PT RIFAN BANDUNG - Harga emas turun pada Jumat di Asia, tetapi bersiap untuk mencapai kenaikan mingguan terbesar dalam enam bulan seiring berlanjutnya kekhawatiran tentang inflasi yang tinggi di AS membatasi beberapa kerugian untuk logam kuning.
Harga emas berjangka turun 0,29% di $1.858,45/oz pukul 11.04 WIB menurut data Investing.com, tetapi berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak 7 Mei. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, naik tipis 0,08% ke 95,248 pada hari Jumat dan mencapai level tertinggi sejak Juli 2020.
Inflasi melonjak ke level tertinggi tiga dekade pada bulan Oktober di AS. Dari data indeks harga konsumen (IHK) tumbuh 6,2% tahun ke tahun dan 0,9% bulan ke bulan. IHK inti naik 4,6% setahun dan 0,6% bulan ke bulan.
Meningkatnya inflasi juga menantang desakan Federal Reserve bahwa tekanan inflasi akan bersifat sementara dan meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lebih awal dari yang diharapkan.
Meskipun kebijakan moneter yang longgar telah memberikan dorongan emas sejauh ini, daya tariknya akan berkurang jika bank sentral mulai menaikkan suku bunga.
Di Eropa, data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan PDB kuartal III Inggris naik 1,3% kuartal ke kuartal. PDB naik sebesar 6,6% tahun ke tahun dan 0,6% bulan ke bulan. Pertumbuhan yang lebih lambat memusatkan fokus pada langkah Bank of England selanjutnya berhadapan dengan kenaikan suku bunga. BOE mempertahankan suku bunga terbarunya stabil di 0,10% dalam langkah yang mengejutkan.
Sementara itu, Zona Euro dapat terus melampaui target 2% European Central Bank (ECB) pada tahun 2022 menurut ekonom Reuters.
Dalam logam mulia lainnya, perak turun 0,28%, platinum turun 0,31% dan palladium turun 0,5% pukul 11.29 WIB - PT RIFAN
Sumber : investing.com
No comments:
Post a Comment