan pasokan minyak mentah dari produsen-produsen utama dunia direvisi lebih rendah.
Pemadaman listrik yang meluas di Venezuela yang telah menghentikan ekspor minyak mentah dari negara anggota OPEC yang telah mengalami pengurangan pengiriman dari sanksi-sanksi AS, juga membantu memperketat pasar.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei, naik 0,88 dolar AS atau 1,32 persen, menjadi ditutup pada 67,55 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Sementara itu, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, naik 1,39 dolar AS atau 2,44 persen, menjadi menetap pada 58,26 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Kedua acuan harga minyak berakhir di level tertinggi sejak pertengahan November.
Stok minyak mentah AS turun pekan lalu karena kilang-kilang meningkatkan produksi, kata Badan Informasi Energi AS (EIA). Persediaan minyak mentah AS turun 3,9 juta barel di minggu lalu, dibandingkan dengan ekspektasi para analis untuk kenaikan 2,7 juta barel.
"Dengan kilang-kilang mulai perlahan keluar dari perawatan, pemotongan OPEC mulai menendang, dan pasokan Venezuela, Anda mungkin akan melihat lebih banyak penarikan (permintaan) dalam beberapa minggu mendatang," kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group di Chicago. "Itu terlihat sangat mendukung ketika kilang-kilang keluar dari perawatan."
Data EIA lainnya menunjukkan produksi minyak mentah AS turun dari rekor tertinggi, berkurang 100.000 barel per hari (bph) menjadi 12 juta barel per hari minggu lalu.
Pada Selasa (12/3), EIA merevisi turun perkiraan untuk pertumbuhan produksi minyak mentah domestik pada 2019. EIA juga merevisi turun angka proyeksinya untuk produksi 2020.
"Walaupun revisinya kecil, bagian yang menyenangkan untuk bulls (bergairah) adalah bahwa arah revisi turun daripada naik," kata Ahli Strategi Minyak Global BNP Paribas, Harry Tchilinguirian di London,& kepada Reuters Global Oil Forum.
Ekspor dari terminal minyak utama Venezuela telah terdampar karena pemadaman terparah selama ini telah menyebabkan sebagian negara itu tidak memiliki listrik selama sekitar satu minggu.
Terminal kembali beroperasi pada Rabu (13/3), menurut dua sumber dan data Refinitiv Eikon, tetapi pengiriman belum dimulai. Listrik telah dipulihkan ke banyak wilayah negara dalam beberapa hari terakhir.
"Saya perkirakan melihat WTI mencapai 60 dolar AS per barel dalam beberapa minggu ke depan karena persediaan di AS dipengaruhi oleh kurangnya impor Venezuela," kata Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow di Houston.
Harga minyak juga mendapat dukungan dari pemangkasan pasokan yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia.
Pada Senin (11/3), Arab Saudi, mengindikasikan pihaknya akan memangkas ekspor pada April. Menteri Energi Khalid al-Falih, hari sebelumnya, mengatakan perjanjian pembatasan produksi kemungkinan akan berlangsung hingga setidaknya Juni.
Pemadaman listrik yang meluas di Venezuela yang telah menghentikan ekspor minyak mentah dari negara anggota OPEC yang telah mengalami pengurangan pengiriman dari sanksi-sanksi AS, juga membantu memperketat pasar.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei, naik 0,88 dolar AS atau 1,32 persen, menjadi ditutup pada 67,55 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Sementara itu, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, naik 1,39 dolar AS atau 2,44 persen, menjadi menetap pada 58,26 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Kedua acuan harga minyak berakhir di level tertinggi sejak pertengahan November.
Stok minyak mentah AS turun pekan lalu karena kilang-kilang meningkatkan produksi, kata Badan Informasi Energi AS (EIA). Persediaan minyak mentah AS turun 3,9 juta barel di minggu lalu, dibandingkan dengan ekspektasi para analis untuk kenaikan 2,7 juta barel.
"Dengan kilang-kilang mulai perlahan keluar dari perawatan, pemotongan OPEC mulai menendang, dan pasokan Venezuela, Anda mungkin akan melihat lebih banyak penarikan (permintaan) dalam beberapa minggu mendatang," kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group di Chicago. "Itu terlihat sangat mendukung ketika kilang-kilang keluar dari perawatan."
Data EIA lainnya menunjukkan produksi minyak mentah AS turun dari rekor tertinggi, berkurang 100.000 barel per hari (bph) menjadi 12 juta barel per hari minggu lalu.
Pada Selasa (12/3), EIA merevisi turun perkiraan untuk pertumbuhan produksi minyak mentah domestik pada 2019. EIA juga merevisi turun angka proyeksinya untuk produksi 2020.
"Walaupun revisinya kecil, bagian yang menyenangkan untuk bulls (bergairah) adalah bahwa arah revisi turun daripada naik," kata Ahli Strategi Minyak Global BNP Paribas, Harry Tchilinguirian di London,& kepada Reuters Global Oil Forum.
Ekspor dari terminal minyak utama Venezuela telah terdampar karena pemadaman terparah selama ini telah menyebabkan sebagian negara itu tidak memiliki listrik selama sekitar satu minggu.
Terminal kembali beroperasi pada Rabu (13/3), menurut dua sumber dan data Refinitiv Eikon, tetapi pengiriman belum dimulai. Listrik telah dipulihkan ke banyak wilayah negara dalam beberapa hari terakhir.
"Saya perkirakan melihat WTI mencapai 60 dolar AS per barel dalam beberapa minggu ke depan karena persediaan di AS dipengaruhi oleh kurangnya impor Venezuela," kata Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow di Houston.
Harga minyak juga mendapat dukungan dari pemangkasan pasokan yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia.
Pada Senin (11/3), Arab Saudi, mengindikasikan pihaknya akan memangkas ekspor pada April. Menteri Energi Khalid al-Falih, hari sebelumnya, mengatakan perjanjian pembatasan produksi kemungkinan akan berlangsung hingga setidaknya Juni.
sumber : antaranews.com
baca juga :
PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu
RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB
PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi MeningkatWednesday, March 13, 2019
RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Saham Tokyo dibuka turun setelah rencana Brexit May ditolak parlemen
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Saham-saham Tokyo dibuka lebih rendah pada perdagangan Rabu pagi, karena sentimen pasar melemah setelah legislator Inggris sepakat menolak proposal kesepakatan Brexit yang diajukan Perdana Menteri Theresa May yang membuat langkah Inggris keluar dari Uni Eropa tidak jelas.
Tuesday, March 12, 2019
PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Rebound, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.395
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pagi ini. IHSG dibuka naik 29,4 poin (0,46%) ke level 6.395,88.
Subscribe to:
Comments (Atom)






