Thursday, August 31, 2023

Rifan Financindo - Banyak Data AS Disorot, Dolar Dan Yields Stabil

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar stabil dari pelemahan baru-baru ini pada Rabu, begitu juga dengan Treasury yields. Keduanya telah turun tajam di sesi sebelumnya menyusul data lowongan kerja dan kepercayaan konsumen yang lebih lemah dari perkiraan.

Fokus saat ini tertuju pada indikator ekonomi yang lebih penting, yaitu pertumbuhan ekonomi kuartal kedua yang akan terbit pada hari Rabu. Data personal consumption expenditures, pengukur inflasi pilihan Fed, akan dirilis pada hari Kamis, sementara data nonfarm payrolls bulan Agustus akan hadir pada hari Jumat.

Tanda-tanda penurunan inflasi dan aktivitas pasar tenaga kerja AS akan mengurangi dorongan bagi the Fed untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. Namun, mengingat bank sentral telah isyaratkan bahwa suku bunga AS akan tetap lebih tinggi lebih lama, emas diperkirakan akan mengalami penurunan terbatas hingga bank sentral memutuskan untuk mulai memangkas suku bunga tahun depan.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang berinvestasi dalam aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil - sebuah perdagangan yang telah memukul emas selama setahun terakhir.

Sementara, nikel turun 0,64% pada penutupan dini hari, timah turun 1,44% Jumat lalu di ICE London, bijih besi naik 0,31% Selasa kemarin dan tembaga turun 0,35% pukul 12.57 WIB - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Wednesday, August 30, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Dekat High 3 Minggu, Dolar Dan Yields Menurun

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik ke level tertinggi tiga minggu pada Selasa (29/08), menyusul sedikit pelemahan dolar dan Treasury yields kala pasar menunggu sejumlah data ekonomi utama AS yang akan hadir pekan ini.

Greenback turun dari level tertinggi tiga bulan minggu ini di tengah aksi profit taking, sementara Treasury yields AS juga turun dari level tertinggi 20 tahun.

Emas menarik beberapa pembelian safe haven. Investor menjadi tidak yakin tentang bagaimana rilis data AS akan berlangsung minggu ini, mengingat bahwa hasilnya kemungkinan akan mempengaruhi jalur suku bunga.

Hal ini membantu logam mulia ini pulih lebih jauh dari level terendah lima bulan terakhir, sementara harga spot juga mendorong lebih jauh di atas level kunci $1.900/oz.

Emas spot naik 0,3% ke $1.925,51/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir bulan Desember naik 0,3% di $1.953,25/oz pukul 11.05 WIB - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Tuesday, August 29, 2023

PT Rifan Financindo - Data Ekonomi Penting AS Hadir Minggu Ini

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi dari negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini minggu ini, termasuk data PDB kuartal kedua, Inflasi PCE dan nonfarm payrolls.

Angka PDB sebelumnya menunjukkan ekonomi AS tumbuh jauh lebih tinggi dari yang diharapkan pada kuartal kedua. Ini mengindikasikan bahwa aktivitas belum mendingin sebanyak yang diperkirakan oleh The Fed.

Data metrik inflasi pilihan Fed, personal consumption expenditures/PCE, juga akan terbit minggu ini, dan diperkirakan akan menunjukkan inflasi tetap tinggi hingga bulan Juli.

Data nonfarm payrolls untuk bulan Agustus juga akan hadir minggu ini, dan diperkirakan akan menunjukkan ketahanan yang berkelanjutan di pasar tenaga kerja AS.

Kekuatan dalam perekonomian, ditambah dengan inflasi tinggi dan pasar tenaga kerja yang kuat, memberikan Fed lebih banyak ruang untuk terus menaikkan suku bunga, atau bahkan mempertahankannya lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Skenario seperti itu menjadi sinyal buruk bagi emas, mengingat suku bunga yang lebih tinggi mendorong biaya peluang untuk memiliki aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Komoditas Senin (28/08) pagi, nikel turun 0,28% pada penutupan Sabtu lalu, timah turun 1,44% Jumat di ICE London, bijih besi naik 0,36% dan tembaga naik 0,34% pukul 07.36 WIB - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Monday, August 28, 2023

PT Rifan - Emas Masih Turun Di Tengah Potensi Hawkish Fed, Tapi Bertahan Di Level $1.900


PT RIFAN BANDUNG
- Harga emas turun pada Jumat (25/08). Traders mayoritas beralih ke dolar sebelum sinyal lanjutan mengenai kebijakan moneter AS dari Jackson Hole Symposium, meskipun tanda-tanda melemahnya pertumbuhan masih menjaga emas di atas level kunci.

Emas juga akan raih minggu positif pertama dalam lima minggu terakhir, lantaran pulih dari titik terendah lima bulan yang dicapai pada awal Agustus. Meskipun alami penurunan hari Jumat ini, harga emas spot juga mempertahankan level $1.900/oz yang diawasi ketat.

Namun, prospek logam mulia ini masih tetap diganggu oleh prospek kenaikan suku bunga AS. Dolar berada di level tertinggi lebih dari dua bulan pada hari Jumat, sementara Treasury yields naik kembali ke level tertinggi multi-dekade.

Dua pejabat Federal Reserve juga mengatakan bahwa mereka mendukung lonjakan yields obligasi terbaru ini, dengan menyatakan bahwa hal tersebut bisa membantu mendinginkan ekonomi AS dan inflasi tinggi.

Emas Spot turun 0,1% menjadi $1.914,08/oz, dan emas berjangka Desember turun 0,3% ke $1.941,95/oz pukul 11.30 WIB - PT RIFAN

Sumber : investing

Friday, August 25, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Hari Ini Hanya Sedikit Berubah Menanti Pidato Bos The Fed

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas sedikit stabil di tengah penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi yang meningkat dipicu kehati-hatian menjelang pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell di simposium Jackson Hole.

Harga emas hari ini di pasar spot naik 0,1% menjadi USD 1.916,69 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup 0,1% lebih rendah menjadi USD 1.947,10.

The Fed mengadakan simposium tahunan di Jackson Hole, Wyoming dari 24 Agustus hingga 26 Agustus. Para investor menunggu isi pidato Ketua Fed Jerome Powell pada hari Jumat untuk konfirmasi apakah suku bunga akan tetap lebih tinggi untuk jangka waktu tertentu.

“Ekspektasinya masih bahwa sebagian besar pembicara The Fed akan terus menekankan perlunya melawan tekanan inflasi,” kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures melansir CNBC, Jumat (25/8/2023).

Data menunjukkan, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran turun pada pekan lalu karena kondisi pasar tenaga kerja tetap ketat meskipun The Fed menaikkan suku bunga secara agresif.

“Pasar lapangan kerja yang kuat terus menjadi pertanda bahwa The Fed perlu mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama,” tambah Meger.

Tingkat suku bunga AS yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang emas, sehingga tidak menghasilkan bunga.

Pemantulan dolar dan imbal hasil Treasury AS setelah data klaim pengangguran juga mengurangi daya tarik emas batangan.

Sementara harga perak di pasar spot turun 0,8% menjadi USD 24,13 per ounce dan platinum naik 0,8% menjadi USD 937,38. Paladium turun 3,2% menjadi USD 1,232.86.

Untuk harga perak, ada resistensi langsung di level USD 24,50 yang terus diamati. Bila harga melewati level ini berpotensi membuka jalan untuk menguji ulang level tertinggi tahun ini di sekitar USD 26," kata Yeap Jun Rong, Ahli Strategi Pasar di IG - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : liputan6

Thursday, August 24, 2023

Rifan Financindo - Jackson Hole, Pidato Powell Menjadi Fokus

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pasar saat ini berfokus pada pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell di Jackson Hole Symposium pada hari Jumat.

Analis mengingatkan bahwa Powell dapat menandai era suku bunga AS yang lebih tinggi, terutama karena inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja masih kuat.

Setiap sinyal kenaikan suku bunga AS kemungkinan akan memicu lebih banyak kerugian pada emas, mengingat kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang berinvestasi dalam logam mulia.

Perdagangan ini telah memukul emas selama setahun terakhir, dan logam berada di bawah tekanan baru pada bulan Agustus setelah data menunjukkan inflasi AS tetap tinggi pada Juli.

Meskipun ada pemulihan minggu ini, harga emas masih diperdagangkan mendekati posisi terendah lima bulan, dengan pemulihan logam mulia diperkirakan akan berumur pendek karena suku bunga AS tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Wednesday, August 23, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Banyak Yang Aji Mumpung Nyari Harga Murah, Emas Pun Bangkit

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas perlahan-lahan membaik di tengah sikap wait and see investor menunggu pidato Chairman bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell akhir pekan ini.

Harga emas di pasar spot pada perdagangan Selasa (22/8/2023) ditutup di posisi US$ 1.897,47 per troy ons. Harganya menguat 0,19%. Penguatan ini memperpanjang tren positif emas yang juga menguat pada perdagangan Senin pekan ini.

Harga emas juga masih menguat pada hari ini. Pada perdagangan Rabu (23/8/2023) pukul 05;54 WIB, harga emas ada di posisi US$ 1.897,49 per troy ons atau menguat tipis 0,001%%.

Emas menguat tipis-tipis karena kekhawatiran besar investor mengenai kebijakan hawkish sudah mulai mereda.

Namun, harga emas rawan pelemahan. Analis independen Ross Norman menjelaskan kenaikan harga emas saat ini lebih ditopang oleh aksi bargain hunting dan bukan karena fundamental emas yang menarik.

"Saar ini harga emas sangat bergantung pada aksi bargain hunting investor yang ingin membeli emas pada level sekarang ini. Saya tidak melihat ada hal signifikan yang bisa mendorong kenaikan emas sampai pidato Powell mendatang," ujar Norman, dikutip dari Reuters.

Seperti diketahui, Powell akan menghadiri Simposium Ekonomi Jackson Hole, di Wyoming, selama tiga hari, yang diselenggarakan setiap tahun oleh The Fed wilayah Kansas City sejak 1981.

Simposium Jackson Hole adalah acara di mana para gubernur bank sentral, menteri keuangan, ekonom, dan akademisi dari seluruh dunia berkumpul untuk membahas masalah ekonomi yang paling mendesak saat ini.

Powell akan menyampaikan pidato tentang prospek ekonomi pada Jumat (25/8) di Jackson Hole.

Dia akan memberikan pandangan terbarunya tentang apakah diperlukan lebih banyak pengetatan kebijakan untuk menurunkan inflasi di tengah pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat, atau mulai mempertimbangkan untuk mempertahankan suku bunga.

Jika kemudian pidato Powell kembali menekankan pengetatan moneter maka harga emas bisa tumbang. Namun, jika Powell memberi sinyal pelonggaran maka harga emas bisa kembali menguat - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia