Monday, August 14, 2023

PT Rifan - Dolar Didukung Oleh Inflasi Yang Lebih Tinggi

PT RIFAN BANDUNG - Data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan inflasi indeks harga produsen (PPI) AS tumbuh lebih tinggi pada bulan Juli. Angka ini muncul hanya sehari setelah data menunjukkan inflasi indeks harga konsumen juga tumbuh di bulan Juli.

Angka-angka tersebut indikasikan bahwa inflasi sekali lagi menunjukkan tren yang lebih tinggi setelah menurun secara substansial pada awal tahun ini, dan menimbulka kekhawatiran bahwa Fed harus menaikkan suku bunga kembali.

Gagasan ini mendorong dolar, dengan prospek suku bunga yang lebih tinggi juga menyiratkan lebih banyak tekanan pada aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti logam. Kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang berinvestasi pada aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil, dengan emas yang telah mencatat penurunan tajam pada tahun lalu akibat suku bunga AS meningkat.

Logam mulia ini juga akan sedikit mengalami kelegaan tahun ini, pasalnya suku bunga AS akan tetap berada di level tertinggi 22 tahun setidaknya hingga tahun 2023 - PT RIFAN

Sumber : investing

Friday, August 11, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Wall Street Menguat Dipicu Data Inflasi AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Wall Street menguat pada Kamis (10/8/2023) dipicu data inflasi Amerika Serikat. Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, naik 52,79 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 35.176,15. Indeks S&P 500 berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 1,12 poin menjadi 4.468,83. Indeks komposit Nasdaq meningkat 15,97 poin, atau sekitar 0,12 persen, menjadi 13.737,99.

Data inflasi AS yang terbaru memunculkan spekulasi bahwa Federal Reserve segera mengakhiri siklus peningkatan suku bunga dan mulai memangkas suku bunga awal tahun depan.

Indeks harga konsumen AS naik 3,2 persen year-on-year pada Juli, sedikit di bawah ekspektasi. Indeks harga konsumen inti meningkat 4,7 persen year-on-year, juga sedikit di bawah estimasi.

Baik indeks harga konsumen dan indeks harga konsumen inti sama-sama meningkat 0,2 persen dari bulan lalu.

Indeks sektor layanan komunikasi dan energi S&P 500 berakhir di teritori positif, sedangkan indeks sektor industri dan properti berakhir di teritori negatif.

Saham perusahaan teknologi Apple dan Nvidia masing-masing turun 0,1 persen dan 0,4 persen dipicu peningkatan imbal hasil obligasi AS.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun dipicu penguatan nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman September 2023 turun 0,1 persen menjadi US$1.948,90 per ons. Indeks dolar AS naik 0,14 persen menjadi 102,62.

Bursa saham Eropa menguat pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,8 persen, dipicu data inflasi AS.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 31,30 poin, atau sekitar 0,41 persen, menjadi 7.618,60. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 143,94 poin, atau sekitar 0,91 persen, menjadi 15.996,52.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melonjak 147,80 poin, atau sekitar 1,58 persen, menjadi 9.502,20. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menanjak 111,58 poin, atau sekitar 1,52 persen, menjadi 7.433,62.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,4 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2771 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,1 persen menjadi 1,1580 euro per pound - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Thursday, August 10, 2023

Rifan Financindo - Sehari Jelang Pengumuman Inflasi AS, Wall Street Terjungkal

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Indeks pasar saham Wall Street melemah pada penutupan Kamis pagi WIB sehari menjelang data inflasi AS yang dapat mempengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 0,54 persen menjadi 35.123,36 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 31,67 poin atau 0,70 persen, berakhir di 4.467,71 poin. 

Indeks Komposit Nasdaq merosot 165,93 poin atau 1,2 persen, ditutup pada 13.718,40 poin. Empat dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan saham energi memimpin kenaikan yakni bertambah 1,22 persen, menyentuh level tertinggi hampir enam bulan, mengikuti lonjakan harga minyak mentah. Kerugian mengikuti aksi jual luas sehari sebelumnya, setelah lembaga pemeringkat kredit Moody's menurunkan peringkat beberapa bank kecil dan menengah. Pada Rabu (9/8/2023), bank-bank besar memperpanjang kerugian tersebut dengan Bank of America turun 0,8 persen dan Wells Fargo turun 1,3 persen.

Pasar saat ini hanya berputar-putar. Dan alasannya adalah besok laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli akan dirilis”, kata Jason Krupa, wakil presiden manajemen aset di Lenox Advisors. Pada Selasa (8/8/2023), Federal Reserve New York mengatakan utang kartu kredit AS melampaui 1 triliun dolar AS, dan Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan bank sentral AS mungkin berada pada tahap di mana ia dapat membiarkan suku bunga tidak berubah.

Dengan harga minyak naik, konsumen adalah tulang punggung perekonomian. Jika mereka terlalu melar dan mereka berhenti berbelanja, itu akan membawa kita lebih banyak ke dalam narasi resesi,” kata Gina Bolvin, Presiden Bolvin Wealth Management Group di Boston.

Pelaku pasar menempatkan peluang tidak ada kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan Fed berikutnya pada September sebesar 86,5 persen, menurut alat CME FedWatch. Pertumbuhan saham megacap yang sensitif terhadap suku bunga dan saham teknologi yang memimpin reli Wall Street, seperti Nvidia, Apple dan Tesla, turun antara 0,8 persen dan 4,8 persen. IHK untuk Juli, yang akan dirilis pada Kamis, diperkirakan akan menunjukkan sedikit percepatan dari tahun lalu. Secara bulanan, harga konsumen diperkirakan meningkat 0,2 persen, sama seperti pada Juni. Sektor konsumen China mengalami deflasi pada Juli. Indeks harga konsumen (IHK) turun di ekonomi terbesar kedua di dunia itu, kata Biro Statistik Nasional, penurunan pertama sejak Februari 2021 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : bisnis.com

Indeks pasar saham Wall Street melemah pada penutupan Kamis pagi WIB sehari menjelang data inflasi AS yang dapat mempengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 0,54 persen menjadi 35.123,36 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 31,67 poin atau 0,70 persen, berakhir di 4.467,71 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 165,93 poin atau 1,2 persen, ditutup pada 13.718,40 poin. Empat dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan saham energi memimpin kenaikan yakni bertambah 1,22 persen, menyentuh level tertinggi hampir enam bulan, mengikuti lonjakan harga minyak mentah. Kerugian mengikuti aksi jual luas sehari sebelumnya, setelah lembaga pemeringkat kredit Moody's menurunkan peringkat beberapa bank kecil dan menengah. Pada Rabu (9/8/2023), bank-bank besar memperpanjang kerugian tersebut dengan Bank of America turun 0,8 persen dan Wells Fargo turun 1,3 persen.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Sehari Jelang Pengumuman Inflasi AS, Wall Street Terjungkal", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230810/7/1683439/sehari-jelang-pengumuman-inflasi-as-wall-street-terjungkal.
Penulis : Newswire - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
Indeks pasar saham Wall Street melemah pada penutupan Kamis pagi WIB sehari menjelang data inflasi AS yang dapat mempengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 0,54 persen menjadi 35.123,36 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 31,67 poin atau 0,70 persen, berakhir di 4.467,71 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 165,93 poin atau 1,2 persen, ditutup pada 13.718,40 poin. Empat dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan saham energi memimpin kenaikan yakni bertambah 1,22 persen, menyentuh level tertinggi hampir enam bulan, mengikuti lonjakan harga minyak mentah. Kerugian mengikuti aksi jual luas sehari sebelumnya, setelah lembaga pemeringkat kredit Moody's menurunkan peringkat beberapa bank kecil dan menengah. Pada Rabu (9/8/2023), bank-bank besar memperpanjang kerugian tersebut dengan Bank of America turun 0,8 persen dan Wells Fargo turun 1,3 persen.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Sehari Jelang Pengumuman Inflasi AS, Wall Street Terjungkal", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230810/7/1683439/sehari-jelang-pengumuman-inflasi-as-wall-street-terjungkal.
Penulis : Newswire - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
Indeks pasar saham Wall Street melemah pada penutupan Kamis pagi WIB sehari menjelang data inflasi AS yang dapat mempengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 0,54 persen menjadi 35.123,36 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 31,67 poin atau 0,70 persen, berakhir di 4.467,71 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 165,93 poin atau 1,2 persen, ditutup pada 13.718,40 poin. Empat dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan saham energi memimpin kenaikan yakni bertambah 1,22 persen, menyentuh level tertinggi hampir enam bulan, mengikuti lonjakan harga minyak mentah. Kerugian mengikuti aksi jual luas sehari sebelumnya, setelah lembaga pemeringkat kredit Moody's menurunkan peringkat beberapa bank kecil dan menengah. Pada Rabu (9/8/2023), bank-bank besar memperpanjang kerugian tersebut dengan Bank of America turun 0,8 persen dan Wells Fargo turun 1,3 persen.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Sehari Jelang Pengumuman Inflasi AS, Wall Street Terjungkal", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230810/7/1683439/sehari-jelang-pengumuman-inflasi-as-wall-street-terjungkal.
Penulis : Newswire - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Wednesday, August 9, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - IHK AS, Fed Speakers Akan Berikan Lebih Banyak Petunjuk


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Fokus saat ini tertuju pada data IHK AS untuk mendapat lebih banyak isyarat mengenai ekonomi terbesar di dunia ini dan jalur kebijakan moneter.

Inflasi diperkirakan akan naik sedikit di bulan Juli dari bulan sebelumnya, tetap bertahan dan berpotensi menarik lebih banyak kenaikan suku bunga oleh the Fed.

Komentar dari para pejabat Fed juga akan diketahui dalam beberapa hari mendatang, setelah petinggi Fed sinyal pandangan yang beragam mengenai kenaikan suku bunga di awal minggu ini. Sejauh ini, The Fed telah mengisyaratkan bahwa mereka akan menaikkan suku bunga setidaknya sekali lagi tahun ini.

Namun, bank sentral juga mengisyaratkan bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama - sebuah skenario yang menjadi pertanda buruk bagi aset-aset yang tidak memberikan yields seperti emas. Kenaikan suku bunga mendorong naiknya biaya peluang untuk memiliki aset-aset tersebut.

Komoditas nikel jatuh 1,07% pada penutupan dini hari, timah naik 0,2% Senin di ICE London, bijih besi turun 0,43% dan tembaga naik 0,22% pukul 09.27 WIB - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Tuesday, August 8, 2023

PT Rifan Financindo - Komentar Beragam Fed Mengenai Kenaikan Suku Bunga

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Komentar terbaru dari pejabat Fed memberikan pandangan yang beragam mengenai kenaikan suku bunga masa depan oleh bank sentral. Gubernur Fed Michelle Bowman pada hari Senin menyatakan bahwa kemungkinan dibutuhkan lebih banyak kenaikan suku bunga untuk mendekatkan inflasi ke rentang target tahunan Fed.

Meski inflasi telah mereda cukup banyak tahun ini, namun ini masih jauh melebihi target Fed. Inflasi inti pun masih cukup tinggi.

Sementara itu, Presiden Fed New York John Williams yakin bahwa ekonomi AS sedang menuju lingkungan dengan inflasi lebih rendah dan bahwa Fed hampir mencapai puncak tertinggi suku bunga dalam siklus ini.

Komentar-komentar itu muncul menjelang data inflasi IHK yang akan dirilis Kamis ini, yang bisa menunjukkan beberapa tanda peningkatan, menurut survei Reuters. Tanda-tanda inflasi AS yang tinggi memberi Fed lebih banyak ruang untuk menaikkan suku bunga.

Dolar dan Treasury yields menguat menjelang pengumuman tersebut, memberikan tekanan pada harga emas dan logam lainnya.

Jika Treasury yields rally melebihi level tertinggi pekan lalu, hal itu bisa memicu pembelian teknikal dan akan sangat merugikan harga emas... Pekan ini semua bergantung pada data inflasi dan setiap kejutan naik bisa menjadi bearish jangka pendek untuk emas," kata Ed Moya, analis pasar senior di OANDA dalam sebuah catatan - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Monday, August 7, 2023

PT Rifan - Harga Emas Naik Tipis, Jelang Isyarat Dari Angka Inflasi

 

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas naik tipis pada hari Senin, sedikit pulih setelah turun tajam dalam seminggu terakhir, sementara harga tembaga juga bergerak sedikit sebelum sejumlah rilis data ekonomi utama AS dan China dalam beberapa hari mendatang.

Peningkatan treasury yields, didorong oleh kekhawatiran atas suku bunga yang lebih tinggi dan downgrade rating utang AS, menghambat harga emas naik dalam beberapa sesi terakhir, seperti halnya pemulihan dolar.

Meski logam kuning alami sedikit pemulihan pada hari Jumat, menyusul data lemah nonfarm payrolls, logam ini masih menutup seminggu ini turun sekitar 1% - kinerja terburuknya dalam lebih dari sebulan.

Emas spot naik 0,1% menjadi $1.945,03/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir pada bulan Desember naik 0,2% menjadi $1.979,60/oz pukul 07.46 WIB - PT RIFAN

Sumber : investing

Friday, August 4, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Emas Raih Sedikit Dorongan Setelah Downgrade AS, Dolar Menguat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Logam mulia terima sedikit permintaan safe haven, bahkan ketika downgrade utang AS oleh Fitch mendorong risk aversion di pasar keuangan lainnya.

Namun analis mengatakan bahwa langkah ini akan berdampak kecil pada pasar keuangan, dan lebih didorong oleh kekhawatiran akan pengeluaran fiskal yang membengkak dan perdebatan politik mengenai kebijakan.

Dolar naik setelah downgrade Fitch, mendapat dukungan dari data payrolls yang jauh lebih kuat oleh ADP. Angka tersebut mengikuti data awal pekan ini yang menunjukkan beberapa tanda pemulihan manufaktur dan konstruksi AS.

Data juga mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan memiliki ruang ekonomi yang cukup untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut dan mempertahankannya di sana - sebuah skenario yang menjadi pertanda buruk bagi pasar emas dan logam.

Kenaikan suku bunga mendorong naiknya biaya peluang untuk menyimpan emas, dan juga membuat investor lebih memilih dolar sebagai aset safe haven daripada emas.

Pasar juga menunggu peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dari Bank of England hari ini.

Komoditas pagi ini, nikel jatuh 3,49% pada penutupan dini hari, timah jatuh 3,19% Selasa di ICE London, dan bijih besi jatuh 3,68% - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com