Tuesday, October 20, 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Berjangka Rebound Terangkat Dolar AS

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas menguat pada akhir perdagangan Senin, rebound dari penurunan akhir pekan lalu. Penguatan emas dalam pelemahan dolar AS dan ekspektasi untuk kesepakatan stimulus menjelang pemilihan presiden 3 November.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik 5,3 dolar AS atau 0,28 persen menjadi ditutup pada 1,911,70 dolar AS per ons. Akhir pekan lalu (16/10), emas berjangka melemah 2,5 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.906,40 dolar AS per ounce.

Emas menguat karena tren penurunan dolar AS dan keyakinan bahwa beberapa jenis paket stimulus akan datang dalam 48 jam ke depan.

Orang-orang percaya bahwa kita akan memasuki periode inflasi hingga kuartal berikutnya. Jadi mereka mulai dari awal, kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Dolar AS tergelincir 0,5 persen terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan pada Ahad bahwa perbedaan tetap ada dengan pemerintah Trump tentang paket bantuan yang luas, tetapi dia optimistis undang-undang dapat mendukung sebelum Hari Pemilihan.

Emas telah melonjak sekitar 26 persen sepanjang tahun ini karena investor mencari perlindungan dari virus pandemi korona yang memburuk, serta risiko inflasi dan penurunan nilai mata uang ketika bank-bank sentral global memangkas suku bunga sambil memompa stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menahan pukulan ekonomi.

Lebih lanjut yang mendasari permintaan safe-haven untuk emas adalah yang dapat mengikuti update-update yang disebabkan oleh virus corona di Eropa dan di tempat lain ketika infeksi di seluruh dunia melebihi dari 40 juta, serta ketidakpastian atas pemilihan AS - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : republika.

Monday, October 19, 2020

PT Rifan - Harga Emas Terkoreksi Di Awal Perdagangan Pekan Ini, Menanti Kepastian Stimulus AS

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas kembali terkoreksi pada awal perdagangan pekan ini. Senin pukul 07.25 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2020 di Bursa Komoditi ada di US $ 1.904,20 per ons troi, turun 0,11% dari akhir pekan lalu yang ada di US $ 1.906,40 per ons troi.

Harga minyak terkoreksi lantaran masih ada keraguan atas perjanjian stimulus Amerika Serikat sebelum pemilu Presiden, kurangnya stimulus fisik sekarang sampai pasca pemilu AS. Pemilu mungkin melihat beberapa likuidasi emas, kata Robin Bhar, seorang analis independen. 

Emas cukup banyak yang dekat apa yang dilakukan pasar lain, ia tidak memiliki terlalu banyak katalis untuk bergerak secara signifikan lebih tinggi, dan tidak banyak katalis untuk bergerak jauh lebih rendah.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis pekan lalu bahwa dia bersedia untuk meningkatkan tawarannya sebesar US $ 1,8 triliun untuk kesepakatan bantuan Demokrat di Kongres, tetapi gagasan itu ditolak oleh Senat Pemimpin Mayoritas Mitch McConnell.

Keragu-raguan pemerintah di Washington pada stimulus menempatkan banyak volatilitas ke pasar kami, kata Afshin Nabavi, wakil presiden di logam mulia pedagang MKS SA - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id

Friday, October 16, 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun Karena Naiknya USD & Turunnya Saham


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas melemah pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat disebabkan naiknya indeks dolar AS. Emas bertingkah laku seperti komoditi mentah dan bukannya assets safe-haven, sebagaimana yang terlihat di dalam penurunan pasar saham global yang menjadi elemen “bearish” yang lainnya dari harga emas. Emas berjangka kontrak bulan Desember turun $10.30 pada $1,897.00. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.009.000,- per gram.

Pasar saham global kebanyakan turun dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat perdagangan sesi New York dimulai. Kekuatiran mengenai penyebaran coronavirus di negara-negara industri utama dan lainnya, dengan Eropa terpukul ekstra keras yang membuat para trader dan investor menjadi lebih enggan terhadap resiko pada minggu ini.

Perancis mengumumkan jam malam di Paris dan beberapa kota metropolitan lainnya untuk memerangi penyebaran coronavirus yang cepat di negara dengan perekonomian kedua terbesar di Eropa. Jerman yang merupakan lokomotif ekonomi di benuar Eropa sedang mempertimbangkan pengenaan pembatasan jika keadaan tidak membaik. Spanyol, Belanda, dan Belgia sedang berjuang selama minggu yang panjang.

Pembicaraan mengenai stimulus fiskal di Kongres AS juga mandek. Sekretaris Treasury AS Steven Mnuchin terlihat frustrasi dengan kemajuan yang tidak berarti di dalam negosiasi stimulus fiskal, padahal dia adalah salah satu orang yang optimis sebelumnya. Republikan di Senat sedang fokus kepada pemilihan hakim baru di Mahkamah Konstitusi AS sementara Demokrat tidak ingin menghadiahkan kepada Donald Trump pemberian politik setelah Trump menolak tawaran mereka. Turunnya kemungkinan terjadinya kesepakatan mendorong naik dolar AS sehingga menekan harga emas.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan bahwa ada 898.000 orang Amerika mengajukan klaim pengangguran pertama kali di AS, meningkat 53.000 dari level pada minggu sebelumnya. Angka ini juga meleset dari yang diperkirakan, sebesar 810.000. Namun data ekonomi yang mengecewakan ini tidak berpengaruh terhadap harga emas pada awal reaksinya.

Penurunan lebih lanjut dari harga emas akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,885.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1.877.10 dan kemudian $1.851.00. Sementara kenaikannya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,917.50 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,925.00 dan kemudian $1,939.40 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibznews.com

Thursday, October 15, 2020

Rifan Financindo - Setelah 3 Hari Berturut Turut Amblas, Harga Emas Antam Hari Ini Naik


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Antam (JK: ANTM ) akhirnya berbalik menanjak setelah tiga hari berturut-turut amblas hingga nyaris kembali ke bawah Rp1 juta.
 

Harga emas Antam (JK: ANTM ) akhirnya berbalik menanjak setelah tiga hari berturut-turut amblas hingga nyaris kembali ke bawah Rp1 juta.  

Harga emas Antam hari ini dipatok sebesar Rp1.009.000 per gram. Harga tersebut Rp2.000 lebih tinggi dari hari kemarin yang hanya Rp1.007.000 per gram.

Dengan kenaikan harga tersebut, emas Antam dengan ukuran lainnya menjadi lebih mahal. Misalnya, ukuran berat 0,5 gram saat ini lebih tinggi menjadi Rp534.500. Sementara itu, emas untuk berat 2 gram dan 3 gram masing-masing harganya ikut menanjak ke Rp1.958.000 dan Rp2.912.000 -
RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Wednesday, October 14, 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun Karena USD Menguat

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun pada perdagangan sesi Amerika Serikat sebagian disebabkan karena menguatnya indeks dolar AS. Selain itu, indeks saham AS yang mendekati rekor ketinggiannya juga merupakan faktor “bearish” bagi metal yang “safe-haven”.

Emas berjangka kontrak bulan Desember turun $34.90 per ons pada $1,890.10. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.015.000,- per gram, turun Rp 2000,-

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS pada pembukaan perdagangan sesi New York mengarah bervariasi. Pada minggu ini akan ada laporan penghasilan kuartal ketiga dari perusahaan-perusahaan besar.

Banyak negara-negara industri yang utama kesulitan dalam meredam penyebaran infeksi Covid – 19. Sementara Johnson & Johnson menghentikan sementara uji coba vaksin Covid – 19 nya, padahal Johnson & Johnson diharapkan akan segera mengeluarkan vaksin yang menjanjikan.

Pasar menantikan keluarnya data Consumer Price Index (CPI) untuk bulan September yang diperkirakan naik 0.2% dari bulan Agustus yang berada pada 0.4%.

Hal penting diluar pasar metal adalah menguatnya indeks dolar AS dan harga minyak mentah Nymex yang mengalami kenaikan dan diperdagangkan disekitar $40.25 per barel.

Penurunan harga emas lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,887.18 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,874.78 dan kemudian $1,847.32. Sedangkan kenaikannya kembali akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,914.64 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,929.70 dan kemudian $1,957.16 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibznews.com

Tuesday, October 13, 2020

PT Rifan Financindo - Ada Kabar Buruk, Harga Emas Sedang Drop Hari Ini



PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Kemungkinan paket stimulus Covid-19 lanjutan AS yang lebih rendah membuat harga emas tertekan seiring dengan penguatan dolar AS. Pelemahan harga emas pun masih berlanjut hingga pagi ini, Selasa. 

Pada 07.40 WIB, harga emas spot turun 0,17% ke US$ 1.919/troy ons. Di saat yang sama, posisi dolar AS yang tercermin dari indeks dolar mengalami apresiasi sebesar 0,08%. 

Dolar AS dan emas bergerak berlawanan arah. Penguatan dolar AS cenderung akan menjadi sentimen negatif bagi logam kuning tersebut karena emas dibanderol dalam dolar AS yang menyebabkan harganya menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain dan akan menurunkan minat beli terhadap logam mulia tersebut. 

Soal stimulus Covid-19 lanjutan AS masih juga belum menemukan titik terang. Antara Trump, Republik dan Demokrat ada perbedaan pendapat soal besaran stimulus yang akan diberikan. 

Partai Republik mengusulkan paket stimulus lanjutan ini nilainya tak lebih dari US$ 1,5 triliun. Sementara Partai Demokrat mengusulkan sebesar US$ 2,2 triliun. Trump yang sebelumnya mematok US$ 1,6 triliun pun sudah menaikkan tawarannya menjadi US$ 1,8 triliun. Namun masih saja belum deal.

Jika paket stimulus yang disetujui ternyata lebih rendah dari ekspektasi pasar harga emas berpotensi akan goyang. Mengapa demikian? Paket stimulus AS ini memiliki dua implikasi utama. 

Pertama pengaruhnya melalui jalur ekspektasi inflasi. Stimulus ekonomi yang masif oleh pemerintah maupun injeksi likuiditas oleh bank sentral terutama the Fed membuat pasokan uang yang beredar membludak. 

Tingginya pasokan uang ini membuat pelaku ekonomi memandang akan adanya ancaman inflasi yang tinggi di masa depan. Investor pun berupaya untuk mencari suaka dari fenomena hidden tax dan devaluasi mata uang tersebut dengan mengalokasikan sebagian asetnya ke emas sebagai aset untuk proteksi (hedging) terhadap inflasi.

Jalur lain yang dipengaruhi oleh stimulus adalah defisit anggaran AS. Semakin besar stimulusnya semakin banyak pula utang AS, apalagi di tengah era suku bunga murah seperti sekarang ini. Utang yang menggunung adalah sumber dari instabilitas dan mencerminkan risiko di masa mendatang. 

Selain sebagai aset untuk proteksi, emas juga dikenal sebagai aset minim risiko (safe haven). Permintaan aset-aset semacam ini menjadi semakin tinggi di tengah risiko ketidakpastian yang juga meningkat. 

Pelaku pasar juga terus mencermati perkembangan terbaru pemilu AS yang sudah semakin dekat. Jika mengacu pada poling yang ada, elektabilitas Joe Biden masih lebih unggul dari petahana yaitu Trump. 

Kemenangan Biden dinilai akan menjadi katalis positif untuk harga emas naik lebih tinggi. "Emas akan lebih tinggi jika Biden menang karena dia akan menghabiskan banyak uang," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, melansir Reuters.

Dalam riset terbarunya Standard Chartered menyebutkan bahwa jika Joe Biden dari Demokrat yang menang bakal mendorong harga emas lebih tinggi. Alasan mengapa kemungkinan harga emas bakal terdongkrak naik lebih tinggi adalah korelasi antara dolar AS dan emas yang negatif dan sangat kuat.

"Kemenangan Biden dan Demokrat mendapatkan kendali penuh atas Kongres menggambarkan skenario terlemah untuk dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah, dan aset berisiko AS sehubungan dengan stimulus fiskal yang dimaksudkan dan kenaikan pajak; dan mengingat emas saat ini memiliki korelasi terkuat (di atas - 50%) dengan dolar AS, respons dolar AS adalah kuncinya. " kata Suki Cooper selaku analis dari Standard Chartered.

Jika berkaca pada sejarah, menurut Cooper ketika Republik yang menang harga emas cenderung mengalami pelemahan. ""Dalam enam pemilu terakhir ... respons harga emas menjelang pemilu beragam, tetapi secara historis harga secara luas turun tipis setelah kemenangan Partai Republik," kata Cooper kepada Kitco News.

Standard Chartered memperkirakan harga emas bakal balik ke US$ 2.000/troy ons di akhir tahun dan naik ke US$ 2.100/troy ons pada kuartal pertama tahun depan - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber :  cnbcindonesia.com

 

Monday, October 12, 2020

PT Rifan - Dollar AS Melempem, Emas Ketiban Untung





PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia naik pada akhir pekan lalu karena nilai tukar dolar AS yang terus melemah, peringkat harga emas di pasar spot naik 1 persen menjadi 1.912,22 dolar AS per ons dan menguat 0,7 persen secara mingguan pada pekan ini.

Sedangkan emas berjangka patokan Amerika Serikat (AS) juga ikutan naik sebesar 1,2 persen menjadi 1.917,90 dolar AS.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin melanjutkan pembicaraan mereka mengenai rencana stimulus fiskal virus corona, setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan negosiasi awal pekan ini.

Itu berarti sepanjang tahun ini logam mulia ini telah naik hampir 26 persen, kenaikan yang sangat tinggi karena adanya wabah virus corona atau Covid-19.

Sementara itu dolar AS jatuh terhadap saingannya, di tengah spekulasi bahwa Joe Biden akan keluar sebagai pemenang dalam pemilihan presiden AS dan mungkin menawarkan lebih banyak rangsangan pos.

Disisi lain harga logam mulia lainnya seperti perak naik 1,7 persen menjadi 24,24 dolar AS per ons, naik lebih dari 2 persen l untuk minggu ini.

Platinum naik 1,6 persen menjadi 875,80 dolar AS dan paladium naik 1,3 persen menjadi 2,401,99 dolar AS - PT RIFAN

Suara.com