PT RIFAN BANDUNG - Harga
emas batangan berkadar 24 karat di dalam negeri, keluaran salah satu
produsen emas di dalam negeri yakni PT Aneka Tambang Tbk (Persero) atau
Antam, pada hari ini naik tajam mencapai Rp20.000 per gram, menjadi
Rp1.030.000 per gram. Kenaikan harga terjadi pada harga pembelian kembali atau pembelian kembali emas menjadi Rp946.000 per gram, naik Rp22.000 per gram.
Keluaran terbaru Antam baik harga beli maupun harga jual setiap harinya memang berbeda. Penentuan harga emas Antam mengacu pada harga emas global," kata Kunto, respons positif atas komoditas emas, tidak dapat dipungkiri yang disebabkan oleh yang bersifat safe haven , sehingga menjadi salah satu instrumen investasi yang paling diminati masyarakat," ia menyampaikan.
Harga emas global atau di pasar internasional ( spot ) pada perdagangan Selasa (18/8/2020) pukul 07.48 WIB seperti dilansir Bisnis.com , terkoreksi 0,06 persen atau 1,12 poin menjadi US $ 1.984,18 per troy ounce , sedangkan emas Comex kontrak Desember 2020 turun 0,31 persen atau 6,1 poin menuju US $ 1.992,6 per troy ounce .
Tapi, dalam waktu yang sama indeks indeks AS juga tercatat terkoreksi hingga 0,16 persen, atau 0,153 poin menjadi 92,698.
Harga emas spot ditutup melonjak 2,25 persen ke level 1.993,7 per troy ounce , seiring dengan sejumlah sentimen positif yang meningkatkan permintaan.
Monex Investindo Futures dalam laporannya menyampaikan harga emas pada
kemarin karena didukung oleh penurunan imbal hasil pengunduran dan dolar
AS, meningkatkan daya pemerintah berharga berharga tersebut.
Harga logam mulia di pasar dunia juga mendapat dukungan dari Berkshire
Hathaway Inc. BRK.A, perusahaan milik konglomerat Warren Buffett ini
membeli 20,9 juta lembar saham Barrick Gold Corp, salah satu perusahaan
tambang emas terbesar di dunia.
Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities menyebutkan
fakta Warren Buffett kini tertarik pada perusahaan yang membuat sentimen
selera pelaku pasar terhadap emas semakin meningkat. Kenaikan harga emas di pasar global kemarin, sekaligus memangkas penurunan tajam emas pada pekan lalu.
Penilaian Daniel bukan tanpa alasan.
Sebab jika bagi sebagian investor, emas adalah salah satu investasi
yang menarik saat pasar mengalami volatile namun hal itu tidak sesuai
bagi Warren Buffett. Dilansir Kontan, dalam sebuah pidatonya di Harvard pada 1998, Buffett berkata tidak ada hal yang bisa diributkan tentang emas. Dia melihat, nilai emas tidak lebih dari kemauan keras kepala kita untuk melindungi nilai.
Menurut Warren Buffett, emas itu malas dan tidak memiliki tempat dalam portofolio investor. Melansir The Motley Fool, dalam surat pemegang saham tahun 2011, Warren Buffett menyebut emas sebagai "aset tidak produktif".
Dia mengatakan aset seperti emas tidak akan pernah menghasilkan
apa-apa, tetapi dibeli dengan harapan pembeli akan membayar lebih banyak
untuk mereka di masa depan.
Sejatinya bukan hanya masuknya Warren Buffett yang memborong saham
perusahaan emas, yang mendongkrak harga sekaligus potensi terus naiknya
harga emas global. Harga emas juga menguat seiring pelemahan dolar AS, hal itu nampak pada indeks dolar.
Per pukul 09.05 WIB, harga emas di pasar global naik 0,34 persen dari posisi tadi pagi ke US $ 1,992 per troy ounce. Dolar memang sempat menguat signifikan tapi kini indeks kembali berbalik arah ke level terendah dalam dua tahun.
Kenapa dolar AS berpengaruh kepada harga emas? Seperti diketahui, pada perdagangan emas, emas merupakan salah satu komoditas yang dibanderol dalam mata uang dolar AS. Makanya, saat dolar melemah, harga emas akan menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain dan bisa mendongkrak minat beli.
Meskipun aksi jual emas besar-besaran telah terjadi sejak April 2013, pandangan emas jangka panjang masih konstruktif. Dalam dua pekan belakangan ini, harga emas telah menunjukkan adanya perilaku risk aversion (menghindari risiko) yang biasanya menyebabkan fenomena flight to safety,
salah satu pemicunya adalah investor jangka panjang mulai memilih emas
untuk diversifikasi, "kata Analis Logam Mulia Standard Chartered Suki
Cooper kepada Kitco News - PT RIFAN
Sumber : kitconews.com