Monday, May 31, 2021

PT Rifan - Harga Emas Dunia Menguat Di Atas Level 1.900 Dolar AS/Ounce


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas berbalik arah dan berbalik positif pada perdagangan akhir pekan lalu.

Logam kuning itu bertengger kuat di atas level 1.900 dolar AS setelah data menunjukkan harga konsumen AS melonjak pada bulan April dan meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi.

Harga emas di pasar spot emas naik 0,3 persen menjadi 1.902,27 dolar AS per ounce, setelah sebelumnya turun sebanyak 0,8 persen. Ini berada di jalur untuk kenaikan mingguan keempat berturut-turut sebesar 1,1 persen.

Sementara itu emas di pasar berjangka AS ditutup naik 0,4 persen pada harga 1.905,3 dolar AS.

Harga konsumen AS meningkat dalam setahun hingga April, dengan ukuran inflasi yang mendasari melampaui target yang ditetapkan the Fed sebesar 2 persen.

Penolakan Federal Reserve untuk mengurangi program pembelian obligasi atau kenaikan suku bunga juga mendukung emas, meskipun resistensi psikologis di level 1.900 dolar AS dan dolar yang lebih kuat bertindak sebagai penekan.

Indeks dolar memangkas keuntungan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Sedangkan imbal hasil AS turun tipis, diterjemahkan ke dalam pengurangan biaya peluang memegang emas batangan.

Gedung Putih meluncurkan proposal anggaran 6 triliun dolar AS yang akan meningkatkan pengeluaran untuk infrastruktur, pendidikan, dan memerangi perubahan iklim.

Harga logam mulia lainnya perak stabil di 27,86 dolar AS per ounce, platinum turun 0,2 persen menjadi 1.176,99 dolar AS, sementara paladium naik 0,8 persen menjadi 2.827,04 dolar AS - PT RIFAN

Sumber : suara.com

Friday, May 28, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Aksi Ambil Untung Bikin Harga Emas Turun 0,28%

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun hingga USD5,3 per ouncer pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas pun kembali berada di bawah level psikologis USD1.900, karena investor melakukan aksi ambil untung setelah harganya mencapai posisi tertinggi kemarin.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange turun 5,3 atau 0,28% menjadi USD1.898,50 per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu, emas berjangka naik USD3,2 atau 0,17% menjadi USD1.901,20. 

Ekonomi AS berada di lintasan yang kokoh untuk pertumbuhan dan kekhawatiran inflasi telah sedikit surut karena Federal Reserve berhasil meyakinkan pasar bahwa itu memang hanya akan sementara," kata Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Jadi itu hanya jeda dari tren kenaikan baru-baru ini. Namun, kami tidak perlu terkejut melihat beberapa pemburu barang murah turun tangan untuk membeli saat penurunan harga di sesi nanti," sambungnnya. 

Data menunjukkan klaim pengangguran baru AS turun lebih dari yang diperkirakan. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran AS turun 38.000 menjadi 406.000 hingga 22 Mei.

Sementara pertumbuhan ekonomi mengalami percepatan pada kuartal pertama. Departemen Perdagangan AS membukukan produk domestik bruto AS yang direvisi pada 6,4% di kuartal pertama. 

Saat ini, investor sedang menunggu laporan konsumsi pribadi AS bulanan pada Jumat waktu setempat.

“Kami tidak memiliki banyak orang yang datang untuk membeli emas sekarang karena emas telah berlari selama dua bulan berturut-turut, secara statistik sudah overbought,” kata Kepala Pedagang US Global Investors, Michael Matousek.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 6,3 sen atau 0,23% menjadi USD27,94 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun USD21,1 atau 1,76% menjadi USD1.179,10 per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antaranews.com

 

 

 

Thursday, May 27, 2021

Rifan Financindo - Emas Naik 3,2 Dolar, Tembus 1.900 Dolar Didukung Sikap "Dovish" Fed

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas sedikit menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), didorong oleh ekspektasi berlanjutnya sikap dovish - kemungkinan menunda kenaikan suku bunga - Federal Reserve AS, namun rebound dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS meredupkan daya tarik logam mulia dan membatasi kenaikannya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terkerek 3,2 dolar AS atau 0,17 persen menjadi ditutup pada 1.901,20 dolar AS per ounce. Emas menembus pertahanan teknis utama 1.900 dolar AS, dan mencetak penyelesaian pertama di atas angka 1.900 dolar AS sejak awal Januari.

Sehari sebelumnya, Selasa, emas berjangka melonjak 13,50 dolar AS atau 0,72 persen menjadi 1.898 dolar AS, setelah meningkat 7,8 dolar AS atau 0,42 persen menjadi 1.884,50 dolar AS pada Senin, dan jatuh 5,2 dolar AS atau 0,28 persen menjadi 1.876,70 dolar AS pada Jumat.

Kenaikan imbal hasil (obligasi pemerintah) AS dan penguatan dolar memberi beberapa alasan untuk sebagian investor keluar dari emas, kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

"Tapi kami masih akan melihat harga emas terus naik dan level 1.950 dolar AS sepertinya merupakan tujuan jangka pendek," tambah Moya.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan berubah lebih tinggi, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sementara indeks dolar pulih dari posisi terendah, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Beberapa pejabat Fed telah menegaskan kembali komitmen mereka terhadap sikap kebijakan yang dovish, sementara wakil ketua Fed Richard, Clarida pada Selasa mengatakan mereka dapat mengekang berjangkitnya inflasi jika itu terjadi tanpa membuat pemulihan keluar jalurnya.
 

Dengan investor masih membunyikan alarm atas inflasi, minat institusional dalam kompleks logam mulia kemungkinan akan terus meningkat setelah arus keluar berbulan-bulan, memberikan kekuatan yang mengimbangi terhadap kekhawatiran tapering (pengurangan pembelian obligasi) untuk saat ini," kata TD Securities dalam sebuah catatan.

Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Pelaku pasar sekarang fokus pada produk domestik bruto, klaim pengangguran, dan data belanja konsumen AS minggu ini.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 17,9 sen atau 0,64 persen menjadi ditutup pada 27,877 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 3,3 dolar AS atau 0,28 persen menjadi ditutup pada 1.200,20 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber  : antaranews.com

Tuesday, May 25, 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Berkilau Lagi Di Tengah Pelemahan Dolar Dan Obligasi AS

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia bergerak lebih tinggi karena pelemahan dolar dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat mendukung daya tariknya.

harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi 1.882,83 dolar AS per ounce. Pekan lalu, emas spot mencapai level tertinggi sejak 8 Januari di 1.889,75 dolar AS per ounce.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup naik 0,4 persen menjadi 1.884,5 dolar AS per ounce.

Penurunan dolar dan imbal hasil US Treasury menjadi katalis yang mendukung emas, kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures, menambahkan penguatan pasar ekuitas memberikan penyeimbang.

Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0,2 persen. Imbal hasil US Treasury merosot ke level terendah dalam hampir dua minggu, mengurangi opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Investor menunggu sejumlah pernyataan sejumlah petinggi Federal Reserve pekan ini, apakah akan tetap berpegang pada kebijakan yang sabar. Investor juga menunggu data, termasuk produk domestik bruto, klaim pengangguran, dan barang tahan lama Amerika.

"Jika (data tersebut) keluar secara substansial lebih baik dari ekspektasi, itu mungkin akan menjadi bearish bagi emas, karena kemungkinan tapering (program pembelian obligasi) The Fed akan lebih cepat," kata Haberkorn, dia menambahkan jika data tersebut lebih buruk dari perkiraan, emas bisa diperdagangkan naik lebih cepat menuju 1.900 dolar AS.

Harga emas sangat kuat pada level ini. Ada banyak hal yang menakuti investor agar membeli emas, tetapi kita juga memiliki situasi di mana di Eropa, Amerika dan Kanada, vaksin mulai berdampak positif," kata Jeffrey Christian, Managing Partner CPM Group.

Di tempat lain, paladium anjlok 1,8 persen menjadi 2.734,45 dolar AS per ounce, perak naik 0,8 persen menjadi 27,75 dolar AS per ounce, dan platinum naik 0,7 persen menjadi 1.174,31 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

Friday, May 21, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Berjangka Enam Hari Berturut

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas berjangka menguat lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang kenaikan untuk hari keenam berturut-turut, didorong oleh penurunan dolar dan imbal hasil (yield) obligasi AS saat investor mengabaikan petunjuk Federal Reserve tentang kemungkinan tapering langkah-langkah dukungan ekonomi. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terkerek USD0,4 atau 0,02% menjadi ditutup pada USD1.881,90 per ounce

Risalah pertemuan Fed menunjukkan "sejumlah" pejabat berpikir bahwa jika pemulihan bertahan, mungkin tepat untuk "mulai membahas rencana untuk menyesuaikan laju pembelian aset."

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun yang dijadikan acuan melemah, sementara indeks dolar turun, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. 

Emas juga menemukan dukungan tambahan ketika indeks aktivitas bisnis Federal Reserve Philadelphia turun menjadi 31,5 pada Mei dari level tertinggi hampir 50 tahun di 50,2 pada April, lebih buruk dari yang diharapkan.

Jika pengetatan moneter akhirnya dilakukan oleh Fed akan menghilangkan daya tarik emas karena itu diterjemahkan ke dalam peluang kerugian yang lebih tinggi untuk memegang aset-aset non-imbal hasil. 

Kenaikan emas terjadi meskipun jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran menurun.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis bahwa 444.000 orang mengajukan klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 15 Mei, lebih baik dari yang diperkirakan dan peningkatan dari 478.000 klaim pada minggu sebelumnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 4,2 sen atau 0,15% menjadi ditutup pada USD28,067 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD3,4 atau 0,28% menjadi ditutup pada USD1.205 per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : okefinance.com

Thursday, May 20, 2021

Rifan Financindo - Investor Institusi Membuang Bitcoin Untuk Emas

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Di tengah Bitcoin yang menyentuh posisi terendah lima bulan di dekat $ 30.000, analis JPMorgan Chase mengatakan bahwa investor institusi besar sekarang membuang Bitcoin (BTC) demi emas.

Dalam catatan hari Selasa untuk kliennya, JPMorgan menyarankan bahwa investor institusional akan kembali ke emas, membalikkan aksi pasar cryptocurrency bullish utama yang mendorong harga Bitcoin di atas $ 64.000 pada pertengahan April.

Mengutip data open interest dalam kontrak berjangka Bitcoin di Chicago Mercantile Exchange, megabank Amerika mengatakan bahwa BTC futures sekarang mengalami penurunan terbesar pertama sejak bull market yang dimulai pada akhir 2020:

“Gambaran aliran Bitcoin terus memburuk dan mengarah pada pengurangan berkelanjutan oleh investor institusional. Selama sebulan terakhir, pasar berjangka Bitcoin mengalami likuidasi paling curam dan lebih berkelanjutan sejak kenaikan Bitcoin dimulai Oktober lalu.”

Meskipun menunjukkan pembalikan tren emas terbaru atas Bitcoin, JPMorgan masih mempertahankan perkiraan sebelumnya bahwa Bitcoin berada di jalur untuk mencapai $ 140.000 dalam jangka panjang.

“Harga $ 140k ini harus dianggap sebagai target teoritis jangka panjang dengan asumsi konvergensi volatilitas Bitcoin dengan emas dan penyamaan alokasi Bitcoin dengan emas dalam portofolio investor,” ungkap catatan investor.

Menurut JPMorgan, nilai wajar Bitcoin saat ini berdasarkan rasio volatilitas Bitcoin terhadap emas adalah seperempat dari $ 140.000, atau $ 35.000.

Pada bulan Januari, analis JPMorgan memperkirakan bahwa Bitcoin berpotensi berkembang menjadi alternatif yang menarik untuk emas dan mencapai $ 146.000 dalam jangka panjang. “Konvergensi dalam volatilitas antara Bitcoin dan emas tidak mungkin terjadi dengan cepat dan dalam pikiran kami adalah proses multi-tahun,” kata JPMorgan.

Pernyataan JPMorgan datang di tengah Bitcoin mengalami salah satu kehancuran bersejarah terliar dalam sehari, jatuh dari tertinggi intraday di atas $ 43.000 menjadi di bawah tanda harga $ 32.000. Cryptocurrency terbesar di dunia telah agak rebound sejak itu, diperdagangkan pada $ 37.137 pada saat penulisan, turun sekitar 16% selama 24 jam terakhir. Dengan pertumpahan darah yang berkelanjutan di pasar, BTC masih naik hampir 300% selama setahun terakhir, sekarang diperdagangkan pada level pertengahan Januari - RIFAN FINANCINDO

Sumber :  inforexnews.com

Wednesday, May 19, 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Naik Tipis Dekati Level Tertinggi 4 Bulan Dipicu Melemahnya Dolar

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik tipis mendekati level tertinggi empat bulan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari keempat berturut-turut, karena dolar yang lebih lemah dan kekhawatiran inflasi terus mempertahankan daya tarik logam mulia.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terkerek 0,4 dolar AS atau 0,02 persen menjadi ditutup pada 1.868 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Senin, emas berjangka melambung 29,5 dolar AS atau 1,6 persen menjadi 1.867,60 dolar AS.

Emas berjangka juga melonjak 14,1 dolar AS atau 0,77 persen menjadi 1.838,10 dolar AS pada Jumat, setelah menguat 1,2 dolar AS atau 0,07 persen menjadi 1.824,00 dolar AS pada Kamis, dan anjlok 13,3 dolar AS atau 0,72 persen menjadi 1.822,8 dolar AS pada Rabu.

Imbal hasil obligasi hanya naik satu tingkat," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago, dolar yang lebih lemah telah memberikan sebagian besar dukungan. (Tapi) emas memiliki performa yang cukup bagus, tetapi sama sekali tidak berada dalam pasar yang bullish."

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan sebagai acuan beringsut lebih tinggi, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil atau suku bunga.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya jatuh mendekati level terendah tiga bulan, membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Narasinya jelas bergeser ke arah inflasi ... tetapi mungkin yang lebih kritis, Anda telah mendapatkan pelemahan dolar AS, yang mungkin merupakan pendorong utama dan penting, Analis juga mencatat bahwa arus masuk ke reksa dana berbasis emas atau gold exchange-traded-funds mengindikasikan para investor membeli logam mulia untuk lindung nilai terhadap kekhawatiran inflasi.

Setelah kenaikan harga-harga di Amerika Serikat, risalah rapat kebijakan terakhir Federal Reserve diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter dan pandangan pembuat kebijakan tentang inflasi. Bank sentral AS akan merilis risalah pada Rabu waktu setempat.

Fed tidak akan tergoda untuk mengguncang perahu dalam hal pemulihan yang sedang mengumpulkan beberapa momentum. Menaikkan suku bunga atau diskusi tentang pengurangan program pembelian obligasi (tapering) mungkin akan kontraproduktif pada tahap ini,” kata Norman.

Emas juga mendapatkan dukungan dari pembeli berbasis grafik setelah emas menembus di atas rata-rata pergerakan 200 hari, yang dianggap sebagai sinyal bullish.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 5,9 sen atau 0,21 persen menjadi ditutup pada 28,333 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 19,2 dolar AS atau 1,54 persen menjadi ditutup pada 1.225,30 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antaranews.com