Wednesday, March 11, 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Kondisi Ekonomi Lagi Tidak Karuan, Pemerintah Tunda Kenaikan Tarif Tol


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan menunda kenaikan tarif sejumlah ruas jalan tol melihat kondisi ekonomi yang saat ini sulit.
 
Saya kira ini masih kondisi ekonominya juga lagi enggak normal, jadi jangan di-treat sebagai kondisi normal. Kalaupun sudah waktunya (tarif tol) naik, saya akan 'hold' dulu," kata Menteri Basuki, menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan menunda kenaikan tarif sejumlah ruas jalan tol melihat kondisi ekonomi yang saat ini sulit.

Basuki menilai bahwa kondisi perekonomian baik global maupun nasional yang saat ini tidak kondusif, salah satunya merupakan dampak dari meluasnya wabah virus COVID-19 di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Kondisi tersebut, menurut dia, harus dianggap sebagai kondisi yang tidak normal, sehingga tarif tol yang seharusnya dilakukan penyesuaian pun harus ditunda.

Sebelumnya, PT Jasa Marga (JK:JSMR) Tbk telah mengusulkan ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR untuk menaikkan tarif di tiga ruas tol dalam waktu dekat. Ketiga ruas tol itu, 

Yakni ruas Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa sepanjang 34,4 kilometer (km), ruas Surabaya-Gempol sepanjang 45 km, dan ruas tol Palimanan-Kanci sepanjang 26 km PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Tuesday, March 10, 2020

PT Rifan Financindo - Libur Tambah 4 Hari, Pengusaha Protes


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pemerintah memutuskan untuk menambah total libur atau cuti bersama untuk pegawai negeri sipil dan pegawai swasta selama tahun 2020. Dari total libur 20 hari selama satu tahun, libur tahun 2020 ditambah 4 hari menjadi 24 hari.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan keputusan ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi lebih baik saat hari libur lebih banyak.
 
Kalau ini ambil 24 hari mengacu kepada 2018 dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2019 ternyata pertumbuhan ekonomi tahun 2018 itu lebih baik karena ternyata kalau dilihat liburnya lebih lama 1 hari. Tahun 2020 ini memang cuma 20 hari (liburnya) makanya kita jadikan 24 hari harapannya pertumbuhan ekonomi nasional kita semakin baik," kata Ida di kantor Kemenko PMK.

Salah satu sektor utama yang diharapkan bisa meningkat dengan adanya tambahan libur ini adalah sektor ekonomi pariwisata. Dengan begini, masyarakat diharapkan bisa lebih mengenal Indonesia dengan melakukan liburan bersama keluarga.

Berikut daftar lengkap tambahan cuti bersama tahun 2020 :
A. 28-29 Mei cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 2020
B. 21 Agustus cuti bersama Tahun Baru Hijriyah
C. 30 Oktober cuti bersama Maulid Nabi SAW

Ida mengatakan keputusan penambahan libur ini tidak akan mengganggu produktivitas pengusaha, Ida juga menjelaskan, cuti bersama antara PNS dengan karyawan swasta memiliki perlakuan yang berbeda. Cuti bersama dinilainya bersifat fakultatif alias tidak wajib. Keputusan cuti bersama untuk karyawan swasta berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja.
 
Cuti bersama antara ASN dengan karyawan perusahaan itu beda treatment-nya. Pelaksanaan cuti bersama bersifat fakultatif atau pilihan yang sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja," ucapnya, jika karyawan swasta memilih untuk tetap bekerja di tengah cuti bersama, Ida bilang, pekerja tersebut akan tetap mendapatkan haknya sebagai pekerja.

Kamar Dagang Indonesia (Kadin) mengaku tak dilibatkan terkait penambahan empat hari libur atau cuti bersama untuk pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai swasta. Hal itu dianggap dapat mengganggu rencana bisnis yang sudah dibangun oleh berbagai pelaku usaha di sektor lain selain sektor pariwisata.

Shinta berpendapat, keputusan itu bakal mengganggu produktivitas bisnis yang seharus berjalan normal, "Di sebagian besar sektor non pariwisata, akan ada produktivitas yang dikorbankan sementara beban biaya tenaga kerja terus berjalan sebagai fixed cost bagi perusahaan," paparnya.

Apabila sebuah perusahaan ingin tetap beroperasi di saat cuti bersama itu, maka ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) ikut angkat suara terkait penambahan empat hari libur atau cuti bersama untuk pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai swasta. Aprindo mengakui rencana itu memang berpotensi meningkatkan konsumsi masyarakat.

Roy mengungkapkan setiap hari libur selalu ada peningkatan konsumsi masyarakat di sektor ritel. Terutama untuk libur menjelang lebaran, peningkatan konsumsi masyarakat bisa mencapai 30% dari konsumsi normalnya. Sehingga, penambahan libur sebenarnya tak banyak berpengaruh terhadap peningkatan konsumsi masyarakat, meski memang sedikit berpotensi.
 
Sebenarnya tergantung juga, liburnya kapan, kalau liburnya di awal atau akhir bulan itu posisinya meningkat dibanding tengah-tengah bulan, karena biasanya di saat-saat itu masyarakat menerima income, jadi tidak hanya karena tambahan libur. Nah kalau menjelang lebaran itu bisa meningkat sampai 30%, bahkan dari hari atau minggu sebelumnya itu sudah meningkat," paparnya.

Meski sedikit diuntungkan, akan tetapi tetap ada beban biaya yang harus dikeluarkan karena tambahan libur tersebut. Salah satunya terkait biaya lembur bagi tenaga kerja yang tetap berjaga selama libur

Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan penambahan libur yang diputuskan pemerintah belum tentu efektif untuk meningkatkan konsumsi daya beli masyarakat.

Di tengah merebaknya virus corona seperti sekarang ini, Bhima mengaku aneh jika libur berdampak signifikan terhadap ekonomi. Pasalnya, masyarakat dinilai lebih banyak menunda ke pusat perbelanjaan dan memilih untuk di rumah.

Bhima menilai, kemungkinan bertambahnya libur justru akan berdampak kepada pesanan antar makanan. Meskipun hal itu juga hanya terjadi di kota-kota besar - PT RIFAN FINANCINDO


Sumber : detik.com

Monday, March 9, 2020

PT Rifan - Harga Emas Tembus Rekor, Jual atau Beli?


PT RIFAN BANDUNG - Harga logam mulia atau emas terus menembus rekor. Setelah rekor ditembus pada akhir pekan kemarin di Rp 837.000 per gram, harga emas kembali naik Rp 5.000 menjadi Rp 842.000 pada.

Harga emas menembus rekor tertinggi pada pekan ini dengan naik Rp 12.000 ke level Rp 827.000/gram. Kemudian naik lagi Rp 15.000 ke level Rp 837.000 dan membawa harga emas Antam ke level tertinggi setidaknya dalam 10 tahun terakhir.

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam naik Rp 5.000 menjadi Rp 765.000/gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut, harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia, Alfred Nainggolan mengatakan harga emas yang tinggi lebih baik untuk dijual, bukan untuk dibeli guna keperluan investasi. "Kita ngelihat bukan untuk investasi. Lebih bagus jual, jadi bukan untuk kepada investasi tetapi lebih kepada trading," kata Alfred.

Menurutnya, jika ingin memulai investasi emas jangan saat harga tinggi seperti sekarang ini. Apalagi harga yang tinggi ini cenderung akan turun dalam jangka pendek, dia mengatakan, kenaikan harga emas dipengaruhi oleh isu virus corona. Hal itu membuat investor mencari tempat yang aman.

Nah, setelah virus corona ditangani dengan baik, harga emas diproyeksi beranjak turun, "Kalau mau investasi harga sekarang cukup tinggi. Jadi lebih bagus nanti tunggu setelah koreksi yang kita yakini akan terjadi ketika virus corona sudah mereda," katanya.
 
Makanya itu ketika emas menyentuh harga tingginya hati-hati karena kenaikannya bukan karena memang peningkatan kebutuhan akan emas, tapi lebih kepada kekhawatiran pasar saja - PT RIFAN BANDUNG

Sumber : detik.com

Friday, March 6, 2020

Rifan Financindo Berjangka- Minyak Turun Disaat Wall Street Anjlok, OPEC Dahului Rusia Pangkas Produksi


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Penurunan harga minyak tampaknya terus berlanjut, meskipun negara anggota OPEC telah berjanji sekali lagi untuk melakukan pemangkasan produksi tambahan.

Harga minyak mentah turun 2% pada Kamis malam, dan Brent ditutup di bawah $50 per barel, meskipun OPEC kembali melakukan pemangkasan produksi untuk mengurangi kerugian akibat krisis virus covid-19, sejumlah delegasi yang menghadiri pertemuan kebijakan OPEC di Wina dilaporkan menyepakati rencana Arab Saudi untuk memangkas 1,5 juta barel per hari dari produksi global.

Pengurangan terbaru ini merupakan tambahan 50% dari pemangkasan 1,0 juta barel per hari yang sebelumnya telah disepakati OPEC. Angka yang lebih tinggi ini adalah upaya Menteri Energi Saudi Abdulaziz bin Salman untuk mencoba "mengejutkan" pasar menjadi reli sejak ia mulai menjabat pada bulan September.

Namun harga minyak mentah gagal menguat pada hari Kamis karena ada informasi bahwa sekutu utama OPEC - yakni Rusia - belum menandatangani rencana tersebut.

Hal lain yang mendorong penurunan minyak adalah Wall Street, dipicu anjloknya S&P 500 sekitar 3% setelah California, negara bagian AS terbesar kedua, menyatakan darurat penyebaran virus covid-19. Epidemi global sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 11 orang Amerika dan menginfeksi lebih dari 100 lainnya.
 
Minyak Mentah WTI Berjangka, patokan untuk harga minyak mentah AS, naik 93 sen, atau 1,8%, menjadi $45,95 per barel. Sementara Minyak Brent Berjangka, patokan global yang diperdagangkan di London untuk minyak mentah, turun $1,14 atau 2,2% menjadi $50,08.
 
Dampak ekonomi coronavirus akhirnya bisa berdampak pada pasar tenaga kerja AS," kata Ed Moya dari platform perdagangan online OANDA. "Jika bagian terkuat dari ekonomi AS mulai melemah, kekhawatiran resesi akan tumbuh dengan cepat, juga, ini adalah momen penting bagi OPEC karena jika Rusia tidak sepakat dapat mendorong harga minyak ke posisi terendah.

Harga minyak mentah turun sebanyak 16% minggu lalu menyusul hilangnya permintaan ratusan juta barel akibat virus covid-19, dan menjadi minggu terburuk di pasar sejak Oktober 2008, ketika Resesi Hebat dimulai, meskipun sempat ada penguatan minggu ini, WTI tetap turun 24% tahun ini dan Brent turun 23%.

Badan Energi Internasional memperkirakan permintaan minyak tahun ke tahun di seluruh dunia diprediksi turun 435.000 barel per hari dalam kuartal pertama 2020, kontraksi kuartal pertama dalam lebih dari satu dekade - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Thursday, March 5, 2020

Rifan Financindo - Rupiah Tekan Dolar AS ke Rp 14.058 Usai The Fed Pangkas Bunga




RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan 0,5% ke 1-1,25%. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi wabah corona yang terjadi di sejumlah negara, dolar AS tercatat Rp 14.058 menguat dibandingkan hari sebelumnya. Rupiah perkasa terhadap dolar AS.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah menjelaskan pemangkasan Fed Fund Rate (FFR) menimbulkan aksi jual di pasar saham AS. Pasar menilai langkah The Fed belum cukup dengan narasi yang kurang tegas, namun di pasar Asia justru mendorong harga saham dan obligasi.
 
Hal ini membuat dana asing kembali, termasuk ke Indonesia. Sejumlah investor asing termasuk real money investor mulai kembali membeli surat utang negara, dia mengungkapkan, hari ini yield SUN turun signifikan. Seperti SUN seri FR 82 (benchmark 10 tahun) turun drastis dari 6,77% ke 6,54% dan terakhir closing di 6,45%

Nanang mengungkapkan pertama dengan yield US Treasury Bond 10 tahun menyentuh 0,90% menjadikan spread dengan yield SUN melebar menjadi 570 bps. Kedua, investor mengantisipasi penurunan suku bunga kebijakan di Indonesia sehingga berusaha lock up yield yang saat ini masih tinggi (6,45%), yang diperkirakan akan terus turun ke 6%.
 
Sebagaimana kami sampaikan sebelumnya, pelepasan SUN pada sejak pekan terakhir Januari 2020 pada saat mulai mewabahnya virus corona merupakan aksi untuk menyelamatkan aset (play to safety) oleh investor portofolio asing ke aset yang dianggap aman seperti US Treasury Bond

Tanpa melihat tinggi nya imbal hasil. Itu hal yang wajar pada saat kondisi pasar panik. Tetapi pada titik tertentu investor akan kembali ke perbedaan imbal hasil, Menurut Nanang, apalagi bila bank sentral negara maju terus merespons dengan penurunan suku bunga dan menggelontorkan likuiditas seperti yang saat ini dilakukan ECB dan BOJ maka likuiditas global akan kembali berlimpah yang tentunya perlu diversifikasi portofolio.

Aliran modal masuk ke SUN hari ini, menurut dia tentunya mendorong juga pasokan valas ke pasar sehingga Rupiah menguat. Bank Indonesia berada di pasar valas secara terukur terutama pada waktu waktu di mana pasar mengalami mismatch pasokan dan permintaan valas - RIFAN FINANCINDO


Sumber : detik.com

Wednesday, March 4, 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa Asia Berpotensi Melemah Dipicu Pemangkasan Suku Bunga Fed




PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bursa di kawasan Asia berpotensi melemah dan obligasi melonjak, setelah pemangkasan suku bunga darurat dari Federal Reserve AS tidak mampu mengurangi kekhawatiran investor terhadap dampak penyebaran virus covid-19.

Indeks Wall Street turun tajam semalam, emas melonjak dan dolar merosot setelah The Fed memangkas suku bunga dana federal sebesar 50 basis poin, imbal hasil obligasi 10-tahun AS, yang turun ketika harga naik, mencapai titik terendah yang pernah dibayangkan 0,9060%.

Di Asia, indeks S & P/ASX 200 (S&P/ASX 200) Australia turun 1.4% pada awal perdagangan. Nikkei futures (Nikkei 225 Berjangka) diperdagangkan di wilayah negatif dan e-mini futures untuk S&P 500 (ESc1) turun 0.4%.

Perdagangan berjangka obligasi menyiratkan hasil 0.86% pada obligasi 10-tahun AS (TYc1), dolar mencapai level terendah lima bulan terhadap yen Jepang, Reaksi pasar terhadap tindakan tegas Fed mengkhawatirkan bagi investor

Sekarang ada pertanyaan mengenai kemampuan kebijakan moneter untuk menghentikan anjloknya harga aset. Tampaknya ketidakefektifan pelonggaran moneter lebih lanjut hampir pasti akan menyebabkan panggilan lebih lanjut pada pemerintah untuk mengambil kebijakan stimulus fiskal.

Lebih dari 3.000 orang telah terbunuh oleh virus covid-19, sekitar 3,4% dari mereka yang terinfeksi - jauh di atas tingkat kematian akibat flu musiman yang di bawah 1%, dan kini terus menyebar dengan cepat di luar pusat wabah di Cina, dengan Italia semalam melaporkan jumlah total kasus kematian menjadi 79.

Pelonggaran The Fed menggaris bawahi kekhawatiran bank, dua minggu menjelang pertemuan kebijakan yang dijadwalkan, dan para trader telah memprediksi mengenai kemungkinan pemangkasan sebesar 50 basis poin.

Pasar AS awalnya melonjak lebih dari 2% tetapi kemudian turun karena para trader khawatir apakah langkah memompa lebih banyak uang ke dalam sistem akan mengatasi masalah utama - penurunan aktivitas bisnis karena pekerja dan konsumen tetap di rumah.

Rata-rata industri Dow Jones (DJI), komposit Nasdaq (IXIC) dan S&P 500 (SPX) masing-masing ditutup mendekati 3%.
 
Pertanyaannya adalah apakah respons suku bunga konvensional cukup, atau apakah respons juga memerlukan respons fiskal," kata Sameer Goel, kepala ahli strategi, makro Asia, di Deutsche Bank - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Monday, March 2, 2020

PT Rifan - IHSG Rapuh, Tapi Ada Potensi Rebound Teknikal


PT RIFAN BANDUNG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal Maret ini masih mengindikasikan pelemahan setelah akhir pekan lalu, akhir Februari, koreksi indeks sangat dalam pada perdagangan intraday. Untuk perdagangan hari ini, sejumlah sentimen akibat corona (COVID-19) masih akan menjadi pemberat indeks.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan pemberat indeks berasal dari China. Data China kemarin telah keluar dan hal tersebut akan menjadi tekanan global pada pekan ini. Angka data manufacturing ini merupakan data terendah sepanjang masa sejak dari tahun 2005 silam.

Hal ini merupakan pukulan yang cukup besar bagi China terkait dengan data ekonomi tersebut, yang memberikan gambaran bahwa ternyata dampak dari virus corona semakin serius terhadap perekonomian China.

Data Non-Manufacturing China juga merupakan yang terendah sejak 2007 silam. Kedua data ini merupakan salah satu hal yang diperhatikan oleh para pelaku pasar dan investor. Oleh sebab itu, sekuritas ini melihat kemungkinan besar China untuk memenuhi target perekonomiannya pada tahun ini juga terancam gagal.

Panin Sekuritas menyebutkan IHSG terlihat berusaha melawan arah pada perdagangan sesi 2 yang lalu dan meninggalkan pola hammer (palu) yang mana merupakan pola penguatan secara teknikal, indikator Stochastic juga membentuk golden cross sehingga cukup mendukung untuk penguatan menutup gap yang terbentuk pada perdagangan pekan lalu.

Namun jika bursa Amerika masih melemah, maka penguatan yang terjadi ini hanya sementara. Sekuritas ini memprediksi indeks akan bergerak mixed cenderung melemah di awal bulan ini.

Sementara itu, Artha Sekuritas mengemukakan IHSG diprediksi menguat. Secara teknikal candlestick membentuk doji (pola candlestick yang harga open dan harga close-nya sama atau hampir sama) dengan tail yang cukup panjang, Stochastic membentuk golden cross mengindikasikan potensi balik arah atau rebound dalam jangka pendek sebelum melanjutkan pelemahan kembali.

Hari ini indeks saham dalam negeri diperkirakan akan bergerak di kisaran support 5.342 dan 5.231 serta resisten di 5.510 dan 5.567 - PT RIFAN

Sumber : cnbcindonesia.com