PT RIFAN BANDUNG - Harga emas turun pada jumat petang, tetapi masih berakhir diposisi tertinggi dalam 12 tahun
setelah investor melakukan aksi jual, didukung respon fiskal AS yang
besar terhadap krisis covid-19.
Emas diprediksi kembali tertekan oleh penguatan dolar AS pekan depan
setelah Presiden Donald Trump menandatangani paket stimulus Covid-19
senilai $2 triliun, emas berjangka untuk pengiriman April di New York COMEX ditutup turun 1.25% menjadi $1.630.60 per ons, sementara XAU/USD naik 0.21% menjadi $1.631.28 per ons.
Keberanian The Fed melakukan pembelian obligasi, dan memperpanjang
pinjaman kepada bank dan mutual fund mungkin sedikit meredakan
kegelisahan, tetapi program stimulus besar-besaran dan upaya fiskal
raksasa untuk memicu pemulihan ekonomi tampajknya belum maksimal disaat
seluruh negara menghadapi masalah yang sama.
Modal pinjaman murah dan
daya beli bersubsidi sangat kecil artinya ketika bisnis hampir terhenti
karena penahanan, pekan depan, ketika banyak data ekonomi dirilis, akan terlihat
kondisi ril ekonomi di seluruh dunia. Survei PMI dari berbagai negara
ekonomi utama akan diumumkan sementara AS akan mempublikasikan kumpulan
statistik pasar tenaga kerja terbaru
Jika ini meyakinkan para trader bahwa pemulihan akan menjadi jalan
panjang meskipun upaya pembuat kebijakan yang maksimal, maka likuidasi
baru dapat berpotensi kembali menenggelamkan emas - PT RIFAN
Sumber : investing.com

No comments:
Post a Comment