Tuesday, November 18, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Korelasi Emas dengan Permintaan Komoditas Industri Lain


HARGA EMAS HARI INI - Meskipun emas dianggap sebagai logam mulia dan aset safe haven, pergerakannya kadang-kadang berkorelasi dengan komoditas industri lainnya, seperti tembaga atau perak, terutama pada periode pertumbuhan ekonomi yang kuat. Tembaga, yang sering disebut "Dr. Copper" karena kemampuannya memprediksi kesehatan ekonomi, dan perak, yang memiliki aplikasi industri yang signifikan, adalah komoditas siklis.

Pada saat ekonomi global tumbuh pesat, permintaan industri terhadap tembaga dan perak meningkat. Ini menunjukkan sentimen "risk-on" di pasar komoditas. Emas, meskipun terutama aset non-siklis, dapat naik bersama komoditas ini karena faktor likuiditas global yang tinggi dan kenaikan harga komoditas secara umum yang memicu kekhawatiran inflasi.

Korelasi ini menjadi penting ketika pasar mencoba membedakan antara kenaikan harga emas yang didorong oleh risk-off (ketakutan geopolitik atau resesi) dan kenaikan yang didorong oleh risk-on (pertumbuhan, inflasi, dan likuiditas). Jika emas naik bersama dengan tembaga, itu lebih cenderung mencerminkan ekspektasi inflasi dan pertumbuhan yang tinggi, bukan ketakutan resesi.

Oleh karena itu, menganalisis indeks komoditas industri dapat memberikan wawasan tambahan bagi trader emas berjangka. Korelasi positif atau negatif yang berubah-ubah dengan komoditas lain membantu dalam mengidentifikasi pendorong utama pergerakan harga emas saat ini. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Monday, November 17, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekuatan Dolar AS Menghambat Emas Pasca Rilis Data Produksi Kendaraan AS yang Kuat


HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS yang signifikan. Kekuatan dolar ini terutama didorong oleh rilis data produksi kendaraan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Angka produksi yang tinggi mengindikasikan ketahanan sektor manufaktur AS dan optimisme tentang belanja konsumen. Data yang positif ini mengurangi kekhawatiran resesi dan memicu selera risiko global, yang merugikan emas sebagai aset safe haven.

Penguatan dolar AS terjadi karena data AS yang kuat dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi. Prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat cenderung menekan permintaan safe haven untuk emas.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa produksi yang kuat juga dapat memicu lonjakan harga komoditas input, yang dapat meningkatkan kekhawatiran inflasi yang pada akhirnya akan mendukung emas.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menyeimbangkan sinyal pertumbuhan manufaktur dengan risiko inflasi. Jika prospek pertumbuhan terus membaik, emas mungkin menghadapi tekanan. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Friday, November 14, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Suku Bunga Tinggi The Fed Terus Menahan Kenaikan Emas


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terpantau melanjutkan pelemahannya hari ini, seiring dengan semakin kuatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya di level tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Suku bunga yang tinggi secara signifikan meningkatkan biaya peluang investasi emas, menjadikannya kurang menarik dibandingkan obligasi pemerintah.

Pelemahan ini diperparah oleh data ekonomi AS yang menunjukkan ketahanan, memberikan The Fed ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketatnya. Dolar AS yang kuat juga turut menekan harga emas.

Namun, potensi perlambatan ekonomi global akibat kebijakan moneter ketat di banyak negara memberikan batas bawah bagi penurunan harga emas. Kekhawatiran resesi dapat memicu permintaan safe haven kembali. Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral global juga terus memberikan dukungan.

Para pelaku pasar akan mencermati setiap pernyataan dari pejabat The Fed yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan suku bunga. Kejelasan arah kebijakan The Fed akan menjadi penentu utama pergerakan harga emas selanjutnya - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, November 13, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Permintaan Emas Ritel Global Memanfaatkan Harga di Level Support

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mendapat dukungan dari pembelian fisik yang agresif di pasar ritel global, yang memanfaatkan harga yang sedang menguji level support teknikal kunci. Investor individu dan toko perhiasan melihat penurunan harga minor sebagai peluang untuk menambah kepemilikan mereka dengan harga yang lebih baik.

Permintaan fisik yang kuat di level harga ini menunjukkan adanya kepercayaan yang mendasar dari konsumen dan investor ritel terhadap nilai jangka panjang emas. Pembelian ini berfungsi sebagai "lantai harga" yang penting, membantu mencegah penurunan harga yang lebih dalam.

Laporan dari pusat-pusat perdagangan di Asia dan Timur Tengah mengonfirmasi adanya lonjakan permintaan emas batangan dan koin, seiring investor memanfaatkan harga di bawah level resistansi utama.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG melihat ini sebagai sinyal bullish yang kuat. "Permintaan ritel yang muncul di level support adalah indikasi bahwa harga emas di level tersebut dianggap murah," kata seorang pakar. "Ini memberikan dukungan fundamental yang diperlukan untuk memicu pemulihan harga." RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Wednesday, November 12, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Tertekan oleh Peningkatan Tajam Persediaan Emas di Shanghai Gold Exchange

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mengalami tekanan jual hari ini, dengan harga menurun menyusul laporan peningkatan tajam dalam persediaan emas yang tercatat di Shanghai Gold Exchange (SGE). Peningkatan persediaan ini mengindikasikan bahwa permintaan fisik di Tiongkok, konsumen emas terbesar, mungkin tidak sekuat yang diperkirakan atau bahwa pasokan yang mengalir melalui bursa telah meningkat secara tiba-tiba. Surplus pasokan ini memberikan sentimen bearish ke pasar global.

Meskipun Tiongkok adalah konsumen emas fisik utama, peningkatan mendadak dalam persediaan SGE seringkali diinterpretasikan sebagai indikasi kelemahan jangka pendek dalam permintaan ritel atau pemindahan pasokan strategis. Reaksi pasar berjangka di Barat terhadap data ini menunjukkan bahwa trader sedang menimbang kembali optimisme mereka terhadap permintaan fisik Tiongkok. Pelemahan permintaan fisik ini memperburuk tekanan yang ada dari imbal hasil obligasi AS yang tinggi.

Penurunan harga emas berjangka, bagaimanapun, terbatas, karena laporan persediaan SGE harus diimbangi dengan pembelian bank sentral yang kuat dan ketidakpastian geopolitik. Permintaan pembelian strategis oleh bank sentral Asia, khususnya, membantu mencegah penurunan harga yang lebih parah. Emas kini menghadapi dilema antara data pasokan/permintaan fisik Tiongkok dan faktor-faktor makroekonomi dan geopolitik yang lebih luas.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan tetap sensitif terhadap data persediaan dan arus masuk/keluar di bursa fisik utama seperti SGE. Jika persediaan terus meningkat, tekanan jual kemungkinan akan berlanjut. Investor disarankan untuk memantau dengan cermat permintaan perhiasan dan batangan Tiongkok. Emas kini berjuang melawan indikasi potensi kelemahan dalam permintaan fisik terbesar di dunia. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Tuesday, November 11, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Korelasi Emas dengan Permintaan Komoditas Industri Lain


HARGA EMAS HARI INI - Meskipun emas dianggap sebagai logam mulia dan aset safe haven, pergerakannya kadang-kadang berkorelasi dengan komoditas industri lainnya, seperti tembaga atau perak, terutama pada periode pertumbuhan ekonomi yang kuat. Tembaga, yang sering disebut "Dr. Copper" karena kemampuannya memprediksi kesehatan ekonomi, dan perak, yang memiliki aplikasi industri yang signifikan, adalah komoditas siklis.

Pada saat ekonomi global tumbuh pesat, permintaan industri terhadap tembaga dan perak meningkat. Ini menunjukkan sentimen "risk-on" di pasar komoditas. Emas, meskipun terutama aset non-siklis, dapat naik bersama komoditas ini karena faktor likuiditas global yang tinggi dan kenaikan harga komoditas secara umum yang memicu kekhawatiran inflasi.

Korelasi ini menjadi penting ketika pasar mencoba membedakan antara kenaikan harga emas yang didorong oleh risk-off (ketakutan geopolitik atau resesi) dan kenaikan yang didorong oleh risk-on (pertumbuhan, inflasi, dan likuiditas). Jika emas naik bersama dengan tembaga, itu lebih cenderung mencerminkan ekspektasi inflasi dan pertumbuhan yang tinggi, bukan ketakutan resesi.

Oleh karena itu, menganalisis indeks komoditas industri dapat memberikan wawasan tambahan bagi trader emas berjangka. Korelasi positif atau negatif yang berubah-ubah dengan komoditas lain membantu dalam mengidentifikasi pendorong utama pergerakan harga emas saat ini. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Monday, November 10, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekuatan Dolar AS Menghambat Emas Pasca Rilis Data PMI Global yang Positif

 

HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS yang signifikan. Kekuatan dolar ini terutama didorong oleh rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) global yang lebih baik dari perkiraan, menunjukkan pemulihan di sektor manufaktur di beberapa negara besar. Data yang positif ini mengurangi kekhawatiran resesi dan memicu selera risiko global, yang merugikan emas sebagai aset safe haven.

Penguatan dolar AS terjadi karena data global yang kuat dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi, karena prospek pertumbuhan global yang lebih baik dapat meningkatkan permintaan dan inflasi.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa data global yang kuat juga dapat memicu lonjakan harga komoditas, yang dapat meningkatkan kekhawatiran inflasi yang pada akhirnya akan mendukung emas.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menyeimbangkan sinyal pertumbuhan global dengan risiko inflasi. Jika prospek pertumbuhan terus membaik, emas mungkin menghadapi tekanan. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id