Tuesday, April 13, 2021

PT Rifan Financindo - Saham Berjangka Eropa Mayoritas Turun, PDB Inggris Mengecewakan Jelang Data Inflasi AS

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham berjangka di Eropa beragam pada petang setelah beberapa data pertumbuhan yang tidak merata dari Inggris tetapi tren umumnya masih tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi utama AS.

Pada pukul 15.31 WIB, DAX futures Jerman menguat 0,10% ke 15.271,0 menurut data Investing.com, CAC 40 futures Prancis turun 0,74% di 6.116,0 dan FTSE 100 futures Inggris turun tipis 0,05% di 6.846,8. Sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,36% di 5.927,44 hingga pukul 15.15 WIB.

PDB Inggris Raya tumbuh hanya 0,4% di bulan Maret, di bawah perkiraan 0,6%, dan masih turun sebesar 7,8% pada tahun ini, menandai pemulihan yang lambat dari kerusakan akibat pandemi virus korona.

Angka ini mengikuti data perdagangan yang kuat dari China, menunjukkan pemulihan di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu akan terus mengumpulkan momentum karena berusaha keluar dari kemerosotan yang disebabkan oleh Covid-19.

Ekspor China tumbuh sebesar 30,6% tahun ke tahun di bulan Maret, sementara pertumbuhan impor melonjak ke level tertinggi empat tahun, sebesar 38,1% tahun ke tahun bulan lalu.

Eropa juga akan mencatat rilis data sentimen ekonomi ZEW Jerman yang diawasi ketat pada hari Selasa nanti, tetapi sebagian besar atensi pada hari Selasa akan tertuju pada rilis indeks harga konsumen AS untuk Maret, pada pukul 8:30 AM ET (1330 GMT). Angka ini diharapkan menunjukkan peningkatan inflasi sebesar 0,5% pada bulan tersebut, atau 2,5% tahun ke tahun, naik dari 1,7% pada bulan Februari.

Pejabat Federal Reserve telah berulang kali mengatakan mereka siap untuk melihat melalui periode kenaikan inflasi di atas ambang batas 2% tanpa mengubah sikap kebijakan akomodatif mereka, karena mereka melihat episode ini bersifat sementara.

Namun, terakhir kali angka IHK tahunan berada di angka 2,5% adalah pada Januari 2020, sebelum pandemi Covid, dan angka yang jauh di atas ini tentunya akan memberi tekanan pada The Fed.

Kembali di Eropa, jumlah kematian di seluruh benua akibat virus Covid-19 melewati tonggak suram satu juta orang pada hari Senin.

Dalam berita perusahaan, Givaudan (SIX:GIVN) kemungkinan akan menjadi sorotan setelah perusahaan Swiss tersebut mengonfirmasi target jangka menengahnya setelah penjualan naik 7,7% pada kuartal pertama, dibantu oleh permintaan yang kuat untuk produk parfum dan kecantikannya.

Airbus (PA:AIR) juga akan menjadi fokus setelah produsen maskapai penerbangan itu mengumumkan perombakan pada hari Senin. Kepala pertahanan dan teknologinya akan mundur dan seorang chief operating officer baru akan ditunjuk.

Harga minyak kian naik pada Selasa petang, dibantu oleh data perdagangan China yang kuat, yang menunjukkan berlanjutnya pemulihan ekonomi di negara importir minyak mentah terbesar dunia itu, dan ketegangan di Timur Tengah setelah gerakan Houthi yang berbasis di Yaman mengatakan pihaknya menembakkan rudal ke situs minyak Saudi.

Perhatian pada hari Selasa juga akan tertuju kepada data pasokan minyak WTI AS dari American Petroleum Institute (API), akan dirilis hari ini, dan data pasokan EIA diumumkan sehari kemudian.

Harga minyak WTI kian naik 0,25% ke $59,85 per barel dan harga minyak Brent naik 0,30% ke $63,47 per barel pukul 15.40 WIB.

Adapun, harga emas berjangka turun 0,32% di $1.727,15 per troy ons, sementara EUR/USD turun tipis 0,08% di 1,1900 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Monday, April 12, 2021

PT Rifan - Harga Emas Masih Segitu Segitu Aja, Masih Kurang Katalis

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas tak bertahan lama berada di level US$ 1.750/troy ons. Hanya dalam sehari emas berhasil melampaui level psikologis tersebut tetapi setelahnya melorot. Namun dalam sepekan terakhir harga emas tercatat mengalami apresiasi 0,82%.

Pada perdagangan terakhir pekan ini, harga emas dunia di pasar spot ditutup melemah 0,73% ke US$ 1.743,1/troy ons. Jika harga emas tak turun maka niscaya dalam sepekan emas telah naik lebih dari 1%.

Penguatan harga emas didukung oleh penurunan yield dan indeks dolar. Keduanya adalah musuh utama emas saat ini. Saat yield surat utang pemerintah AS menguat dan juga diikuti oleh kenaikan indeks dolar harga emas tertekan. 

Kenaikan yield mencerminkan kenaikan opportunity cost memegang emas sebagai aset yang tak memberikan imbal hasil apapun. Hal inilah yang menyebabkan mengapa emas cenderung ditinggalkan oleh investor.

Selain itu prospek perekonomian yang lebih cerah juga turut menahan harga emas dari apresiasi lanjutan. Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi naik pertumbuhan ekonomi global untuk tahun ini menjadi 6%. 

Emas sebagai aset safe haven biasanya diburu ketika selera terhadap risiko pelaku pasar memburuk. Namun saat ekonomi bangkit risk appetite pulih emas cenderung dilepas oleh pemegangnya.

Bank investasi Wall Street JPMorgan mencatat adanya outflow dari emas senilai US$ 20 miliar dan inflow ke Bitcoin mencapai US$ 7 miliar. Ini menunjukkan bahwa mulai banyak investor yang agresif memburu risiko guna memperoleh cuan lebih tebal walaupun seringkali malah cenderung spekulatif. 

The Fed dalam risalah rapatnya masih akan tetap membeli obligasi pemerintah guna membantu menggeliatkan kembali perekonomian yang masih lesu. Suku bunga akan dibiarkan rendah untuk waktu yang cukup lama. 

Inflasi akan meningkat memang. Namun The Fed mengatakan hal tersebut hanya akan bersifat temporer.

dan mengupayakan penciptaan lapangan kerja maksimal untuk perekonomian. 

Dengan kebijakan The Fed tersebut sebenarnya ada peluang membuat dolar AS melemah. Saat dolar AS mengalami pelemahan terhadap mata uang lain, greenback juga cenderung melemah terhadap bullionNamun dalam kondisi saat ini emas sebenarnya kekurangan katalis yang kuat untuk membantunya melesat - PT RIFAN

Sumber : cnbcindonesia.com

Friday, April 9, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Dolar Dan Imbal Hasil Obligasi AS Melemah, Harga Emas Kembali Naik

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas melesat ke level tertingginya karena dolar dan imbal hasil obligasi AS melemah

Harga emas di pasar spot melonjak 1,11 persen menjadi 1,756,56 dolar AS per ounce sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 1 Maret di 1.758,45 dolar AS per ounce.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melejit sekitar 1 persen menjadi 1.758,2 dolar AS per ounce.

Dolar dan imbal hasil Amerika turun dan itulah katalis utama saat ini. Jumlah data pekerjaan yang tidak terlalu mengesankan juga membantu mendorong emas lebih tinggi," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

Dolar tergelincir ke level terendah lebih dari dua pekan, sementara imbal hasil US Treasury turun, membuat emas lebih menarik dibandingkan investasi alternatif seperti obligasi.

Klaim baru untuk tunjangan pengangguran di Amerika naik secara tak terduga minggu lalu, data menunjukkan.

Ini semakin menyoroti komitmen The Fed untuk mendukung ekonomi sampai pemulihannya lebih aman, berdasarkan risalah rapat kebijakan terbaru bank sentral tersebut yang dirilis Rabu.

Pelaku pasar sekarang menunggu pidato Chairman The Fed Jerome Powell pada konferensi Dana Moneter Internasional virtual, Kamis malam.

Logam lainnya, perak melambung 1,4 persen menjadi 25,47 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi lebih dari dua pekan di 25,60 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber :  suara.com

 

Thursday, April 8, 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Terkoreksi Pada Perdagangan Kamis

 


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis pagi. Pukul 07.35 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2021 di Commodity Exchange ada di US$ 1.737,70 per ons troi, turun 0,22% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.741,60 per ons troi.

Koreksi harga emas dipicu oleh fluktuasi pasar keuangan., Risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve terbaru yang dirilis Rabu bahkan tidak memberikan tekanan untuk logam mulia. Pejabat The Fed melihat perlu beberapa waktu sebelum  kondisinya memungkinkan untuk mengurangi pembelian aset bulanan secara besar-besaran.

Mereka juga mengindikasikan setiap lonjakan inflasi, yang meningkatkan harga emas cenderung bersifat sementara.

Sementara itu, investor terus keluar dari ETF yang didukung emas. 

Harga emas tertekan di tahun ini karena meningkatnya optimisme pemulihan ekonomi pasca pandemi di AS, yang telah meningkatkan yield obligasi dan dolar.

Meningkatnya imbal hasil US treasury mengurangi daya tarik emas batangan, Emas berjuang untuk mempertahankan tren naik era pandemi, di tengah periode arus investasi yang sangat rendah," jelas analis TD Securities Bart Melek dalam sebuah catatan yang dikutip Bloomberg.

Menurut TD Securitires, emas mungkin masih mendapatkan dukungan dari minat beli baru dari bank sentral - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : kontan.co.id

Monday, April 5, 2021

PT Rifan - Biden Mau Bangun Infrastruktur US$ 2 T, Ancaman Bagi Emas

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia kembali naik ke level US$ 1.700 pada penutupan perdagangan kemarin namun harga emas cenderung turun tipis pada perdagangan hari ini

Harga emas di pasar spot terkoreksi 0,04% ke US$ 1.706,31/troy ons pada perdagangan pagi pukul 08.15 WIB. Harga logam mulia emas menguat 1,3% pada perdagangan kemarin.

Di sepanjang kuartal pertama tahun ini harga emas sudah drop 10%. Ada banyak faktor yang membuat harga aset minim risiko ini mengalami koreksi yang tajam. Mulai dari penguatan yield surat utang pemerintah AS, greenback, saham-saham dan mata uang kripto seperti Bitcoin.

Emas merupakan aset yang tak memberikan imbal hasil seperti obligasi yang memberikan kupon atau saham dengan dividennya. Sebab itu minat beli emas untuk investasi sangat tergantung pada biaya peluangnya.

Kenaikan imbal hasil surat utang AS yang tembus 1,7% dan mengalahkan dividen S&P 500 tidak hanya membuat pasar saham ambles. Emas pun juga ikut terjungkal karenanya. 

Tren naik yield juga mendorong dolar AS terus menguat. Di saat yang sama aksi spekulasi beli mata uang digital semakin populer. Investor semakin banyak yang meninggalkan aset tradisional seperti emas. 

Ke depan harga emas masih berpotensi terancam. Presiden AS ke-46 Joe Biden kemarin mengumumkan rencananya untuk menggelontorkan anggaran senilai US$ 2,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur.

Anggaran sebesar US$ 621 miliar untuk infrastruktur rencananya akan digunakan untuk membangun kembali jalan, jembatan, angkutan umum serta stasiun pengisian kendaraan listrik. Proposal tersebut juga akan mengalokasikan US$ 111 miliar untuk mengganti pipa air timbal dan meningkatkan saluran pembuangan.

Menurut perkiraan ekonom Associated Press, hal itu bisa mendorong pertumbuhan di atas 6% tahun ini. Jika Presiden Biden mampu memberlakukan rencana infrastrukturnya dan para ekonom benar bahwa hal itu akan mendorong pertumbuhan di atas 6% tentu akan terus menekan harga emas.

Maklum emas diburu ketika kondisi ekonomi sedang sulit seperti saat resesi tahun lalu. Namun ketika ekonomi sedang moncer, investor cenderung berburu aset-aset berisiko dan meninggalkan emas -
PT RIFAN

Sumber : cnbcindonesia.com

Thursday, April 1, 2021

Rifan Financindo - Bursa Amerika Ditutup Mixed, Alami Lonjakan Kuat Sepanjang Kuartal I 2021

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Setelah melewati pergerakan harga yang fluktuatif, bursa saham Amerika hanya meraup keuntungan moderat pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari WIB. Indeks utama Wall Street ditutup mixed dengan Nasdaq mencetak  gain  yang sangat kuat oleh lonjakan saham teknologi.

Indeks Nasdaq melonjak 201,48 poin atau 1,5 persen menjadi 13.246,87 dan indeks S&P 500 naik 14,34 poin atau 0,4 persen menjadi 3.972,89 setelah mencapai rekor tertinggi intraday. Sedangkan indeks Dow Jones turun 85,41 poin atau 0,3 persen menjadi 32.981,55.

Lonjakan saham teknologi oleh aksi window dressing pada hari terakhir kuartal pertama, karena saham teknologi Nasdaq berkinerja buruk sepanjang bulan Maret di bawah Dow Jones dan S&P 500. Selama sebulan, indeks Dow Jones naik 7%, S&P 500 4,6% dan Nasdaq 1%.

Demikian secara kuartalan, indeks Nasdaq melonjak 2,8 persen pada kuartal pertama tahun ini, lebih rendah dari lonjakan 5,8 persen oleh indeks S&P 500 dan lonjakan 7,8 persen oleh indeks Dow Jones. Dow Jones dan S&P 500 juga baru-baru ini mencapai rekor tertinggi baru, sementara Nasdaq hanya berada di level tertinggi bulan lalu.

Sentimen positif juga datang dari laporan  prosesor penggajian ADP yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sektor swasta yang kuat di bulan Maret. ADP mengatakan pekerjaan sektor swasta melonjak sebesar 517.000 pekerjaan pada Maret setelah naik oleh 176.000 pekerjaan yang direvisi naik pada bulan Februari.

Sementara itu, investor  juga bereaksi terhadap rincian infrastruktur dan rencana pemulihan ekonomi Presiden AS. Rencananya akan menghabiskan sekitar $2 triliun selama delapan tahun, dengan proposal termasuk investasi dalam infrastruktur transportasi dan percepatan transisi ke green energy. Namun untuk mendapatkannya, Presiden rencanakan menaikkan tarif pajak perusahaan menjadi 28 persen dari 21 persen - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Rifan Financindo - Emas Naik Karena Turunnya USD Dan Yields AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas mengalami kenaikan pada hari Rabu setelah turun menyentuh level terendah selama beberapa minggu pada hari Selasa. Emas mengalami kenaikan dari melemahnya dollar AS mengikuti turunnya yields obligasi AS. Emas berjangka kontrak bulan April diperdagangkan naik $26.20 ke $1,710.10 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei naik $0.047 ke $24.095 per ons.

Pasar saham global mendatar dan bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS juga mengarah bervariasi ketika perdagangan sesi New York dimulai. Hari Rabu adalah hari perdagangan terakhir dari bulan Maret dan kuartal pertama tahun 2021. Banyak portfolio managers melakukan window dressing.

Laporan employment AS untuk bulan Maret dari ADP menunjukkan pertambahan pekerjaan sebanyak 517.000 yang adalah sesuai dengan yang diperkirakan sebesar 525.000 dan naik jauh dibandingkan dengan bulan Februari sebanyak 117.000. Laporan ini akan menjadi pendahulu dari laporan NFP yang akan keluar pada hari Jumat yang diperkirakan akan menunjukkan pertambahan pekerjaan sebanyak 675.000 pekerjaan setelah kenaikan sebanyak 379.000 pada bulan Februari.

Dollar AS melemah dengan turunnya imbal hasil Treasury AS. Turunnya imbal hasil Treasury AS disebabkan karena Biden mengatakan akan menaikkan pajak untuk mendanai sebanyak $2 triliun dari belanja infrastruktur senilai $3 triliun. Hal ini berarti berkurangnya penerbitan surat hutang pemerintah AS yang menaikkan harga dari obligasi AS sehingga menurunkan yields obligasi AS yang diikuti dengan melemahnya dollar AS. Hal ini mendorong naik harga emas.

Support terdekat menunggu di $1,680.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,673.30 dan kemudian $1,660.00. “Resistance” terdekat menunggu di $1,712.60 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,740.20 dan kemudian $1,754.20 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com