Thursday, August 10, 2023

Rifan Financindo - Sehari Jelang Pengumuman Inflasi AS, Wall Street Terjungkal

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Indeks pasar saham Wall Street melemah pada penutupan Kamis pagi WIB sehari menjelang data inflasi AS yang dapat mempengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 0,54 persen menjadi 35.123,36 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 31,67 poin atau 0,70 persen, berakhir di 4.467,71 poin. 

Indeks Komposit Nasdaq merosot 165,93 poin atau 1,2 persen, ditutup pada 13.718,40 poin. Empat dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan saham energi memimpin kenaikan yakni bertambah 1,22 persen, menyentuh level tertinggi hampir enam bulan, mengikuti lonjakan harga minyak mentah. Kerugian mengikuti aksi jual luas sehari sebelumnya, setelah lembaga pemeringkat kredit Moody's menurunkan peringkat beberapa bank kecil dan menengah. Pada Rabu (9/8/2023), bank-bank besar memperpanjang kerugian tersebut dengan Bank of America turun 0,8 persen dan Wells Fargo turun 1,3 persen.

Pasar saat ini hanya berputar-putar. Dan alasannya adalah besok laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli akan dirilis”, kata Jason Krupa, wakil presiden manajemen aset di Lenox Advisors. Pada Selasa (8/8/2023), Federal Reserve New York mengatakan utang kartu kredit AS melampaui 1 triliun dolar AS, dan Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan bank sentral AS mungkin berada pada tahap di mana ia dapat membiarkan suku bunga tidak berubah.

Dengan harga minyak naik, konsumen adalah tulang punggung perekonomian. Jika mereka terlalu melar dan mereka berhenti berbelanja, itu akan membawa kita lebih banyak ke dalam narasi resesi,” kata Gina Bolvin, Presiden Bolvin Wealth Management Group di Boston.

Pelaku pasar menempatkan peluang tidak ada kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan Fed berikutnya pada September sebesar 86,5 persen, menurut alat CME FedWatch. Pertumbuhan saham megacap yang sensitif terhadap suku bunga dan saham teknologi yang memimpin reli Wall Street, seperti Nvidia, Apple dan Tesla, turun antara 0,8 persen dan 4,8 persen. IHK untuk Juli, yang akan dirilis pada Kamis, diperkirakan akan menunjukkan sedikit percepatan dari tahun lalu. Secara bulanan, harga konsumen diperkirakan meningkat 0,2 persen, sama seperti pada Juni. Sektor konsumen China mengalami deflasi pada Juli. Indeks harga konsumen (IHK) turun di ekonomi terbesar kedua di dunia itu, kata Biro Statistik Nasional, penurunan pertama sejak Februari 2021 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : bisnis.com

Indeks pasar saham Wall Street melemah pada penutupan Kamis pagi WIB sehari menjelang data inflasi AS yang dapat mempengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 0,54 persen menjadi 35.123,36 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 31,67 poin atau 0,70 persen, berakhir di 4.467,71 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 165,93 poin atau 1,2 persen, ditutup pada 13.718,40 poin. Empat dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan saham energi memimpin kenaikan yakni bertambah 1,22 persen, menyentuh level tertinggi hampir enam bulan, mengikuti lonjakan harga minyak mentah. Kerugian mengikuti aksi jual luas sehari sebelumnya, setelah lembaga pemeringkat kredit Moody's menurunkan peringkat beberapa bank kecil dan menengah. Pada Rabu (9/8/2023), bank-bank besar memperpanjang kerugian tersebut dengan Bank of America turun 0,8 persen dan Wells Fargo turun 1,3 persen.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Sehari Jelang Pengumuman Inflasi AS, Wall Street Terjungkal", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230810/7/1683439/sehari-jelang-pengumuman-inflasi-as-wall-street-terjungkal.
Penulis : Newswire - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
Indeks pasar saham Wall Street melemah pada penutupan Kamis pagi WIB sehari menjelang data inflasi AS yang dapat mempengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 0,54 persen menjadi 35.123,36 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 31,67 poin atau 0,70 persen, berakhir di 4.467,71 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 165,93 poin atau 1,2 persen, ditutup pada 13.718,40 poin. Empat dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan saham energi memimpin kenaikan yakni bertambah 1,22 persen, menyentuh level tertinggi hampir enam bulan, mengikuti lonjakan harga minyak mentah. Kerugian mengikuti aksi jual luas sehari sebelumnya, setelah lembaga pemeringkat kredit Moody's menurunkan peringkat beberapa bank kecil dan menengah. Pada Rabu (9/8/2023), bank-bank besar memperpanjang kerugian tersebut dengan Bank of America turun 0,8 persen dan Wells Fargo turun 1,3 persen.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Sehari Jelang Pengumuman Inflasi AS, Wall Street Terjungkal", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230810/7/1683439/sehari-jelang-pengumuman-inflasi-as-wall-street-terjungkal.
Penulis : Newswire - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
Indeks pasar saham Wall Street melemah pada penutupan Kamis pagi WIB sehari menjelang data inflasi AS yang dapat mempengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 0,54 persen menjadi 35.123,36 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 31,67 poin atau 0,70 persen, berakhir di 4.467,71 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 165,93 poin atau 1,2 persen, ditutup pada 13.718,40 poin. Empat dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan saham energi memimpin kenaikan yakni bertambah 1,22 persen, menyentuh level tertinggi hampir enam bulan, mengikuti lonjakan harga minyak mentah. Kerugian mengikuti aksi jual luas sehari sebelumnya, setelah lembaga pemeringkat kredit Moody's menurunkan peringkat beberapa bank kecil dan menengah. Pada Rabu (9/8/2023), bank-bank besar memperpanjang kerugian tersebut dengan Bank of America turun 0,8 persen dan Wells Fargo turun 1,3 persen.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Sehari Jelang Pengumuman Inflasi AS, Wall Street Terjungkal", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230810/7/1683439/sehari-jelang-pengumuman-inflasi-as-wall-street-terjungkal.
Penulis : Newswire - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Wednesday, August 9, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - IHK AS, Fed Speakers Akan Berikan Lebih Banyak Petunjuk


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Fokus saat ini tertuju pada data IHK AS untuk mendapat lebih banyak isyarat mengenai ekonomi terbesar di dunia ini dan jalur kebijakan moneter.

Inflasi diperkirakan akan naik sedikit di bulan Juli dari bulan sebelumnya, tetap bertahan dan berpotensi menarik lebih banyak kenaikan suku bunga oleh the Fed.

Komentar dari para pejabat Fed juga akan diketahui dalam beberapa hari mendatang, setelah petinggi Fed sinyal pandangan yang beragam mengenai kenaikan suku bunga di awal minggu ini. Sejauh ini, The Fed telah mengisyaratkan bahwa mereka akan menaikkan suku bunga setidaknya sekali lagi tahun ini.

Namun, bank sentral juga mengisyaratkan bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama - sebuah skenario yang menjadi pertanda buruk bagi aset-aset yang tidak memberikan yields seperti emas. Kenaikan suku bunga mendorong naiknya biaya peluang untuk memiliki aset-aset tersebut.

Komoditas nikel jatuh 1,07% pada penutupan dini hari, timah naik 0,2% Senin di ICE London, bijih besi turun 0,43% dan tembaga naik 0,22% pukul 09.27 WIB - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Tuesday, August 8, 2023

PT Rifan Financindo - Komentar Beragam Fed Mengenai Kenaikan Suku Bunga

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Komentar terbaru dari pejabat Fed memberikan pandangan yang beragam mengenai kenaikan suku bunga masa depan oleh bank sentral. Gubernur Fed Michelle Bowman pada hari Senin menyatakan bahwa kemungkinan dibutuhkan lebih banyak kenaikan suku bunga untuk mendekatkan inflasi ke rentang target tahunan Fed.

Meski inflasi telah mereda cukup banyak tahun ini, namun ini masih jauh melebihi target Fed. Inflasi inti pun masih cukup tinggi.

Sementara itu, Presiden Fed New York John Williams yakin bahwa ekonomi AS sedang menuju lingkungan dengan inflasi lebih rendah dan bahwa Fed hampir mencapai puncak tertinggi suku bunga dalam siklus ini.

Komentar-komentar itu muncul menjelang data inflasi IHK yang akan dirilis Kamis ini, yang bisa menunjukkan beberapa tanda peningkatan, menurut survei Reuters. Tanda-tanda inflasi AS yang tinggi memberi Fed lebih banyak ruang untuk menaikkan suku bunga.

Dolar dan Treasury yields menguat menjelang pengumuman tersebut, memberikan tekanan pada harga emas dan logam lainnya.

Jika Treasury yields rally melebihi level tertinggi pekan lalu, hal itu bisa memicu pembelian teknikal dan akan sangat merugikan harga emas... Pekan ini semua bergantung pada data inflasi dan setiap kejutan naik bisa menjadi bearish jangka pendek untuk emas," kata Ed Moya, analis pasar senior di OANDA dalam sebuah catatan - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Monday, August 7, 2023

PT Rifan - Harga Emas Naik Tipis, Jelang Isyarat Dari Angka Inflasi

 

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas naik tipis pada hari Senin, sedikit pulih setelah turun tajam dalam seminggu terakhir, sementara harga tembaga juga bergerak sedikit sebelum sejumlah rilis data ekonomi utama AS dan China dalam beberapa hari mendatang.

Peningkatan treasury yields, didorong oleh kekhawatiran atas suku bunga yang lebih tinggi dan downgrade rating utang AS, menghambat harga emas naik dalam beberapa sesi terakhir, seperti halnya pemulihan dolar.

Meski logam kuning alami sedikit pemulihan pada hari Jumat, menyusul data lemah nonfarm payrolls, logam ini masih menutup seminggu ini turun sekitar 1% - kinerja terburuknya dalam lebih dari sebulan.

Emas spot naik 0,1% menjadi $1.945,03/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir pada bulan Desember naik 0,2% menjadi $1.979,60/oz pukul 07.46 WIB - PT RIFAN

Sumber : investing

Friday, August 4, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Emas Raih Sedikit Dorongan Setelah Downgrade AS, Dolar Menguat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Logam mulia terima sedikit permintaan safe haven, bahkan ketika downgrade utang AS oleh Fitch mendorong risk aversion di pasar keuangan lainnya.

Namun analis mengatakan bahwa langkah ini akan berdampak kecil pada pasar keuangan, dan lebih didorong oleh kekhawatiran akan pengeluaran fiskal yang membengkak dan perdebatan politik mengenai kebijakan.

Dolar naik setelah downgrade Fitch, mendapat dukungan dari data payrolls yang jauh lebih kuat oleh ADP. Angka tersebut mengikuti data awal pekan ini yang menunjukkan beberapa tanda pemulihan manufaktur dan konstruksi AS.

Data juga mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan memiliki ruang ekonomi yang cukup untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut dan mempertahankannya di sana - sebuah skenario yang menjadi pertanda buruk bagi pasar emas dan logam.

Kenaikan suku bunga mendorong naiknya biaya peluang untuk menyimpan emas, dan juga membuat investor lebih memilih dolar sebagai aset safe haven daripada emas.

Pasar juga menunggu peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dari Bank of England hari ini.

Komoditas pagi ini, nikel jatuh 3,49% pada penutupan dini hari, timah jatuh 3,19% Selasa di ICE London, dan bijih besi jatuh 3,68% - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Thursday, August 3, 2023

Rifan Financindo - Emas Raih Sedikit Dorongan Setelah Downgrade AS, Dolar Menguat

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Logam mulia terima sedikit permintaan safe haven, bahkan ketika downgrade utang AS oleh Fitch mendorong risk aversion di pasar keuangan lainnya.

Namun analis mengatakan bahwa langkah ini akan berdampak kecil pada pasar keuangan, dan lebih didorong oleh kekhawatiran akan pengeluaran fiskal yang membengkak dan perdebatan politik mengenai kebijakan.

Dolar naik setelah downgrade Fitch, mendapat dukungan dari data payrolls yang jauh lebih kuat oleh ADP. Angka tersebut mengikuti data awal pekan ini yang menunjukkan beberapa tanda pemulihan manufaktur dan konstruksi AS.

Data juga mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan memiliki ruang ekonomi yang cukup untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut dan mempertahankannya di sana - sebuah skenario yang menjadi pertanda buruk bagi pasar emas dan logam.

Kenaikan suku bunga mendorong naiknya biaya peluang untuk menyimpan emas, dan juga membuat investor lebih memilih dolar sebagai aset safe haven daripada emas.

Pasar juga menunggu peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dari Bank of England hari ini.

Komoditas pagi ini, nikel jatuh 3,49% pada penutupan dini hari, timah jatuh 3,19% Selasa di ICE London, dan bijih besi jatuh 3,68% - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Wednesday, August 2, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka -Emas Lepas Level Kunci $2.000

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas bergerak sedikit pada hari Rabu setelah alami kerugian di sesi sebelumnya membuat emas berjangka kehilangan level bullish kunci, sementara penguatan dolar terus menekan harga logam lebih luas.

Harga tembaga juga stabil pada hari Rabu setelah kehilangan level kunci di sesi sebelumnya, berada di bawah tekanan dari dolar yang lebih kuat dan rentetan data manufaktur yang lemah dari seluruh dunia.

Namun beberapa tanda pemulihan di sektor manufaktur AS dan belanja konstruksi mendorong dolar saat pasar khawatir bahwa ketahanan ekonomi AS akan memberikan ruang yang cukup bagi the Fed untuk terus menaikkan suku bunga.

Hal ini membebani emas dan sebagian besar harga logam lainnya, yang akan merugi dalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi.

Emas spot stabil di $1,949.88/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir pada bulan Desember flat di $1.986,35/oz cenderung naik pada pukul 07.23 WIB. Kedua instrumen turun antara 0,6% dan 1% pada hari Selasa, dengan emas berjangka juga kehilangan level kunci $2.000/oz - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing