Wednesday, June 12, 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Faktor Ini Bisa Membebani Pasar Bullish Dan Mendorong Harga Emas Turun

PT RIFAN FINANCINDO BEJANGKA BANDUNG - Gold futures telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir, tetapi satu faktor dapat menghambat apresiasi lebih lanjut, setidaknya dalam jangka pendek: Pembelian China, yang telah "menopang demand" baru-baru ini. Jumat lalu, raksasa Asia ini melaporkan bahwa mereka tidak meningkatkan cadangan komoditasnya bulan lalu, sehingga menimbulkan ketidakpastian mengenai apakah jeda ini akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang dan apakah hal ini akan mempengaruhi reli logam mulia ini.

Seorang analis dari grup Swiss Julius Baer menyoroti dalam sebuah laporan yang dirilis kepada klien dan pasar pada hari Senin bahwa jika China terus tidak melaporkan pembelian dalam beberapa bulan mendatang, faktor ini "dapat membebani sentimen yang sedang sangat optimis di pasar emas, yang menyebabkan lebih banyak spekulan menyesuaikan posisi mereka."

Carsten Menke, kepala riset next-gen di Julius Baer, menganggap situasi ini sebagai "kemunduran jangka pendek," mengingat "keyakinan kuat terhadap pembelian yang terus-menerus oleh berbagai bank sentral dan kemauan yang lebih besar untuk membayar harga emas, yang didorong lebih banyak oleh faktor politik daripada faktor ekonomi."

Julius Baer juga memperingatkan bahwa China belum transparan atau konsisten mengenai topik ini di masa lalu, dan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat, People's Bank of China (PBoC) kemungkinan besar akan kembali pada suatu saat nanti untuk meningkatkan cadangan emasnya guna mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

"Meskipun pembelian emas dalam skala besar, persentase emas China dalam cadangan moneternya masih berada di bawah 5%. Ini dibandingkan dengan rata-rata global yang lebih dari 15% dan masih menyisakan keuntungan yang signifikan jika diukur dalam ton emas," pungkas Julius Baer, mengingat bahwa dalam aksi beli lainnya, pasar ini telah menunjukkan kepekaan terhadap harga sebelumnya - PT RIFAN FINANCINDO BEJANGKA

Sumber : investing

Tuesday, June 11, 2024

PT Rifan Financindo - Harga Emas Naik, Tapi Masih Tertahan Di Zona Bearish

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia ditutup naik pada perdagangan kemarin. Maklum, sebelumnya harga sang logam mulia sudah terperosok lumayan dalam.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.310,06/troy ons. Naik 0,74% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Kenaikan ini tercipta usai harga emas jatuh. Pada Jumat, harga emas ambruk lebih dari 3,5%.

Dalam sepekan terakhir, harga emas masih turun 1,77% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga terpangkas 1,26%.

Pekan ini, investor menantikan rapat Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve. Pasar memperkirakan Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan sejawat masih akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 5-5,25%. Mengutip CME FedWatch, peluangnya mencapai 99,4%.

Namun rapat kali ini tidak hanya menentukan suku bunga acuan. Komite Pengambil Kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) juga akan merilis proyeksi ekonomi terbaru, baik itu inflasi, pertumbuhan ekonomi, angka pengangguran, hingga arah suku bunga acuan yang dicerminkan dengan dot plot.

Dalam dot plot terakhir, terlihat bahwa mayoritas anggota FOMC memperkirakan suku bunga acuan akan turun 75 basis poin (bps) pada tahun ini.

Kalau dot plot terbaru menjadi sangat tidak dovish, maka Anda akan melihat aksi jual massal (sell-off) terhadap emas,” tegas Kelvin Wong, Analis Senior OANDA, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan dalam iklim suku bunga tinggi.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih terdampar di zona bearish, Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 45,34. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 23,03. Masih menghuni area jual (sold).

Meski demikian, harga emas sepertinya masih berpeluang naik. Target resisten terdekat ada di US$ 2.326/troy ons, yang jika tertembus maka harga emas bisa mengarah ke US$ 2.332/troy ons. 

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 2.355/troy ons.

Sedangkan target support terdekat adalah US$ 2.306/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas turun lagi menuju US$ 2.296/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 2.263/troy ons - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg

 

 

Monday, June 10, 2024

PT Rifan - Emas Menuju Kenaikan Mingguan, Data Penggajian Nonpertanian Ditunggu

PT RIFAN BANDUNG - Emas spot ditetapkan untuk naik sekitar 2,6% minggu ini, karena pembacaan yang lemah pada ekonomi AS - terutama pasar tenaga kerja - mendorong ekspektasi penurunan suku bunga.

Pembacaan ini terjadi hanya beberapa hari sebelum data utama penggajian non-pertanian, yang akan dirilis pada hari Jumat, dan akan memberikan isyarat yang lebih pasti tentang sektor tenaga kerja dan suku bunga.

Data gaji juga muncul menjelang pertemuan Fed minggu depan, di mana bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Namun, setiap sinyal mengenai kebijakan moneter akan diawasi dengan ketat, terutama setelah data ekonomi AS yang mendingin.

Logam mulia lainnya naik pada hari Jumat, namun berada pada performa mingguan yang beragam. Platinum futures naik 0,3% menjadi $1.014,40 per ons, sementara silver futures naik 0,8% menjadi $31,622 per ons -PT RIFAN

Sumber : investing

Friday, June 7, 2024

Rifan Financindo Berjangka - Futures Emas Lebih Tinggi Pada Masa Dagang Asia

RIFAN FINANCINDO BEJANGKA BANDUNG - Futures emas lebih tinggi pada masa dagang Asia pada Kamis, pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Agustus diperdagangkan pada USD2,00 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 0,53%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD2.334,80 dan resistance pada USD2.394,45.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,09% dan diperdagangkan pada USD104,13.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Juli naik 1,62% dan diperdagangkan pada USD30,56 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Juli naik 0,48% dan diperdagangkan pada USD4,65 per pon - RIFAN FINANCINDO BEJANGKA

Sumber : investing

Thursday, June 6, 2024

Rifan Financindo - Harga Emas Memang Naik 1% Lebih, Tapi Harus Tetap Hati Hati

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia naik pada perdagangan kemarin. Kenaikannya pun lumayan tajam, lebih dari 1%.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.356,6/troy ons. Naik 1,19% dibandingkan hari sebelumnya.

Harga emas ‘balas dendam’ setelah sempat terkoreksi hampir 1%. Dalam sepekan terakhir, harga komoditas ini naik 0,77% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 1,31%.

Rilis data ketenagakerjaan di Amerika Serikat (AS) jd katalis lesatan harga emas. Automatic Data Processing Inc (ADP) melaporkan, sektor swasta di Negeri Adikuasa menciptakan 152.000 lapangan kerja pada Mei. Ini menjadi yang terendah dalam 4 bulan terakhir, dan juga di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan sebanyak 175.000.

Besok malam, Departemen Ketenagakerjaan AS akan merilis data resmi penciptaan lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) dan tingkat pengangguran. Konsensus pasar memperkirakan non-farm payroll pada Mei sebesar 185.000. Lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yakni 175.000.

Namun jika non-farm payroll turun signifikan, maka pasar akan lebih nyaman dalam berekspektasi The Fed (Federal Reserve, bank sentral AS) bisa menurunkan suku bunga acuan pada September,” ujar Bart Melek, Head of Commodity Strategies di TD Securities, seperti diberitakan Bloomberg News.

Mengutip CME FedWatch, probabilitas pemangkasan Federal Funds Rate pada September mendatang makin besar. Kini peluang pemotongan 25 basis poin (bps) ke 5-5,25% mencapai 57,2%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan dalam iklim suku bunga rendah.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas kembali merangsek ke zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 52,28. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namun, indikator Stochastic RSI berada di 27,46. Menghuni zona jual (short) sehingga berisiko melahirkan tekanan.

Oleh karena itu, risiko koreksi harga emas masih tinggi. Target support terdekat ada di US$ 2.341/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.337/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Sedangkan target resisten terdekat adalah US$ 2.361/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas naik menuju US$ 2.381/troy ons - RIFAN FINANCINDO

Sumber :  bloomberg

 

 

Wednesday, June 5, 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Turun Hampir 1%, Emas Terperosok Ke Zona Bearish

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia turun pada perdagangan kemarin. Koreksinya pun lumayan tajam, hampir 1%.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.328,2/troy ons. Jatuh 0,95% dibandingkan hari sebelumnya.

Pagi ini, harga emas belum menunjukkan pergerakan yang berarti. Pada pukul 06:41 WIB, harga turun tipis 0,01% ke US$ 2.328,1/troy ons. 

Dalam seminggu terakhir, harga emas membukukan koreksi 1,34% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga masih naik tipis 0,1%.

Mungkin ada unsur penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan profit taking yang membuat harga emas turun,” ujar Bart Melek, Head of Commodity Strategies di TD Securities, seperti diberitakan Bloomberg News.

Kemarin, Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback di hadapan 6 mata uang utama dunia) menguat 0,11% ke 104,16. Saat dolar AS terapresiasi, biasanya harga emas terkoreksi.

Ini karena emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Penguatan dolar AS membuat emas jadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas turun, harga pun mengikuti.

Selain itu, harga emas sempat naik 1% pada perdagangan akhir pekan. Kenaikan yang cukup tajam itu membuat investor tergoda untuk mencairkan keuntungan.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas kembali terperosok ke zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 44,93. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di angka 100. Sudah maksimal, jadi memang sudah jenuh beli (overbought).

Dalam waktu dekat, harga emas berpeluang bangkit. Target resisten terdekat ada di US$ 2.332/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas naik menuju US$ 2.336/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 2.342/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 200.

Sedangkan target support terdekat ada di rentang US$ 2.327-2.326/troy ons - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bloomberg

 

 

Tuesday, June 4, 2024

PT Rifan Financindo - Harga Emas Naik 1%, Masuk Zona Bullish

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia naik pada perdagangan kemarin. Kenaikannya pun cukup signifikan, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.350,1/troy ons. Naik 1% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Harga emas mencoba melanjutkan kenaikan. Pada pukul 06:51 WIB, harga naik tipis 0,03% ke US$ 2.350,7/troy ons.

Dalam sepekan terakhir, harga emas masih turun 0,07% secara point-to-point. Namun selama sebulan ke belakang, harga naik 1,06%.

Rilis data ekonomi di Amerika Serikat (AS) menjadi pemicu kenaikan harga emas. Institute of Supply Management (ISM) melaporkan, aktivitas manufaktur AS yang diukur dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di 48,7 pada Mei. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 49,2.

PMI di bawah 50 menandakan aktivitas bisnis berada di zona kontraksi. PMI manufaktur AS sudah 2 bulan beruntun berada di bawah 50.

Perkembangan ini membuat ekspektasi akan penurunan suku bunga acuan kembali menebal. Mengutip CME FedWatch, probabilitas Federal Funds Rate turun 25 basis poin (bps) ke 5-5,25% pada September mencapai 52,8%.

Emas adalah aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas jadi lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas kembali masuk area bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 51,64. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 25,1. Masih menghuni area jual (short).

Dalam waktu dekat, ruang kenaikan harga emas masih terbuka meski relatif terbatas. Target resisten terdekat ada di US$ 2.359/troy ons.

Sedangkan target support terdekat adalah US$ 2.344/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas turun lagi menuju US$ 2.337/troy ons - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg