Tuesday, May 5, 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Di Meulaboh Aceh Dibanderol Rp 2,7 Juta/Mayam


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas kadar 97 persen di Meulaboh, Ibukota Kabupaten Aceh Barat kini turun menjadi Rp 2,7 juta per mayam (3,3 gram) dari sebelumnya Rp 2,8 juta/mayam. 

Turunnya harga jual perhiasan emas ini karena mengikuti turunnya harga emas dunia saat ini,” kata Rusdi, seorang pedagang emas di Meulaboh, sedangkan untuk harga perhiasan emas kadar 99 persen, kata dia saat ini dijual Rp 2,8 juta lebih setelah sebelumnya Rp 2,98 juta/mayam. 

Meski sudah mulai mengalami penurunan harga jual yang signifikan, namun Rusdi mengaku saat ini aktivitas pembelian perhiasan emas di kalangan masyarakat setempat masih relatif sepi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah pembeli di bulan suci Ramadan biasanya sudah mengalami lonjakan yang sangat tinggi.

Kalau saat ini masih banyak masyarakat yang jual perhiasan emas untuk berbagai keperluan, misalnya untuk kebutuhan puasa serta menyambut Hari Raya Idul Fitri, katanya menambahkan.

Rusdi juga menegaskan dampak dari sepinya pembeli emas menyebabkan omset yang ia peroleh menurun mencapai 50 persen lebih atau menurun menjadi puluhan juta per hari dari sebelumnya mencapai di angka Rp 100 juta/hari.

Ia berharap perekonomian dunia kembali membaik sehingga aktivitas ekonomi masyarakat di daerah juga ikut bergairah, serta meningkatkan pendapatan masyarakat di berbagai sektor usaha, ungkapnya - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

Monday, May 4, 2020

PT Rifan - Emas Sumbang Inflasi, Transportasi Udara Alami Deflasi


PT RIFAN BANDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang inflasi tertinggi pada bulan lalu. Tingkat inflasinya mencapai 1,20 persen dengan andil hingga 0,07 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, komoditas yang dominan memberikan inflasi ke kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya adalah kenaikan harga emas dan perhiasan di banyak daerah. "Andil inflasi ke kelompok ini adalah 0,06 persen.

Suhiaryanto menyebutkan, kenaikan harga emas terjadi di 87 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dipantau oleh BPS. Salah satu daerah yang signifikan adalah di Semarang dengan kenaikan hingga 16 persen.

Secara umum, Suhariyanto mengatakan, besaran inflasi pada April sebesar 0,08 persen dengan inflasi tahunan 2,67 persen. Dari 11 kelompok pengeluaran, delapan di antaranya mengalami inflasi, dua deflasi dan satu lainnya stabil.

Selain perawatan pribadi dan jasa lainnya, kelompok lain yang mengalami inflasi adalah makanan, minuman dan tembakau. Besaran inflasinya adalah 0,09 persen dengan andil kepada inflasi April 0,02 persen.

Beberapa komoditas yang memberikan andil ke inflasi karena kenaikan harga yaitu bawang merah sebesar 0,08 persen. Gula pasir turut menyumbang 0,02 persen. Sejumlah barang seperti minyak goreng, rokok filter, rokok putih dan beras masing-masing berkontribusi 0,01 persen.

Di sisi lain, terdapat komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga memberikan andil kepada deflasi. Misalnya, cabai merah dengan andil 0,08 persen dan daging ayam ras menyumbang ke deflasi 0,05 persen.

Sementara itu, kelompok transportasi menyumbang deflasi terbesar. Suhariyanto menjelaskan, satu-satunya komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini adalah tarif angkutan udara, yakni hingga 0,05 persen.

Suhariyanto mengatakan, kondisi tersebut terjadi seiring dengan adanya isu larangan mudik yang sudah bergaung sejak bulan lalu dan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). "Penurunan tertinggi di Manado 24 persen, Lhokseumawe turun 20 persen," katanya.

Biaya pulsa ponsel juga menyumbang deflasi sebesar 0,02 persen kepada kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan yang deflasi hingga 0,34 persen pada bulan lalu. Suhariyanto menjelaskan, apabila dilihat lebih rinci, di sana terjadi penurunan untuk tarif panggilan dari beberapa provider besar - PT RIFAN

Sumber : republika.co.id

Wednesday, April 29, 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Jelang Rilis Rapat Fed, Harga Emas Kian Menguat Akibat Melemahnya Dolar AS



PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA Bandung - Harga emas naik pada Rabu petang akibat melemahnya dolar AS di tengah optimisme rencana pelonggaran bertahap pembatasan karantina wilayah hadapi covid-19 dengan investor menunggu hasil keputusan kebijakan Federal Reserve AS dini hari nanti.

Emas Berjangka turun 0,41% di $1.715,15 per ons dan emas spot  XAU/USD melemah 0,19% ke $1.705,24 per ons. Indeks dolar AS turun 0,26% di 99,675.

Rabu petang, pelemahan dolar terjadi akibat melambatnya angka kasus covid-19 global dan sentimen pembukaan ekonomi kembali mendorong minat atas aset risiko, meskipun pasar masih berhati-hati menjelang keputusan The Fed.

Banyak negara berusaha melonggarkan pembatasan karantina wilayah dan juga banyak negara bagian Amerika Serikat tampaknya akan memulai kembali bisnisnya.

Denngan bank sentral terus meningkatkan likuiditas keuangan pasar, suku bunga rendah dan meningkatnya jumlah uang beredar menjadi faktor pendorong kenaikan harga emas untuk jangka panjang," Phillip Futures mengatakan dalam catatan.

The Fed telah memangkas suku bunga, melanjutkan pembelian obligasi dan mendukung pasar kredit. Pernyataannya hari ini bisa mulai mengklarifikasi berapa lama lagi Fed menjaga suku bunga di sekitar nol persen.

Emas cenderung mendapatkan keuntungan dari langkah-langkah stimulus luas karena sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang - PT  RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Tuesday, April 28, 2020

PT Rifan Financindo - Permintaan Emas Di Asia Anjlok Tapi Tidak Berdampak Pada Kenaikan Harga


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Anjloknya impor emas ke Cina dan India terus mengejutkan tapi permintaan lemah ini kemungkinan tidak akan mempengaruhi kenaikan harga keseluruhan, Capital Economics menyatakan.

Impor emas ke Cina dan India terus berkontraksi sebesar dua digit pada bulan Maret. Tetapi penurunan permintaan fisik berdampak kecil pada harga emas, karena telah dibebani oleh permintaan investasi yang kuat akibat ketidakpastian terkait covid-19. Kami menduga bahwa hal ini akan tetap terjadi sampai pencabutan langkah-langkah pengendalian virus memungkinkan ekonomi global berubah pada akhir tahun ini,” ungkap asisten ekonom komoditas Capital Kieran Clancy.

Pada pukul 09.52 WIB, Emas Berjangka turun 0,39% di $1.717,05 dan emas spot XAU/USD juga melemah 0,63% ke $1.703,07, sementara hingga pukul 08.35 WIB Selasa pagi, harga emas Antam (JK:ANTM) per gram turun Rp 4.000 dari Senin kemarin menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia. Pada Senin, emas Antam mencapai harga Rp 939.000 dan kini harga terakhir turun ke Rp 935.000. 

Permintaan emas telah jatuh di Cina dan India akibat tindakan karantina wilayah mencegah orang untuk keluar dan juga harga emas lokal yang tinggi menghambat orang membeli logam kuning, pada bulan Maret, impor emas Cina anjlok lebih dari 80% periode tahunan di Maret dan ini menyebabkan penurunan lebih dari 60% pada kuartal pertama, menurut Otoritas Pabean Cina (GACC).

Dengan perhitungan kami, Cina mengimpor hanya 17,5 ton emas pada bulan Maret, ini merupakan jumlah terendah sejak catatan GACC dimulai pada Januari 2018. Terlebih lagi, rinciannya menunjukkan bahwa penurunan itu terjadi luas di seluruh mitra dagang Cina," tulis Clancy.
Impor emas India kini diprediksi "menguji posisi terendah bersejarah.

Tahunan, impor emas turun lebih dari dua pertiganya dari bulan lalu. Itu berarti hanya di bawah 22 ton emas, pembacaan bulanan terendah sejak 2013, pungkasnya, di kala Cina diperkirakan bisa pulih secepatnya bulan ini, India malah tengah mengalami penurunan permintaan yang berkepanjangan, yang menurut Clancy dipicu kebijakan karantina wilayah di India - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Friday, April 24, 2020

Rifan Financindo Berjangka - Hari Pertama Puasa, Harga Emas Antam Tembus Rp 885.000/gram


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Masyarakat Muslim Tanah Air resmi memulai puasa 1 Ramadan 1441 Hijriah mulai Jumat ini. Di tengah bulan mulia ini, lazimnya salah instrumen investasi yang diandalkan ialah emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Bagaimana dengan harga emas Antam saat ini?

Pada perdagangan Kamis kemarin harga emas Antam naik 0,68% atau sebesar Rp 6.000 menjadi Rp 885.000/gram dari perdagangan Rabu di level Rp 879.000/gram, sebelumnya pada perdagangan Rabu, harga emas Antam juga naik 0,46% sebesar Rp 4.000 dari posisi harga Selasa yakni Rp 875.000/gram.

Adapun pada Selasa, harga emas Antam juga menguat 0,81% sebesar Rp 7.000 menjadi Rp 875.000/gram, dari harga Senin Rp 868.000/gram. Artinya sejak Selasa hingga Kamis, alias 3 hari, harga emas Antam sudah melesat Rp 17.000 hingga Kamis kemarin dan ini menjadi sentimen positif untuk harga Jumat ini.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam, Kamis, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat 0,68% berada di Rp 88,5 juta dari harga kemarin Rp 87,9 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda, adapun khusus harga 1 gram emas Antam, Kamis kemarin, kembali naik Rp 6.000 menjadi Rp 934.000/gram setelah naik Rp 4.000 ke Rp 928.000/gram pada hari Rabu kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga naik 0,73% atau Rp 6.000 ditetapkan pada Rp 833.000/gram, dari posisi kemarin Rp 827.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut -
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia.com 

Thursday, April 23, 2020

Rifan Financindo - Kebangkitan Harga Minyak & Stimulus Fiskal US$500 Miliar Sulap Emas Global dan Emas Antam


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Sentimen positif perlahan berdatangan, mulai dari pulihnya harga minyak mentah yang tak lagi minus hingga stimulus fiskal AS kedua senilai US$500 miliar. Berbagai sentimen tersebut tak ayal membuat pelaku pasar lebih berani untuk masuk ke dalam aset-aset berisiko.

Sejalan dengan itu, kepala pedagang di Global Investors AS, Michael Matousek, mengatakan bahwa saat ini menjadi masa-masa yang menguntungkan bagi emas. Bergerak dalam tren bullish, emas global di pasar spot pada hari ini melompat hingga ke level tertinggi di angka US$1.722,60 per ounce. Ditopang Kebangkitan Harga Minyak hingga Stimulus Fiskal US$500 Miliar, Emas Global dan Emas Antam Cetar Membahana!

Ini adalah badai sempurna untuk emas ... Investor komoditas abadi membeli emas karena semua stimulus global terjadi. Emas berada pada tren bullish," jelasnya

Kompak dengan emas global, harga emas PT Aneka Tambang (JK:ANTM) Tbk (Antam) terus mempertebal penguatan. Dilansir dari laman resmi logammulia.com, harga emas Antam dibanderol dengan harga Rp934.000 per gram, naik Rp6.000 dari harga kemarin yang sebesar Rp928.000 per gram - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Wednesday, April 22, 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Wall Street Rontok Tersapu Harga Minyak Dunia


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bursa saham Amerika Serikat (AS) terpuruk pada perdagangan Selasa waktu setempat. Terpantau, indeks saham utama Wall Street turun tajam dipicu aksi jual di pasar minyak sehari sebelumnya. Aksi jual itu turut mengguncang investor di pasar ekuitas.

Mengutip Antara, Rabu, Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 631,56 poin atau 2,67 persen menjadi 23.018,88. Lalu, S&P 500 turun 86,6 poin atau 3,07 persen ke level 2.736,56. Sedangkan, Nasdaq melemah 297,5 poin atau 3,48 persen jadi 8.223,23.

Sebanyak 11 sektor utama S&P 500 kompak merosot, di mana sektor teknologi memimpin pelemahan sebesar 4,1 persen, sebelumnya, US$37,63 per barel, pertama kalinya dalam sejarah, pada Senin. Saat ini, minyak WTI untuk pengiriman Mei balik arah (rebound) ke US$10,01 ped barel.

Usai jatuh, harga minyak berjangka terus melanjutkan pelemahan pada perdagangan selanjutnya. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni anjlok 24 persen ke posisi US$19,33 per barel yang merupakan posisi terendah sejak Februari 2002, sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni jatuh US$8,86 atau 43 persen ke US$11,57 per barel

Jatuhnya harga minyak mentah global disebabkan banjir pasokan karena melemahnya permintaan pasar akibat pandemi virus corona. Kondisi tersebut membuat kepanikan di pasar karena permintaan merosot tajam hingga 30 persen secara global.

Ironisnya, persediaan minyak meningkat selama berminggu-minggu setelah Arab Saudi dan Rusia gagal mencapai kesepakatan pengurangan produksi pada awal Maret, organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya, termasuk Rusia, akhirnya mengumumkan pengurangan produksi pada awal April.

Pemangkasan produksi hampir 10 persen dari pasokan global. Sayangnya, kondisi ekonomi yang hampir macet karena kebijakan lockdown tidak cukup untuk mengimbangi penurunan permintaan.

Baik Arab Saudi maupun Rusia mengatakan mereka siap untuk mengambil langkah-langkah tambahan guna menstabilkan pasar minyak bersama dengan produsen lain. Namun, hingga saat ini keduanya belum mengambil tindakan.
 
Matematikanya cukup sederhana. Produksi minyak saat ini sekitar 90 juta barel per hari, tetapi permintaan hanya 75 juta barel per hari," kata Kepala Investasi dan Kepala Manajemen Kekayaan Global di IDB Bank, Gregory Leo - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnnindonesia.com