Friday, June 7, 2024

Rifan Financindo Berjangka - Futures Emas Lebih Tinggi Pada Masa Dagang Asia

RIFAN FINANCINDO BEJANGKA BANDUNG - Futures emas lebih tinggi pada masa dagang Asia pada Kamis, pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Agustus diperdagangkan pada USD2,00 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 0,53%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD2.334,80 dan resistance pada USD2.394,45.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,09% dan diperdagangkan pada USD104,13.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Juli naik 1,62% dan diperdagangkan pada USD30,56 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Juli naik 0,48% dan diperdagangkan pada USD4,65 per pon - RIFAN FINANCINDO BEJANGKA

Sumber : investing

Thursday, June 6, 2024

Rifan Financindo - Harga Emas Memang Naik 1% Lebih, Tapi Harus Tetap Hati Hati

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia naik pada perdagangan kemarin. Kenaikannya pun lumayan tajam, lebih dari 1%.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.356,6/troy ons. Naik 1,19% dibandingkan hari sebelumnya.

Harga emas ‘balas dendam’ setelah sempat terkoreksi hampir 1%. Dalam sepekan terakhir, harga komoditas ini naik 0,77% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 1,31%.

Rilis data ketenagakerjaan di Amerika Serikat (AS) jd katalis lesatan harga emas. Automatic Data Processing Inc (ADP) melaporkan, sektor swasta di Negeri Adikuasa menciptakan 152.000 lapangan kerja pada Mei. Ini menjadi yang terendah dalam 4 bulan terakhir, dan juga di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan sebanyak 175.000.

Besok malam, Departemen Ketenagakerjaan AS akan merilis data resmi penciptaan lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) dan tingkat pengangguran. Konsensus pasar memperkirakan non-farm payroll pada Mei sebesar 185.000. Lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yakni 175.000.

Namun jika non-farm payroll turun signifikan, maka pasar akan lebih nyaman dalam berekspektasi The Fed (Federal Reserve, bank sentral AS) bisa menurunkan suku bunga acuan pada September,” ujar Bart Melek, Head of Commodity Strategies di TD Securities, seperti diberitakan Bloomberg News.

Mengutip CME FedWatch, probabilitas pemangkasan Federal Funds Rate pada September mendatang makin besar. Kini peluang pemotongan 25 basis poin (bps) ke 5-5,25% mencapai 57,2%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan dalam iklim suku bunga rendah.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas kembali merangsek ke zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 52,28. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namun, indikator Stochastic RSI berada di 27,46. Menghuni zona jual (short) sehingga berisiko melahirkan tekanan.

Oleh karena itu, risiko koreksi harga emas masih tinggi. Target support terdekat ada di US$ 2.341/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.337/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Sedangkan target resisten terdekat adalah US$ 2.361/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas naik menuju US$ 2.381/troy ons - RIFAN FINANCINDO

Sumber :  bloomberg

 

 

Wednesday, June 5, 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Turun Hampir 1%, Emas Terperosok Ke Zona Bearish

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia turun pada perdagangan kemarin. Koreksinya pun lumayan tajam, hampir 1%.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.328,2/troy ons. Jatuh 0,95% dibandingkan hari sebelumnya.

Pagi ini, harga emas belum menunjukkan pergerakan yang berarti. Pada pukul 06:41 WIB, harga turun tipis 0,01% ke US$ 2.328,1/troy ons. 

Dalam seminggu terakhir, harga emas membukukan koreksi 1,34% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga masih naik tipis 0,1%.

Mungkin ada unsur penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan profit taking yang membuat harga emas turun,” ujar Bart Melek, Head of Commodity Strategies di TD Securities, seperti diberitakan Bloomberg News.

Kemarin, Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback di hadapan 6 mata uang utama dunia) menguat 0,11% ke 104,16. Saat dolar AS terapresiasi, biasanya harga emas terkoreksi.

Ini karena emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Penguatan dolar AS membuat emas jadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas turun, harga pun mengikuti.

Selain itu, harga emas sempat naik 1% pada perdagangan akhir pekan. Kenaikan yang cukup tajam itu membuat investor tergoda untuk mencairkan keuntungan.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas kembali terperosok ke zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 44,93. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di angka 100. Sudah maksimal, jadi memang sudah jenuh beli (overbought).

Dalam waktu dekat, harga emas berpeluang bangkit. Target resisten terdekat ada di US$ 2.332/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas naik menuju US$ 2.336/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 2.342/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 200.

Sedangkan target support terdekat ada di rentang US$ 2.327-2.326/troy ons - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bloomberg

 

 

Tuesday, June 4, 2024

PT Rifan Financindo - Harga Emas Naik 1%, Masuk Zona Bullish

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia naik pada perdagangan kemarin. Kenaikannya pun cukup signifikan, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.350,1/troy ons. Naik 1% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Harga emas mencoba melanjutkan kenaikan. Pada pukul 06:51 WIB, harga naik tipis 0,03% ke US$ 2.350,7/troy ons.

Dalam sepekan terakhir, harga emas masih turun 0,07% secara point-to-point. Namun selama sebulan ke belakang, harga naik 1,06%.

Rilis data ekonomi di Amerika Serikat (AS) menjadi pemicu kenaikan harga emas. Institute of Supply Management (ISM) melaporkan, aktivitas manufaktur AS yang diukur dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di 48,7 pada Mei. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 49,2.

PMI di bawah 50 menandakan aktivitas bisnis berada di zona kontraksi. PMI manufaktur AS sudah 2 bulan beruntun berada di bawah 50.

Perkembangan ini membuat ekspektasi akan penurunan suku bunga acuan kembali menebal. Mengutip CME FedWatch, probabilitas Federal Funds Rate turun 25 basis poin (bps) ke 5-5,25% pada September mencapai 52,8%.

Emas adalah aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas jadi lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas kembali masuk area bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 51,64. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 25,1. Masih menghuni area jual (short).

Dalam waktu dekat, ruang kenaikan harga emas masih terbuka meski relatif terbatas. Target resisten terdekat ada di US$ 2.359/troy ons.

Sedangkan target support terdekat adalah US$ 2.344/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas turun lagi menuju US$ 2.337/troy ons - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg

 

Monday, June 3, 2024

PT Rifan - Pemilik Emas Jaga Jantung Anda, Harganya Bisa Terjun Sampai Segini

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia menutup Mei dengan pelemahan, walaupun sempat mencatatkan rekor harga tertinggi pada 20 Mei 2024.

Pada Jumat sekaligus menandai bulan Mei berakhir, emas bertengger di US$ 2.326,96 per troy ons. Dalam sehari, emas tersungkur 0,68%, membalikkan kinerja penguatan sehari sebelumnya sebesar 0,18%.

Pelemahan pada Jumat kemarin, kemudian mengakumulasi koreksi yang terjadi sepanjang pekan sebesar 0,29%. Ini menandai harga emas dunia telah melemah dua pekan beruntun.

Diego Colman, market strategist IG Group, melihat masih ada potensi penurunan harga emas pada minggu ini.

Dalam hal ini, penjual mungkin awalnya menargetkan level US$2.265, yang mewakili retracement Fibonacci 61,8% dari reli bulan Maret-Mei. Jika pelemahan lebih lanjut, perhatian akan beralih ke US$2.225," ungkap Colman.

Colman juga mengatakan kebangkitan pembeli yang mengangkat logam kuning melewati SMA 50-hari dan di atas US$2.340 per troy ons dapat menghidupkan kembali minat beli di pasar, menyiapkan panggung untuk reli menuju US$2.365. Kemajuan positif di luar batasan utama ini kemungkinan akan membatalkan prospek bearish jangka pendek, mungkin mendorong harga menuju US$2.377 dan bahkan US$2,420.

Harga emas dunia pekan lalu tergelincir pada akhir pekan terjadi setelah rilis data inflasi PCE AS yang sesuai ekspektasi.

Inflasi PCE untuk periode April 2024 berada di 2,7% secara tahunan (yoy), sama seperti bulan sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar. Begitu juga dengan inflasi inti PCE yang bertahan di 2,8% yoy seperti bulan sebelumnya dan sesuai dengan harapan pasar.

Dengan data inflasi yang sesuai ekspektasi, ditambah dengan data ekonomi AS yang mendukung masih kuat, seperti keyakinan konsumen yang naik setelah tiga bulan beruntun melemah, diikuti dengan kondisi manufaktur meningkat ke level ekspansif.

Menguatnya kondisi manufaktur tercermin dari PMI Manufaktur AS Global S&P naik menjadi 50,9 pada Mei 2024, meningkat dari 50 pada bulan April.
Angka tersebut menunjukkan sedikit perbaikan secara keseluruhan pada kondisi bisnis di sektor manufaktur, karena output dan lapangan kerja memberikan kontribusi yang semakin positif.

Tidak sampai disitu, konsumsi masyarakat AS juga masih cukup kuat.

Mengutip hasil Conference Board, indeks kepercayaan konsumen AS naik pada Mei menjadi 102 dari 97,5 pada bulan sebelumnya dan di atas ekspektasi pasar yakni 95,9. Hal ini pada akhirnya memberikan angin segar bagi DXY untuk mengalami penguatan.

Untuk diketahui, kepercayaan konsumen Conference Board (CB) yaitu mengukur tingkat kepercayaan konsumen terhadap aktivitas ekonomi. Ini merupakan indikator utama karena dapat memprediksi belanja konsumen, yang memainkan peran utama dalam aktivitas perekonomian secara keseluruhan. Angka yang lebih tinggi menunjukkan optimisme konsumen yang lebih tinggi.

Gabungan dari hal-hal tersebut, menunjukkan bahwa ekonomi AS masih kuat, sehingga masih butuh waktu berbulan-bulan ke depan untuk meninjau kembali dimulainya kebijakan dovish bank sentral AS atau the Fed yang mungkin akan lebih lambat lagi dari perkiraan - PT RIFAN

Sumber : cnbcindonesia

 

 

Friday, May 31, 2024

Rifan Financindo Berjangka - Kabar Dari Amerika Angkat Harga Emas

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia naik pada perdagangan kemarin. Sentimen dari Amerika Serikat (AS) masih menjadi penggerak utama harga sang logam mulia.

Pada Kamis, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.344,5/troy ons. Naik 0,26% dibandingkan hari sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir, harga emas naik 0,53% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 0,88%.

Malam tadi waktu Indonesia, US bureau od Economic Analysis merilis data pembacaan kedua pertumbuhan ekonomi AS periode kuartal I-2024. Hasilnya, ekonomi Negeri Adikuasa tumbuh 1,3% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq). Lebih rendah dibandingkan pembacaan pertama yang sebesar 1,6%.

Angka itu juga jauh lebih rendah ketimbang kuartal IV-2023 yang tumbuh 3,4%.

Pertumbuhan ekonomi 1,3% sesuai dengan ekspektasi pasar. Ini juga menjadi pertumbuhan terendah sejak kontraksi pada pertengahan 2022.

Ekonomi AS yang melambat diharapkan juga akan mengurangi tekanan inflasi. Dengan demikian, terbuka harapan bank sentral Federal Reserve bisa menurunkan suku bunga acuan tahun ini.

Mengutip CME FedWatch, peluang Federal Funds Rate turun 25 basis poin (bps) ke 5-5,25% dalam rapat September adalah 45,1%. Naik dibandingkan sepekan lalu yang sebesar 42,1%.

Ekspektasi terhadap penurunan suku bunga acuan menjadi sentimen positif bagi emas. Sebab, emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas kurang menguntungkan dalam iklim suku bunga tinggi.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih menghuni zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 49,74. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Namun perlu dicatat bahwa indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 12,63. Di bawah 20, yang berarti tergolong jenuh jual (oversold).

Oleh karena itu, harga emas masih berpeluang naik. Target resisten terdekat ada di US$ 2.356/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.370/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Sementara target support terdekat adalah US$ 2.328/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas turun lagi menuju US$ 2.317/troy ons - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bloomberg

 

 

Thursday, May 30, 2024

Rifan Financindo - 5 Kabar Pasar Populer, Rekor Tertinggi Dividen RAJA Hingga Emas

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pergerakan harga emas masih mencuri perhatian pasar. Harganya bahkan telah memasuki fase bullish usai mengalami kenaikan beberapa hari terakhir secara beruntun.

Seputar pergerakan harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga menjadi kabar pasar yang cukup mencuri perhatian.

Berikut 5 kabar pasar terpopuler sepanjang hari perdagangan kemarin, Rabu

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) akan membagikan dividen sebesar US$10 juta atau setara Rp160,6 miliar (asumsi kurs Rp16.064) dari hasil laba bersih tahun buku 2023.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) langsung mengalami Auto Rejection Bawah (ARB) setelah harga saham ambles 1.125 poin atau anjlok 10% ke Rp10.125. Posisi ARB pada  BREN terjadi usai sahamnya kembali  diperdagangkan di sesi I hari ini, Rabu (29/5/2024), pasca  dilakukan penghentian sementara (suspensi) dua hari lalu.

Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) naik pada perdagangan hari ini. Kenaikan yang dipicu oleh dinamika harga emas dunia.

Rupiah semakin tenggelam mendekati Rp16.200/US$ tertekan sentimen global yang memburuk dan kekhawatiran akan lonjakan defisit fiskal APBN akibat tensi geopolitik yang mengerek lonjakan harga minyak dunia.

Harga emas dunia naik pada perdagangan kemarin. Sang logam mulia sah mencatatkan kenaikan harga 3 hari beruntun - RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg