Monday, August 23, 2021

PT Rifan - Harga Emas Kian Naik, Berlanjutnya Dampak COVID-19 Kurangi Minat Risiko

 


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas kian naik pada Senin pagi di Asia dan dolar AS tetap di dekat level tertinggi multi bulan. Namun, kekhawatiran yang terus berlanjut atas penyebaran COVID-19 global dan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi membuat investor beralih ke logam kuning.

Harga emas berjangka naik 0,31% di $1.789,55 per troy ons pukul 11.55 WIB menurut data Investing.com. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, lanjut turun 0,20% di 93,325 tetapi masih mendekati level tertinggi sembilan setengah bulan selama minggu lalu.

Investor sekarang memantau simposium Jackson Hole Federal Reserve AS, yang akan berlangsung antara 26 Agustus dan 28 Agustus, untuk mendapatkan petunjuk tentang kerangka waktu bank sentral untuk melakukan pengurangan aset dan mengambil tindakan atas suku bunga.

Menjelang simposium, Presiden Fed Dallas Robert Kaplan, yang merupakan salah satu pejabat Fed yang paling mendukung untuk segera memulai pengurangan aset, mengatakan bahwa ia kemungkinan perlu menyesuaikan dukungan tersebut jika penyebaran Varian Delta COVID-19 berdampak pada pemulihan ekonomi.

Bank of Korea juga akan merilis keputusan kebijakan terbaru pada hari Kamis.

Hub utama di Asia mencatatkan permintaan emas fisik melambat selama seminggu terakhir karena rebound harga domestik dan jeda musiman.

Kepemilikan SPDR Gold Trust (P:GLD) turun 0,3% menjadi 1.011,61 ton, katanya pada hari Jumat. Sementara itu, data Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka (CFTC) AS menunjukkan spekulan menaikkan posisi beli bersihnya untuk emas COMEX di pekan yang berakhir 17 Agustus dan memangkas posisi beli bersih di perak.

Perak naik 0,28% di 23,177 dan palladium melonjak naik 2,23% di 2.316,00 setelah mencapai level terendah lebih dari lima bulan di $2,267,65 di awal sesi. Platinum melonjak 1,74% ke 1.008,65 pukul 12.02 WIB - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Thursday, August 19, 2021

Rifan Financindo - Harga Emas Turun 0,2% Tertekan Dolar AS

 


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas melemah pada perdagangan Selasa atau turun sedikit dari level tertinggi dalam satu minggu terakhir. Penurunan harga emas karena investor memilih dolar di tengah melonjaknya kasus varian Delta yang menjadi ancaman pemulihan ekonomi global.

Emas di spot gold turun 0,2% menjadi USD1.784,02 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 6 Agustus di USD1.795.25. Emas berjangka AS ditutup 0,1% lebih rendah pada USD1.787,80 per ounce. 

Dolar yang lebih kuat menambah tekanan pada logam. Tapi asil Treasury memberi emas sedikit perlindungan, dan kami melihat kemungkinan inflasi yang lebih tinggi tanpa menaikkan suku bunga,” kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Daniel Pavilonis, dilansir dari Reuters, Rabu (18/8/2021).

Indeks dolar AS naik 0,5% sehingga menguntungkan beberapa minat safe haven karena data penjualan ritel AS yang mengecewakan ditambah meningkatnya infeksi Covid-19 di seluruh dunia.

Selain itu gejolak di Afghanistan juga mengurangi selera untuk aset berisiko seperti pasar saham.  

Emas bersaing dengan dolar sebagai penyimpan yang aman selama ketidakpastian politik dan keuangan. Dengan dolar AS yang lebih tinggi membuat emas lebih mahal bagi mereka yang memegang mata uang lain.

Fokus pasar sekarang beralih ke risalah dari pertemuan Federal Reserve yang dijadwalkan hari ini untuk isyarat tentang pengurangan stimulus bank sentral AS. 

Kami percaya kemungkinan bahwa pengurangan pembelian aset yang akan datang sudah diperhitungkan dalam harga emas, tetapi laju pengurangan tersebut masih cukup tidak pasti," kata Analis HSBC James Steel dalam sebuah catatan.

Sementara itu, harga perak turun 0,9% menjadi USD23,60 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 9 Agustus di USD23,95.

Platinum turun 3,1% menjadi USD990,38 per ounce, dan paladium turun 4,6% menjadi USD2.485,55 per ounce setelah sebelumnya tergelincir ke level terendah hampir dua bulan di USD2.481,52 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okezone.com

Tuesday, August 10, 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Pergerakan Naik Berhasil Menahan Penurunan Lebih Jauh

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNGHarga emas turun pada awal perdagangan sesi AS hari Senin. Dalam perdagangan semalam, harga emas sempat turun tajam, jatuh ke kerendahan selama 4 bulan di $1,676.40 di kontrak berjangka bulan Oktober. Namun, harga emas diperdagangkan naik dari kerendahan hariannya  dengan pasar metal berharga kelihatannya telah mulai stabil.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $35.50 ke $1,725.00 per troy ons. Sementara perak Comex bulan September turun $0.346 ke $23.98 per ons.

Metal berharga emas masih merasakan getaran dari laporan pekerjaan AS yang kuat secara mengejutkan yang mendorong naik indeks saham AS ke rekor ketinggiannya, dan membuat indeks dollar AS mengalami rally, serta mendorong naik yields treasury AS alias menurunkan harga obligasi AS. Semua itu adalah elemen bearish bagi metal berharga emas.

Namun harga emas berhasil pulih kembali dengan cepat dari kejatuhan sebentar dalam perdagangan semalam, namun masih turun pada hari Senin. Data pekerjaan AS yang keluar pada hari Jumat lalu, menaikkan spekulasi bahwa the Fed akan segera bertindak untuk mengerem kebijakan moneter mudahnya. Hal ini benar-benar menghantui pergerakan naik di pasar metal berharga. Jelas, para trader emas pada hari ini tidak lagi memandang kepada naiknya inflasi sebagaimana yang terlihat dalam kenaikan harga konsomen maupun produsen.

Support terdekat menunggu di $1,716 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,700 dan kemudian $1,676. “Resistance” terdekat menunggu di $1,750 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,763 dan kemudian $1,771 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Thursday, August 5, 2021

Rifan Financindo - Harga Emas Dunia Terdongkrak Data Aktivitas Industri Jasa AS Yang Membaik

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia naik tipis karena komentar dari pejabat tinggi Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) dan catatan data aktivitas industri jasa AS yang membaik.

Harga emas di pasar spot naik tipis 0,1 persen menjadi 1.811,38 dolar AS per ounce, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup sedikit berubah menjadi 1.814,50 dolar AS per ounce.

Harga emas sempat melonjak 1 persen di awal sesi karena didukung data ketenagakerjaan ADP yang lebih lemah dari perkiraan.

Mengimbangi data pekerjaan tersebut, adalah indeks aktivitas PMI non-manufaktur Institute for Supply Management, yang melesat ke angka tertinggi dalam sejarah pada bulan lalu

Mengingat The Fed mengatakan mereka akan melihat data ekonomi dan mungkin mengurangi pembelian aset pada September atau November, data yang kuat seperti PMI membantu target mereka untuk mulai mengurangi," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

Pandangan tapering itu diperkuat komentar dari Vice Chairman The Fed, Richard Clarida, yang menyatakan bank sentral dapat mulai mengurangi pembelian obligasi pada akhir tahun.

Imbal hasil US Treasury 10-tahun bangkit dari level terendahnya menyusul komentar Clarida, mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan bunga. Dolar AS juga pulih, semakin mengurangi daya pikat logam kuning itu.

Namun, munculnya permintaan fisik membantu meredam risiko penurunan harga emas, meski permintaan belum pulih ke tingkat sebelum Covid.

Logam lainnya, perak turun 0,5 persen menjadi 25,42 dolar AS per ounce, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi hampir tiga minggu - RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

Wednesday, August 4, 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Rilis Data Tenaga Kerja AS Bikin Cemas Harga Emas

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia melemah karena investor harap-harap cemas akan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pekan ini yang dapat mempengaruhi timeline Federal Reserve mengurangi program pembelian asetnya.

Harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi 1.809,79 dolar AS per ounce, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,4 persen lebih rendah menjadi 1.814,10 dolar AS per ounce.

Investor menantikan data non-farm payrolls Amerika untuk periode Juli yang akan dirilis Jumat.

Pasar terpaku pada kapan The Fed bakal melakukan tapering dan angka ketenagakerjaan Jumat dapat menentukan seberapa cepat itu akan terjadi. Prospek jangka pendek untuk emas masih bullish, tetapi dua laporan penggajian nonpertanian yang kuat dapat mematahkan teori itu," kata Edward Moya, analis OANDA.

Laporan Jumat juga muncul setelah Chairman The Fed Jerome Powell, pekan lalu, mengatakan pasar tenaga kerja masih memiliki "beberapa alasan untuk di-cover" sebelum pihaknya dapat menarik kembali dukungannya terhadap ekonomi, yang mendorong harga emas ke level tertinggi dua minggu.

Tetapi dua pembuat kebijakan bank sentral AS yang lebih hawkish mengatakan dalam beberapa hari terakhir mereka percaya pemulihan pasar tenaga kerja hampir selesai, membuka jalan bagi The Fed untuk mulai mengurangi dukungannya terhadap ekonomi dalam hitungan bulan.

Analis TD Securities mengatakan ketidakmampuan emas untuk mengambil keuntungan dari "mencairnya" suku bunga riil dan kekhawatiran atas varian Delta Covid-19 menunjukkan kurangnya minat spekulatif, dengan The Fed yang masih di jalur untuk melakukan tapering pada Desember

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Logam lainnya, perak naik 0,3 persen menjadi 25,52 dolar AS per ounce, platinum turun 0,7 persen menjadi 1.049,28 dolar AS per ounce dan paladium melemah 0,9 persen menjadi 2.652,38 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

Tuesday, August 3, 2021

PT Rifan - Harga Emas Makin Turun, Investor Tunggu Laporan Pekerjaan AS


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas makin turun pada Selasa petang dan investor menunggu laporan pekerjaan terbaru AS untuk memprediksi langkah kebijakan Federal Reserve AS berikutnya.

Harga emas berjangka terus turun 0,55% di $1.812,20 per troy ons pukul 13.24 WIB menurut data Investing.com, namun masih tetap di atas level $1.800.

Investor agak cukup tenang oleh penegasan Ketua Fed Jerome Powell yang mengatakan bahwa kenaikan suku bunga masih "berjalan jauh" saat Fed mengumumkan keputusan kebijakan terbaru selama minggu sebelumnya, sehingga tetap menopang logam kuning ke level puncak dua minggu.

“Setiap titik data yang kami dapatkan dari sini hingga simposium Jackson Hole Fed akan menjadi sangat penting… ada banyak kapasitas cadangan di pasar tenaga kerja… jika ada perasaan bahwa The Fed akan terus mempertahankan pengaturan kebijakan yang akomodatif hingga jangka waktu lebih lama, itu adalah dinamika yang sangat bagus untuk harga emas, utamanya jika kita melihat ekspektasi inflasi tetap relatif tinggi,” analis IG Market Kyle Rhoda mengatakan kepada Reuters.

Namun, Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan pada hari Senin bahwa bank sentral dapat memulai pengurangan aset pada Oktober 2021 jika dua laporan pekerjaan AS berikutnya masing-masing menunjukkan pekerjaan meningkat sebanyak 800.000 menjadi 1 juta.

Laporan pekerjaan terbaru, termasuk data ketenagakerjaan nonpertanian, akan dirilis pada hari Jumat.

Di Asia Pasifik, Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunganya tidak berubah di level 0,10% dalam keputusan kebijakannya sebelumnya. Bank of England (BOE) dan Reserve Bank of India akan memberikan keputusannya masing-masing pada hari Kamis dan Jumat.

Kepemilikan SPDR Gold Trust (P:GLD) turun sebesar 0,2% menjadi 1.029,71 ton pada hari Senin, indikasi sentimen investor.

“Dalam waktu kurang dari seminggu, emas telah berubah dari potensi penembusan pada grafik hingga peluang buy the dips dan jual saat pasar reli... emas berjangka praktis bergerak di sepanjang EMA 200-hari yang datar yang selanjutnya mengindikasikan pasar yang berkonsolidasi,” Manajer Komoditas Ssenior Phillip Futures Avtar Sandu kepada Reuters.

Pada logam mulia lainnya, perak turun 1,04% ke 25,308 dan platinum turun 0,56% ke 1.049,20, sementara palladium turun 0,12% di 2.678,50 pukul 13.30 WIB - PT RIFAN BANDUNG

Sumber : investing.com

Monday, August 2, 2021

PT Rifan - Harga Emas Turun Awal Pekan, Investor Nantikan Data Pekerjaan AS

PT RIFAN BANDUNGHarga emas turun pada Senin petang seiring pelemahan dolar AS di sekitar level terendah satu bulan. Kesehatan pasar tenaga kerja AS juga ada di benak investor kala menunggu laporan pekerjaan terbaru negara itu.

Harga emas berjangka turun 0,26% di $1.812,45 per troy ons pukul 13.22 WIB menurut data Investing.com. Logam kuning turun dari titik tertinggi dua minggu pada hari Jumat karena dolar menguat dari level terendah satu bulan.

Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, turun 0,14% ke 92,058. Dolar turun 0,8% selama minggu lalu, kinerja mingguan terburuk selama lebih dari dua bulan.

Laporan pekerjaan AS bulan Juli, termasuk data ketenagakerjaan nonpertanian, akan dirilis pada hari Jumat.

"Pasar khawatir atas data tersebut yang lebih kuat, yang akan membuat dolar lebih naik... Ini kemungkinan akan menjaga mereka dari banyak risiko sensitif suku bunga," kata Stephen Innes, Managing Partner di SPI Asset Management.

Data tersebut akan memberi investor lebih banyak wawasan mengenai kerangka waktu Federal Reserve AS untuk memulai pengurangan aset (tapering), tambahnya.

Ketua Fed AS Jerome Powell mengingatkan bahwa kenaikan suku bunga "masih jauh" dan pasar kerja masih memiliki "beberapa alasan untuk dibantu," saat ia menyampaikan keputusan kebijakan Fed selama seminggu terakhir, yang mengirim emas melompat lebih dari 1%.

Reserve Bank of Australia dan Bank of England akan memberikan keputusan kebijakan masing-masing pada hari Selasa dan Kamis.

Di sisi teknikal, emas spot dapat kembali ke level terendahnya di $1.789,98 per ons yang dicapai pada 23 Juli, karena gagal lagi untuk menembus titik resistance di $1.832,80, menurut analis teknikal Reuters Wang Tao.

Di logam mulia lainnya, perak stabil di 25,547, palladium naik 0,22% ke 2.667,25 dan platinum juga naik 0,35% di 1.049,40 pukul 13.29 WIB - PT RIFAN

Sumber : investing.com