Thursday, January 22, 2026

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) Hari Ini Bayangi Pergerakan Emas

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka hari ini dipengaruhi oleh antisipasi pasar terhadap keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan sore ini. Langkah ECB dalam menghadapi inflasi di zona Euro berdampak langsung pada nilai tukar Euro terhadap Dolar AS, yang secara tidak langsung memengaruhi harga emas global.

Dampak dari penguatan Euro sesaat setelah komentar pejabat ECB kemarin memberikan sedikit napas bagi emas untuk bertahan di zona hijau. Pelemahan indeks Dolar AS akibat penguatan mata uang Eropa menjadi katalis positif bagi perdagangan logam mulia hari ini.

Forecast malam nanti memprediksi emas akan bergerak sinkron dengan respon pasar terhadap konferensi pers ECB. Jika ECB menunjukkan sikap yang lebih ketat, Dolar bisa melemah dan memberikan dorongan bagi emas untuk reli malam nanti.

Analis RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG berpendapat bahwa faktor eksternal dari Eropa sangat krusial hari ini. Fundamental emas masih sangat kuat, terutama dengan dukungan dari pelemahan Dolar di sesi Eropa, jelas seorang pakar komoditas. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Wednesday, January 21, 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Tertekan Mengikuti Penurunan Inflasi Swiss yang Tak Terduga

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mengalami tekanan moderat hari ini setelah rilis data inflasi Swiss kemarin yang menunjukkan perlambatan lebih cepat dari perkiraan ke level 1,3%. Penurunan inflasi di negara yang dikenal dengan stabilitas keuangannya ini mengurangi urgensi permintaan terhadap emas sebagai lindung nilai inflasi di pasar Eropa.

Dampaknya hari ini, mata uang Franc Swiss melemah terhadap Dolar AS, yang secara tidak langsung memberikan kekuatan tambahan bagi Indeks Dolar AS (DXY) untuk terus menguat. Kenaikan DXY ini membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional, sehingga memicu aksi jual teknikal di bursa berjangka global oleh para trader jangka pendek.

Meredanya inflasi di Swiss juga dipandang sebagai sinyal bahwa tekanan harga global mungkin mulai mencapai puncaknya di beberapa wilayah. Hal ini mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai terhadap hilangnya daya beli mata uang fiat. Sentimen "risk-on" mulai terlihat di pasar mata uang Eropa, yang seringkali menjadi sinyal negatif bagi pergerakan emas.

Forecast nanti malam: Fokus akan beralih pada rilis data Produksi Industri AS. Jika produksi industri tumbuh positif di atas estimasi, hal ini akan menegaskan kekuatan ekonomi AS dan memberikan tekanan tambahan pada harga emas melalui penguatan Dolar. Namun, angka yang negatif bisa memicu aksi "short covering" untuk mengamankan keuntungan. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Tuesday, January 20, 2026

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Analisis Imbal Hasil Obligasi AS Pasca Libur Bursa

HARGA EMAS HARI INI - Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun kembali menjadi pusat perhatian setelah pasar obligasi beroperasi normal hari ini. Pergerakan imbal hasil sering kali berlawanan dengan harga emas karena pengaruhnya terhadap biaya peluang memegang aset tanpa bunga. Kenaikan imbal hasil biasanya menjadi beban bagi pergerakan naik emas berjangka.

Kemarin, pasar obligasi AS tutup sehingga tidak ada referensi baru bagi trader emas dari sisi imbal hasil. Kekosongan data ini membuat emas bergerak murni berdasarkan sentimen teknis dan berita geopolitik. Namun, pagi ini imbal hasil mulai menunjukkan pergerakan aktif yang segera direspon oleh pasar logam mulia di bursa London.

Dampaknya bagi hari ini adalah emas terlihat bergerak lebih defensif karena imbal hasil obligasi mencoba merangkak naik. Investor cenderung mengamankan keuntungan sebagian dari posisi beli mereka untuk mengantisipasi gejolak di pasar utang. Hal ini menyebabkan harga emas sedikit terkoreksi dari level pembukaan pagi tadi.

Forecast nanti malam memprediksi bahwa emas akan terus tertekan jika imbal hasil obligasi tetap berada di zona hijau. Namun, jika data ekonomi AS nanti malam mengecewakan, imbal hasil bisa jatuh dan memicu reli balik pada emas. Trader perlu memantau korelasi antara obligasi dan emas yang sangat erat pada sesi perdagangan malam ini. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Stabilitas Ekonomi Tiongkok Sebagai Penopang Harga Emas

HARGA EMAS HARI INI - Sebagai konsumen emas terbesar di dunia, kondisi ekonomi Tiongkok memiliki dampak langsung pada permintaan fisik logam mulia. Laporan ekonomi terbaru menunjukkan bahwa langkah-langkah stimulus pemerintah mulai memberikan hasil yang stabil pada sektor ritel dan industri. Hal ini memberikan sentimen positif bagi pasar komoditas secara keseluruhan di awal pekan ini.

Kemarin, data pertumbuhan dari Tiongkok memperlihatkan angka yang cukup solid di tengah tantangan sektor properti yang masih berlanjut. Berita ini memberikan rasa tenang bagi investor di pasar Asia, yang kemudian menjalar ke pasar emas berjangka global. Kepercayaan konsumen di Tiongkok sering kali berkorelasi dengan volume pembelian emas untuk investasi maupun perhiasan.

Dampaknya untuk hari ini adalah terlihatnya dukungan beli yang kuat di sesi perdagangan Asia, mencegah harga emas jatuh terlalu dalam. Emas mendapatkan keuntungan dari optimisme bahwa permintaan fisik akan tetap tinggi menjelang perayaan besar di kawasan tersebut. Hal ini menciptakan dasar harga yang lebih tinggi dibandingkan sesi perdagangan pekan lalu.

Forecast untuk nanti malam adalah pasar akan melihat apakah penguatan di Asia ini akan mendapat dukungan dari investor Amerika. Jika pembukaan pasar New York menyambut positif data global ini, emas bisa melanjutkan penguatannya. Namun, fokus utama tetap pada bagaimana Dolar AS bereaksi terhadap data internal mereka sendiri di malam hari. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Monday, January 19, 2026

PT RIFAN BANDUNG - Tekanan Teknis Menghantau Emas di Tengah Minimnya Data Ekonomi Hari Ini

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka mengalami sedikit tekanan teknis pada sesi perdagangan pagi ini setelah gagal menembus level resistensi kunci pada penutupan pekan lalu. Data ekonomi dari kalender akhir pekan menunjukkan bahwa meskipun sektor perumahan AS melambat, namun pasar tenaga kerja masih memberikan indikasi ketangguhan yang luar biasa. Hal ini membuat sebagian pelaku pasar melakukan aksi ambil untung jangka pendek sambil menunggu pemicu fundamental berikutnya yang lebih kuat.

Dampaknya untuk hari ini, pergerakan emas diperkirakan akan didominasi oleh aliran arus dana teknikal di pasar London karena bursa Amerika Serikat sedang tutup. Tanpa adanya arahan dari data ekonomi AS hari ini, para pedagang emas akan lebih banyak mengamati pergerakan mata uang Poundsterling dan Euro sebagai indikator arah pergerakan dolar. Rendahnya volume perdagangan dapat memicu pergerakan harga yang tiba-tiba jika terjadi berita geopolitik yang mengejutkan dari wilayah konflik.

Selain itu, indeks dolar AS yang stabil di area tinggi menjadi penghalang bagi emas untuk melakukan reli lebih lanjut pada hari ini. Para investor cenderung menahan diri untuk tidak melakukan pembelian besar sebelum mendapatkan kejelasan mengenai pidato pejabat Federal Reserve yang dijadwalkan besok. Kondisi pasar yang sepi ini dimanfaatkan oleh sebagian pedagang untuk melakukan penyesuaian portofolio rutin di awal minggu.

Forecast nanti malam memperkirakan emas akan bergerak di rentang harga yang stabil dengan kecenderungan melemah tipis akibat kurangnya minat beli di pasar yang sedang libur. Harga diproyeksikan akan menutup hari di dekat level pembukaan tanpa perubahan persentase yang signifikan. Fokus utama akan tetap pada persiapan menghadapi rilis data ekonomi penting di hari Selasa yang diprediksi akan mengembalikan volatilitas tinggi ke pasar emas. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, January 15, 2026

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Kenaikan Indeks Dolar AS Tekan Harga Emas Berjangka di Sesi Pagi

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka mengalami sedikit tekanan pada sesi perdagangan pagi ini akibat penguatan Indeks Dolar AS (DXY). Penguatan Dolar ini terjadi sebagai respon lanjutan dari pernyataan pejabat Federal Reserve kemarin yang masih memberikan sinyal hawkish terkait kebijakan suku bunga di tahun 2026.

Meskipun tertekan, emas masih mampu bertahan di atas level support kuat harian. Investor melihat koreksi harga ini sebagai peluang untuk melakukan akumulasi beli di harga yang lebih rendah sebelum rilis data ekonomi penting malam nanti.

Forecast malam nanti memperkirakan emas akan mencoba melakukan pembalikan arah jika rilis data ekonomi sekunder AS menunjukkan hasil yang mengecewakan bagi Dolar. Support emas di level saat ini dinilai cukup tangguh untuk menahan kejatuhan lebih lanjut.

Analis RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG berpendapat bahwa tekanan Dolar bersifat sementara. "Fundamental emas masih sangat kuat. Koreksi pagi ini hanyalah riak kecil sebelum pergerakan besar malam nanti," jelas seorang pakar komoditas. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Wednesday, January 14, 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Menguat Dipicu Oleh Penurunan Cadangan Minyak Mentah AS yang Signifikan

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka menunjukkan kenaikan hari ini dipicu oleh laporan Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS yang jauh lebih besar dari perkiraan. Lonjakan harga minyak mentah yang mengikuti laporan ini memicu kekhawatiran inflasi energi global.

Kenaikan harga energi dipandang sebagai katalisator inflasi biaya yang sulit dikendalikan oleh kebijakan moneter saja. Investor bereaksi dengan membeli emas sebagai perlindungan terhadap potensi kenaikan biaya hidup dan biaya produksi industri di masa depan. Emas mendapatkan momentum positif seiring dengan meningkatnya korelasi antara komoditas energi dan logam mulia sebagai aset lindung nilai.

Kenaikan harga emas juga didukung oleh spekulasi bahwa harga minyak yang tinggi akan menghambat pemulihan ekonomi global, sehingga meningkatkan premi risiko. Emas kembali menunjukkan taringnya sebagai aset safe-haven saat pasar komoditas memanas.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan tetap dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah WTI. Investor disarankan untuk memantau laporan produksi minyak dari negara-negara non-OPEC. Emas kini didukung oleh sentimen inflasi yang dipicu oleh pasar energi. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG sumber : newsmaker.id