Monday, September 13, 2021

PT Rifan - Harga Emas Terombang Ambing Ketidakpastian Isu Tapering


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas tergelincir pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), kembali berada di bawah level psikologis USD 1.800 per ounce.

Pelemahan harga emas terjadi di tengah ketidakpastian atas jadwal waktu tapering atau pengurangan pembelian aset Federal Reserve AS, yang menyebabkan sebagian besar investor menahan diri. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, merosot USD 7,9 atau 0,44 persen, menjadi ditutup pada USD 1.792,10 per ounce. Emas kehilangan lebih dari 2,0 persen untuk minggu ini.

Sehari sebelumnya, Kamis (9/9), emas berjangka terangkat USD 6,5 atau 0,36 persen menjadi USD 1.800, setelah jatuh USD 5 atau 0,28 persen menjadi USD 1.793,50 USD pada Rabu (8/9), dan terjun USD 35,2 atau 1,92 persen menjadi USD 1.798,50 ounce.
 
Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS mencegah dana-dana spekulatif berpindah ke emas. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan naik setelah data ekonomi menunjukkan inflasi yang tinggi dapat bertahan untuk beberapa waktu
 
Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, imbal hasil yang lebih tinggi diterjemahkan ke dalam peluang kerugian yang lebih besar memegang emas tanpa suku bunga. "Data indeks harga produsen AS yang meningkat dapat mendorong orang untuk percaya bahwa The Fed dapat menunjukkan sedikit kurang akomodatif di kemudian hari," tambah Melek

Investor emas memantau dengan cermat keputusan Fed, karena emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung naik ketika suku bunga rendah.

Banyak pelaku pasar emas menahan diri karena ketidakpastian seputar jadwal waktu tapering Fed, kata analis Commerzbank Daniel Briesemann. Hal itu karena USD kemungkinan akan melemah hingga akhir tahun, analis pasar berpendapat bahwa emas layak dibeli ketika turun di bawah USD 1.800. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 27,7 sen atau 1,15 persen, menjadi ditutup pada USD 23,9 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD 18 atau 1,85 persen menjadi ditutup pada USD 956,5 per ounce - PT RIFAN
 
Sumber : jpnn.com
 
 

Wednesday, September 8, 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Kembali Terpukul Mundur, Cukup Dalam


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas mundur kian kencang pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), berada di jalur penurunan harian terbesar dalam sebulan.

Pasalnya, USD lebih kuat dan imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi menghilangkan daya tarik logam tersebut. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terjun USD 35,2 atau 1,92 persen menjadi ditutup pada USD 1.798,50 USD per ounce

Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya melonjak 0,5 persen, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. "Pasar emas melihat beberapa retracement, dengan USD kemungkinan akan naik lebih jauh dan menekan logam," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures
 
Emas mencapai tertinggi 2,5 bulan pada Jumat (3/9) setelah laporan pekerjaan AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan memicu spekulasi bahwa Federal Reserve AS mungkin mendorong kembali pengurangan pembelian obligasi (tapering). "Tetapi kenyataannya adalah mereka (Fed) ingin mulai melakukan tapering-nya, sehingga pasar (emas) akan melihat untuk memposisikan dirinya di depan jika hal itu benar-benar terjadi,” tambah Pavilonis - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : jpnn.com
 

Tuesday, September 7, 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Turun Selasa, Tapi Tetap Di Atas Level $1.800

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNGHarga emas turun pada Selasa pagi di Asia tetapi tetap di atas level $1.800. Dolar AS melemah dan investor meningkatkan spekulasinya bahwa Federal Reserve AS akan menunda memulai pengurangan aset.

Harga emas berjangka turun 0,50% di $1.824,55/oz pukul 11.32 WIB menurut data Investing.com setelah mencapai level tertinggi dua setengah bulan selama minggu lalu akibat laporan pekerjaan AS yang mengecewakan.

Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, naik tipis 0,10% di 92,123.

Dari bank sentral, European Central Bank (ECB) mengumumkan keputusan kebijakannya pada hari Kamis. Reserve Bank of Australia akan memberikan keputusan kebijakannya hari ini dan Bank of Canada (BOC) menyusul sehari kemudian.

Federal Reserve AS kemungkinan akan menunda memulai pengurangan aset setelah laporan pekerjaan yang dirilis Jumat lalu menunjukkan angka non-farm payrolls yang lebih lemah dari perkiraan. Investor sekarang akan melihat apakah ada bank sentral yang memberikan keputusan kebijakan sepanjang minggu ini akan mulai mengurangi pembelian asetnya.

Di sisi data, data perdagangan China Agustus, yang dirilis sebelumnya, lebih baik dari perkiraan. Ekspor tumbuh sebesar 25,6% year on year dan impor tumbuh 33,1% year on year, sedangkan trade balance tercatat senilai $58,34 miliar.

Namun, pengeluaran rumah tangga Jepang tumbuh kurang dari yang diharapkan pada bulan Juli, menyusut sebesar 0,9% bulan ke bulan sementara tingkat tahunan bertambah sebesar 0,7%.

Di India, impor emas pada Agustus hampir mencapai dua kali lipatnya tahun ke tahun berkat permintaan yang kuat dan karena harga yang lebih rendah mendorong pembeli perhiasan untuk meningkatkan pembelian untuk musim perayaan mendatang, menurut sumber pemerintah.

Dalam logam mulia lainnya, perak turun 0,30% di 24,727 dan palladium naik 0,24% ke 2.406,25, sementara platinum turun tipis 0,14% di 1.017,85 pukul 11.39 WIB.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp2.000 dari Rp942.000 pada Senin menjadi Rp940.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 07.53 WIB - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Monday, September 6, 2021

PT Rifan - Harga Emas Memelesat Ke Puncak Tertinggi

PT RIFAN BANDUNG - Emas berjangka terangkat lebih dari satu persen ke level tertinggi dalam 2,5 bulan pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat

Harga emas terdongkrak naik lantaran data pertumbuhan pekerjaan AS pada Agustus lebih lambat dari perkiraan. Hal itu mendorong USD lebih rendah dan menimbulkan keraguan tentang kepastian waktu pengurangan stimulus Federal Reserve.

Emas berjangka jatuh USD 4,5 atau 0,25 persen menjadi USD 1.811,50 per ounce pada Kamis, setelah merosot USD 2,1 atau 0,12 persen menjadi USD 1.816 pada Rabu, dan melonjak USD 5,9 atau 0,33 persen menjadi USD 1.818,10 pada Selasa (31/8/2021). Pertumbuhan lapangan pekerjaan AS pada Agustus jauh di bawah ekspektasi di tengah lonjakan infeksi COVID-19.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat bahwa pengusaha-pengusaha AS hanya menambahkan 235.000 pekerjaan pada Agustus, lebih rendah dari ekspektasi pasar dan lebih rendah dari kenaikan pekerjaan yang direvisi naik sebesar 1,1 juta pada Juli dan 962.000 pada Juni. Indeks USD tergelincir segera setelah laporan tersebut dirilis, sehingga memperkuat daya tarik emas bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

Tetapi fakta bahwa emas gagal menembus di atas resistansi pada USD 1.835 per ounce dapat menunjukkan beberapa skeptisisme tentang apakah ini berarti pertumbuhan puncak dan penundaan pengurangan stimulus," imbuhnya. Beberapa analis berpendapat bahwa data pekerja yang lebih lemah dari perkiraan dapat memberikan alasan kepada Federal Reserve untuk mendorong kembali pengurangan pembelian aset. Beberapa analis lain berpendapat bahwa data tersebut tidak mungkin mengubah permainan mengingat peningkatan tajam dalam data pekerjaan AS dalam beberapa bulan lalu.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pekan lalu bahwa jika pertumbuhan pekerjaan berlanjut, The Fed dapat mulai memotong pembelian aset tahun ini, tetapi akan tetap berhati-hati untuk menaikkan suku bunga. Beberapa investor memandang emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang mungkin mengikuti langkah-langkah stimulus. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. "Fokus pasar akan beralih ke pertemuan FOMC September mendatang. Kami terus melihat risiko kenaikan lebih lanjut untuk emas mengingat ekspektasi kami terhadap USD melemah dan imbal hasil riil tetap sangat negatif," kata Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 88,4 sen atau 3,7 persen, menjadi ditutup pada USD 24,802 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 27,4 dolar atau 2,76 persen, menjadi ditutup pada USD 1.021,6 per ounce - PT RIFAN

Sumber : jpnn.com

Friday, September 3, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Kembali Jatuh Setelah Investor Abaikan Pelemahan Dolar

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNGInvestor yang mengabaikan pelemahan dolar membuat harga emas kembali jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

Selain itu investor juga masih fokus pada data penggajian non-pertanian yang akan dirilis Jumat waktu setempat, yang dapat menentukan strategi pengurangan stimulus Federal Reserve (Fed) AS.

Untuk pengiriman Desember, kontrak harga emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, jatuh lagi 4,5 dolar AS atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 1.811,50 dolar AS per ounce.

Harga emas berjangka juga turun 2,1 dolar AS atau 0,12 persen menjadi 1.816 dolar AS per ounce sehari sebelumnya, setelah melonjak 5,9 dolar AS atau 0,33 persen menjadi 1.818,10 dolar AS

Pasar emas saat ini sedang berkonsolidasi dan tidak peduli tentang hal lain sampai jumlah pekerjaan muncul," kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible

Soal penurunan dolar, investor tidak terlalu memperhatikan penurunan dolar karena biasanya dolar melemah ketika emas naik, karena membuat emas lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

Analis pasar berpendapat bahwa komentar Powell telah membuat laporan pekerjaan bulanan AS sangat penting karena data tersebut dapat meletakkan dasar untuk pertemuan Federal Reserve akhir bulan ini.

Harga emas sangat sensitif terhadap penurunan suku bunga, yang menurunkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suaramerdeka.com

Thursday, September 2, 2021

Rifan Financindo - Harga Emas Turun Tipis, Investor Tunggu Data Pekerjaan AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Investor menunggu laporan pekerjaan utama Amerika Serikat untuk petunjuk tentang kapan Federal Reserve kemungkinan mulai mengurangi langkah-langkah stimulus pada era pandemi.

Kondisi ini sedikit melemahkan harga emas pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, turun tipis 0,70 dolar AS atau 0,10 persen menjadi ditutup pada 1.816,35 dolar AS per ounce.

Emas berjangka melonjak 5,9 dolar AS atau 0,33 persen menjadi 1.818,10 dolar AS per ounce sehari sebelumnya.

Penguatan diperlihatkan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, sebesar 0,1 persen, tetapi mendekati level terendah lebih dari tiga minggu pada Selasa

Pencetakan di atas satu juta lapangan pekerjaan akan menempatkan tekanan dan menjadi bearish untuk emas, sedangkan angka sekitar 700.000, atau lebih rendah, akan mengurangi kekhawatiran tersebut dan mendukung emas," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior, Asia Pasifik di OANDA.

Dia menambahkan, emas tidak memiliki momentum untuk diperdagangkan secara signifikan menjauh dari zona rata-rata pergerakan 100 dan 200 hari,.

Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan data penggajian (payrolls) nonpertanian AS meningkat 750.000 pada Agustus.

Pemulihan yang kuat di pasar tenaga kerja merupakan prasyarat penting bagi keputusan Fed untuk melakukan pengurangan stimulus - RIFAN FINANCINDO

Sumber : suaramerdeka.com

Wednesday, September 1, 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Mengalami Penurunan Mendekati Simposium Jackson Hole Fed

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas mengalami penurunan pada Senin 30Agustus 2021, investor waspada mendekati simposium Federasi Reserve AS yang bisa memberinya kode untuk saat pengurangan asset.

Emas berjangka mengalami penurunan tipis 0,10% jadi $1.789,15, emas mengalami penurunan 0,7% sepanjang sesion sebelumnya, pengurangan sehari paling besar dalam lebih dari dua minggu.

Simposium Jackson Hole Fed akan dibuka di masa mendatang, dengan Ketua Fed Jerome Powell sampaikan pidato di hari Jumat.

Walau makin banyak petinggi Fed sudah menyaratkan jika pengurangan asset bisa diawali lebih cepat dari yang diharapkan, pandemi COVID-19 secara global terus mengaburkan prospect ekonomi dan menyangsikan penglihatan ini.

Peningkatan Suku Bungan Dari The Fed

Tetapi, bank sentra yang lain ada di depan The Fed, dengan Bank of Korea BOK meningkatkan suku bunganya karena mengalami penurunankan keputusan peraturannya pada hari sebelumnya.

Suku bunga BOK untuk Agustus ialah 0,75%, naik 25 pangkalan point dari 0,5% sebelumnya dan sama sesuai harapan, dan Korea Selatan saat ini jadi ekonomi Asia pertama kali yang meningkatkan suku bunga semenjak COVID-19 diawali.

Harga emas bergerak naik di hari Jumat, usai kuat $25.12 di tingkat $1816.90 karena dipacu oleh sentimen pelemahan dollar AS.

Pesimisnya data Core PCE Price Indeks AS dan pengakuan yang condong dovish dari Fed Powell di mana ia menimbang resiko Covid-19 variasi Delta dan tidak beri signal untuk selekasnya memotong pembelian obligasi.

Di sesion Asia 30/8, harga emas mempunyai potensi dibeli menguji resisten $1825 sepanjang harga di atas tingkat $1816.

Bila mengalami penurunan ke bawah tingkat itu, berkesempatan menguji dukungan ke$1812. Kekuatan kisaran harga di : $1812 – $1825 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : inforexnews.com