Tuesday, September 30, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Data Ketenagakerjaan AS Memberi Sinyal Baru untuk Pasar Emas


HARGA EMAS HARI INI - Rilis data ketenagakerjaan di Amerika Serikat (AS), terutama laporan Non-Farm Payrolls (NFP), selalu menjadi momen penting yang dinantikan oleh para pelaku pasar emas berjangka. Data ini dianggap sebagai indikator vital untuk mengukur kesehatan ekonomi AS. Angka ketenagakerjaan yang kuat sering kali diartikan sebagai sinyal ekonomi yang solid, yang pada gilirannya dapat mendorong The Fed untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat, seperti menaikkan suku bunga. Hal ini, seperti yang diketahui, dapat menekan harga emas.

Sebaliknya, data NFP yang mengecewakan atau menunjukkan pelemahan di pasar tenaga kerja AS dapat memicu spekulasi bahwa The Fed akan menunda kenaikan suku bunga atau bahkan beralih ke kebijakan yang lebih longgar. Dalam skenario ini, imbal hasil obligasi AS akan menurun, membuat emas menjadi aset yang lebih menarik. Investor kemudian akan berbondong-bondong membeli emas sebagai alternatif investasi, mendorong harganya naik. Oleh karena itu, setiap rilis data ketenagakerjaan selalu menciptakan volatilitas yang signifikan di pasar emas berjangka.

Pergerakan pasar emas berjangka tidak hanya dipengaruhi oleh angka utama NFP, tetapi juga oleh data pendukung lainnya, seperti tingkat pengangguran dan pertumbuhan upah per jam. Pertumbuhan upah yang cepat dapat mengindikasikan adanya tekanan inflasi yang lebih besar, yang bisa mendorong The Fed untuk bertindak lebih agresif. Sementara itu, tingkat pengangguran yang rendah mencerminkan pasar tenaga kerja yang ketat, yang juga mendukung kenaikan suku bunga. Investor emas berjangka harus menganalisis seluruh paket data untuk memahami gambaran yang lebih lengkap.

Dengan demikian, pasar emas berjangka sangat sensitif terhadap setiap detail dari laporan ketenagakerjaan AS. Para trader dan investor profesional telah memasukkan analisis data ini sebagai bagian integral dari strategi mereka. Mengingat pentingnya data ini, pergerakan harga emas sering kali fluktuatif sebelum, saat, dan sesudah rilis. Ini menunjukkan bagaimana kesehatan ekonomi AS secara langsung memengaruhi nilai emas di pasar global. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Monday, September 29, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekhawatiran Resesi di Eropa Dukung Permintaan Emas Safe Haven

 

HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka mendapatkan dukungan karena kekhawatiran resesi yang semakin dalam di Eropa. Rilis data manufaktur dan jasa yang lemah di Zona Euro, terutama di Jerman, memicu kekhawatiran bahwa kawasan tersebut sedang menuju resesi. Dalam situasi ketidakpastian ekonomi yang tinggi, investor cenderung mengalihkan modal ke aset safe haven seperti emas, menggunakannya sebagai perlindungan dari risiko penurunan pasar saham dan komoditas industri.

Kelemahan ekonomi di Eropa juga dapat memengaruhi kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB). Spekulasi bahwa ECB mungkin menghentikan kenaikan suku bunga atau bahkan mengisyaratkan pelonggaran di masa depan dapat melemahkan Euro. Meskipun pelemahan Euro dapat menyebabkan penguatan relatif pada dolar AS (yang menekan emas), kekhawatiran resesi secara keseluruhan seringkali memiliki efek yang lebih kuat dalam mendorong permintaan safe haven untuk emas.

Namun, penguatan emas tidak terjadi tanpa tantangan. Imbal hasil obligasi AS yang stabil tinggi dan prospek kebijakan The Fed yang hawkish terus memberikan tekanan dari sisi biaya peluang. Dilema ini menciptakan pergerakan yang bergejolak, di mana emas berfluktuasi antara perannya sebagai lindung nilai inflasi dan aset safe haven.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi di Eropa dan bagaimana hal itu memengaruhi sentimen risiko global. Jika tanda-tanda resesi semakin jelas, emas kemungkinan akan mendapatkan momentum yang kuat. Investor perlu memantau data ekonomi Eropa dan pernyataan dari bank sentral global untuk mengukur arah kebijakan dan sentimen pasar. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Friday, September 26, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Suku Bunga The Fed yang Tinggi Masih Jadi Momok Bagi Emas

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka kembali melemah hari ini, didominasi oleh kekhawatiran investor terhadap suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan akan bertahan di level tinggi untuk jangka waktu yang lama. Ekspektasi suku bunga yang tinggi ini membuat dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak, menjadikan emas sebagai investasi yang kurang menguntungkan karena tidak memberikan bunga.

Sentimen risk-on di pasar global, didukung oleh laporan pendapatan perusahaan yang kuat dan ketahanan ekonomi, juga mengurangi minat terhadap emas sebagai aset safe haven. Para investor lebih memilih mengalihkan dana mereka ke pasar saham yang menawarkan potensi keuntungan lebih besar.

Namun, potensi gejolak ekonomi dan geopolitik masih membatasi penurunan harga emas. Ketidakpastian mengenai stabilitas sistem keuangan dan potensi resesi global, meskipun kecil, terus memberikan landasan bagi permintaan emas. Setiap berita buruk terkait kondisi geopolitik dapat memicu permintaan safe haven yang mendadak.

Ke depan, pasar akan terus mencermati petunjuk dari The Fed mengenai lintasan kebijakan moneter. Kunci utama adalah bagaimana The Fed menyeimbangkan antara upaya pengendalian inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Fleksibilitas kebijakan The Fed akan menjadi faktor krusial bagi pergerakan harga emas selanjutnya - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, September 25, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Volatilitas Pasar Saham Pendorong Kenaikan Harga Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menunjukkan perannya sebagai aset safe-haven, dengan harga yang menguat di tengah meningkatnya volatilitas di pasar saham global. Kenaikan tajam harga minyak dan kekhawatiran tentang profitabilitas perusahaan di tengah tingginya biaya produksi memicu aksi jual di pasar ekuitas. Investor beramai-ramai mengalihkan dana mereka dari saham berisiko tinggi ke aset yang lebih aman seperti emas.

Beberapa laporan kinerja perusahaan yang mengecewakan, terutama di sektor teknologi, menambah kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini diperparah oleh sinyal dari beberapa bank sentral bahwa mereka mungkin harus mempertahankan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih lama guna mengatasi inflasi, yang pada akhirnya dapat menekan pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.

Di tengah turbulensi ini, emas menawarkan stabilitas dan perlindungan bagi portofolio investor. Nilai emas tidak terkait langsung dengan kinerja perusahaan atau sektor ekonomi tertentu, membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk diversifikasi dan lindung nilai.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG memperkirakan bahwa tren ini akan berlanjut. "Selama pasar saham global menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan, permintaan terhadap emas akan tetap tinggi," ujar seorang pakar pasar. "Kami merekomendasikan klien untuk mempertimbangkan alokasi yang lebih besar ke emas sebagai strategi untuk melindungi portofolio mereka dari risiko pasar." - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, September 24, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Bergerak Konsolidasi di Tengah Perdagangan Musiman yang Lesu

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka terpantau dalam fase konsolidasi hari ini, dengan para investor mengambil posisi wait-and-see di tengah lesunya perdagangan musiman. Volume perdagangan cenderung menurun menjelang liburan besar atau di musim panas, membuat pasar menjadi lebih sensitif terhadap pergerakan kecil. Konsolidasi ini mencerminkan kehati-hatian investor yang menunggu katalis baru untuk memicu pergerakan harga yang signifikan. Perdagangan yang sepi seringkali menciptakan lingkungan yang tenang, namun juga dapat menyebabkan volatilitas yang tidak terduga jika ada berita mendadak.

Faktor musiman memainkan peran penting dalam dinamika harga emas. Permintaan fisik, terutama dari pasar-pasar Asia, cenderung meningkat menjelang festival dan pernikahan, yang dapat mendorong harga. Namun, di luar periode puncak ini, permintaan mungkin melambat, menyebabkan harga bergerak dalam rentang yang terbatas. Pergerakan harga hari ini mencerminkan transisi dari satu periode musiman ke periode lainnya, dengan para investor menunggu tanda-tanda baru untuk mengambil posisi.

Selain faktor musiman, sentimen pasar secara keseluruhan juga berperan. Jika investor tidak memiliki keyakinan yang kuat terhadap arah pasar, mereka cenderung tidak melakukan perdagangan dalam volume besar. Hal ini dapat membuat pasar menjadi lebih rentan terhadap pergerakan harga yang tiba-tiba, baik naik maupun turun. Ketidakpastian mengenai prospek ekonomi dan kebijakan moneter juga turut berkontribusi pada kehati-hatian investor, membuat mereka enggan mengambil risiko.

Prospek jangka pendek untuk emas berjangka akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi yang akan datang dan sentimen pasar yang berkembang. Jika ada katalis baru yang kuat, emas dapat keluar dari fase konsolidasi ini dan menunjukkan pergerakan harga yang signifikan. Namun, jika tidak ada berita besar, emas mungkin akan terus bergerak dalam rentang yang ketat. Investor disarankan untuk memantau dengan cermat volume perdagangan dan sentimen pasar untuk mengantisipasi pergerakan harga di masa depan. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Tuesday, September 23, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Data Ketenagakerjaan AS Memberi Sinyal Baru untuk Pasar Emas

 

HARGA EMAS HARI INI - Rilis data ketenagakerjaan di Amerika Serikat (AS), terutama laporan Non-Farm Payrolls (NFP), selalu menjadi momen penting yang dinantikan oleh para pelaku pasar emas berjangka. Data ini dianggap sebagai indikator vital untuk mengukur kesehatan ekonomi AS. Angka ketenagakerjaan yang kuat sering kali diartikan sebagai sinyal ekonomi yang solid, yang pada gilirannya dapat mendorong The Fed untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat, seperti menaikkan suku bunga. Hal ini, seperti yang diketahui, dapat menekan harga emas.

Sebaliknya, data NFP yang mengecewakan atau menunjukkan pelemahan di pasar tenaga kerja AS dapat memicu spekulasi bahwa The Fed akan menunda kenaikan suku bunga atau bahkan beralih ke kebijakan yang lebih longgar. Dalam skenario ini, imbal hasil obligasi AS akan menurun, membuat emas menjadi aset yang lebih menarik. Investor kemudian akan berbondong-bondong membeli emas sebagai alternatif investasi, mendorong harganya naik. Oleh karena itu, setiap rilis data ketenagakerjaan selalu menciptakan volatilitas yang signifikan di pasar emas berjangka.

Pergerakan pasar emas berjangka tidak hanya dipengaruhi oleh angka utama NFP, tetapi juga oleh data pendukung lainnya, seperti tingkat pengangguran dan pertumbuhan upah per jam. Pertumbuhan upah yang cepat dapat mengindikasikan adanya tekanan inflasi yang lebih besar, yang bisa mendorong The Fed untuk bertindak lebih agresif. Sementara itu, tingkat pengangguran yang rendah mencerminkan pasar tenaga kerja yang ketat, yang juga mendukung kenaikan suku bunga. Investor emas berjangka harus menganalisis seluruh paket data untuk memahami gambaran yang lebih lengkap.

Dengan demikian, pasar emas berjangka sangat sensitif terhadap setiap detail dari laporan ketenagakerjaan AS. Para trader dan investor profesional telah memasukkan analisis data ini sebagai bagian integral dari strategi mereka. Mengingat pentingnya data ini, pergerakan harga emas sering kali fluktuatif sebelum, saat, dan sesudah rilis. Ini menunjukkan bagaimana kesehatan ekonomi AS secara langsung memengaruhi nilai emas di pasar global. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

Monday, September 22, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekuatan Dolar AS Menghambat Kenaikan Harga Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menghadapi tekanan akibat penguatan signifikan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY) mencapai level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir, didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan mempertahankan sikap hawkish-nya. Emas, yang dihargai dalam dolar AS, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya ketika dolar menguat, yang dapat mengurangi permintaan. Hubungan terbalik antara dolar AS dan emas merupakan salah satu dinamika pasar yang paling konsisten dan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga harian.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turut menekan harga emas. Ketika imbal hasil obligasi, yang menawarkan pendapatan tetap, meningkat, mereka menjadi alternatif investasi yang lebih menarik dibandingkan emas, yang tidak memberikan imbal hasil. Investor yang mencari pendapatan cenderung mengalihkan dana dari emas ke obligasi, terutama dalam lingkungan di mana suku bunga nominal meningkat. Tekanan ganda dari dolar AS yang kuat dan imbal hasil obligasi yang tinggi telah menjadi tantangan utama bagi emas untuk mempertahankan momentum kenaikannya.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa tekanan ini mungkin bersifat sementara. Jika sentimen pasar bergeser dari kekhawatiran inflasi ke kekhawatiran resesi, maka dolar AS mungkin akan tetap kuat, tetapi permintaan emas sebagai safe haven juga akan meningkat, yang dapat menyeimbangkan tekanan tersebut. Selain itu, pembelian oleh bank sentral dan permintaan fisik dari negara-negara konsumen utama seperti Tiongkok dan India terus memberikan dukungan fundamental bagi harga emas.

Melihat ke depan, fokus pasar akan tetap pada arah kebijakan The Fed dan kekuatan relatif dolar AS. Jika inflasi mereda dan The Fed mulai menunjukkan sikap yang lebih dovish, tekanan terhadap emas bisa berkurang. Namun, jika dolar AS terus menguat karena perbedaan kebijakan moneter antara AS dan negara lain, emas mungkin akan tetap berada di bawah tekanan. Investor perlu mempertimbangkan risiko nilai tukar dan prospek imbal hasil obligasi saat mengambil keputusan investasi emas. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Friday, September 19, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas Berjangka Terhambat Suku Bunga Tinggi The Fed

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terpantau melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini, terbebani oleh ekspektasi pasar yang semakin kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya di level yang tinggi untuk waktu yang lebih lama. Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas, yang tidak menawarkan imbal hasil, menjadi kurang menarik bagi para investor dibandingkan dengan aset-aset yang memberikan bunga, seperti obligasi pemerintah dan deposito. Hal ini mendorong investor untuk mengalihkan dananya dari emas ke aset-aset lain yang menawarkan imbal hasil lebih baik.

Selain faktor suku bunga, penguatan dolar AS juga turut menekan harga emas. Indeks Dolar AS (DXY) berhasil naik ke level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir, didorong oleh data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan. Penguatan dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga mengurangi permintaan. Data-data ekonomi AS yang solid memberikan sinyal bahwa The Fed memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketatnya, yang pada gilirannya memberikan dorongan bagi dolar AS dan menekan harga emas.

Meskipun demikian, ada beberapa faktor yang berpotensi membatasi penurunan harga emas lebih lanjut. Salah satunya adalah ketidakpastian geopolitik yang masih berlanjut di beberapa kawasan dunia. Konflik bersenjata dan ketegangan politik antara negara-negara besar dapat sewaktu-waktu memicu lonjakan permintaan emas sebagai aset safe haven. Selain itu, potensi perlambatan ekonomi di Tiongkok, sebagai salah satu konsumen emas terbesar di dunia, juga dapat menjadi pemicu kekhawatiran dan mendorong investor untuk kembali melirik emas. Oleh karena itu, para analis pasar memprediksi bahwa harga emas akan bergerak dalam rentang yang sempit, menunggu katalis baru yang dapat mengubah arah pergerakannya.

Ke depan, para pelaku pasar akan mencermati dengan seksama rilis data ekonomi penting yang akan datang, terutama data inflasi dari AS. Jika data inflasi menunjukkan penurunan yang lebih cepat dari perkiraan, hal itu dapat mengurangi tekanan pada The Fed untuk terus menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya dapat memberikan dorongan bagi harga emas. Sebaliknya, jika inflasi tetap tinggi, The Fed kemungkinan akan tetap hawkish, dan harga emas berpotensi untuk melanjutkan penurunannya. Investor juga akan terus memantau perkembangan geopolitik global, karena setiap eskalasi dapat dengan cepat mengubah sentimen pasar dan mendorong harga emas kembali naik. - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, September 18, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Volatilitas Pasar Saham Pendorong Kenaikan Harga Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menunjukkan perannya sebagai aset safe-haven, dengan harga yang menguat di tengah meningkatnya volatilitas di pasar saham global. Kenaikan tajam harga minyak dan kekhawatiran tentang profitabilitas perusahaan di tengah tingginya biaya produksi memicu aksi jual di pasar ekuitas. Investor beramai-ramai mengalihkan dana mereka dari saham berisiko tinggi ke aset yang lebih aman seperti emas.

Beberapa laporan kinerja perusahaan yang mengecewakan, terutama di sektor teknologi, menambah kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini diperparah oleh sinyal dari beberapa bank sentral bahwa mereka mungkin harus mempertahankan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih lama guna mengatasi inflasi, yang pada akhirnya dapat menekan pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.

Di tengah turbulensi ini, emas menawarkan stabilitas dan perlindungan bagi portofolio investor. Nilai emas tidak terkait langsung dengan kinerja perusahaan atau sektor ekonomi tertentu, membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk diversifikasi dan lindung nilai.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG memperkirakan bahwa tren ini akan berlanjut. "Selama pasar saham global menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan, permintaan terhadap emas akan tetap tinggi," ujar seorang pakar pasar. "Kami merekomendasikan klien untuk mempertimbangkan alokasi yang lebih besar ke emas sebagai strategi untuk melindungi portofolio mereka dari risiko pasar." RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, September 17, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Bergerak Konsolidasi di Tengah Perdagangan Musiman yang Lesu

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka terpantau dalam fase konsolidasi hari ini, dengan para investor mengambil posisi wait-and-see di tengah lesunya perdagangan musiman. Volume perdagangan cenderung menurun menjelang liburan besar atau di musim panas, membuat pasar menjadi lebih sensitif terhadap pergerakan kecil. Konsolidasi ini mencerminkan kehati-hatian investor yang menunggu katalis baru untuk memicu pergerakan harga yang signifikan. Perdagangan yang sepi seringkali menciptakan lingkungan yang tenang, namun juga dapat menyebabkan volatilitas yang tidak terduga jika ada berita mendadak.

Faktor musiman memainkan peran penting dalam dinamika harga emas. Permintaan fisik, terutama dari pasar-pasar Asia, cenderung meningkat menjelang festival dan pernikahan, yang dapat mendorong harga. Namun, di luar periode puncak ini, permintaan mungkin melambat, menyebabkan harga bergerak dalam rentang yang terbatas. Pergerakan harga hari ini mencerminkan transisi dari satu periode musiman ke periode lainnya, dengan para investor menunggu tanda-tanda baru untuk mengambil posisi.

Selain faktor musiman, sentimen pasar secara keseluruhan juga berperan. Jika investor tidak memiliki keyakinan yang kuat terhadap arah pasar, mereka cenderung tidak melakukan perdagangan dalam volume besar. Hal ini dapat membuat pasar menjadi lebih rentan terhadap pergerakan harga yang tiba-tiba, baik naik maupun turun. Ketidakpastian mengenai prospek ekonomi dan kebijakan moneter juga turut berkontribusi pada kehati-hatian investor, membuat mereka enggan mengambil risiko.

Prospek jangka pendek untuk emas berjangka akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi yang akan datang dan sentimen pasar yang berkembang. Jika ada katalis baru yang kuat, emas dapat keluar dari fase konsolidasi ini dan menunjukkan pergerakan harga yang signifikan. Namun, jika tidak ada berita besar, emas mungkin akan terus bergerak dalam rentang yang ketat. Investor disarankan untuk memantau dengan cermat volume perdagangan dan sentimen pasar untuk mengantisipasi pergerakan harga di masa depan. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Tuesday, September 16, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Data Ketenagakerjaan AS Memberi Sinyal Baru untuk Pasar Emas

 

HARGA EMAS HARI INI - Rilis data ketenagakerjaan di Amerika Serikat (AS), terutama laporan Non-Farm Payrolls (NFP), selalu menjadi momen penting yang dinantikan oleh para pelaku pasar emas berjangka. Data ini dianggap sebagai indikator vital untuk mengukur kesehatan ekonomi AS. Angka ketenagakerjaan yang kuat sering kali diartikan sebagai sinyal ekonomi yang solid, yang pada gilirannya dapat mendorong The Fed untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat, seperti menaikkan suku bunga. Hal ini, seperti yang diketahui, dapat menekan harga emas.

Sebaliknya, data NFP yang mengecewakan atau menunjukkan pelemahan di pasar tenaga kerja AS dapat memicu spekulasi bahwa The Fed akan menunda kenaikan suku bunga atau bahkan beralih ke kebijakan yang lebih longgar. Dalam skenario ini, imbal hasil obligasi AS akan menurun, membuat emas menjadi aset yang lebih menarik. Investor kemudian akan berbondong-bondong membeli emas sebagai alternatif investasi, mendorong harganya naik. Oleh karena itu, setiap rilis data ketenagakerjaan selalu menciptakan volatilitas yang signifikan di pasar emas berjangka.

Pergerakan pasar emas berjangka tidak hanya dipengaruhi oleh angka utama NFP, tetapi juga oleh data pendukung lainnya, seperti tingkat pengangguran dan pertumbuhan upah per jam. Pertumbuhan upah yang cepat dapat mengindikasikan adanya tekanan inflasi yang lebih besar, yang bisa mendorong The Fed untuk bertindak lebih agresif. Sementara itu, tingkat pengangguran yang rendah mencerminkan pasar tenaga kerja yang ketat, yang juga mendukung kenaikan suku bunga. Investor emas berjangka harus menganalisis seluruh paket data untuk memahami gambaran yang lebih lengkap.

Dengan demikian, pasar emas berjangka sangat sensitif terhadap setiap detail dari laporan ketenagakerjaan AS. Para trader dan investor profesional telah memasukkan analisis data ini sebagai bagian integral dari strategi mereka. Mengingat pentingnya data ini, pergerakan harga emas sering kali fluktuatif sebelum, saat, dan sesudah rilis. Ini menunjukkan bagaimana kesehatan ekonomi AS secara langsung memengaruhi nilai emas di pasar global. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

Monday, September 15, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Emas Berjangka Cermati Laporan Sentimen Bisnis Jerman yang Melemah

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka menunjukkan pergerakan yang hati-hati seiring investor mencermati rilis laporan sentimen bisnis Jerman yang menunjukkan pelemahan. Laporan ini, yang mengukur prospek bisnis di ekonomi terbesar di Eropa, memicu kekhawatiran akan potensi perlambatan ekonomi di zona Euro. Penurunan sentimen bisnis dapat mengindikasikan penurunan investasi dan aktivitas ekonomi di masa mendatang, yang dapat menyebabkan perlambatan pertumbuhan global. Dalam situasi seperti ini, emas seringkali berfungsi sebagai aset safe haven karena investor mencari perlindungan dari risiko ekonomi.

Namun, respons pasar terhadap data ini seringkali tidak langsung. Penurunan sentimen bisnis dapat dipicu oleh kekhawatiran inflasi yang tinggi atau prospek pertumbuhan yang tidak pasti. Jika penurunan sentimen ini mengarah pada perlambatan ekonomi yang signifikan, hal itu dapat memicu permintaan emas. Di sisi lain, jika penurunan ini hanya bersifat sementara dan ekonomi tetap tangguh, dampaknya pada emas mungkin terbatas.

Dinamika ini menciptakan lingkungan yang kompleks bagi emas, di mana investor harus menyeimbangkan berbagai faktor makroekonomi. Meskipun penurunan sentimen bisnis dapat menjadi sinyal bullish untuk emas, tekanan dari kenaikan suku bunga dan dolar AS yang kuat tetap menjadi tantangan. Pembelian oleh bank sentral dan permintaan fisik dari negara-negara konsumen utama juga dapat memberikan dukungan fundamental bagi harga emas.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menafsirkan data sentimen bisnis ini. Jika data ini dipandang sebagai sinyal yang jelas dari perlambatan ekonomi yang signifikan, emas kemungkinan akan mendapatkan momentum yang kuat. Namun, jika pasar tetap fokus pada kebijakan moneter yang ketat dan prospek suku bunga yang lebih tinggi, emas mungkin akan tetap berada di bawah tekanan. Investor perlu memantau dengan cermat serangkaian indikator ekonomi untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Friday, September 12, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas Berjangka Terhambat Suku Bunga Tinggi The Fed

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terpantau melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini, terbebani oleh ekspektasi pasar yang semakin kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya di level yang tinggi untuk waktu yang lebih lama. Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas, yang tidak menawarkan imbal hasil, menjadi kurang menarik bagi para investor dibandingkan dengan aset-aset yang memberikan bunga, seperti obligasi pemerintah dan deposito. Hal ini mendorong investor untuk mengalihkan dananya dari emas ke aset-aset lain yang menawarkan imbal hasil lebih baik.

Selain faktor suku bunga, penguatan dolar AS juga turut menekan harga emas. Indeks Dolar AS (DXY) berhasil naik ke level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir, didorong oleh data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan. Penguatan dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga mengurangi permintaan. Data-data ekonomi AS yang solid memberikan sinyal bahwa The Fed memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketatnya, yang pada gilirannya memberikan dorongan bagi dolar AS dan menekan harga emas.

Meskipun demikian, ada beberapa faktor yang berpotensi membatasi penurunan harga emas lebih lanjut. Salah satunya adalah ketidakpastian geopolitik yang masih berlanjut di beberapa kawasan dunia. Konflik bersenjata dan ketegangan politik antara negara-negara besar dapat sewaktu-waktu memicu lonjakan permintaan emas sebagai aset safe haven. Selain itu, potensi perlambatan ekonomi di Tiongkok, sebagai salah satu konsumen emas terbesar di dunia, juga dapat menjadi pemicu kekhawatiran dan mendorong investor untuk kembali melirik emas. Oleh karena itu, para analis pasar memprediksi bahwa harga emas akan bergerak dalam rentang yang sempit, menunggu katalis baru yang dapat mengubah arah pergerakannya.

Ke depan, para pelaku pasar akan mencermati dengan seksama rilis data ekonomi penting yang akan datang, terutama data inflasi dari AS. Jika data inflasi menunjukkan penurunan yang lebih cepat dari perkiraan, hal itu dapat mengurangi tekanan pada The Fed untuk terus menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya dapat memberikan dorongan bagi harga emas. Sebaliknya, jika inflasi tetap tinggi, The Fed kemungkinan akan tetap hawkish, dan harga emas berpotensi untuk melanjutkan penurunannya. Investor juga akan terus memantau perkembangan geopolitik global, karena setiap eskalasi dapat dengan cepat mengubah sentimen pasar dan mendorong harga emas kembali naik - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, September 11, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Volatilitas Pasar Saham Pendorong Kenaikan Harga Emas Berjangka


HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menunjukkan perannya sebagai aset safe-haven, dengan harga yang menguat di tengah meningkatnya volatilitas di pasar saham global. Kenaikan tajam harga minyak dan kekhawatiran tentang profitabilitas perusahaan di tengah tingginya biaya produksi memicu aksi jual di pasar ekuitas. Investor beramai-ramai mengalihkan dana mereka dari saham berisiko tinggi ke aset yang lebih aman seperti emas.

Beberapa laporan kinerja perusahaan yang mengecewakan, terutama di sektor teknologi, menambah kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini diperparah oleh sinyal dari beberapa bank sentral bahwa mereka mungkin harus mempertahankan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih lama guna mengatasi inflasi, yang pada akhirnya dapat menekan pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.

Di tengah turbulensi ini, emas menawarkan stabilitas dan perlindungan bagi portofolio investor. Nilai emas tidak terkait langsung dengan kinerja perusahaan atau sektor ekonomi tertentu, membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk diversifikasi dan lindung nilai.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG memperkirakan bahwa tren ini akan berlanjut. "Selama pasar saham global menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan, permintaan terhadap emas akan tetap tinggi," ujar seorang pakar pasar. "Kami merekomendasikan klien untuk mempertimbangkan alokasi yang lebih besar ke emas sebagai strategi untuk melindungi portofolio mereka dari risiko pasar." - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, September 10, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Mengincar Level Kunci di Tengah Laporan Ketenagakerjaan AS

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka hari ini terpantau bergerak dalam rentang yang ketat, dengan para investor menunggu rilis laporan ketenagakerjaan AS yang sangat dinanti. Data ini, yang dikenal sebagai Non-Farm Payrolls, seringkali menjadi pemicu pergerakan pasar yang signifikan karena dapat memberikan petunjuk mengenai kesehatan ekonomi dan arah kebijakan moneter Federal Reserve. Para trader mengambil posisi hati-hati, mencerna setiap sinyal yang ada, dan bersiap untuk potensi volatilitas harga yang tinggi setelah laporan tersebut dipublikasikan. Emas, sebagai aset non-bunga, sangat sensitif terhadap ekspektasi suku bunga.

Laporan ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan dapat mengindikasikan bahwa ekonomi AS masih tangguh, yang pada gilirannya dapat mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan sikap hawkish atau bahkan mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Skenario ini cenderung menekan harga emas karena biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih tinggi. Sebaliknya, laporan yang lebih lemah dari perkiraan dapat memperkuat argumen untuk jeda atau pemotongan suku bunga di masa depan, yang akan menjadi faktor pendorong positif bagi emas.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS. Dolar yang menguat seringkali membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga menekan permintaan. Saat ini, indeks dolar AS menunjukkan pergerakan yang fluktuatif, mencerminkan ketidakpastian yang sama yang terlihat di pasar emas. Para analis teknikal mengamati level support dan resistance kunci, dengan level psikologis tertentu menjadi target penting bagi pergerakan harga emas berjangka.

Dalam jangka pendek, laporan Non-Farm Payrolls akan menjadi penentu utama arah harga emas. Jika data menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang kuat, emas kemungkinan akan menghadapi tekanan. Namun, jika data mengecewakan, emas dapat menemukan dukungan kuat dan berpotensi melonjak. Investor disarankan untuk memantau data ini dengan cermat dan menyesuaikan strategi mereka sesuai dengan hasil yang ada. Emas berjangka tetap menjadi salah satu aset yang paling dinamis di pasar saat ini. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Tuesday, September 9, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bagaimana Produksi dan Pasokan Tambang Memengaruhi Harga Emas?

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasokan emas baru yang masuk ke pasar berasal dari hasil produksi tambang. Perubahan dalam tingkat produksi tambang dapat memiliki dampak jangka panjang pada harga emas berjangka. Jika produksi tambang melambat, misalnya karena kendala regulasi, biaya operasional yang meningkat, atau penemuan cadangan emas baru yang langka, pasokan global akan berkurang. Kondisi ini, dengan asumsi permintaan tetap stabil, akan menciptakan tekanan naik pada harga emas.

Sebaliknya, jika ada penemuan tambang emas besar-besaran atau perusahaan tambang meningkatkan produksi mereka secara signifikan, pasokan emas di pasar akan meningkat. Peningkatan pasokan ini, jika permintaan tidak tumbuh pada tingkat yang sama, dapat menekan harga emas berjangka. Oleh karena itu, laporan dari perusahaan tambang emas dan data produksi dari lembaga-lembaga geologi selalu diawasi ketat oleh para analis.

Selain itu, biaya penambangan juga memainkan peran penting. Biaya penambangan emas dapat bervariasi tergantung pada lokasi geografis dan metode penambangan yang digunakan. Kenaikan biaya energi dan tenaga kerja dapat menekan margin keuntungan perusahaan tambang dan mengurangi insentif untuk meningkatkan produksi. Hal ini pada akhirnya dapat membatasi pasokan emas, mendukung harga yang lebih tinggi.

Meskipun pasokan dari tambang cenderung stabil dalam jangka pendek, perubahan tren dalam produksi dapat memengaruhi keseimbangan penawaran dan permintaan dalam jangka panjang. Analisis fundamental pasar emas berjangka tidak akan lengkap tanpa mempertimbangkan faktor pasokan dari tambang, yang merupakan sumber utama emas baru di pasar. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Monday, September 8, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekuatan Dolar AS Menghambat Kenaikan Harga Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menghadapi tekanan akibat penguatan signifikan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY) mencapai level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir, didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan mempertahankan sikap hawkish-nya. Emas, yang dihargai dalam dolar AS, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya ketika dolar menguat, yang dapat mengurangi permintaan. Hubungan terbalik antara dolar AS dan emas merupakan salah satu dinamika pasar yang paling konsisten dan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga harian.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turut menekan harga emas. Ketika imbal hasil obligasi, yang menawarkan pendapatan tetap, meningkat, mereka menjadi alternatif investasi yang lebih menarik dibandingkan emas, yang tidak memberikan imbal hasil. Investor yang mencari pendapatan cenderung mengalihkan dana dari emas ke obligasi, terutama dalam lingkungan di mana suku bunga nominal meningkat. Tekanan ganda dari dolar AS yang kuat dan imbal hasil obligasi yang tinggi telah menjadi tantangan utama bagi emas untuk mempertahankan momentum kenaikannya.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa tekanan ini mungkin bersifat sementara. Jika sentimen pasar bergeser dari kekhawatiran inflasi ke kekhawatiran resesi, maka dolar AS mungkin akan tetap kuat, tetapi permintaan emas sebagai safe haven juga akan meningkat, yang dapat menyeimbangkan tekanan tersebut. Selain itu, pembelian oleh bank sentral dan permintaan fisik dari negara-negara konsumen utama seperti Tiongkok dan India terus memberikan dukungan fundamental bagi harga emas.

Melihat ke depan, fokus pasar akan tetap pada arah kebijakan The Fed dan kekuatan relatif dolar AS. Jika inflasi mereda dan The Fed mulai menunjukkan sikap yang lebih dovish, tekanan terhadap emas bisa berkurang. Namun, jika dolar AS terus menguat karena perbedaan kebijakan moneter antara AS dan negara lain, emas mungkin akan tetap berada di bawah tekanan. Investor perlu mempertimbangkan risiko nilai tukar dan prospek imbal hasil obligasi saat mengambil keputusan investasi emas. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, September 4, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Volatilitas Pasar Saham AS Dorong Kenaikan Harga Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menunjukkan perannya sebagai aset safe-haven, dengan harga yang menguat di tengah meningkatnya volatilitas di pasar saham AS. Kenaikan tajam harga minyak dan kekhawatiran tentang profitabilitas perusahaan di tengah tingginya biaya produksi memicu aksi jual di pasar ekuitas. Investor beramai-ramai mengalihkan dana mereka dari saham berisiko tinggi ke aset yang lebih aman seperti emas.

Beberapa laporan kinerja perusahaan yang mengecewakan, terutama di sektor teknologi, menambah kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini diperparah oleh sinyal dari beberapa bank sentral bahwa mereka mungkin harus mempertahankan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih lama guna mengatasi inflasi, yang pada akhirnya dapat menekan pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.

Di tengah turbulensi ini, emas menawarkan stabilitas dan perlindungan bagi portofolio investor. Nilai emas tidak terkait langsung dengan kinerja perusahaan atau sektor ekonomi tertentu, membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk diversifikasi dan lindung nilai.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG memperkirakan bahwa tren ini akan berlanjut. "Selama pasar saham global menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan, permintaan terhadap emas akan tetap tinggi," ujar seorang pakar pasar. "Kami merekomendasikan klien untuk mempertimbangkan alokasi yang lebih besar ke emas sebagai strategi untuk melindungi portofolio mereka dari risiko pasar." RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Wednesday, September 3, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Menguat Berkat Keputusan Bank of Japan yang Dovish

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka menunjukkan penguatan signifikan hari ini, didukung oleh keputusan Bank of Japan (BOJ) untuk mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar. Sikap dovish BOJ ini kontras dengan bank sentral besar lainnya yang cenderung lebih ketat, membuat yen melemah tajam dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe-haven dan lindung nilai. Keputusan BOJ ini memperkuat narasi bahwa beberapa ekonomi utama masih memerlukan dukungan moneter untuk mendorong pertumbuhan, yang pada gilirannya mendukung aset seperti emas.

Melemahnya yen Jepang juga berkontribusi pada sentimen positif terhadap emas secara global. Meskipun emas dihargai dalam dolar AS, pergerakan mata uang utama lainnya dapat memengaruhi aliran modal. Ketika yen melemah, investor di Jepang dan Asia lainnya mungkin mencari diversifikasi ke aset yang lebih stabil seperti emas. Selain itu, kebijakan moneter yang sangat longgar di Jepang juga berkontribusi pada likuiditas global yang melimpah, yang secara historis menjadi faktor pendukung bagi harga emas.

Perkembangan di pasar obligasi global juga mencerminkan dampak dari keputusan BOJ. Meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS dan Eropa menunjukkan fluktuasi, imbal hasil obligasi Jepang tetap rendah, yang mengurangi biaya peluang untuk memegang emas. Kombinasi dari kebijakan BOJ yang dovish, pelemahan yen, dan lingkungan suku bunga yang mendukung menciptakan kondisi yang sangat menguntungkan bagi harga emas di pasar berjangka, memicu minat beli dari para investor yang mencari keuntungan.

Dalam jangka pendek, perhatian pasar akan tetap tertuju pada kebijakan bank sentral. Jika bank sentral lain juga mulai menunjukkan tanda-tanda sikap dovish, emas dapat mempertahankan momentum kenaikannya. Namun, jika ada pembalikan mendadak dalam sentimen kebijakan moneter, emas mungkin akan menghadapi tekanan jual. Investor disarankan untuk memantau tidak hanya Federal Reserve, tetapi juga bank sentral utama lainnya, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai arah harga emas. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Tuesday, September 2, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Data Ketenagakerjaan AS Memberi Sinyal Baru untuk Pasar Emas

 

HARGA EMAS HARI INI - Rilis data ketenagakerjaan di Amerika Serikat (AS), terutama laporan Non-Farm Payrolls (NFP), selalu menjadi momen penting yang dinantikan oleh para pelaku pasar emas berjangka. Data ini dianggap sebagai indikator vital untuk mengukur kesehatan ekonomi AS. Angka ketenagakerjaan yang kuat sering kali diartikan sebagai sinyal ekonomi yang solid, yang pada gilirannya dapat mendorong The Fed untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat, seperti menaikkan suku bunga. Hal ini, seperti yang diketahui, dapat menekan harga emas.

Sebaliknya, data NFP yang mengecewakan atau menunjukkan pelemahan di pasar tenaga kerja AS dapat memicu spekulasi bahwa The Fed akan menunda kenaikan suku bunga atau bahkan beralih ke kebijakan yang lebih longgar. Dalam skenario ini, imbal hasil obligasi AS akan menurun, membuat emas menjadi aset yang lebih menarik. Investor kemudian akan berbondong-bondong membeli emas sebagai alternatif investasi, mendorong harganya naik. Oleh karena itu, setiap rilis data ketenagakerjaan selalu menciptakan volatilitas yang signifikan di pasar emas berjangka.

Pergerakan pasar emas berjangka tidak hanya dipengaruhi oleh angka utama NFP, tetapi juga oleh data pendukung lainnya, seperti tingkat pengangguran dan pertumbuhan upah per jam. Pertumbuhan upah yang cepat dapat mengindikasikan adanya tekanan inflasi yang lebih besar, yang bisa mendorong The Fed untuk bertindak lebih agresif. Sementara itu, tingkat pengangguran yang rendah mencerminkan pasar tenaga kerja yang ketat, yang juga mendukung kenaikan suku bunga. Investor emas berjangka harus menganalisis seluruh paket data untuk memahami gambaran yang lebih lengkap.

Dengan demikian, pasar emas berjangka sangat sensitif terhadap setiap detail dari laporan ketenagakerjaan AS. Para trader dan investor profesional telah memasukkan analisis data ini sebagai bagian integral dari strategi mereka. Mengingat pentingnya data ini, pergerakan harga emas sering kali fluktuatif sebelum, saat, dan sesudah rilis. Ini menunjukkan bagaimana kesehatan ekonomi AS secara langsung memengaruhi nilai emas di pasar global - RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Monday, September 1, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Bank Sentral Global Terus Akumulasi Emas: Sinyal Diversifikasi Berlanjut

 

HARGA EMAS HARI INI - Pembelian emas oleh bank sentral di seluruh dunia terus menjadi tren yang menarik dan signifikan dalam pasar emas berjangka. Data terbaru menunjukkan bahwa banyak bank sentral, terutama dari negara-negara berkembang, secara konsisten menambah cadangan emas mereka. Langkah ini seringkali dipandang sebagai upaya diversifikasi aset cadangan devisa, mengurangi ketergantungan pada dolar AS, dan sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi global. Akumulasi emas oleh lembaga-lembaga ini memberikan dukungan kuat bagi harga emas, menunjukkan kepercayaan pada logam mulia sebagai penyimpan nilai jangka panjang.

Motivasi di balik pembelian emas oleh bank sentral bervariasi. Beberapa negara mencari stabilitas di tengah fluktuasi mata uang dan risiko geopolitik. Lainnya mungkin bertujuan untuk mengurangi eksposur mereka terhadap volatilitas pasar obligasi atau untuk mendiversifikasi portofolio mereka dari aset yang menawarkan imbal hasil rendah. Peran emas sebagai aset yang tidak memiliki risiko kredit dan dapat diperdagangkan secara global juga membuatnya menarik bagi bank sentral yang ingin menjaga stabilitas keuangan negara mereka dalam jangka panjang.

Tren ini telah diamati selama beberapa tahun terakhir, bahkan di tengah kenaikan suku bunga global yang biasanya menekan harga emas. Ini menunjukkan bahwa bank sentral memiliki perspektif jangka panjang terhadap emas, melihatnya sebagai komponen penting dari cadangan devisa mereka, terlepas dari pergerakan harga jangka pendek. Akumulasi yang konsisten ini dapat memberikan lantai harga yang kuat untuk emas, membatasi potensi penurunan yang signifikan bahkan ketika ada tekanan dari faktor-faktor makroekonomi lainnya.

Masa depan harga emas berjangka akan terus dipengaruhi oleh keputusan pembelian bank sentral. Jika tren akumulasi emas ini berlanjut atau bahkan meningkat, hal itu dapat memberikan dorongan signifikan bagi harga emas. Namun, jika ada perlambatan dalam pembelian atau bahkan penjualan oleh bank sentral, hal itu dapat menjadi sinyal bearish bagi pasar. Investor perlu memantau laporan resmi dari Dewan Emas Dunia (World Gold Council) dan bank sentral individu untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang tren ini. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id