Monday, September 11, 2023

PT Rifan - Harga Emas Naik Kala Dolar Mundur Dari Level Puncak Enam Bulan

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas naik dari titik terendah 10 hari pada hari Jumat (08/09), sedikit pulih karena dolar turun dari level tertinggi enam bulan, sementara data yang lemah dari Jepang dan kekhawatiran memburuknya ketegangan AS-China juga mendorong sebagian permintaan safe haven untuk logam mulia.

Namun harga emas masih menuju penurunan mingguan, berada di bawah tekanan dari kekhawatiran baru atas kenaikan suku bunga setelah kuatnya pasar tenaga kerja AS dan data inflasi minggu ini.

Menguatnya dolar dan Treasury yields menahan emas sepanjang minggu, meskipun beberapa aksi profit taking pada greenback menguntungkan harga emas pada hari Jumat. Dolar turun hampir 0,2% terhadap sejumlah mata uang, sementara Treasury yields 10 tahun turun 0,8%.

Emas spot naik 0,3% ke $1.925,04/oz, sementara emas berjangka Desember naik 0,3% menjadi $1.948,95/oz pukul 12.08 WIB. Kedua instrumen turun sekitar 0,7% untuk minggu ini.

Memburuknya retorika antara Washington dan Beijing, terutama setelah laporan menyebut bahwa China meminta pejabat pemerintah untuk berhenti menggunakan iPhone Apple, mendorong beberapa posisi safe haven dalam emas.

Pasar khawatir lebih banyak gangguan dalam perdagangan global yang berasal dari perang dagang China-AS yang baru, setelah beberapa anggota parlemen AS juga menyerukan larangan menyeluruh terhadap ekspor teknologi ke China - PT RIFAN

Sumber : investing

Friday, September 8, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Kekhawatiran Suku Bunga AS Meningkat Setelah Data Sektor Jasa Yang Kuat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Data hari Rabu menunjukkan Aktivitas sektor jasa AS tumbuh lebih dari yang diharapkan pada bulan Agustus. Namun, hal yang menjadi perdebatan di pasar adalah data yang menyiratkan peningkatan harga sektor jasa, yang kemungkinan akan menjadi faktor dalam angka inflasi yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Angka ini, ditambah dengan lonjakan harga minyak baru-baru ini, menimbulkan kekhawatiran baru bahwa inflasi AS akan tetap tinggi tahun ini, sehingga bisa mendorong respons hawkish dari Federal Reserve.

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di bulan September. Namun, bank sentral juga akan menjaga suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Potensi suku bunga yang lebih tinggi menjadi sinyal buruk bagi emas, pasalnya ini meningkatkan biaya peluang berinvestasi dalam emas. Dolar yang kuat juga mengurangi nilai per ons logam mulia ini.

Gagasan ini telah memukul emas selama setahun terakhir, dan memberikan potret yang buram untuk logam mulia ini - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Thursday, September 7, 2023

Rifan Financindo - Perkiraan Harga Emas UBS 2024

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Proyeksi UBS untuk harga emas didasarkan atas dua kemungkinan hasil: naik dan turun. Skenario pertama melihat harga emas di range $2300-$2400/oz jika "The Fed menjadi dovish dan memperkenalkan putaran lain dari langkah-langkah pelonggaran kuantitatif, atau memungkinkan inflasi melampaui batas, yang sekali lagi akan mendukung permintaan investasi untuk emas."

Di sisi lain, harga emas akan diperdagangkan di bawah $1900/oz jika "The Fed menjadi lebih hawkish dan menaikkan suku bunga secara agresif, mendorong suku bunga riil AS dan memicu outflows yang substansial dari ETF emas."

Secara netto, analis UBS melihat potensi harga emas untuk terus melaju lebih tinggi dari sini. Pada akhir tahun, kasus dasar emas berpotensi akan diperdagangkan di $1950/oz sebelum mulai naik lebih tinggi pada tahun 2024.

"Dalam jangka pendek, kami melihat yields AS yang lebih tinggi dan penguatan USD sebagai tantangan, terutama untuk permintaan ETF. Namun kami memperkirakan pembelian bank sentral akan kembali menjadi penopang (hingga pelonggaran kebijakan dimulai pada pertengahan 2024)," tambah para analis.

Perkiraan UBS untuk September 2024 memprediksi logam kuning mencapai $2200/oz - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Monday, September 4, 2023

PT Rifan - Harga Emas Hari Ini, Terdongkrak Data Ekonomi AS

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas global hari ini berppotensi melanjutkan penguatan terdorong data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang terkontraksi Berdasarkan data Bloomberg, Senin (4/9/2023), harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, menguat tipis 0,02 persen atau 0,04 poin ke US$1.967,50 per troy ounce, sementara emas spot juga naik 0,06 persen atau 1,08 poin ke US$1.941,14 pada 08.00 WIB. Harga emas melanjutkan penguatan sejak pekan lalu, di mana aset safe haven ini menguat 1,40 persen selama lima hari perdagangan, meskipun merosot 2 persen sepanjang Agustus 2023. "Harga emas diperkirakan masih akan melanjutkan penguatan setelah serangkaian data ekonomi yang lemah dari AS minggu ini," ujar Analis Komoditas Lukman Leong


Adapun, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (1/9/2023) bahwa AS menambah 187.000 pekerjaan pada Agustus. Namun, tingkat pengangguran melonjak secara tak terduga menjadi 3,8 persen dari 3,5 persen pada Juli, mencerminkan dampak dari suku bunga yang tinggi dan pendinginan bertahap perekonomian AS akibat booming yang terjadi setelah lockdown akibat pandemi. Data ekonomi lainnya yang dirilis pada Jumat, (1/9/2023) beragam. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur AS dari Global S&P turun menjadi 47,9 pada Agustus dari 49,0 pada Juli, menunjukkan penurunan yang lebih kuat dalam kondisi operasional di produsen barang-barang AS.


Data ADP dan Jolt lebih lemah, NFP umumya mix dengan penambahan tenaga kerja yang lebih tinggi dari perkiraan namun lebih rendah dari bulan lalu serta tingkat pengangguran yang meningkat lebih tinggi dari perkirakan," katanya. PMI manufaktur dari Institute for Supply Management (ISM) tercatat 47,6 persen pada Agustus, 1,2 poin persentase lebih tinggi dari angka 46,4 persen pada Juli. Ini merupakan kontraksi bulan ke-10 dan kelanjutan tren penurunan yang dimulai pada Juni 2022. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa belanja konstruksi AS naik 0,7 persen ke tingkat tahunan sebesar US$1,97 triliun pada Juli, setelah naik sebesar 0,6 persen ke tingkat revisi sebesar US$1,95 triliun pada Juni.

Lukman memprediksi pergerakan harga emas pekan ini akan berkisar pada US$1.925-US$1.970 per troy ounce. Secara terpisah, tim riset Monex Investindo Futures menilai pelaku pasar kini semakin yakin bank sentral AS (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga pada rapat kebijakan moneter bulan ini, tetapi untuk November dan Desember masih tanda tanya. Sebab, pasar tenaga kerja masih cukup kuat dengan NFP yang lebih tinggi dari ekspektasi. "Harga emas pun bergerak volatil Jumat pekan lalu, dan berpotensi berlanjut pada perdagangan hari ini," jelas analis Monex - PT RIFAN

Sumber : bisnis

Harga emas global hari ini berppotensi melanjutkan penguatan terdorong data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang terkontraksi Berdasarkan data Bloomberg, Senin (4/9/2023), harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, menguat tipis 0,02 persen atau 0,04 poin ke US$1.967,50 per troy ounce, sementara emas spot juga naik 0,06 persen atau 1,08 poin ke US$1.941,14 pada 08.00 WIB. Harga emas melanjutkan penguatan sejak pekan lalu, di mana aset safe haven ini menguat 1,40 persen selama lima hari perdagangan, meskipun merosot 2 persen sepanjang Agustus 2023. "Harga emas diperkirakan masih akan melanjutkan penguatan setelah serangkaian data ekonomi yang lemah dari AS minggu ini," ujar Analis Komoditas Lukman Leong

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Harga Emas Hari Ini, 4 September 2023, Terdongkrak Data Ekonomi AS", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230904/235/1691105/harga-emas-hari-ini-4-september-2023-terdongkrak-data-ekonomi-as.
Penulis : Rizqi Rajendra - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
Harga emas global hari ini berppotensi melanjutkan penguatan terdorong data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang terkontraksi Berdasarkan data Bloomberg, Senin (4/9/2023), harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, menguat tipis 0,02 persen atau 0,04 poin ke US$1.967,50 per troy ounce, sementara emas spot juga naik 0,06 persen atau 1,08 poin ke US$1.941,14 pada 08.00 WIB. Harga emas melanjutkan penguatan sejak pekan lalu, di mana aset safe haven ini menguat 1,40 persen selama lima hari perdagangan, meskipun merosot 2 persen sepanjang Agustus 2023. "Harga emas diperkirakan masih akan melanjutkan penguatan setelah serangkaian data ekonomi yang lemah dari AS minggu ini," ujar Analis Komoditas Lukman Leong

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Harga Emas Hari Ini, 4 September 2023, Terdongkrak Data Ekonomi AS", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230904/235/1691105/harga-emas-hari-ini-4-september-2023-terdongkrak-data-ekonomi-as.
Penulis : Rizqi Rajendra - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Friday, September 1, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Emas Tergelincir Karena Inflasi AS Tetap Bertengger Di Atas 3,0 Persen

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas berjangka lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menghentikan kenaikan selama tiga sesi berturut-turut, karena ukuran inflasi pilihan Federal Reserve menunjukkan kenaikan untuk Juli, tetap bertengger di atas 3,0 persen dan berkontribusi terhadap kerugian bulanan 2,20 persen.


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 7,10 dolar AS atau 0,36 persen menjadi ditutup pada 1.965,90 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di 1.974,90 dolar AS dan terendah di 1.965,50 dolar AS.


Emas berjangka bertambah 7,90 dolar AS atau 0,40 persen menjadi 1.973,00 dolar AS pada Rabu (30/8/2023), setelah melonjak 18,30 dolar AS atau 0,94 persen menjadi 1.965,10 dolar AS pada Selasa (29/8/2023), dan terangkat 6,90 dolar AS atau 0,36 persen menjadi 1.946,80 dolar AS pada Senin
Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis (31/8/2023) bahwa Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada Juli naik 0,2 persen bulan ke bulan dan 3,3 persen tahun k


Data inflasi yang tidak stabil mendorong kenaikan indeks dolar AS, dan memicu ekspektasi baru pasar bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih lanjut dan mempertahankannya lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.


Dengan latar belakang tersebut, dolar AS menguat, dengan indeks dolar yang mengukur green back terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,4 persen pada 103,594 dalam transaksi Kamis (31/8/2023), yang menekan harga emas dalam mata uang dolar.


Data ekonomi lainnya yang dirilis Kamis (31/8/2023) beragam. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim awal tunjangan pengangguran turun 4.000 menjadi 228.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 26 Agustus, tingkat terendah dari ukuran ini dalam empat minggu.


Chicago Business Barometer yang dirilis oleh Institute of Supply Management-Chicago meningkat sebesar 5,9 poin menjadi 48,7 pada Agustus. Ini merupakan kenaikan bulanan ketiga berturut-turut dan level tertinggi sejak Agustus 2022.

Emas telah didukung dalam beberapa hari terakhir oleh data AS yang telah kita lihat, khususnya angka (pekerjaan) yang, jika dikombinasikan dengan laporan yang lemah besok, bisa menunjukkan adanya keretakan yang muncul di pasar tenaga kerja,” kata Craig Erlam, analis. di platform perdagangan daring OANDA.

Kami tidak membicarakan hal-hal yang terlalu substansial pada saat ini, namun tentu saja akan mengurangi ketegangan yang akan membuat The Fed merasa nyaman, dan berpotensi untuk melakukan jeda lagi dalam beberapa minggu,” kata Erlam, mengacu pada keputusan suku bunga pada 20 September oleh Bank Sentral AS


Investor sedang menunggu laporan pekerjaan Agustus yang akan dirilis pada Jumat waktu setempat.
Logam mulai lainnya, perak untuk pengiriman Desember melemah 29,20 sen atau 1,16 persen, menjadi ditutup pada 24,812 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober terpangkas 8,90 dolar AS atau 0,91 persen, menjadi menetap pada 974,40 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antara



Thursday, August 31, 2023

Rifan Financindo - Banyak Data AS Disorot, Dolar Dan Yields Stabil

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar stabil dari pelemahan baru-baru ini pada Rabu, begitu juga dengan Treasury yields. Keduanya telah turun tajam di sesi sebelumnya menyusul data lowongan kerja dan kepercayaan konsumen yang lebih lemah dari perkiraan.

Fokus saat ini tertuju pada indikator ekonomi yang lebih penting, yaitu pertumbuhan ekonomi kuartal kedua yang akan terbit pada hari Rabu. Data personal consumption expenditures, pengukur inflasi pilihan Fed, akan dirilis pada hari Kamis, sementara data nonfarm payrolls bulan Agustus akan hadir pada hari Jumat.

Tanda-tanda penurunan inflasi dan aktivitas pasar tenaga kerja AS akan mengurangi dorongan bagi the Fed untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. Namun, mengingat bank sentral telah isyaratkan bahwa suku bunga AS akan tetap lebih tinggi lebih lama, emas diperkirakan akan mengalami penurunan terbatas hingga bank sentral memutuskan untuk mulai memangkas suku bunga tahun depan.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang berinvestasi dalam aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil - sebuah perdagangan yang telah memukul emas selama setahun terakhir.

Sementara, nikel turun 0,64% pada penutupan dini hari, timah turun 1,44% Jumat lalu di ICE London, bijih besi naik 0,31% Selasa kemarin dan tembaga turun 0,35% pukul 12.57 WIB - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Wednesday, August 30, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Dekat High 3 Minggu, Dolar Dan Yields Menurun

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik ke level tertinggi tiga minggu pada Selasa (29/08), menyusul sedikit pelemahan dolar dan Treasury yields kala pasar menunggu sejumlah data ekonomi utama AS yang akan hadir pekan ini.

Greenback turun dari level tertinggi tiga bulan minggu ini di tengah aksi profit taking, sementara Treasury yields AS juga turun dari level tertinggi 20 tahun.

Emas menarik beberapa pembelian safe haven. Investor menjadi tidak yakin tentang bagaimana rilis data AS akan berlangsung minggu ini, mengingat bahwa hasilnya kemungkinan akan mempengaruhi jalur suku bunga.

Hal ini membantu logam mulia ini pulih lebih jauh dari level terendah lima bulan terakhir, sementara harga spot juga mendorong lebih jauh di atas level kunci $1.900/oz.

Emas spot naik 0,3% ke $1.925,51/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir bulan Desember naik 0,3% di $1.953,25/oz pukul 11.05 WIB - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing