Thursday, May 12, 2022

Rifan Financindo - Emas Naik Di Tengah Memanasnya Inflasi AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu di tengah memanasnya laporan inflasi AS yang dipandang sebagai problematik bagi para konsumen dan terhadap ekonomi AS. Melemahnya dollar AS sekalipun inflasi AS mengalami kenaikan juga menjadi faktor bullish bagi harga emas.

Emas berjangka kontrak bulan Juni naik $11.20 ke $1.849.20 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Juli naik $0.181 ke $21.615 per ons.

Pada hari Rabu, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa Consumer Price Index (CPI) AS bulan April naik 0.3% turun dari kenaikan di bulan Maret sebesar 1.2%. Meskipun demikian angka ini lebih tinggi dari yang diperkirakan pasar sebesar 0.2%.

Untuk angka tahunan, laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa inflasi umum naik 8.3% yang adalah lebih tinggi daripada yang diperkirakan kenaikan sebesar 8.1%, meskipun lebih rendah dari bulan Maret sebesar 8.5% yang merupakan level tertinggi dalam 40 tahun.

Selain itu, angka CPI inti yang mengeluarkan harga energi dan makanan, naik 0.6% di bulan April, lebih tinggi dari bulan sebelumnya di 0.3% dan juga di atas dari yang diperkirakan.

Inflasi tetap menjadi keprihatinan utama bagi para trader dan investor bersamaan dengan perang Rusia – Ukraina yang berkelanjutan dan lockdown karena Covid di Cina.

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai karena koreksi rebound setelah mengalami tekanan jual yang kuat. Pasar saham Nasdaq dan S&P 500 berjangka menyentuh kerendahan selama 12 bulan pada hari Selasa dan ada pada tren turun dalam jangka pendek.

“Support” terdekat menunggu di $1,835 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,815 dan kemudian $1,800.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,850 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,875 dan kemudian $1,890 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Wednesday, May 11, 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Hari Ini Terjun Bebas

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas hari ini turun tajam pada akhir perdagangan Senin, logam mulia itu turun drastis dari kenaikan dua sesi berturut-turut. Harga emas hari ini ambruk lantaran para investor memilih USD daripada emas sebagai tempat berlindung yang aman di tengah kekhawatiran pelambatan ekonomi global.

Pasar menilai ekonomi global mengkhawatirkan karena inflasi tinggi dan perang di Ukraina yang terus berkecamuk. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD 24,2 atau 1,29 persen, ditutup pada USD 1.858,6 per ounce. Emas berjangka meningkat USD 7,1 atau 0,38 persen menjadi USD 1.882,80 per ounce pada Jumat, setelah terdongkrak USD 6,9 atau 0,37 persen menjadi USD 1.875,70 pada Kamis.

Investor telah berbondong-bondong ke mata USD pada Senin karena The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga beberapa kali lagi tahun ini untuk melawan inflasi. Emas pun kurang menarik sebagai tempat berlindung yang aman.

Indeks harga konsumen AS akan dirilis pada Rabu, yang mungkin menunjukkan puncak inflasi, menurut para analis pasar. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 54,7 sen atau 2,45 persen, menjadi ditutup pada USD 21,82 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun USD 17,5 atau 1,83 persen, menjadi ditutup pada USD 938,5 per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
 
Sumber : jpnn.com

Thursday, May 5, 2022

PT Rifan Financindo - The Fed Kerek Suku Bunga, Harga Emas Malah Melonjak Incar US$2.000

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas melonjak pada perdagangan Kamis setelah Federal Reserve memutuskan menaikkan suku bunga 50 basis poin, di bawah ekspektasi pasar 75 basis poin. Pukul 09.18 WIB, harga emas spot naik 1,02 persen atau 19,2 poin menjadi US$1.900 per troy ounce. Harga emas Comex kontrak Juni 2022 meningkat 1,72 persen atau 32,2 poin menuju US$1.901 per troy ounce. Monex Investindo Futures dalam laporannya menyebutkan antisipasi pasar terhadap kenaikan suku bunga sebesar 0,5 persen dan komentar The Fed Powell yang mengabaikan kenaikan sebesar 0,75 persen telah memukul turun dolar AS dan berpeluang menopang kenaikan harga emas.

Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap harga emas menguji level support selanjutnya US$1.875. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia US$1.875 - US$1.910. Mengutip Bloomberg, investor merenungkan pernyataan kebijakan moneter Federal Reserve, di mana bank sentral mengumumkan keputusannya untuk menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin untuk pertama kalinya sejak tahun 2000.

Kenaikan terakhir membawa kisaran suku bunga dana federal antara 0,75 persen dan 1,00 persen, dibandingkan dengan kisaran sebelumnya antara 0,25 persen dan 0,50 persen. Namun, Fed menegaskan belum ada rencana menaikkan suku bunga langsung 75 basis poin. "Harga emas tembus US$1.900 ada kemungkinan kembali ke level US$2.000," papar Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim pagi ini - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bisnis.com

Harga emas melonjak pada perdagangan Kamis (5/5/2022) setelah Federal Reserve memutuskan menaikkan suku bunga 50 basis poin, di bawah ekspektasi pasar 75 basis poin. Pukul 09.18 WIB, harga emas spot naik 1,02 persen atau 19,2 poin menjadi US$1.900 per troy ounce. Harga emas Comex kontrak Juni 2022 meningkat 1,72 persen atau 32,2 poin menuju US$1.901 per troy ounce. Monex Investindo Futures dalam laporannya menyebutkan antisipasi pasar terhadap kenaikan suku bunga sebesar 0,5 persen dan komentar The Fed Powell yang mengabaikan kenaikan sebesar 0,75 persen telah memukul turun dolar AS dan berpeluang menopang kenaikan harga emas.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "The Fed Kerek Suku Bunga, Harga Emas Malah Melonjak Incar US$2.000", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20220505/235/1530088/the-fed-kerek-suku-bunga-harga-emas-malah-melonjak-incar-us2000.
Author: Hafiyyan
Editor : Hafiyyan

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Thursday, April 28, 2022

Rifan Financindo - Harga Emas Anjlok, Ini Biang Keroknya

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka tergelincir pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menjadi bertengger di bawah level psikologis 1.900 dolar AS, karena dolar terus menguat tak henti-hentinya yang mengunjungi kembali tingkat tertinggi era pandemi. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, merosot 15,4 dolar AS atau 0,81 persen, menjadi ditutup pada 1.888,70 dolar AS per ounce. Emas berjangka muncul kembali di atas level psikologis 1.900 dolar AS, setelah sempat jatuh ke 1.890,20 dolar AS

Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama lainnya melonjak ke 103,29, tertinggi sejak puncak Maret 2020 di 103,96.

Greenback telah naik dari kekuatan ke kekuatan selama lima minggu terakhir di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menggandakan kenaikan suku bunga mulai Mei dan seterusnya.

Pasar memperkirakan bahwa Federal Reserve akan bergerak agresif untuk menaikkan suku bunga pada Mei dan Juni dan kemungkinan besar pada Juli, sebagai tanggapan terhadap inflasi yang mencapai titik tertinggi dalam empat dekade.

Setelah memangkas suku bunga menjadi hampir nol pada awal pandemi, pembuat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC, menyetujui kenaikan suku bunga era pandemi pertama pada 16 Maret, menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, atau seperempat poin. Itu membawa suku bunga pinjaman utama menjadi antara 0,25 persen dan 0,5 persen. 

Banyak anggota FOMC telah menyimpulkan bahwa kenaikan Maret terlalu jinak untuk mengendalikan inflasi yang berlari kencang di tertinggi 40 tahun. Para ekonom hampir yakin sekarang tentang kenaikan 50 basis poin, atau setengah poin persentase, pada keputusan suku bunga berikutnya pada 4 Mei.  

Kenaikan dolar telah merusak reli emas, yang naik ke level tertinggi satu bulan di 2,003 dolar AS minggu lalu sebelum tiba-tiba berbalik.

"Ini merupakan bulan yang aneh untuk emas yang reli menuju 2.000 dolar AS sebelum jatuh kembali di bawah 1.900 dolar AS yang sangat sedikit juga," kata Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA. 

Menurutnya, merasa sangat sulit untuk percaya bahwa selera terhadap emas berkurang mengingat ketidakpastian yang sangat besar dan tekanan inflasi yang masih ada.

Analis pasar mencatat bahwa tidak perlu banyak ketakutan bagi emas untuk diperdagangkan lebih tinggi dengan latar belakang meningkatnya konflik Rusia-Ukraina.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 8,5 sen atau 0,36 persen, menjadi ditutup pada 23,505 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 1,7 dolar AS atau 0,19 persen, menjadi ditutup pada 910,4 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okefinance.com

 

 

Wednesday, April 27, 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Ledakan Inflasi Jadi Penyulut Harga Emas Dunia Rebound

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia kembali pulih pada perdagangan Selasa, dari level terendah lebih dari satu bulan di sesi sebelumnya, karena investor mencari perlindungan dari kekhawatiran terhambatnya pertumbuhan ekonomi global dan melonjaknya inflasi.

Harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1.899,91 per ounce. Emas muncul kembali di atas level kunci USD1.900, setelah jatuh ke posisi USD1.890,20 pada sesi Senin - harga terendah sejak 29 Maret.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,4 persen menjadi USD1.904,1 per ounce.

Beberapa aksi beli muncul kembali dalam produk-produk safe-haven  seperti emas setelah berita tentang penguncian Covid baru-baru ini di China," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Dia juga mengaitkan kenaikan itu dengan bargain hunting setelah kejatuhan cukup dalam.

Kendati emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian, seperti perang di Ukraina, membatasi penguatannya adalah ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang cepat, yang meningkatkan opportunity cost  memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Membantu mengimbangi tekanan untuk emas dari kenaikan dolar--pesaing safe-haven--imbal hasil US Treasury tergelincir karena ketidakpastian seputar perang dan rencana pengetatan The Fed membuat investor tetap waspada

Logam mulia itu didorong dan ditarik oleh dinamika yang bersaing, tetapi seluruh kompleks tersebut mendekati wilayah jenuh jual," kata Suki Cooper, analis Standard Chartered.

Ini akan menjadi kunci untuk melihat apakah level USD1.900 masih dipandang sebagai kesempatan membeli emas," Cooper menambahkan 

Paladium, yang digunakan dalam sistem pembuangan kendaraan untuk mengekang emisi, melonjak 1,1 persen menjadi USD2.167,90 per ounce, sehari setelah kekhawatiran atas berkurangnya permintaan karena penguncian di China menyeretnya jatuh sebanyaknya 12,9 persen.- PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

Tuesday, April 26, 2022

PT Rifan Financindo - Harga Emas Juga Jatuh Seiring Meningkatnya Ekspektasi Kebijakan Hawkish Fed

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun pada Senin di sesi Asia, mencapai titik terendah dalam lebih dari dua minggu. Federal Reserve AS diperkirakan akan mengambil pendekatan yang semakin hawkish terhadap kebijakan moneternya. Ini mendorong dolar dan memberi tekanan pada logam kuning.

Harga emas berjangka jatuh 0,93% di $1.916,30/oz pukul 13.17 WIB, capai level terendah sejak 7 April.

Meskipun imbal hasil treasury AS tenor 10 tahun mendekati 3% dan secara teoritis itu akan menjadi titik kritis untuk emas, ini lebih mengenai imbal hasil riil yang mulai mengejar dan yang akan membebani emas, Managing Partner SPI Asset Management Stephen Innes mengatakan kepada Reuters.

Investor telah memperkirakan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga 50 bps saat The Fed mengumumkan keputusan kebijakannya pada Mei 2022 dan meningkatkan ekspektasi untuk kenaikan yang lebih besar di bulan-bulan berikutnya.

Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, menguat 0,38% di 101,605 pukul 13.22 WIB pada hari Senin dan mendekati level tertinggi dalam dua tahun.

Emas masih memiliki beberapa nilai intrinsik kala perekonomian melambat saat bank tidak mau menaikkan suku bunga, menurut Innes. “Pasar menetapkan harga dalam tarif, tarif, tarif. Tapi apa yang terjadi jika ekonomi mulai melemah dengan sangat agresif?” ia menambahkan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin tiba di ibukota Ukraina Kyiv pada hari Minggu dan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Volodymyr Zelenskiy, menurut anggota bantuan kepada pemimpin Ukraina. Perang di Ukraina berlanjut kala konflik yang dipicu oleh invasi Rusia pada 24 Februari memasuki bulan ketiga.

Dalam berita bank sentral, Bank of Japan akan menerbitkan keputusan kebijakannya pekan ini dan European Central Bank (ECB) akan menerbitkan buletin ekonominya pada hari Kamis.

Pada logam mulia lainnya, perak turun 1%, platinum turun 0,4% menjadi $927.00, dan palladium turun 2,9% - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Monday, April 25, 2022

PT Rifan - Emas Kemana Arah Emas Dilihat Dari Pola Pergerakan Harga Terakhir?

PT RIFAN BANDUNG - Setelah menyentuh $2,000 per ons pada permulaan minggu lalu, emas tumbang, jatuh lebih dari $70 karena naiknya dollar AS bersamaan dengan yields treasury AS. Namun dilihat dari pola pergerakan harga emas terbaru, kelihatannya ada signal bullish yang tidak dapat disangkali.

Setelah naik dari $1,946 ke $1,974 pada 2 minggu lalu, pada minggu lalu harga emas semula meneruskan kenaikannya pada awal perdagangan minggu yang baru dan sempat hampir menyentuh $2,000 di $1,998 pada hari Senin. Namun pada hari – hari selanjutnya pada minggu lalu, harga emas terus mengalami penurunan yang tajam dan akhirnya menyentuh $1,931 pada hari Jumat malam.

Harga emas naik solid dan menyentuh ketinggian 5 minggu pada awal perdagangan sesi AS hari Senin karena permintaan safe-haven dan pembelian dari para trader berjangka yang berdasarkan analisa grafik. Harga emas berjangka bahkan sempat naik hampir menyentuh $2,000 ke $1,998 per troy ons, sebelum akhirnya terkoreksi normal ke $1,984.

Keengganan terhadap resiko tetap tinggi di tengah perang Rusia – Ukraina yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir segera dan juga di tengah kenaikan kasus Covid yang baru di Cina yang mengakibatkan diberlakukannya lockdown di kota-kota utama di Cina.

Harga emas mulai berbalik turun pada awal perdagangan sesi AS hari Selasa. Setelah naik ke ketinggian selama 5 minggu pada hari Senin, harga emas mengalami tekanan jual secara tehnikal yang merupakan koreksi harga secara normal setelah mengalami kenaikan tajam baru-baru ini. Emas berjangka kontrak bulan Juni turun $26.40 ke $1,952.30 per troy ons.

Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu, karena koreksi turun normal setelah mengalami keuntungan yang besar baru-baru ini. Rally indeks saham AS selama dua hari yang lalu juga menjadi elemen bearish bagi emas yang safe-haven. Namun melemahnya dollar AS membatasi penurunan harga emas dan membuat emas diperdagangkan di teritori positip. Emas berjangka kontrak bulan Juni turun $1.30 ke $1,951.40 per troy ons

Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis, sebagian tertekan oleh rally di kebanyakan pasar saham global dalam perdagangan semalam dan sebagian karena aksi ambil untung dari para trader berjangka jangka pendek. Membaiknya postur grafik dari indeks saham AS pada minggu ini telah menarik sebagian uang keluar dari assets safe-haven emas. Emas berjangka kontrak bulan Juni turun $11.90 ke $1,940.80 per troy ons.

Pada hari Kamis malam, para trader mendapatkan retorika kebijakan moneter AS yang hawkish kembali dari kepala the Fed Jerome Powell yang menunjukkan bahwa the Fed sedang dalam jalur pengetatan yang agresif dalam rangka mengerem inflasi harga yang telah menjadi problematik.

Yields treasury AS segera naik dan saham-saham langsung jatuh setelah Powell di dalam pidatonya pada pertemuan IMF/World Bank pada hari Kamis sore mengulangi kecenderungan akan kenaikan tingkat bunga yang kuat pada bulan-bulan yang akan datang. Para trader dan investor sekarang memperkirakan kenaikan tingkat bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan FOMC  di bulan Mei dan Juni dan bahkan mungkin Juli. Sementara itu pasar memperhitungkan kenaikan tingkat bunga sebesar 25 basis poin dalam pengumuman tingkat bunga ECB pada bulan Juli dan September.

Harga emas tetap tertekan pada awal perdagangan sesi AS hari Jumat, tertekan oleh naiknya yields obligasi AS yang mendorong naik dollar AS dan selain itu tertekan karena turunnya harga minyak mentah. Pernyataan beberapa pejabat the Fed pada hari Kamis malam yang mengingatkan pasar akan hawkish-nya bank sentral AS ini juga menambah tekanan turun terhadap harga emas. Emas berjangka kontrak bulan Juni naik turun $9.40 ke $1,931.50 per troy ons.

Pada penutupan perdagangan hari Jumat minggu lalu, emas berjangka Comex kontrak bulan Juni diperdagangkan di $1,931.50, turun sekitar $70 dari ketinggian pada awal hari Senin minggu lalu.

Pola pergerakan harga emas seperti ini sudah cukup dominan beberapa bulan yang lalu.

Setiap kali emas menyentuh level resistance di atas, emas cenderung mengalami aksi jual yang berat. Dinamika yang serupa terjadi juga pada saat harga emas turun tajam ke level support-nya. Dengan minggu lalu harga emas telah turun signifikan, maka kemungkinan harga emas akan bangkit kembali, mengikuti pola pergerakan harga selama beberapa bulan sebelumnya.

Namun ada satu tanda yang sangat memberikan keyakinan pada saat ini yaitu emas bisa bertahan di atas $1,900 per ons bahkan pada saat yang sama dimana dollar AS dan yields obligasi AS mengalami kenaikan yang kuat secara persisten. Setiap kali yields obligasi naik, emas seharusnya menjadi kurang menarik. Fakta bahwa emas tetap menarik sekalipun yields obligasi pada minggu lalu mengalami kenaikan, merupakan pertanda yang bagus untuk naiknya harga emas selanjutnya.

Aksi jual yang terjadi atas saham belakangan ini juga diperkirakan akan bisa mendorong naik harga emas dengan semakin banyaknya investor yang mendiversifikasikan assets-nya. Investor mulai melihat bagaimana dampak kenaikan tingkat bunga yang agresif dari the Fed terhadap ekonomi.

Kepala Federal Reserve AS Jerome Powell memberikan pesan akan kenaikan tingkat bunga sebesar 0.5 poin sebanyak dua kali atau lebih pada bulan – bulan yang akan datang. Hal ini menambah tekanan turun terhadap harga emas pada akhir minggu lalu.

Namun sekali lagi, berita yang memberikan semangatnya adalah bahwa retorika dari the Fed yang hawkish ini bisa memberikan bank sentral AS untuk menjadi kurang agresif pada saat tiba pada pelaksanaannya nanti, ketika benar-benar akan menaikkan tingkat bunga dan mengurangi neraca.

Angka inflasi inti yang terbaru muncul sedikit di bawah daripada yang diperkirakan. Hal ini bisa membuat the Fed tidak bergerak se-agresif seperti yang diantisipasikan oleh orang-orang. Pasar sudah memperhitungkan dalam harga kenaikan tingkat bunga sebesar 50 bps pada bulan Mei. Ini sudah pasti. Dan mungkin juga kenaikan tingkat bunga sebesar 50 bps berikutnya setelah itu. Dan kemudian the Fed akan berhenti sejenak untuk melihat apakah inflasi mulai turun.

Dan bahkan sekalipun the Fed melakukan enam kali kenaikan bunga lagi, berdasarkan “the dot plot”, besarnya kenaikan tingkat bunga tersebut akan masih tetap kecil dibandingkan dengan ketinggian angka inflasi itu sendiri. Itulah sebabnya pasar mulai meragukan seberapa serius the Fed untuk menjadi benar – benar restriktif.

Dari data makro ekonomi yang harus diperhatikan minggu ini, salah satu rilis data kunci adalah data GDP AS kuartal pertama yang akan dipublikasikan pada hari Kamis. Konsensus pasar memperkirakan GDP AS kuartal pertama 2022 ini akan muncul di angka 1% setelah membukukan pertumbuhan GDP kuartal ke empat 2021 di 6.9%.

Meskipun demikian, melambatnya pertumbuhan ekonomi yang diukur oleh GDP AS kuartal pertama 2022 ini kemungkinan tidak akan mengurangi niat dari the Fed untuk menaikkan tingkat bunganya sebanyak 50 basis poin pada bulan Mei.

Pasar juga akan tertarik untuk mengamati data GDP kuartal pertama lebih detil untuk melihat apakah yang akan terjadi dengan PCE inti yang menjadi alat ukur inflasi yang dipilih oleh the Fed. Inflasi di AS sudah terlalu tinggi, itulah sebabnya mengapa the Fed akan menjadi lebih ketat dalam kebijakan moneternya, tidak perduli apapun lagi. Cara satu-satunya memerangi inflasi yang sudah bukan lagi transitory adalah dengan mengurangi aktifitas ekonomi dalam arti agregat demand .

Selain itu data makro ekonomi yang akan keluar minggu ini adalah U.S. durable goods orders, CB consumer confidence, new home sales pada hari Selasa. Pending home sales pada hari Rabu. Jobless claims mingguan pada hari Kamis, dan PCE price pada hari Jumat.

Support” terdekat menunggu di $1,923 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,915 dan kemudian $1,900.

Resistance” terdekat menunggu di $1,950 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,964 dan kemudian $1,980 -  PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com