Friday, October 9, 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun Ke $1,885 Setelah Bertemu Resistance Di $1,900



RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG
- Harga emas naik sedikit pada awal perdagangan sesi AS pada hari Kamis kemarin ke $1,900. Sekali lagi emas memilih untuk berperilaku seperti pasar komoditi dan mengikuti kenaikan pasar saham global dalam perdagangan semalam. Kelihatannya para trader emas memandang rally dari pasar saham menunjukkan permintaan terhadap komoditi yang membaik secara keseluruhan. 
 
Namun kemudian harga emas berbalik turun ke $1,882, kerendahan harian yang baru, sebelum akhirnya naik lagi ke $1,885. Pergerakan turun dari “resistance” di $1,900 disebabkan karena naiknya kembali dolar AS ke tinggian baru di 93.80. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.004.000,- per gram, naik Rp 5000.

Pasar saham global bervariasi namun kebanyakan menguat dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS dibuka mengarah naik dalam perdagangan sesi New York, meneruskan keuntungan pada hari Rabu.

Para trader dan investor masih memonitor diskusi di Kongres mengenai paket stimulus bagi penduduk dan bisnis Amerika, walaupun tidak nampak terobosan kesepakatan di depan mata.   Meskipun demikian indeks saham AS tetap mengalami rally dengan pemikiran kesepakatan akan bisa dicapai segera. Pergerakan naik harga emas juga mendasarkan dirinya kepada pemikiran stimulus uang yang dikeluarkan oleh pemerintah akan menimbulkan inflasi yang problematik nantinya.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa ada 840.000 orang Amerika yang pertama kalinya mengisi klaim pengangguran mingguan. Sementara para ekonom memperkirakan ada penurunan klaim pengangguran ke 820.000.

Kenaikan harga emas selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,910.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,927.00 dan kemudian $1,950.00. Sementara penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,877.10 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,851.00 dan kemudian $1,800.00 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibznews.com

Thursday, October 8, 2020

Rifan Financindo - Ketidakpastian Stimulus AS Mereda, Harga Emas Naik


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik pada perdagangan Rabu waktu setelah meredanya menaikkan stimulus AS untuk mendukung ekonomi yang dilanda virus corona. Harga emas kini fokus pada risalah dari pertemuan terakhir Federal Reserve AS untuk petunjuk tentang prospek moneter moneter.

Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.884,46 per ounce. Harga emas berjangka AS turun 1,3% menjadi USD1.884,60 per ounce

Retracement Presiden Trump dari tidak ada negosiasi stimulus menjadi tindakan bantuan sepihak telah membantu mendukung harga meskipun dolar AS hanya melemah sedikit, kata portfolio manager di GraniteShares Jeff Klearman. 

Harga emas telah turun hampir 2% pada hari Selasa setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penghentian negosiasi stimulus tambahan hingga setelah pemilihan presiden 3 November. Namun, dia menyarankan bantuan penggajian baru untuk maskapai penerbangan.

Kekhawatiran penghancuran permintaan terkait virus korona masih, yang berarti atau lambat, paket stimulus stimulus akan disahkan dan The Fed akan melanjutkan kebijakan moneter akomodatif yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Investor sekarang menunggu risalah dari pertemuan kebijakan 15-16 September Fed pada 1800 GMT. Ketua Fed Jerome Powell menyerukan lebih banyak bantuan untuk bisnis dan rumah tangga untuk pemeliharaan pemulihan ekonomi yang baru lahir dari guncangan.

Ada antisipasi tentang tingkat inflasi sebagai akibat dari stimulus dan itu bisa dilindungi oleh emas, kata presiden dan kepala investasi Sica Wealth Management Jeffrey Sica - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okezone.com

Wednesday, October 7, 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun Karena Pidato Powell Negatip


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik sedikit pada awal perdagangan sesi AS, sebagian masih karena melemahnya dolar AS. Kenaikan metal safe-haven menjadi terbatas oleh karena berkurangnya keengganan terhadap resiko di pasar pada awal minggu ini.

Namun kenaikan harga emas terkoreksi oleh karena pidato Powell yang negatip. Emas berjangka kontrak bulan Desember turun $17.20 pada $1,905.30 per ons. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.017.000,- per gram, naik Rp 2000,-

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam, dengan saham Eropa turun sedikit dan saham Asia naik sedikit. Indeks saham AS dibuka sedikit turun pada perdagangan New York. Pasar menjadi lebih berminat terhadap resiko dengan Presiden AS Donald Trump meninggalkan rumah sakit pada hari Senin malam dan kelihatannya dalam semangat yang baik ditengah pertempurannya melawan Covid – 19.

Didalam pemilihan presiden, Trump mengalami kenaikan sejak kemenangannya di dalam debat calon presiden dan terkena Covid – 19 yang membangkitkan simpati para pendukungnya. Trump lebih disukai pasar karena kebijakannya yang selama ini berorientasi pasar. Sebaliknya Biden disukai karena akan memberikan stimulus dalam jumlah yang lebih besar.

Kongres AS terus melanjutkan diskusi mengenai paket bantuan keuangan yang kedua kalinya untuk membantu mengatasi perekonomian yang terkena dampak Covid – 19. Namun, kesepakatan mengenai besarnya jumlah yang akan dikeluarkan belum kelihatan mendekat.

Kenaikan selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,925.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,950.00 dan kemudian $1,980.00. Sedangkan penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,900.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,880.00 dan kemudian $1,851.00 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibznews.com

Tuesday, October 6, 2020

PT Rifan Financindo - Trump Tinggalkan RS, Dolar AS Dan Emas Kompak Melempem


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Kondisi kesehatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jadi sorotan. Trump baru meninggalkan RS Walter Reed setelah dinyatakan positif COVID-19. Trump pun kini dikabarkan telah kembali ke Gedung Putih.

Dokter Gedung Putih Sean Conley yang merawat Trump mencegah bahwa Trump sudah cukup sehat untuk melanjutkan perawatan dari Gedung Putih. Nantinya Trump sekalian ruang kerja sementara di dalam rumah eksekutif di lantai bawah tanah yang dekat dengan ruang medis Gedung Putih.

Belum ada keterangan Trump sembuh dari COVID-19. Ia masih membutuhkan perawatan medis yang ketat di Gedung Putih.

Keluarnya Trump dari AS mempengaruhi pergerakan dolar AS dan emas . Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan saat desas-desus kesehatan Trump sempat mengangkat harga spot emas ke level US $ 1.918 per troy ounce.

"Desas-desus tentang masalah Trump memang kemarin sempat mengangkat harga emas, karena harga emas ini sempat di level terendahnya itu di tanggal 5 di level US $ 1.886 per troy ounce tetapi dia kembali lagi naik, naik tinggi di level US $ 1.918 per troy ons, "kata Ibrahim kepada detikcom, Selasa (6/10/2020).

Namun, saat Trump dikabarkan membaik dalam waktu yang singkat seperti sekarang, harga emas kembali melandai.

"Setelah dapat informasi, pagi ini Trump kembali ke Gedung Putih dari Rumah Sakit Militer, sehingga harga emas itu kembali lagi melandai, bahkan saat ini beberapa jam yang lalu sempat mencapai level US $ 1.908 per troy ounce," sambungnya.

Hal inilah yang kemudian membuat dolar AS melemah. "Nah ini yang mengakibatkan dolar tetap kembali lagi mengalami pelemahan," tuturnya.

Hal serupa disampaikan oleh Analis Bank Mandiri Reny Putri. Rupiah kini cenderung menguat dan menguat minggu ini di kisaran Rp 14.650-14.760.

"Kabar sembuhnya Trump belum memberikan dampak yang terlalu signifikan ke pasar. Kalau kita lihat di daerah, hari ini mata uang Asia menguat begitu juga dengan rupiah kembali ke level Rp 14.700-an," kata Reni.

Begitu pula dengan emas masih melandai. Sebab, dalam jangka pendek pasar ini akan cenderung menunggu dan melihat terhadap instrumen safe haven ini.

"Begitu pula dengan emas masih bergerak ke samping . Dalam jangka pendek kita masih menunggu dan melihat terhadap respons pasar terhadap perkembangan kasus COVID di dalam negeri dan UU Cipta Kerja yang baru disahkan - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : detikfinance.com

 

 

Monday, October 5, 2020

PT Rifan - Usai Jadi Instrumen Juara Hingga Triwulan III, Harga Emas Diramal Masih Bakal Naik

PT RIFAN BANDUNG - Minat investor pada aset safe haven meningkat di tengah pandemi Covid-19 yang tidak kunjung selesai. Alhasil, kuartal III-2020 emas masih menjadi investasi akhir tertinggi.

Harga emas spot di sepanjang kuartal III-2020 tumbuh 22,29%. Kinerja logam mulia Antam juga tumbuh signifikan sebesar 17,64% pada periode yang sama. Kinerja emas ini melebihi kinerja instrumen investasi lain, seperti pasar pengunduran yang memberikan pengembalian sekitar 7%. Sedangkan kinerja pasar saham masih minus.

Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengatakan, ketidakpastian pandemi berakhir menggiring kapan investor untuk mendapat dana investasi mereka. "Investor butuh keamanan tidak mau investasi di aset berisiko dulu untuk jangka pendek ini dan memilih emas.

Bussines Manager Indosukses Futures Suluh Adil Wicaksono juga mengatakan bahwa pergerakan harga emas yang berada di kisaran US $ 1.900 per ons troi menandakan bahwa investor memang berlari ke emas sebagai aset safe haven .

Eko memandang investor masih bisa memegang kepemilikan emas mereka hingga akhir tahun karena kenaikan harga masih mungkin terjadi meski tidak signifikan. Sementara di 2021 jika vaksin sudah bisa disebarluaskan, Eko memandang harga yang sangat buruk.

Selain itu pelaku pasar juga harus waspada pada hasil pemilihan presiden di Amerika Serikat (AS). "Setelah pemilu AS pasar akan melihat kepastian arah kebijakan AS yang baru, jika sesuai ekspektasi pasar, investor bisa pindah ke aset berisiko dan meninggalkan emas," kata Eko.

Suluh menambahkan, pergerakan dolar AS ke depan yang terkena dampak sentimen pemilu AS, suku bunga acuan The Fed yang masih rendah dan stimulus. "Saat ini bank sentral masih cenderung mendorong harga emas tetap di atas meski belum kembali terbang lagi," kata Suluh.

Bahkan, Suluh memproyeksikan harga emas yang naik ke US $ 2.000 per troi di akhir tahun. Namun, penguatan harga emas bergantung pada hasil pemilu AS dan dampaknya pada dolar AS yang ujungnya mempengaruhi harga emas.

Sementara, penurunan emas di sepanjang September terjadi karena aksi profit taking setelah emas menyimpan rekor harga tertinggi. "Jangan khawatir, sentimen positif yang menyokong harga emas banyak dan emas masih terlalu dini untuk bergerak dalam tren menurun," kata Suluh. Pemberitaan mengenai perkembangan pengadaan vaksin Covid-19 juga tidak membawa emas saat ini turun.

Selain emas, Eko memandang investasi di pasar baik melalui reksadana pendapatan tetap maupun Surat Berharga Negara (SBN) ritel, juga menarik. Menurut Eko di tengah kondisi yang tidak pasti, investor perlu memiliki instrumen investasi yang dapat memberikan kestabilan imbal hasil, salah satu alternatifnya adalah di pasar pengunduran - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id

Friday, October 2, 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Balik Arah Usai Mampir di US$ 1.900


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Semalam harga emas balik ke level US$ 1.900/troy ons setelah ambles dari level tersebut pada pekan terakhir bulan lalu. Namun pagi ini Jumat, harga bullion turun lagi dari level psikologis tersebut.

Pada 08.25 WIB, harga emas dunia di pasar spot terkoreksi 0,34% ke US$ 1.898,6/troy ons. Pada perdagangan kemarin, harga emas ditutup menguat ke US$ 1.905/troy ons. 

Harga emas mulai bangkit setelah menyentuh titik terendah dalam dua bulan terakhir pada 25 September lalu di US$ 1.860/troy ons. Saat itu dolar AS sedang bangkit dan perkasa.

Emas dan dolar AS bergerak berlawanan arah. Logam kuning itu ditransaksikan dalam mata uang Paman Sam, sehingga wajar saja jika harga emas cenderung tertekan saat dolar AS naik.

Namun setelah itu dolar AS melorot. Hal ini tercermin dari penurunan indeks dolar. Terpangkasnya indeks dolar membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain dan lebih menarik untuk dibeli.

Amblesnya dolar AS merespons kemungkinan lanjutnya paket stimulus untuk bantuan Covid-19 tambahan senilai US$ 2,2 triliun yang sempat menimbulkan perdebatan dan diskusi alot.

Investor saat ini tengah menanti kesepakatan antara Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi menyepakati paket stimulus bantuan Covid-19 tersebut.

Jika ada kesepakatan, stimulus akan berpotensi membangkitkan kembali ekspektasi inflasi ke arah target sasaran Federal Reserves, yang mana dengan penurunan suku bunga acuan oleh the Fed menjadi katalis yang sangat bagus untuk emas

Lebih lanjut Melek mengatakan tembusnya harga emas dari level resisten psikologisnya di US$ 1.900/troy ons dapat membuat harga emas berpotensi naik lebih tinggi lagi. Selain soal stimulus prospek perekonomian ke depan yang masih berisiko dan penuh ketidakpastian juga menguntungkan emas.

Aktivitas sektor manufaktur AS secara tak terduga melambat di bulan September. Klaim pengangguran di AS terus menurun tetapi masih berada di angka yang tinggi dan membuktikan bahwa AS sedang resesi. Hal ini yang membuat minat investor terhadap emas belum luntur.

Pendorong utama untuk emas adalah uang untuk investasi dan reaksi terhadap kabar seputar ekonomi, geopolitik dan dolar" kata Davit Govett, Chief Executiv dari Govertt Precious Metals kepada Reuters.

Banyak faktor yang mempengaruhi, tetapi hal tersebut akan menjadi lebih buruk terlebih dahulu sebelum membaik, oleh karena itu emas bakal mendapat untung dan kembali ke level US$ 2.000" pungkasnya - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Thursday, October 1, 2020

Rifan Financindo - Harga Emas Berjangka Turun Imbas Kacaunya Debat Capres AS


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka turun pada perdagangan kemarin. Harga emas turun setelah debat pertama calon presiden AS yang kacau mendorong investor beralih ke aset yang lebih aman.

Harga emas di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun USD7,7 atau 0,4% menjadi ditutup pada USD1.895,50 per ounce.

Debat pertama calon presiden AS antara petahana Donald Trump dan saingan Demokrat Joe Biden membuat investor berhati-hati dan mendorong mereka untuk mencari aset yang aman. Hal ini mengurangi daya tarik emas bagi investor.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, tidak berubah pada penutupan pada 93,8937.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1714 dari USD1,1737 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2897 dari USD1,2861 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7161 dari USD0,7129.

Dolar AS dibeli 105,48 yen Jepang, lebih rendah dari 105,68 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9212 franc Swiss dari 0,9195 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3312 dolar Kanada dari 1,3385 dolar Kanada.

Adapun harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 95,1 sen atau 3,89% menjadi ditutup pada USD23,494 per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okezone.com