Thursday, January 27, 2022

Rifan Financindo - Harga Emas Dunia Anjlok Imbas Komentar Bos The Fed


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia kembali jatuh pada perdagangan hari Rabu setelah dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat cukup signifikan usai sikap hawkish bank sentral AS The Fed.

Sejumlah petinggi The Fed "berpikiran" untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan 15-16 Maret, Powell mengatakan pada konferensi pers setelah rilis pernyataan kebijakan terbaru The Fed, memicu lonjakan yield surat utang dan dolar.

Harga emas di pasar spot anjlok 1,6 persen menjadi USD1.818,66 per ounce setelah meluncur sebanyaknya 1,8 persen ke level terendah dalam seminggu di USD1.815,06 per ounce.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melorot 1,2 persen menjadi USD1.829,70 per ounce. Perak menyusut 1 persen menjadi USD23,59 per ounce.

Komentar hawkish Powell pada dasarnya hampir menjamin kenaikan suku bunga Maret, menekankan kekuatan ekonomi dan mencatat bahwa balance sheet The Fed terlalu besar dan perlu dikurangi," kata trader logam mulia independen yang berbasis di New York, Tai Wong.

Kenaikan suku bunga meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Kendati permintaan fisik dan ETF tetap kuat, komentar hawkish Powell tampaknya akan membatasi emas di kisaran USD1.850 dalam jangka pendek." Tambah dia.

Sementara itu paladium naik 6,1 persen menjadi USD2.334,89 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 8 September di USD2.382,82, sedangkan platinum naik 0,8 persen menjadi USD1.033,72 per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

 

Wednesday, January 26, 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun Sebelum Keputusan Fed, Ketegangan Ukraina Tekan Minat Risiko

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun pada hari Rabu, setelah mencapai titik tertinggi lebih dari dua bulan imbas kekhawatiran geopolitik atas Ukraina menurunkan minat risiko. Investor juga menunggu keputusan kebijakan terbaru dari Federal Reserve AS.  Harga emas berjangka turun 0,28% di $1.847,25/oz pukul 12.05 WIB menurut data Investing.com, setelah mencapai level tertinggi sejak 19 November 2021, di $1,852,65.  Rusia menyatakan "keprihatinan besar" setelah AS menempatkan 8.500 tentara dalam keadaan siaga untuk siap dikerahkan jika terjadi invasi Rusia ke Ukraina. Inggris juga mendesak negara sekutu Eropanya untuk menyiapkan sanksi jika terjadi eskalasi.  Logam kuning safe haven bertindak sebagai "peralihan ke perdagangan yang aman" dalam skenario menunggu dan amati sampai setelah pengumuman Fed, Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan kepada Reuters.  Pengumuman itu, yang dijadwalkan pada sesi hari ini, akan dipantau dengan cermat untuk mencari petunjuk tentang seberapa agresif The Fed selama sisa tahun 2022 dan apakah akan memberi sinyal kenaikan suku bunga lebih banyak untuk mengatasi inflasi, tambahnya.  The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada Maret 2022, diikuti oleh tiga kenaikan lagi sepanjang tahun.  "Meskipun Fed kemungkinan akan mengumumkan dimulainya siklus kenaikan suku bunga AS minggu ini, emas terus bertahan dengan baik. Dukungan untuk logam kuning berasal dari inflasi yang tinggi dan peningkatan volatilitas pasar," kata Analis UBS Giovanni Staunovo kepada Reuters.  "Kecuali jika Fed mengejutkan dengan pernyataan yang lebih hawkish, emas bisa tetap didukung," karena secara historis, emas mengungguli ekuitas ketika volatilitas pasar meningkat, Staunovo menambahkan.  Bank of Canada juga akan menerbitkan keputusan kebijakannya hari ini, diikuti oleh South African Reserve Bank pada hari Kamis. Di Asia Pasifik, Reserve Bank of Australia akan mengeluarkan keputusan kebijakannya pada minggu depan.  Di logam mulia lainnya, perak turun tipis 0,45%, sementara platinum stabil dan paladium turun 0,8% - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

 

Sumber : investing.com

Thursday, January 13, 2022

Rifan Financindo - Bappebti: Animo Masyarakat Terhadap Investasi Emas Digital Cukup Tinggi


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Koordinator Pemeriksa PBK Ahli Madya Bappebti, Diah Sandita Arisanti, menyatakan bahwa animo masyarakat terhadap investasi emas digital terbilang cukup tinggi.

Untuk animonya sendiri cukup tinggi. Ini sebenarnya sudah lama dengan perdagangan emas ini, tetapi untuk digital baru mulai di 2019 diterbitkan aturannya," katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis.

Baca Juga: Bappebti: Baru Dua Pedagang Fisik Emas Digital yang Sudah Kantongi Izin

Ia menyebut pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap pedagang emas fisik digital yang telah memperoleh izin dari Bappebti. Adapun kedua perusahaan yang dimaksud adalah PT Indonesia Logam Pratama (Treasury) dan Sakumas.

"Kami akan melihat dari perdagangan emas yang sudah diizinkan, bagaimana peningkatan transaksi yang akan timbul," ujarnya.

Karena terbilang baru baru, Diah mengaku belum bisa memberikan detail lebih lanjut mengenai transaksi emas digital. Saat ini, pihaknya masih memantau perkembangan volume transaksi dari nilainya di perdagangan emas fisik digital.

Namun, Diah menambahkan, masih dibutuhkan adanya edukasi dan sosialisasi terkait emas digital ini. Pasalnya, investasi memiliki pilihan yang banyak dan masyarakat harus bijak dalam memilih alternatif investasi.

Emas pun ada pilihan dari konvensional atau digital, tergantung kebutuhan masyarakat. Namun, kami lihat ke depan pertumbuhannya makin meningkat," tandasnya - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Tuesday, January 11, 2022

PT Rifan Financindo - Emas Melemah Karena Naiknya Yields Obligasi AS

 


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka sedikit melemah pada awal perdagangan sesi AS hari Senin. Naiknya yields obligasi pemerintah AS adalah elemen bearish bagi pasar emas yang safe-haven. Emas berjangka kontrak bulan Februari turun $3.00 ke $1794.00 per troy ons. Sementara perak Comex turun $0.59 ke $22.35 per ons.

Naiknya yields obligasi AS ditengah kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral – bank sentral utama dunia menjadi salah satu sumber yang mendorong turunnya harga emas dunia.

Pada hari Jumat minggu lalu Bureau of Labor Statistics AS mengeluarkan publikasi bulanan dari Non-Farm Payrolls bulan Desember yang hanya menambah pekerjaan sebanyak 199.000, jauh di bawah dari yang diperkirakan sebesar 400.000 pekerjaan. Walaupun dollar AS menghadapi tekanan jual yang baru karena angka NFP yang mengecewakan ini, yields obligasi treasury AS 10 tahun lompat ke level terkuat sejak bulan Januari 2020 mendekati 1.8%, mengakibatkan naiknya dollar AS yang pada gilirannya menekan harga emas turun.

Minggu lalu, Federal Reserve mengatakan akan menaikkan tingkat bunga AS paling sedikit sebanyak 3 kali pada tahun 2022, dalam rangka untuk menekan kenaikan inflasi yang telah menjadi problematik.

Partisipan pasar memperkirakan the Fed tetap pada jalur pengetatannya karena inflasi dari upah yang lebih kuat daripada yang diperkirakan dan rendahnya tingkat pengangguran.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS juga mengarah bervariasi ketika perdagangan sesi New York dimulai. Keengganan terhadap resiko dari para trader dan investor tidak tinggi pada awal minggu ini, namun minat terhadap resiko juga tidak ada.

Support” terdekat menunggu di $1,785 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,775 dan kemudian $1,750

Resistance” terdekat menunggu di $1,800 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,811 dan kemudian $1,825 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Monday, January 10, 2022

PT Rifan - Emas Bertahan Dekat Terendah 3 Minggu, Tertekan Jelang Data Inflasi AS

PT RIFAN BANDUNG - Emas datar di perdagangan Asia pada Senin pagi, melayang di dekat level terendah tiga minggu, karena para pedagang menunggu data inflasi AS Desember yang dapat memperkuat kasus kenaikan suku bunga yang lebih awal dari perkiraan oleh Federal Reserve AS setelah data pekerjaan lebih lemah


Emas spot diperdagangkan sedikit berubah pada 1.795,11 dolar AS per ounce pada pukul 02.34 GMT, setelah mencapai level terendah sejak 16 Desember di 1.782,10 dolar AS per ounce pada Jumat. Sementara itu, dikutip dari Reuters, emas berjangka AS turun 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 1.794,00 dolar AS.


Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak minggu lalu, mengikuti risalah pertemuan kebijakan Fed yang menyatakan kenaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan dan kemungkinan bahwa Fed dapat mengurangi aset-asetnya lebih cepat dari yang diantisipasi banyak orang.


Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi, tetapi logam ini sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS yang meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.


Dana Fed berjangka telah memperkirakan peluang hampir 90 persen kenaikan suku bunga pada Maret dan peluang lebih dari 90 persen untuk kenaikan suku bunga lagi pada Juni.


Indeks Harga Konsumen (IHK) inti AS pada Desember diperkirakan telah meningkat 5,4 persen secara tahunan setelah naik 4,9 persen pada November.


Data penggajian (payrolls) nonpertanian AS naik 199.000 pekerjaan bulan lalu di tengah kekurangan pekerja, lebih rendah dari perkiraan 400.000, dengan kenaikan pekerjaan moderat diperkirakan dalam waktu dekat karena infeksi COVID-19 yang meningkat mengganggu aktivitas ekonomi.


Peningkatan selera ritel untuk emas fisik mendorong para dealer di India untuk membebankan premi minggu lalu, sementara perayaan Tahun Baru Imlek yang akan datang mencerahkan prospek penjualan di Singapura.


Pembicaraan AS-Rusia mengenai meningkatnya ketegangan di Ukraina juga membuat para pedagang gelisah, karena kedua belah pihak tampak berjauhan dan kegagalan berisiko menimbulkan konfrontasi bersenjata di ambang pintu Eropa.


Logam mulia lainnya di pasar spot, perak datar diperdagangkan di 22,29 dolar AS per ounce, platinum naik 0,1 persen menjadi diperdagangkann di 956,10 dolar AS per ounce, dan paladium turun 0,3 persen menjadi diperdagangkan di 1.927,25 dolar AS per ounce - PT RIFAN

 

Sumber : antaranews.com

Friday, January 7, 2022

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Jumat, WHO: Omicron Tidak Dipertimbangkan Kategori Ringan


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG -
Harga emas naik pada Jumat pagi di Asia tetapi tetap mendekati level terendah dua minggu selama sesi sebelumnya. Adanya peringatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)} bahwa varian omicron COVID-19 tidak dapat dianggap “ringan”, di samping pergerakan imbal hasil yang lebih kuat, memberikan dorongan pada aset safe haven.

Harga emas berjangka naik tipis 0,18% menjadi $1.792,45/oz pukul 10.35 WIB, tetapi logam kuning tampaknya akan mencatatkan penurunan mingguan terburuk sejak akhir November 2021 setelah jatuh 1,98%. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik ke level terkuat sejak Maret 2021 pada sesi sebelumnya.

Meskipun omicron tampaknya menghasilkan penyakit yang kurang parah daripada jenis virus delta, namun tidak boleh dikategorikan sebagai "ringan", menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Bahkan pejabat Federal Reserve AS yang paling dovish pun setuju dengan kebijakan hawkish bank sentral. Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan pada sebuah acara hari Kamis bahwa pemangkasan neraca Fed akan dilakukan setelah normalisasi suku bunga dana Fed. Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan pada acara terpisah bahwa Fed dapat menaikkan suku bunga targetnya secepatnya Maret 2022.

Menurut perangkat CME FedWatch, investor saat ini mengantisipasi peluang lebih besar dari 70% untuk kenaikan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan Fed Maret.

Di sisi data, investor sekarang menunggu laporan pekerjaan AS, termasuk ketenagakerjaan nonpertanian, yang akan dirilis hari ini. Data klaim pengangguran awal hari Kamis menunjukkan bahwa jumlahnya naik menjadi 207.000 untuk minggu sebelumnya.

Di Asia Pasifik, data yang dirilis sebelumnya menunjukkan bahwa belanja rumah tangga Jepang mengalami kontraksi 1,3% dan 1,2% tahun ke tahun dan bulan ke bulan di bulan November. Indeks harga konsumen inti (IHK) Tokyo tumbuh 0,5% tahun ke tahun di bulan Desember.

Dalam logam mulia lainnya, perak turun 0,17% pukul 10.41 WIB, sementara platinum naik tipis 0,1% dan paladium turun 0,25% - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Monday, January 3, 2022

PT Rifan - Dolar Naik, Perdagangan Tetap Tipis Karena Pasar Utama Tetap Ditutup


PT RIFAN BANDUNG - Dolar naik pada Senin pagi di Asia, tetapi hari libur di banyak pasar utama Asia Pasifik membuat awal tahun 2022 tenang.

Indeks Dolar AS yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya naik 0,29% ke 95,870 oleh 22:56 ET (03:56 GMT).

Pasangan USD/JPY naik 0,19% menjadi 115,30. Pasangan AUD/USD turun tipis 0,13% menjadi 0,7250 sedangkan pasangan NZD/USD naik tipis 0,09% menjadi 0,6830.

Pasangan USD/CNY stabil di 6,3561 dan pasangan GBP/USD turun 0,21% menjadi 1,3501.

Pasar Jepang, Cina, Australia, dan Selandia Baru semuanya ditutup untuk liburan, dan perdagangan yang tipis dapat membuat lebih sulit untuk melihat pergerakan dolar yang sebenarnya.

Penyebaran global varian omicron COVID-19 juga terus berdampak pada sentimen. Meskipun jumlah kasus di kota Xi’an di China barat turun tipis, data Universitas Johns Hopkins menunjukkan bahwa jumlah kasus global mencapai 290 juta pada 3 Januari.

Sementara itu, saham Hong Kong China Evergrande Group ditangguhkan dari perdagangan pada hari sebelumnya, dengan pengembang properti menolak untuk memberikan alasan penangguhan tersebut.

Namun, pengembang properti China Cifi Holdings menawarkan untuk membeli obligasi 5,5% China Evergrande yang jatuh tempo pada tahun 2022.

Penawaran tersebut adalah $1.000,5 untuk setiap $1.000 dalam jumlah pokok ditambah bunga yang masih harus dibayar dan belum dibayar, menurut pernyataan Cifi Holdings kepada bursa saham Hong Kong. Tawaran untuk membeli uang kertas senilai $505,1 juta yang masih beredar akan berakhir pada pukul 4 sore waktu London pada 7 Januari.

Investor juga menunggu indeks manufaktur dan manajer pembelian layanan Caixin China, yang akan dirilis akhir pekan ini - PT RIFAN

Sumber : inforexnews.com