Wednesday, January 20, 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Lanjut Naik, Dolar AS Kian Melemah


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas lanjut naik pada Rabu petang akibat melemahnya dolar AS dan pernyataan dari calon Menteri Keuangan AS Janet Yellen yang menyerukan lebih banyak pengeluaran untuk bantuan COVID-19 telah mendorong daya tarik logam kuning sebagai lindung nilai inflasi.

Harga emas berjangka makin naik 0,62% ke $1.851,55 per ons pukul 13.21 dan XAU/USD naik 0,65% ke $1.852,41 menurut data Investing.com. Sedangkan indeks dolar AS lanjut turun 0,16% ke 90,332.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) naik Rp2.000 dari Rp952.000 pada Selasa menjadi Rp954.000 Rabu pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.25 WIB.

Yellen menyampaikan pandangannya selama sidang konfirmasi Senat di hadapan Komite Keuangan Senat AS pada hari Selasa, dengan mengemukakan alasan bahwa manfaat ekonomi dari stimulus yang besar akan jauh lebih baik daripada risiko beban utang yang tinggi.

Dolar AS bergerak melemah setelah Yellen mengatakan dalam dengar pendapatnya bahwa pemotongan pajak yang diberlakukan pada tahun 2017 untuk perusahaan besar harus dicabut. Greenback melanjutkan penurunan pada hari Rabu.

Sementara itu, Presiden terpilih Joe Biden dan pemerintahannya mulai menjabat di kemudian hari, dengan investor fokus pada proposal paket stimulus $ 1,9 triliun minggu sebelumnya untuk meningkatkan ekonomi dan mempercepat distribusi vaksin COVID-19.

Terkait COVID-19, jumlah kematian akibat virus di AS melampaui 401.000 dan jumlah kasus di negara itu mencapai 24 juta pada 20 Januari, menurut Universitas Johns Hopkins. Data tersebut juga menunjukkan bahwa jumlah kasus global telah mencapai 96 juta.

Bank of Japan (BOJ) dan Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengumumkan keputusan kebijakannya pada hari Kamis. Sementara itu, kepala ekonom Bank of England (BOE) Andrew Haldane memperkirakan selama webinar pada hari Selasa bahwa ekonomi Inggris dapat mulai pulih dari kuartal kedua 2021 seiring terus berlanjutnya peluncuran vaksin - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Tuesday, January 19, 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Akhirnya Bangkit Usai Penurunan Tajam


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka akhirnya menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga emas rebound dari penurunan tajam akhir pekan lalu. Harga emas bangkit ketika ekspektasi stimulus fiskal tambahan di Amerika Serikat mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, terangkat USD6,90 atau 0,38% menjadi menetap di USD1.836,80 per ounce. Akhir pekan lalu emas berjangka anjlok USD21,5 atau 1,16% menjadi USD1.829,90, demikian dilansir dari Antara, Selasa (19/1/2021).

"Pemerintah baru (AS) akan memberikan lebih banyak stimulus ekonomi dan juga kebijakan Federal Reserve AS tidak mungkin menjadi lebih hawkish di masa depan," kata analis Commerzbank, Eugen Weinberg.

Oleh karena itu, kami cenderung melihat dukungan lanjutan untuk harga emas

Presiden terpilih AS Joe Biden menyusun rencana stimulus USD1,9 triliun minggu lalu untuk membantu ekonomi dan meningkatkan peluncuran vaksinasi terhadap COVID-19. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan tidak ada alasan untuk mengubah sikap akomodatif bank sentral mengingat kedalaman masalah ekonomi akibat pandemi.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat dihasilkan dari stimulus yang meluas. Namun, Weinberg dari Commerzbank mengatakan dolar yang lebih kuat, optimisme ekonomi dan kekhawatiran tentang Janet Yellen sebagai calon menteri keuangan AS, yang mungkin membatasi sisi stimulus fiskal, membebani harga emas - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : okefinance.com

Monday, January 18, 2021

PT Rifan - Kilau Emas Dunia Memudar Imbas Menguatnya Dolar AS

 PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia terus turun pada perdagangan akhir pekan lalu. Posisi harga mengarah ke pelemahan pekan keduanya secara berturut-turut seiring dolar AS yang terus menguat.

Harga emas di pasar spot turun 1 persen menjadi 1.827,90 dolar AS per ounce. setelah sebelumnya turun sebanyak 1,3 persen, sementara emas berjangka AS turun 1,2 perse ke harga 1.829,90 dolar AS.

Indeks dolar berada di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober 2020, membuat emas batangan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun bertahan mendekati level tertinggi 10 bulan yang disentuh awal pekan ini.

Sebelumnya, Presiden terpilih AS Joe Biden menguraikan proposal paket stimulus 1,9 triliun dolar AS pada hari Kamis lalu.

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat dihasilkan dari stimulus yang meluas.

Lonjakan imbal hasil obligasi baru-baru ini telah menantang status tersebut karena meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan hasil.

Perak turun 3,5 persen menjadi 24,63 dolar AS per ounce, setelah sebelumnya merosot sebanyak 3,8 persen. Platinum merosot 3,9 persen menjadi 1.074,63 dolar AS setelah turun 4,4 persen sebelumnya, sementara paladium merosot 0,8 persen menjadi 2.389,88 dolar AS - PT RIFAN

Sumber : suara.com

Friday, January 15, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Ada Kabar Stimulus Biden, Harga Emas Dunia Naik Tipis

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas mulai merangkak naik seiring dengan munculnya kabar adanya stimulus fiskal bernilai jumbo yang diajukan oleh presiden terpilih Joe Biden.

Harga emas di pasar spot naik ke level US$ 1.851/troy ons hari ini, Jumat. Logam kuning tersebut menguat 0,27% dibanding posisi penutupan harga kemarin.

Kemarin Presiden terpilih AS Joe Biden mengumumkan proposal stimulus senilai US$ 1,9 triliun. Namun indeks dolar masih di rentang 90, sementara imbal hasil nominal obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun masih di atas 1% sehingga menghambat kenaikan harga emas.

Emas dan dolar AS memiliki korelasi negatif yang kuat. Artinya gerak greenback berlawanan arah dengan emas. Saat dolar AS menguat harga emas cenderung melemah. 

Emas memang ditransaksikan dalam dolar AS, sehingga penguatan dolar AS akan membuat emas menjadi lebih mahal terutama bagi investor lain yang tidak memegang mata uang tersebut.

Kemudian penguatan dolar AS mengindikasikan adanya kemungkinan bahwa pasar melihat prospek perekonomian yang lebih bagus ke depan. Kecenderungan penguatan dolar AS juga mencerminkan kebutuhan likuiditas yang tinggi seperti halnya yang terjadi saat pasar anjlok pada Maret tahun lalu.

Sejarah historis penggunaan emas sebagai salah satu tools moneter juga turut membentuk hubungan antara dolar AS dan emas. Tren pelemahan mata uang Paman Sam juga dikaitkan dengan potensi inflasi yang tinggi sehingga investor beralih untuk memegang bentuk uang lain yang bisa digunakan untuk lindung nilai, dalam hal ini emas.

Permintaan emas selain untuk perhiasan dan berbagai aplikasi industri lain ditopang oleh kebutuhan sebagai salah satu kelas aset untuk diversifikasi dalam investasi. Namun minat investor terhadap emas sangat bergantung pada biaya peluang (opportunity cost) memegang aset minim risiko lain seperti obligasi pemerintah.

Di pasar obligasi, kenaikan yield surat utang pemerintah AS terutama untuk tenor 10 tahun yang sering jadi acuan juga membebani harga emas. Imbal hasil nominal obligasi pemerintah AS tenor tersebut naik ke 1%, setelah sekian lama tertekan dan sempat turun ke bawah 0,5%.

Kenaikan imbal hasil nominal tersebut turut menekan harga emas, meski sejatinya jika dikalkulasi lebih lanjut imbal hasil riilnya masih negatif karena inflasi di AS 1,2%. Hal inilah yang membuat emas masih punya peluang menguat saat dolar AS mulai kendor dan yield obligasi menurun.

Peluang emas naik juga masih terbuka setelah ketua bank sentral AS Federal Reserves yakni Jorome Powell kembali menegaskan bahwa suku bunga acuan tidak akan dinaikkan dalam waktu dekat. Program pembelian aset keuangan atau quantitative easing (QE) juga masih akan tetap dilanjutkan. 

Apabila indeks dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS semakin turun, maka saat itulah harga emas akan punya potensi lebih besar untuk menguat - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia.com

Thursday, January 14, 2021

Rifan Financindo - Sempat Melonjak, Harga Emas Jeblok Lagi Hari Ini

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas produksi Antam kembali turun tajam hari ini, setelah sempat melonjak kemarin. Emas Antam diperdagangan di harga Rp 955.000 per gram pada Kamis, turun Rp 10.000 dari perdagangan Rabu. Sementara komoditas perak juga turun Rp 200 menjadi Rp 12.400 per gram.

Penurunan harga emas di pasar dalam negeri sejalan dengan kondisi di pasar dunia. Harga emas di perdagangan internasional melemah, semakin jauh dari batas psikologisnya 1.900 dolar AS per troi ons. Pada perdagangan kemarin, harga emas dunia melemah sebagai respons penguatan kurs dolar AS dan optimisme pasar terhadap stimulus ekonomi pemerintah AS. Imbal hasil Treasury AS pun melompat ke level lebih tinggi 

Harga emas dunia pada Rabu petang ini dotutup melemah tipis menjadi 1.854,40 dolar AS per troi ons. Sementara emas berjangka dijual di harga 1.855,10 dolar AS per troi ons. Harga emas di Indonesia memang banyak dipengaruhi pergerakan harga emas dunia, yang juga mudah terpengaruh sentimen ekonomi.  

Harga emas sendiri telah melonjak 23 persen hanya dalam tahun 2020 saja, sebagai akibat ramainya minat investor menjadikan emas sebagai aset lindung nilai. Namun tahun 2021 ini, kondisinya bisa berbeda. Peningkatan yang terjadi tahun lalu tidak bisa dijadikan patokan mentah untuk tahun ini - RIFAN FINANCINDO

Sumber : republika.co.id


Wednesday, January 13, 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Bangkit Dari Kubur Ketika Pak Jokowi Divaksin Covid 19

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas seakan bangkit dari kubur dengan kompak menguat pada hari pertama vaksinasi Covid-19 dimulai pada pagi ini. Presiden Jokowi adalah pihak pertama yang akan menerima vaksin tersebut. Dilansir dari laman resmi Pegadaian, baik emas Antam (JK:ANTM) maupun emas UBS sama-sama menguat setelah dua hari kemarin anjlok cukup dalam.

Harga emas Antam berukuran 2 gram terpantau mengalami kenaikan dari angka Rp1.925.000 menjadi Rp1.936.000 pada Rabu, 13 Januari 2021. Bukan cuma itu, emas Antam dengan ukuran berat 5 gram juga naik menjadi Rp4.760.000, di mana kemarin harganya hanya Rp4.733.000.

Setali tiga uang dengan emas Antam, harga emas UBS di Pegadaian juga ikut melesat. Misalnya saja, emas UBS berukuran terkecil 0,5 gram naik dari harga Rp504.000 menjadi Rp510.000. Kemudian, emas UBS berukuran 1 gram kini harganya hanya Rp955.000, di mana kemarin masih bertengger di Rp943.000.

Berikut ini adalah daftar harga lengkap emas Antam dan emas UBS di Pegadaian hari ini, Rabu, 13 Januari 2021 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Monday, January 11, 2021

PT Rifan - Harga Emas Dunia Bikin Merinding

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia bergerak bak roller coaster pada pekan lalu, naik tinggi kemudian menukik tajam. Pergerakan tersebut tentunya mempengaruhi harga logam mulia di dalam negerim termasuk yang dijual di Pegadaian.

Di awal pekan lalu, atau di pembukaan perdagangan 2021, harga emas dunia langsung meroket 2,4%, sehari setelahnya kembali naik 0,36%, yang memunculkan harapan berlanjutnya tren menanjak emas dunia.

Namun, pada perdagangan Rabu, harga emas dunia malah ambrol 1,63% disusul 0,33% sehari setelahnya. Bahkan pada perdagangan Jumat lalu ambrol hingga 3,36%.

Alhasil, harga emas di Pegadaian ikut naik turun tajam pada pekan lalu. Sementara pada hari ini, Senin harga emas di Pegadaian kembali mengalami penurunan di semua jenis dan satuan.

Melansir data dari situs resmi Pegadaian, emas Antam standar kebanyakan turun sebesar 0,22%. Satuan 2 gram mengalami penurunan terbesar, 0,25%, ke Rp 1.960.000/batang dibandingkan harga Jumat pekan lalu.

Harga emas Antam retro merosot lebih dalam dibandingkan emas Antam standar. Mayoritas mengalami penurunan 0,7%, satuan yang tertinggi 100 gram misalnya, hari ini dibanderol Rp 92.747.000/batang.

Emas Antam retro merupakan emas kemasan lama, dimana keping emas dan sertifikatnya terpisah. Emas retro ini terakhir kali diproduksi pada tahun 2018. Emas retro juga menjadi jenis emas Antam yang paling sering naik-turun.

Kemudian emas Antam batik satuan 0,5 gram dihargai Rp 511.000/batang turun 0,16% dibandingkan harga kemarin, dan satuan 1 gram juga turun 0,17% di Rp 1.169.000/batang.

Emas batik merupakan jenis emas Antam yang paling mahal di bandingkan jenis standard dan retro. Pegadaian hanya menjual emas Antam batik satuan 0,5 gram dan 1 gram.

Terakhir emas UBS harganya juga turun di semua satuan, bahkan ada yang lebih dari 0,7% - PT RIFAN

Sumber : cnbcindonesia.com