Wednesday, January 7, 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Menguat Dipicu Oleh Kekhawatiran Gangguan Jalur Pasokan di Terusan Panama


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka menunjukkan kenaikan hari ini dipicu oleh laporan mengenai kendala operasional yang berkepanjangan di Terusan Panama akibat kekeringan ekstrem. Gangguan pada jalur logistik global ini meningkatkan biaya pengiriman dan memicu kekhawatiran inflasi biaya (cost-push inflation).

Keterlambatan pengiriman barang-barang komoditas dan industri melalui jalur vital ini diprediksi akan menaikkan harga barang di tingkat konsumen. Emas, sebagai instrumen lindung nilai inflasi, mendapatkan permintaan tambahan dari investor yang mengantisipasi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) global. Sentimen ini memberikan dorongan bagi kontrak emas berjangka untuk menembus level resistensi harian.

Kenaikan harga emas juga didukung oleh spekulasi bahwa gangguan logistik ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global, sehingga meningkatkan daya tarik safe-haven emas. Emas kembali menunjukkan kekuatannya di tengah ancaman kemacetan rantai pasok dunia.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan sangat dipengaruhi oleh laporan cuaca dan tingkat air di wilayah terusan tersebut. Investor disarankan untuk memantau harga komoditas energi yang juga terdampak gangguan ini. Emas kini didukung oleh ancaman inflasi dari sektor logistik global. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Tuesday, January 6, 2026

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pengaruh Data Retail Sales Amerika Serikat pada Pergerakan Emas


HARGA EMAS HARI INI - Laporan penjualan ritel (retail sales) Amerika Serikat adalah indikator utama pengeluaran konsumen, yang menyumbang sebagian besar aktivitas ekonomi di AS. Bagi pasar emas berjangka, data ini menjadi indikator penting mengenai potensi inflasi dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve di masa depan.

Data penjualan ritel yang lebih kuat dari ekspektasi menunjukkan ekonomi yang sedang memanas, yang biasanya memicu kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan Dolar AS karena pasar mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi ini umumnya bersifat bearish bagi emas. Sebaliknya, jika belanja konsumen melambat, hal itu menandakan potensi kelesuan ekonomi yang mendorong investor untuk mencari perlindungan pada emas.

Trader menggunakan data ini untuk mengukur kekuatan daya beli masyarakat. Dalam jangka panjang, konsumsi yang kuat dapat memicu inflasi, yang pada akhirnya menguntungkan emas, namun dalam jangka pendek, pengaruhnya terhadap nilai tukar Dolar AS tetap menjadi faktor dominan yang menentukan arah harga emas berjangka. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id