Wednesday, February 4, 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Tertekan Akibat Kenaikan Tak Terduga Inflasi Produsen Jepang

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mencatatkan penurunan hari ini sebagai reaksi atas data Indeks Harga Korporat (CGPI) Jepang kemarin yang naik lebih tinggi dari estimasi. Kenaikan inflasi di tingkat produsen Jepang ini memicu spekulasi bahwa Bank Sentral Jepang (BoJ) akan segera mengakhiri kebijakan suku bunga negatifnya, yang secara global dapat menyebabkan pengetatan likuiditas dan menekan aset-aset yang tidak menghasilkan bunga seperti emas.

Dampaknya hari ini, terjadi penguatan pada mata uang Yen yang kemudian diikuti oleh kenaikan imbal hasil obligasi global secara umum. Meskipun emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, namun prospek kenaikan suku bunga global dari salah satu bank sentral utama dunia menjadi faktor pemberat yang lebih kuat. Investor mulai mengantisipasi berakhirnya era uang murah di Asia, yang memicu aksi jual pada kontrak emas di bursa berjangka.

Kenaikan biaya modal di tingkat produsen juga dipandang sebagai ancaman bagi margin keuntungan perusahaan global, yang bisa memicu perlambatan ekonomi. Namun, pasar saat ini lebih fokus pada respons kebijakan moneter daripada dampak pertumbuhan jangka panjang. Harga emas berjangka terlihat terus merosot di sesi Asia dan Eropa seiring dengan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap normalisasi kebijakan moneter oleh otoritas keuangan di Tokyo.

Forecast nanti malam: Perhatian akan beralih pada rilis data Indeks Harga Ekspor dan Impor Amerika Serikat. Jika data ini menunjukkan adanya tekanan inflasi yang diimpor dari luar negeri, maka Federal Reserve kemungkinan akan tetap hawkish, yang akan semakin menekan harga emas. Sebaliknya, penurunan harga impor akan memberikan sedikit ruang bagi emas untuk bernapas dan mencoba pulih di sesi perdagangan Amerika nanti malam. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Tuesday, February 3, 2026

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dampak Penguatan Dolar Terhadap Daya Beli Emas Global

HARGA EMAS HARI INI - Indeks Dolar AS (DXY) menunjukkan tanda-tanda penguatan tipis pada perdagangan hari ini, yang memberikan tantangan bagi kenaikan harga emas berjangka lebih lanjut. Sebagai komoditas yang dihargai dalam Dolar, penguatan mata uang Amerika membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Hal ini sering kali memicu penurunan permintaan fisik di pasar internasional, terutama dari wilayah Asia dan Eropa.

Kemarin, Dolar AS sempat melemah secara signifikan setelah data manufaktur menunjukkan kontraksi, yang memberikan dorongan besar bagi emas untuk menguat. Namun, memasuki hari ini, Dolar tampak mulai pulih karena pasar mempertimbangkan risiko bahwa ekonomi AS tetap menjadi yang paling tangguh dibandingkan negara maju lainnya. Pemulihan Dolar ini bertindak sebagai rem bagi momentum bullish emas yang sempat terjadi di awal pekan.

Dampaknya hari ini adalah harga emas mengalami sedikit koreksi di sesi perdagangan siang. Investor terlihat melakukan aksi ambil untung jangka pendek di tengah penguatan mata uang Dolar. Kondisi pasar saat ini mencerminkan sikap hati-hati, di mana pelaku pasar tidak ingin terlalu agresif dalam melakukan pembelian emas sebelum mendapatkan konfirmasi lebih lanjut dari rilis data ekonomi nanti malam.

Forecast nanti malam memprediksi bahwa emas akan bergerak sangat fluktuatif mengikuti arah Dolar AS. Jika data ekonomi malam nanti memperlemah posisi Dolar, emas berpeluang besar untuk kembali ke jalur kenaikannya. Sebaliknya, jika Dolar terus menguat sebagai respon terhadap data yang solid, harga emas berjangka kemungkinan akan mengalami tekanan jual lebih lanjut dan mencoba mencari titik dukungan baru di sesi New York. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id