Tuesday, May 17, 2022

PT Rifan - Harga Emas Hari Ini Mulai Pulih, Menguat

PT RIFAN BANDUNG - Emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), harga emas hari ini menghentikan penurunan selama dua sesi beruntun. Diketahui USD jatuh di tengah data ekonomi Amerika Serikat yang mengecewakan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak USD 5,8 atau 0,32 persen, menjadi ditutup pada USD 1.814,00 per ounce. Emas bangkit setelah tergelincir di bawah level USD 1.800 pada awal sesi. Harga emas berjangka jatuh USD 16,4 atau 0,9 persen menjadi USD 1.808,20 pada Jumat

Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,36 persen menjadi 104,1870. Indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York yang baru dirilis, ukuran aktivitas manufaktur di negara bagian, anjlok 36,2 poin menjadi negatif 11,6 pada Mei. Data ekonomi yang mengecewakan mendukung emas.
 
Logam kuning sangat rentan terhadap kenaikan imbal hasil obligasi dan USD yang lebih kuat baru-baru ini, karena bank sentral dipaksa untuk melakukan tindakan yang jauh lebih agresif," kata seorang analis. "Emas bisa tetap tidak disukai untuk sementara waktu," tambahnya. Logam mulia lainnya, seperti perak untuk pengiriman Juli naik 55 sen atau 2,62 persen, menjadi ditutup pada USD 21,551 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun USD 5,4 atau 0,58 persen, menjadi ditutup pada USD 925,3 per ounce - PT RIFAN


Sumber : jpnn.com
 

Friday, May 13, 2022

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Hari Ini Anjlok, Siap Siap dengan Kemungkinan Terburuk

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas berjangka melemah tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), mencatat hari terburuknya dalam sepekan.


Harga emas hari ini anjlok lantaran yang terus memanas mendorong USD lebih kuat mendekati level tertinggi dua dekade.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD 29,10 atau 1,57 persen menjadi ditutup pada USD 1.824,60 per ounce. Berbalik melemah dari kenaikan sehari sebelumnya dan merupakan penyelesaian terendah sejak 7 Februari 2022. Emas berjangka terangkat USD 12,7 atau 0,69 persen menjadi USD 1.853,70 pada Rabu .

Dilansir dari Antara, Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis melaporkan bahwa indeks harga produsen AS, ukuran inflasi sebelum mencapai konsumen, naik 11 persen tahun ke tahun dan 0,5 persen bulan ke bulan pada April, turun dari masing-masing 11,5 persen dan 1,6 persen pada Maret. Departemen juga melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS meningkat 1.000 menjadi 203 ribu yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 7 Mei, level tertinggi sejak pertengahan Februari.

Indeks USD yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama rivalnya, naik 0,9 persen, mendekati level tertinggi 20 tahun.

Analis senior Edward Moya menyebut USD yang kuat dipandang negatif untuk komoditas yang dihargai dalam unit tersebut, karena membuatnya lebih mahal bagi pengguna mata uang lainnya. "Anda sekarang melihat perdagangan emas di dekat level teknis yang berbahaya," kata Moya di Oanda. Jika aksi jual berlanjut, mungkin ada kembalinya hari-hari ketika harga emas turun USD 100 dalam satu hari.
 
Moya memperingatkan bahwa kekhawatiran sebelumnya tentang inflasi yang terus-menerus melambung telah berubah menjadi kekhawatiran tentang potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global. "Mendorong investor berbondong-bondong ke USD untuk keamanan - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA


Sumber : jpnn.com

Thursday, May 12, 2022

Rifan Financindo - Emas Naik Di Tengah Memanasnya Inflasi AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu di tengah memanasnya laporan inflasi AS yang dipandang sebagai problematik bagi para konsumen dan terhadap ekonomi AS. Melemahnya dollar AS sekalipun inflasi AS mengalami kenaikan juga menjadi faktor bullish bagi harga emas.

Emas berjangka kontrak bulan Juni naik $11.20 ke $1.849.20 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Juli naik $0.181 ke $21.615 per ons.

Pada hari Rabu, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa Consumer Price Index (CPI) AS bulan April naik 0.3% turun dari kenaikan di bulan Maret sebesar 1.2%. Meskipun demikian angka ini lebih tinggi dari yang diperkirakan pasar sebesar 0.2%.

Untuk angka tahunan, laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa inflasi umum naik 8.3% yang adalah lebih tinggi daripada yang diperkirakan kenaikan sebesar 8.1%, meskipun lebih rendah dari bulan Maret sebesar 8.5% yang merupakan level tertinggi dalam 40 tahun.

Selain itu, angka CPI inti yang mengeluarkan harga energi dan makanan, naik 0.6% di bulan April, lebih tinggi dari bulan sebelumnya di 0.3% dan juga di atas dari yang diperkirakan.

Inflasi tetap menjadi keprihatinan utama bagi para trader dan investor bersamaan dengan perang Rusia – Ukraina yang berkelanjutan dan lockdown karena Covid di Cina.

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai karena koreksi rebound setelah mengalami tekanan jual yang kuat. Pasar saham Nasdaq dan S&P 500 berjangka menyentuh kerendahan selama 12 bulan pada hari Selasa dan ada pada tren turun dalam jangka pendek.

“Support” terdekat menunggu di $1,835 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,815 dan kemudian $1,800.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,850 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,875 dan kemudian $1,890 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Wednesday, May 11, 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Hari Ini Terjun Bebas

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas hari ini turun tajam pada akhir perdagangan Senin, logam mulia itu turun drastis dari kenaikan dua sesi berturut-turut. Harga emas hari ini ambruk lantaran para investor memilih USD daripada emas sebagai tempat berlindung yang aman di tengah kekhawatiran pelambatan ekonomi global.

Pasar menilai ekonomi global mengkhawatirkan karena inflasi tinggi dan perang di Ukraina yang terus berkecamuk. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD 24,2 atau 1,29 persen, ditutup pada USD 1.858,6 per ounce. Emas berjangka meningkat USD 7,1 atau 0,38 persen menjadi USD 1.882,80 per ounce pada Jumat, setelah terdongkrak USD 6,9 atau 0,37 persen menjadi USD 1.875,70 pada Kamis.

Investor telah berbondong-bondong ke mata USD pada Senin karena The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga beberapa kali lagi tahun ini untuk melawan inflasi. Emas pun kurang menarik sebagai tempat berlindung yang aman.

Indeks harga konsumen AS akan dirilis pada Rabu, yang mungkin menunjukkan puncak inflasi, menurut para analis pasar. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 54,7 sen atau 2,45 persen, menjadi ditutup pada USD 21,82 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun USD 17,5 atau 1,83 persen, menjadi ditutup pada USD 938,5 per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
 
Sumber : jpnn.com

Thursday, May 5, 2022

PT Rifan Financindo - The Fed Kerek Suku Bunga, Harga Emas Malah Melonjak Incar US$2.000

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas melonjak pada perdagangan Kamis setelah Federal Reserve memutuskan menaikkan suku bunga 50 basis poin, di bawah ekspektasi pasar 75 basis poin. Pukul 09.18 WIB, harga emas spot naik 1,02 persen atau 19,2 poin menjadi US$1.900 per troy ounce. Harga emas Comex kontrak Juni 2022 meningkat 1,72 persen atau 32,2 poin menuju US$1.901 per troy ounce. Monex Investindo Futures dalam laporannya menyebutkan antisipasi pasar terhadap kenaikan suku bunga sebesar 0,5 persen dan komentar The Fed Powell yang mengabaikan kenaikan sebesar 0,75 persen telah memukul turun dolar AS dan berpeluang menopang kenaikan harga emas.

Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap harga emas menguji level support selanjutnya US$1.875. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia US$1.875 - US$1.910. Mengutip Bloomberg, investor merenungkan pernyataan kebijakan moneter Federal Reserve, di mana bank sentral mengumumkan keputusannya untuk menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin untuk pertama kalinya sejak tahun 2000.

Kenaikan terakhir membawa kisaran suku bunga dana federal antara 0,75 persen dan 1,00 persen, dibandingkan dengan kisaran sebelumnya antara 0,25 persen dan 0,50 persen. Namun, Fed menegaskan belum ada rencana menaikkan suku bunga langsung 75 basis poin. "Harga emas tembus US$1.900 ada kemungkinan kembali ke level US$2.000," papar Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim pagi ini - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bisnis.com

Harga emas melonjak pada perdagangan Kamis (5/5/2022) setelah Federal Reserve memutuskan menaikkan suku bunga 50 basis poin, di bawah ekspektasi pasar 75 basis poin. Pukul 09.18 WIB, harga emas spot naik 1,02 persen atau 19,2 poin menjadi US$1.900 per troy ounce. Harga emas Comex kontrak Juni 2022 meningkat 1,72 persen atau 32,2 poin menuju US$1.901 per troy ounce. Monex Investindo Futures dalam laporannya menyebutkan antisipasi pasar terhadap kenaikan suku bunga sebesar 0,5 persen dan komentar The Fed Powell yang mengabaikan kenaikan sebesar 0,75 persen telah memukul turun dolar AS dan berpeluang menopang kenaikan harga emas.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "The Fed Kerek Suku Bunga, Harga Emas Malah Melonjak Incar US$2.000", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20220505/235/1530088/the-fed-kerek-suku-bunga-harga-emas-malah-melonjak-incar-us2000.
Author: Hafiyyan
Editor : Hafiyyan

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Thursday, April 28, 2022

Rifan Financindo - Harga Emas Anjlok, Ini Biang Keroknya

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka tergelincir pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menjadi bertengger di bawah level psikologis 1.900 dolar AS, karena dolar terus menguat tak henti-hentinya yang mengunjungi kembali tingkat tertinggi era pandemi. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, merosot 15,4 dolar AS atau 0,81 persen, menjadi ditutup pada 1.888,70 dolar AS per ounce. Emas berjangka muncul kembali di atas level psikologis 1.900 dolar AS, setelah sempat jatuh ke 1.890,20 dolar AS

Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama lainnya melonjak ke 103,29, tertinggi sejak puncak Maret 2020 di 103,96.

Greenback telah naik dari kekuatan ke kekuatan selama lima minggu terakhir di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menggandakan kenaikan suku bunga mulai Mei dan seterusnya.

Pasar memperkirakan bahwa Federal Reserve akan bergerak agresif untuk menaikkan suku bunga pada Mei dan Juni dan kemungkinan besar pada Juli, sebagai tanggapan terhadap inflasi yang mencapai titik tertinggi dalam empat dekade.

Setelah memangkas suku bunga menjadi hampir nol pada awal pandemi, pembuat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC, menyetujui kenaikan suku bunga era pandemi pertama pada 16 Maret, menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, atau seperempat poin. Itu membawa suku bunga pinjaman utama menjadi antara 0,25 persen dan 0,5 persen. 

Banyak anggota FOMC telah menyimpulkan bahwa kenaikan Maret terlalu jinak untuk mengendalikan inflasi yang berlari kencang di tertinggi 40 tahun. Para ekonom hampir yakin sekarang tentang kenaikan 50 basis poin, atau setengah poin persentase, pada keputusan suku bunga berikutnya pada 4 Mei.  

Kenaikan dolar telah merusak reli emas, yang naik ke level tertinggi satu bulan di 2,003 dolar AS minggu lalu sebelum tiba-tiba berbalik.

"Ini merupakan bulan yang aneh untuk emas yang reli menuju 2.000 dolar AS sebelum jatuh kembali di bawah 1.900 dolar AS yang sangat sedikit juga," kata Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA. 

Menurutnya, merasa sangat sulit untuk percaya bahwa selera terhadap emas berkurang mengingat ketidakpastian yang sangat besar dan tekanan inflasi yang masih ada.

Analis pasar mencatat bahwa tidak perlu banyak ketakutan bagi emas untuk diperdagangkan lebih tinggi dengan latar belakang meningkatnya konflik Rusia-Ukraina.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 8,5 sen atau 0,36 persen, menjadi ditutup pada 23,505 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 1,7 dolar AS atau 0,19 persen, menjadi ditutup pada 910,4 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okefinance.com

 

 

Wednesday, April 27, 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Ledakan Inflasi Jadi Penyulut Harga Emas Dunia Rebound

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia kembali pulih pada perdagangan Selasa, dari level terendah lebih dari satu bulan di sesi sebelumnya, karena investor mencari perlindungan dari kekhawatiran terhambatnya pertumbuhan ekonomi global dan melonjaknya inflasi.

Harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1.899,91 per ounce. Emas muncul kembali di atas level kunci USD1.900, setelah jatuh ke posisi USD1.890,20 pada sesi Senin - harga terendah sejak 29 Maret.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,4 persen menjadi USD1.904,1 per ounce.

Beberapa aksi beli muncul kembali dalam produk-produk safe-haven  seperti emas setelah berita tentang penguncian Covid baru-baru ini di China," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Dia juga mengaitkan kenaikan itu dengan bargain hunting setelah kejatuhan cukup dalam.

Kendati emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian, seperti perang di Ukraina, membatasi penguatannya adalah ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang cepat, yang meningkatkan opportunity cost  memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Membantu mengimbangi tekanan untuk emas dari kenaikan dolar--pesaing safe-haven--imbal hasil US Treasury tergelincir karena ketidakpastian seputar perang dan rencana pengetatan The Fed membuat investor tetap waspada

Logam mulia itu didorong dan ditarik oleh dinamika yang bersaing, tetapi seluruh kompleks tersebut mendekati wilayah jenuh jual," kata Suki Cooper, analis Standard Chartered.

Ini akan menjadi kunci untuk melihat apakah level USD1.900 masih dipandang sebagai kesempatan membeli emas," Cooper menambahkan 

Paladium, yang digunakan dalam sistem pembuangan kendaraan untuk mengekang emisi, melonjak 1,1 persen menjadi USD2.167,90 per ounce, sehari setelah kekhawatiran atas berkurangnya permintaan karena penguncian di China menyeretnya jatuh sebanyaknya 12,9 persen.- PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com