Monday, December 7, 2020

Rifan Financindo Berjangka - Penguatan Berlanjut, Harga Emas Antam Naik Tipis

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas produksi Antam diperdagangkan di harga Rp 961.000 per gram pada Jumat. Angka ini naik tipis, Rp 4.000, dibandingkan harga pada perdagangan Kamis kemarin. Sementara komoditas perak juga naik tipis, Rp 100, menjadi Rp 11.800 per gram.

Penguatan hari ini melanjutkan kenaikan harga yang terjadi sejak Rabu. Artinya sudah tiga hari ini harga emas di pasaran dalam negeri mulai menanjak setelah sempat merosot signifikan selama tiga pekan terakhir.

Kendati begitu, secara umum tren pergerakan harga emas masih cenderung menurun. Harga emas Antam kembali jatuh ke bawah sejuta rupiah sejak sejumlah pabrikan farmasi merilis perkembangan positif vaksin Covid-19. 

Kenaikan harga emas di pasar domestik sejalan dengan harganya di pasar dunia. Sejak Selasa (1/12), harga emas kembali tembus angka psikologis 1.800 dolar AS per troi ons setelah sempat mencatatkan penurunan terburuk dalam empat tahun terakhir. 

Pada perdagangan kemarin, harga spot emas dipatok di angka 1.841,30 dolar AS per troi ons. Sementara emas berjangka dijual di harga 1.844,50 dolar AS per troi ons. 

Kenaikan harga emas disebabkan kurs dolar AS yang melemah. Adanya stimulus ekonomi oleh pemerintah AS juga membuat emas dilirik sebagai aset lindung nilai dari ancaman inflasi.

Selain itu, pasar kembali dilanda keraguan mengenai efektivitas vaksin Covid-19 dalam mempercepat pemulihan ekonomi. 

Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam justru lebih tinggi, Rp 6.000, menjadi Rp 838.000 per gram. Harga jual dan harga buyback yang ditampilkan dalam berita ini merupakan harga resmi di Butik Emas Logam Mulia Pulo Gadung Jakarta, dikutip dari situs resminya.

Emas memang dikenal sebagai safe haven atau instrumen investasi paling aman. Namun perlu dipahami bahwa bila Anda berminat berinvestasi emas, niatkan untuk jangka panjang. Karena emas memiliki selisih harga jual dan buyback yang cukup tinggi. Seperti hari ini, ada selisih Rp 123.000 per gram antara harga jual dan belinya - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : republika.co.id

Thursday, December 3, 2020

Rifan Financindo - Perbaikan Ekonomi Jadi Prospek Positif Bagi Portofolio Saham Di Tahun Depan


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Prospek ekonomi yang lebih positif di tahun depan, diprediksi bakal menggeser prospek portofolio jawara tahun ini. Prediksinya, tahun depan saham bakal jadi jawara instrumen investasi diikuti kinerja sektor properti yang didukung tren penurunan suku bunga. 

Berdasarkan rangkuman Kontan, instrumen investasi yang berhasil memberikan return atau imbal hasil terbanyak tahun ini adalah emas spot dengan kenaikan mencapai 17,11% secara year to date (ytd) per Oktober.  

Disusul Obligasi pemerintah (Indobex Goverment Bond) yang memberikan return 12,81% dan obligasi korporasi (Indobex Corporate Bond) yang memberikan return 10,34%. Sebaliknya, IHSG jadi instrumen terburuk yang mencatatkan penurunan hingga 10,91% di periode yang sama.  

Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengungkapkan, di tengah meningkatnya ketidakpastian di tahun ini pelaku pasar cenderung mencari instrumen investasi yang lebih aman. Pilihan pun jatuh pada emas dan obligasi, lantaran dianggap lebih aman karena risiko yang rendah dan lebih likuid. 

Untuk tahun depan, Eko menilai jika ekonomi sudah stabil dan vaksin Covid-19 terbukti efektif maka akan terjadi perubahan jawara portofolio). Bahkan, sinyal tersebut sudah terlihat dari saham yang mulai menuju level 6.000. 

Ini mengingat, penurunan IHSG yang turun tahun ini lebih karena dampak Covid-19. "Jadi, tahun depan pastinya saham akan jadi jawara, properti juga akan ikut karena bunga bank yang turun," kata Eko kepada Kontan, Rabu. 

Prediksinya, pada penutupan tahun ini IHSG bakal bertengger di level 5.800 hingga 5.820. Sedangkan untuk di tahun depan, IHSG berpotensi melaju ke level 6.500 jika semua berjalan sesuai harapan. 

Eko menambahkan, sektor properti diprediksi bakal recovery dengan tren suku bunga yang turun. Dia optimistis jika implementasi vaksin Covid-19 berhasil, maka kinerja bisnis lainnya bisa berjalan lebih baik ke depan.

"Sedangkan untuk emas masih menarik di jangka panjang. Tapi kita enggak bisa berharap itu akan naik tinggi dalam waktu singkat seperti di 2020," tandasnya - RIFAN FINANCINDO

Sumber :  kontan.co.id

 

Wednesday, December 2, 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik 2% Dan Perak Terbang 6% Karena Dolar AS Meluncur


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas melonjak lebih dari 2% pada hari Selasa, rebound dari level terendah lima bulan di sesi terakhir dan harga perak melonjak lebih dari 6%.

Terangkat oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) di tengah rencana stimulus AS yang menambah daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi. 

harga emas spot naik 2,1% menjadi US$ 1.814,99 per ons troi. Harga emas berjangka AS ditutup naik 2,1% menjadi US$ 1.818,90.

Sebelumnya, harga emas jatuh ke US$ 1.764,29 pada hari Senin (30/11), terendah sejak 2 Juli, didorong oleh serbuan ke aset berisiko.

"Kami melihat emas merebut kembali level US$ 1.800 dan banyak dari itu berkaitan dengan melemahnya perdagangan dolar," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA. 

Pelepasan perdagangan emas telah berjalan dengan sendirinya dan kami cenderung melihat lebih banyak upaya dari Kongres AS untuk mendukung perekonomian”

Membuat emas lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang lain, dolar jatuh karena ekspektasi lebih banyak stimulus AS.

Dalam pidato yang dirilis pada hari Senin, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menyoroti tantangan produksi dan distribusi massal sebelum dampak ekonomi dari vaksin menjadi jelas.

The Fed akan tetap cukup akomodatif, kata Moya dari OANDA. Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, telah meningkat lebih dari 19% tahun ini, dibantu oleh stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membantu ekonomi yang dilanda virus corona.

"Bagian bawah adalah emas sekarang dan kami melihat harga atas pada level US$ 2.000 tahun depan," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities. 

Emas sebenarnya sekarang dalam rezim baru" dengan vaksin kemungkinan katalisator untuk ekspektasi inflasi yang lebih tinggi karena ekonomi pulih, mendukung emas dalam jangka panjang, terutama di tengah suku bunga riil yang lebih rendah,” tambah Ghali.

Di tempat lain, harga perak naik 6% pada US$ 23,95 per ons troi, setelah naik ke tertinggi satu minggu di awal sesim meningkatnya permintaan industri akan membantu perak mengungguli emas, kata Fawad Razaqzada, analis pasar ThinkMarkets, mengatakan dalam sebuah catatan.

Sementara, harga platinum naik 3,6% menjadi US$ 999,96 dan paladium naik 1,7% menjadi US$ 2.412,93 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : kontan.co,id

Tuesday, December 1, 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Turun Lagi Karena Sentimen “Risk-On”

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun cukup solid ke kerendahan selama 5 ½ bulan pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Senin, di $1,773.26. 

Para trader dan investor menunjukkan hanya sedikit keengganan terhadap resiko belakangan ini, ditengah tidak adanya titik api pertikaian geopolitik, harapan akan vaksin Covid – 19, dan transisi ke presidenan AS yang kelihatannya berjalan dengan lancar. Ketiga hal tersebut merupakan faktor “bearish” bagi metal berharga yang “safe-haven”.

Emas berjangka kontrak bulan Februari turun $17.50 di $1,770.30 per ons.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS juga mengarah bervariasi ketika pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Ada berita-berita beberapa hari belakangan bahwa vaksin Covid – 19 akan ada di pasar pada akhir tahun ini, yang adalah jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan.

Satu hal yang agak menekan antusiasme para trader dan investor adalah laporan bahwa pemerintahTrump akan mengenakan sanksi terhadap perusahaan – perusahaan Cina pada minggu – minggu yang akan datang.

Indeks dolar AS turun dan menyentuh kerendahan selama 2 ½ tahun. Sementara harga minyak mentah Nymex juga diperdagangkan turun disekitar $44.75 per barel.

Penurunan lebih lanjut harga emas akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,767.20 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,750.00 dan kemudian $1,700.00. Kenaikan harga emas akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,793.30 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,800.00 dan kemudian $1,860.00 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Monday, November 30, 2020

PT Rifan - Harga Emas Melorot Ke Bawah US$ 1.800, Dipicu Aksi Jual Imbas Harapan Vaksin Corona


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas melorot dipicu aksi jual di tengah harapan vaksin corona yang lebih cepat dan transisi mulus pemerintahan Amerika Serikat (AS).

Harga emas spot berada di US$ 1.782,59 per ons troi, turun 1,83% ketimbang harga kemarin pada US$ 1.815,80 per ons troi. 

Harga emas spot ini merupakan level terendah sejak 7 Juli hampir lima bulan terakhir. Bahkan, harga emas berjangka untuk pengiriman Februari 2021 mencapai level terendah sejak 22 Juni lalu. Malam ini, harga emas berjangka yang diperdagangkan di Commodity Exchange tersebut berada di US$ 1.785,10 per ons troi, turun 1,44% ketimbang harga Rabu.

Harga emas spot merosot 4,72% dalam sepekan ini dari US$ 1.870,99 per ons troi pada Jumat pekan lalu. Penurunan harga emas ini merupakan penurunan terbesar sejak pekan tanggal 13 Maret. 

Begitu harga menyentuh di bawah level kunci $ 1.800, itu memicu aksi jual. Kemungkinan harga akan menguji level $ 1.750 karena kita memiliki alasan fundamental yang kuat seperti vaksin

Makin menekan emas, indeks saham AS naik tipis karena optimisme vaksin dan karena investor bertaruh pada hubungan perdagangan global yang lebih tenang di bawah Presiden terpilih Joe Biden. Diyakini bahwa Biden akan mengambil pendekatan yang lebih tenang terhadap perdagangan dengan negara lain seperti China dan itu tercermin di pasar saham. 

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa jika Electoral College memilih Biden, dia akan meninggalkan Gedung Putih. Ini membuka jalan bagi Biden untuk mengambil alih kursi kepresidenan. Namun, dengan suku bunga yang sangat rendah dan prospek stimulus ekonomi yang lebih besar, emas terlihat kuat dalam jangka panjang. 

Dampak ekonomi dari pandemi virus telah membuat bank sentral global menekan suku bunga. Bersamaan dengan itu, stimulus dalam jumlah besar ke dalam perekonomian telah menimbulkan kekhawatiran akan inflasi yang lebih tinggi dan melejitkan harga emas lebih dari 17% sepanjang tahun ini - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id

Friday, November 27, 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Tipis, Pasar Soroti Perkembangan Vaksin


RIFAN FINANCINDO FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik tipis pada Jumat kendati pasar masih mengolah potensi cara pendistribusian vaksinasi global. Namun, peningkatan minat beli pasar dapat mendorong harga komoditas ini ke arah yang berlawanan.

Harga emas berjangka naik tipis 0,07% ke $1.807,20 per ons pukul 13.13 WIB menurut data Investing.com dan XAU/USD naik tipis 0,01% ke $1.809,32 pukul 13.23 WIB. Volume perdagangan menipis karena investor utama di AS absen dari pasar untuk menjalani libur Thanksgiving.

Kekhawatiran atas pendistribusian program vaksinasi global mendorong kenaikan harga emas karena beberapa ilmuwan menyatakan skeptismenya mengenai seberapa efektif program semacam itu untuk jangka pendek hingga menengah. Presiden petahana AS Donald Trump mengatakan vaksin dapat dirilis ke publik pada minggu depan, namun ekspektasi untuk saat ini yaitu pada pertengahan Desember.

Transisi kekuasaan antara Biden dan pemerintahan AS Trump sekarang berjalan lancar dan ini bisa mengurangi ketidakpastian yang mendorong gerak aset safe haven naik.

Sentimen positif untuk emas, kepala ekonom Bank Sentral Eropa (ECB) Phillip Lane mendesak stimulus ekonomi lanjutan untuk kawasan euro.

Memberikan toleransi atas inflasi rendah untuk waktu lama ... daripada yang dibayangkan semula akan mahal dan berisiko.

Pertama, ini akan menyiratkan pemulihan konsumsi dan investasi yang lebih lemah, sebagai akibat dari tingkat suku bunga riil yang diharapkan lebih tinggi. Kedua, itu akan berkontribusi pada penurunan ekspektasi inflasi yang kemungkinan mengakar.

Pernyataan tersebut memberikan dorongan untuk emas karena suku bunga yang lebih rendah dan euro yang lemah membuat pembelian emas lebih murah untuk mata uang selain euro. Namun, harga emas lebih dipengaruhi oleh pergerakan dolar - RIFAN FINANCINDO FINANCINDO

Sumber : investing.com

Thursday, November 26, 2020

Rifan Financindo - Harga Emas Ditutup Stabil Usai Lonjakan Klaim Pengangguran AS Di Pekan Lalu

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas bertahan stabil akhir perdagangan Rabu setelah Wall Street melemah dari rekor penutupan sepanjang masa akibat kenaikan tak terduga pada klaim pengangguran Amerika Serikat (AS). Hal tersebut akhirnya berhasil membuat harga emas rebound setelah sempat meluncur menuju US$ 1.800 per ons troi. 

Harga emas spot ditutup stabil ke level US$ 1,807,56 per ons troi. Pada sesi perdagangan sebelumnya, harga emas sempat berada di posisi terendahnya sejak 17 Juli saat ada di US$ 1.800,01 per ons troi.  

Di sisi lain, harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Februari 2021 ditutup naik tipis menjadi US$ 1.811,20 per ons troi.   

Dorongan bagi harga emas datang setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, klaim pengangguran untuk pekan lalu meningkat menjadi 778.000 dari 748.000 di minggu sebelumnya.

Data pengangguran yang tiba-tiba melonjak ini mendukung emas. "Hanya berdasarkan gagasan bahwa kita masih memiliki masa yang sangat kelam di depan sebelum kita berbalik akibat pandemi ini," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff

Kenaikan mengejutkan dalam klaim pengangguran mingguan di tengah lonjakan infeksi Covid-19 mengurangi selera pasar terhadap aset berisiko. Hal ini akhirnya menghentikan reli di Wall Street yang sempat ditopang oleh harapan vaksin.

Emas, yang merupakan aset safe-haven telah kehilangan hampir US$ 160 sejak Pfizer's mengumumkan efektivitas dari vaksin Covid-19 yang menjanjikan. Hal ini meningkatkan harapan investor untuk pemulihan ekonomi yang cepat dan mendorong pergeseran investasi ke arah yang lebih berisiko.

Di saat yang sama, dolar AS juga melemah di saat bersamaan dengan harga emas yang menuju US$ 1.800, membuat beberapa investor memilih untuk berhenti menjual dan memperoleh kembali posisi beli," kata Bart Melek, Head of Commodity Strategies TD Securities. 

Dalam risalah FOMC Meeting di awal bulan November lalu juga menambah dorongan bagi harga emas. Di mana Federal Reserve menyetujui pembelian aset untuk menyediakan akomodasi bagi perekonomian setelah kondisi pasar stabil. 

Beberapa peserta di FOMC mengatakan,  mereka mengharapkan The Fed pada akhirnya memperpanjang jatuh tempo obligasi yang dibeli, sesuai musyawarah - RIFAN FINANCINDO

Sumber : kontan.co.id