Wednesday, December 29, 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Tipis, Sentimen Omicron Bayangi Pertumbuhan Ekonomi Global

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada Selasa pagi di Asia meskipun saham-saham di Wall Street dan penjualan ritel AS mengalami penguatan, dengan investor terus memantau dampak varian omicron COVID-19 terhadap perekonomian.

Harga emas berjangka naik tipis 0,07% ke $1.810,05/oz pukul 10.28 WIB menurut data Investing.com. Dolar AS, yang biasanya bergerak berbanding terbalik dengan emas, naik tipis 0,03% di 96,115.

Penjualan ritel AS meningkat sebesar 8,5% dari 1 November hingga 24 Desember, menurut survei SpendingPulse dari Mastercard Inc (NYSE:MA). Survei tersebut, yang dirilis pada hari Minggu, meningkatkan sentimen investor dan mendorong saham AS ke rekor tertinggi.

Investor juga mencermati dampak omicron terhadap pemulihan ekonomi. Inggris tidak akan memperketat tindakan pembatasan sebelum akhir tahun meskipun jumlah kasus virus melonjak. Prancis akan semakin memperketat tindakan COVID-19 tetapi tidak akan memberlakukan jam malam untuk Malam Tahun Baru.

AS juga memangkas waktu isolasi yang direkomendasikan untuk warga Amerika yang terinfeksi menjadi lima hari dari 10 hari.

Di Asia Pasifik, Kota Xi'an di China memperketat pembatasan perjalanan pada hari Senin, hari kelima dari aturan penguncian yang ketat. Xi'an melaporkan 150 kasus lokal pada hari Minggu.

People’s Bank of China juga menegaskan kembali pada hari Senin bahwa nilai tukar yuan akan lebih fleksibel pada tahun 2022 dan akan tetap stabil secara keseluruhan pada tingkat yang wajar dan seimbang. Bank sentral ini menambahkan bahwa akan memastikan ukuran keseluruhan kredit terus tumbuh pada tahun 2022.

Data Jepang yang dirilis sebelumnya menunjukkan produksi industri tumbuh lebih baik dari perkiraan sebesar 7,2% bulan ke bulan di bulan November. Rasio pekerjaan/lamaran tercatat 1,15, sedangkan tingkat pengangguran mencapai 2,8%, pada bulan November.

Di logam mulia lainnya, perak naik tipis 0,16%, palladium turun 0,89%, dan platinum turun 0,4% pukul 10.31 WIB - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Friday, December 24, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Ke Level Psikologis


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas menguat di sekitar level psikologis 1.800 dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (23/12) atau Jumat (24/12) pagi WIB. Kenaikan harga emas didukung melemahnya dolar AS dan permintaan terhadap aset-aset berisiko berkurang di tengah kekhawatiran atas dampak dari penyebaran cepat varian virus corona Omicron.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, naik 9,5 dolar AS atau 0,53 persen, menjadi ditutup pada 1.811,70 dolar AS per ounce. Di pasar spot, emas naik 0,4 persen menjadi diperdagangkan di 1.809,89 dolar AS per ounce pada pukul 18.41 GMT.

Sehari sebelumnya, Rabu (22/12), emas berjangka terangkat 13,5 dolar AS atau 0,75 persen menjadi 1.802,20 dolar AS, setelah tergelincir 5,9 dolar AS atau 0,33 persen menjadi 1.788,70 dolar AS pada Selasa (21/12), dan jatuh 10,3 dolar AS atau 0,57 persen menjadi 1.794,60 dolar AS pada Senin (20/12).

Sebagian besar investor menghabiskan hari di luar kantor, dengan investor yang tersisa khawatir dengan meningkatnya jumlah kasus Omicron Covid-19 di Amerika Serikat, sehingga mendorong kenaikan harga emas."Ini hanya kebisingan pada hari dengan volume rendah menjelang Natal," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Dia menambahkan bahwa tahun depan pasti akan baik untuk emas, terutama dengan inflasi yang tinggi kemungkinan akan bertahan.Menahan kenaikan emas lebih lanjut, indeks dolar relatif stabil, membuat logam kurang menarik bagi pembeli luar negeri.

Tetapi greenback mendekati level terendah satu minggu dan penurunannya baru-baru ini membantu emas tetap di jalur untuk kenaikan mingguan kecil.Saham global, imbal hasil obligasi, dan mata uang berisiko semuanya mencapai tertinggi baru-baru ini pada Kamis (23/12) karena kepercayaan investor meningkat pada tanda-tanda bahwa Omicron mungkin tidak terlalu parah dari yang ditakuti, serta data ekonomi AS yang kuat.

"Emas menghadapi resistensi teknis di 1.815 dolar AS dan 1.826 dolar AS, dengan risiko geopolitik di depan berpotensi menjaga emas tetap didukung, meskipun narasinya masih seputar tapering," kata Nicholas Frappell, manajer umum global di ABC Bullion.

Awal bulan ini, Federal Reserve AS mengisyaratkan target inflasinya telah terpenuhi dan membuka jalan bagi kenaikan suku bunga tiga perempat poin persentase hingga akhir tahun 2022. Meskipun emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga akan menghasilkan peluang kerugian yang lebih tinggi memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor juga mengawasi perkembangan seputar kebuntuan Rusia dengan kekuatan Barat atas Ukraina.Logam mulia liannya, perak untuk pengiriman Maret naik 12,1 sen atau 0,53 persen, menjadi ditutup pada 22,94 dolar AS per ounce. 

Platinum untuk pengiriman Januari naik 6,7 dolar AS atau 0,69 persen, menjadi ditutup pada 975,1 dolar AS per ounce.Pasar akan ditutup pada Jumat waktu setempat untuk liburan Natal AS - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : republika.co.id

 

Thursday, December 23, 2021

Rifan Financindo - Mencermati Banyak Data Ekonomi AS Jelang Libur Natal

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pasar investasi global menjelang libur Natal akan dipenuhi banyak rilis data ekonomi AS. Rabu malam ini telah dirilis data GDP Growth Rate Q3 Final dengan hasil lebih tinggi dibandingkan dari yang diindikasikan.

Data perumahan juga akan banyak dirilis minggu ini. Pada Rabu malam dirilis data Existing Home Sales November yang diindikasikan meningkat. Juga dirilis data CB Consumer Confidence Desember yang diindikasikan meningkat.

Pada Kamis malam akan dirilis data Personal Income November dan Personal Spending November yang diindikasikan menurun. Juga data Durables Goods Orders November yang diindikasikan meningkat. Juga data New Home Sales November yang diindikasikan meningkat. Data Michigan Consumer Sentiment Final Desember yang diindikasikan meningkat. Juga akan dirilis data Jobless Claim yang diindikasikan menurun.

Bagaimanakah pengaruh data ekonomi AS bagi perdagangan investasi global?

Dari pasar Forex, Dolar AS bergerak lemah dengan meredanya kekhawatiran kenaikan suku bunga dan omicron. Namun jika data ekonomi AS banyak terealisir meningkat, akan menguatkan dólar AS. Poundsterling terpantau naik setelah Bank of England menaikkan suku bunga.

Dari pasar Index, bursa saham Wall Street bergerak naik dengan meredanya kekhawatiran Omicron dan harapan penguatan ekonomi. Penguatan bursa Wall Street memberikan dukungan positif bagi bursa Asia dan Eropa. Jika data ekonomi AS positif juga akan memberikan dukungan bagi bursa Wall Street dan bursa global.

Dari pasar Komoditas, harga emas bergerak naik tipis karena imbal hasil Treausry AS meningkat. Namun jika data ekonomi AS menguat akan menguatkan dolar AS, dan dapat menekan harga emas. Sedangkan harga minyak meningkat seiring pelemahan dolar AS, juga jika data pasokan minyak mentah mingguan AS terealisir turun akan menguatkan harga minyak -
RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Wednesday, December 22, 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Kekhawatiran Omicron Tak Buat Harga Emas Berkilau

 


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas melemah pada perdagangan hari Selasa, karena dolar kembali menguat dan selera untuk aset berisiko muncul kembali. Meski begitu kekhawatiran penyebaran virus corona lewat varian Omicron tak juga membuat logam kuning ini menguat.

Harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD1.786,50 per ounce dan emas berjangka Amerika Serikat menyusut 0,3 persen menjadi USD1.788,70 per ounce.

Kita mendapati selera risiko kembali lagi dengan ekuitas AS naik setelah kerugian kemarin dan dolar juga pulih bersama dengan imbal hasil obligasi AS dan semuanya sedikit menekan emas," kata Phillip Streible, Chief Market Strategist Blue Line Futures di Chicago.

Dolar AS kembali menguat dengan menutup beberapa kerugian pada perdagangan sebelumnya dan membuat aksi jual di pasar global.

Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap lonjakan indeks harga konsumen, tetapi kenaikan suku bunga dapat mengekang tekanan inflasi dan juga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu harga logam mulia lainnya perak di pasar spot melonjak 1,2 persen menjadi USD22,50 per ounce dan paladium melambung 2,6 persen menjadi USD1.794,86 per ounce, sementara platinum stabil di posisi USD932,00 per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

 

Tuesday, December 21, 2021

PT Rifan Financindo - Emas Stabil Di Asia, Pedagang Kaji Dampak Omicron, Kenaikan Suku Bunga

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas relatif bertahan stabil di perdagangan Asia pada Selasa pagi, karena pedagang menilai dampak dari melonjaknya kasus virus corona Omicron dan kenaikan suku bunga yang bertujuan untuk menjinakkan inflasi yang tinggi.


Emas berjangka AS turun tipis 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 1.790,60 dolar AS per ounce pada pukul 01.42 GMT. Sementara itu, emas spot naik tipis 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.790,57 dolar AS per ounce.


Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pada Senin bahwa dia akan memperketat pembatasan virus corona untuk memperlambat penyebaran varian Omicron jika diperlukan, setelah Belanda memulai penguncian keempat dan ketika negara-negara Eropa lainnya mempertimbangkan pembatasan Natal.


Dolar melayang di bawah tertinggi baru-baru ini, setelah melemah semalam menyusul pukulan terhadap rencana pengeluaran Demokrat di Washington.


Saham-saham AS ditutup lebih dari 1,0 persen lebih rendah semalam, tertekan oleh melonjaknya kasus virus corona Omicron dan kemungkinan pukulan fatal terhadap RUU pengeluaran domestik 1,75 triliun dolar AS, dengan harga minyak jatuh.


Sementara itu, Moderna Inc mengatakan pada Senin bahwa dosis penguat vaksin COVID-19 tampaknya melindungi terhadap Omicron yang menyebar cepat dalam pengujian laboratorium dan bahwa versi suntikan saat ini akan terus menjadi "lini pertama" pertahanan melawan Omicron.


Pergeseran Federal Reserve menjadi lebih hawkishminggu ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi dan inflasi, tetapi itu hampir tidak mengubah pandangan pasar obligasi bahwa suku bunga jangka pendek dapat melampaui perkiraan puncak bank sentral AS.
Komoditas mengungguli aset lainnya tahun ini karena pemulihan dari pandemi mendorong permintaan meskipun penurunan emas menunjukkan selera investor yang menurun.


Logam mulia lainnya di pasar spot, perak turun 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 22,20 dolar AS per ounce, platinum turun 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 930,72 dolar AS dan paladium turun 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.747,46 dolar AS per ounce -  PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : antaranews.com

Monday, December 20, 2021

PT Rifan - Harga Emas Turun Seiring Penguatan Dolar AS


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas turun pada Senin petang setelah Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga sebelumnya, sementara kekhawatiran atas penyebaran varian Omicron COVID-19 terus berlanjut.

Harga emas berjangka turun tipis 0,13% di $1.802,50/oz pukul 13.51 WIB menurut data Investing.com.

Dolar AS, yang biasanya bergerak berbanding terbalik dengan emas, naik tipis 0,02% pada hari Senin setelah Gubernur Fed Chris Waller mengatakan pada hari Jumat bahwa bank sentral kemungkinan akan menaikkan suku bunga “tidak lama setelah” berakhirnya pembelian obligasi pada Maret 2022.

Transmisi cepat varian Omicron juga menjadi perhatian investor. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Sabtu bahwa jumlah kasus Omicron berlipat ganda dalam 1,5 hingga 3 hari di wilayah dengan tingkat infeksi lokal, tetapi tingkat keparahan variannya tetap tidak jelas.

Warga Amerika didesak oleh pejabat kesehatan AS untuk mengambil suntikan booster dan memakai masker.

Beberapa negara Eropa kemungkinan memperketat pembatasan akibat lonjakan kasus Omicron menjelang liburan Natal dan Tahun Baru.

Inggris memperingatkan bahwa mungkin memberlakukan pembatasan baru menjelang Natal, karena negara itu mendeteksi 12.000 kasus pada hari Minggu. Belanda telah melakukan penguncian selama akhir pekan.

Pada logam mulia lainnya, perak naik 0,8%, palladium anjlok 4% dan platinum turun 1% - PT RIFAN

Sumber : investing.com

 

Thursday, December 16, 2021

Rifan Financindo - Dolar Turun, Investor Terus Mencerna Keputusan Kebijakan Fed

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar melemah pada Kamis pagi di Asia, dengan Federal Reserve AS memperketat kebijakan moneternya dalam poros hawkish.

Indeks Dolar AS bahwa trek greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya turun tipis 0,13% ke 96,360 oleh 22:39 ET (03:39 GMT).

Pasangan USD/JPY naik tipis 0,09% menjadi 114,11.

Pasangan AUD/USD turun 0,13% menjadi 0,7158, dengan data pekerjaan dari Biro Statistik Australia menunjukkan bahwa perubahan pekerjaan berada di 366.100, perubahan pekerjaan penuh di 128.300, dan tingkat pengangguran 4,6%, di bulan November.

Pasangan NZD/USD turun 0,19% menjadi 0,6765. Pasangan USD/CNY datar di 6,3675 dan pasangan GBP/USD turun tipis 0,08% menjadi 1,3252.

The Fed akan mempercepat program pengurangan aset menjadi $30 miliar per bulan, katanya dalam pertemuan keputusan kebijakan pada hari Rabu.

Bank sentral juga mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada 25% tetapi akan memiliki tiga kenaikan suku bunga seperempat poin pada tahun 2022, tiga lainnya pada tahun 2023, dan dua lagi pada tahun 2024 untuk mengatasi inflasi.

“Ekonomi tidak lagi membutuhkan peningkatan jumlah dukungan kebijakan,” kata Ketua Fed Jerome Powell. Dia membandingkan situasi hampir depresi pada awal COVID-19 pada tahun 2020 dengan kenaikan harga dan upah saat ini, serta peningkatan pesat di pasar kerja.

“Ini menunjukkan kepada saya bahwa pasar diposisikan untuk Fed menjadi lebih hawkish daripada ekspektasi survei yang Anda yakini. Juga, aset berisiko mengambil poros terbaru dengan sangat baik memperkuat fakta bahwa dolar AS dan sentimen risiko tampaknya berkorelasi negatif,” kata kepala strategi FX NAB Ray Atrill kepada Reuters.

Investor sekarang melihat keputusan kebijakan dari Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BOE) di kemudian hari, sedangkan Bank of Japan akan datang pada hari Jumat.

“Sampai batas tertentu, reaksi terhadap The Fed mungkin harus menunggu apa yang dilakukan ECB, karena kami mengharapkan kontras antara disposisi ECB dan The Fed akan terungkap nanti malam dan itu mungkin bisa menjadi katalis bagi AS. dolar untuk menembus tertinggi semalam,” kata Atrill.

ECB akan mengakhiri Program Pembelian Darurat Pandemi mereka, tetapi investor masih bertaruh bahwa bank sentral tidak akan menaikkan suku bunga dulu.

BOE berusaha mengatasi inflasi dan menenangkan kekhawatiran tentang varian omicron yang menyebar cepat. Data Inggris pada hari Rabu menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (CPI) tumbuh 5,1% tahun-ke-tahun di bulan November, level tertinggi dalam satu dekade. The CPI tumbuh 0,7% pada bulan-bulan - RIFAN FINANCINDO

Sumber : inforexnews.com