Tuesday, August 22, 2023

PT Rifan Financindo - Jackson Hole Dan Isyarat Lanjutan Fed Ditunggu

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas diperkirakan akan diperdagangkan dalam rangebound selama beberapa hari mendatang dan investor bersiap-siap menjelang Simposium Jackson Hole pada pekan ini.

Inflasi AS yang kuat dan data pasar tenaga kerja telah menekan harga emas dalam beberapa pekan terakhir, saat pasar mulai memperkirakan kemungkinan yang lebih besar untuk kenaikan suku bunga. Powell kini diperkirakan akan menjelaskan lebih lanjut tentang rencana suku bunga bank, setelah risalah rapat Fed bulan Juli menunjukkan bahwa mayoritas pengambil kebijakan mendukung suku bunga yang lebih tinggi untuk menahan inflasi tinggi.

Dolar dan treasury yields naik dalam ekspektasi kenaikan suku bunga, yang pada gilirannya menekan harga emas dan aset-aset tanpa imbal hasil lainnya. Naiknya suku bunga telah meningkatkan biaya peluang untuk memiliki emas selama setahun terakhir dan ini membuat sebagian besar traders tetap berpegang pada dolar sebagai safe haven pilihan.

Sebelumnya Senin (21/08) pagi ini, nikel turun 0,53% pada penutupan Sabtu lalu, timah turun 0,18% Jumat di ICE London, bijih besi naik 0,44% Jumat dan tembaga naik 0,14% pukul 07.32 WIB - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Monday, August 21, 2023

PT Rifan - Pergerakan Harga Emas Hari Ini Berpeluang Rebound Didorong Permintaan Kuat Dari China

Harga emas global pekan ini diprediksi rebound atau melanjutkan penguatan terdorong oleh kuatnya permintaan investor di China. Pada perdagangan pekan lalu, Jumat (18/8/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, menguat tipis 1,30 dolar AS atau 0,07 persen menjadi ditutup pada 1.916,50 dolar AS per ounce, menghentikan pelemahan sembilan sesi berturut-turut, rekor penurunan harian terpanjang dalam lebih dari enam tahun, karena dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah. Analis Komoditas Lukman Leong mengatakan harga emas terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu diakibatkan oleh penguatan dolar AS dan prospek suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Risalah pertemuan Federal Reserve memicu kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih lanjut membawa pengaruh negatif untuk aset logam mulia yang tidak menghasilkan bunga. The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga satu kali lagi pada Federal Open Market Committee (FOMC) September 2023 mendatang.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Pergerakan Harga Emas Hari ini Berpeluang Rebound Didorong Permintaan Kuat dari China", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230821/235/1686530/pergerakan-harga-emas-hari-ini-berpeluang-rebound-didorong-permintaan-kuat-dari-china.
Penulis : Rizqi Rajendra - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
Harga emas global pekan ini diprediksi rebound atau melanjutkan penguatan terdorong oleh kuatnya permintaan investor di China. Pada perdagangan pekan lalu, Jumat (18/8/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, menguat tipis 1,30 dolar AS atau 0,07 persen menjadi ditutup pada 1.916,50 dolar AS per ounce, menghentikan pelemahan sembilan sesi berturut-turut, rekor penurunan harian terpanjang dalam lebih dari enam tahun, karena dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah. Analis Komoditas Lukman Leong mengatakan harga emas terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu diakibatkan oleh penguatan dolar AS dan prospek suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Risalah pertemuan Federal Reserve memicu kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih lanjut membawa pengaruh negatif untuk aset logam mulia yang tidak menghasilkan bunga. The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga satu kali lagi pada Federal Open Market Committee (FOMC) September 2023 mendatang.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Pergerakan Harga Emas Hari ini Berpeluang Rebound Didorong Permintaan Kuat dari China", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230821/235/1686530/pergerakan-harga-emas-hari-ini-berpeluang-rebound-didorong-permintaan-kuat-dari-china.
Penulis : Rizqi Rajendra - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas global pekan ini diprediksi rebound atau melanjutkan penguatan terdorong oleh kuatnya permintaan investor di China. Pada perdagangan pekan lalu, Jumat (18/8/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, menguat tipis 1,30 dolar AS atau 0,07 persen menjadi ditutup pada 1.916,50 dolar AS per ounce, menghentikan pelemahan sembilan sesi berturut-turut, rekor penurunan harian terpanjang dalam lebih dari enam tahun, karena dolar Amerika 

Serikat (AS) yang lebih lemah. Analis Komoditas Lukman Leong mengatakan harga emas terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu diakibatkan oleh penguatan dolar AS dan prospek suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Risalah pertemuan Federal Reserve memicu kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih lanjut membawa pengaruh negatif untuk aset logam mulia yang tidak menghasilkan bunga. The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga satu kali lagi pada Federal Open Market Committee (FOMC) September 2023 mendatang.

Namun saya melihat downside harga emas sudah terbatas serta akan berkonsolidasi dan rebound pekan ini," ujar Lukman kepada Bisnis dikutip Senin,

Menurutnya, harga emas didukung oleh permintaan fisik yang kuat di China di mana investor memburu emas di tengah kekhawatiran akan perlambatan ekonomi di China.

Pertumbuhan penjualan ritel China secara tahunan mengalami perlambatan, pada Juli 2023 tercatat di level 2,5 persen setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 3,1 persen. Kondisi tersebut membuat harga komoditas logam mineral melemah, seperti nikel, timah dan tembaga.

Sementara itu, perusahaan properti raksasa asal China mengajukan perlindungan kebangkrutan di Amerika Serikat (AS) setelah gagal bayar utang (default) sebesar US$330 miliar - PT RIFAN

Sumber : bisnis.com

Friday, August 18, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Notulen The Fed Mendorong Dolar Dan Yields

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Risalah dari rapat Fed bulan Juli menunjukkan pada Rabu setempat bahwa sebagian besar anggota komite penetapan suku bunga mendukung suku bunga yang lebih tinggi untuk mengekang inflasi yang tinggi.

Meskipun para pejabat terpecah soal perlunya kenaikan lebih lanjut, mereka masih mengemukakan lebih banyak risiko kenaikan terhadap inflasi - sebuah skenario yang pada akhirnya dapat menarik lebih banyak kenaikan suku bunga oleh bank sentral. Inflasi AS juga menunjukkan peningkatan di bulan Juli.

Dolar menguat ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir setelah risalah tersebut, sementara Treasury yields bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam hampir 10 bulan terakhir. Yields juga hampir mencapai level yang terakhir kali terlihat selama krisis keuangan 2008.

Potensi kenaikan suku bunga AS menjadi pertanda buruk bagi emas, karena hal ini meningkatkan biaya peluang investasi pada aset-aset yang tidak memberikan yields. Gagasan ini telah memukul logam mulia hingga 2022, dan diperkirakan akan terus membebani emas hingga The Fed memutuskan untuk mulai memangkas suku bunga.

Namun, para analis memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi setidaknya selama enam bulan ke depan. Goldman Sachs memperkirakan penurunan suku bunga hanya akan terjadi pada pertengahan 2024.

Lanjut karet mencapai 127,00 pada Rabu di Singapura, batubara Newcastle di ICE London tercatat 136,00, kakao AS naik 1,16% hingga dini hari, minyak sawit sentuh 3.815,00, dan kacang kedelai naik 1,1% pukul 10.47 WIB.

Terakhir, kopi robusta di London berada di 2.579,00, kopi AS jatuh 2% dan gas alam turun 0,04% - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Tuesday, August 15, 2023

PT Rifan Financindo - Harga Emas Turun Dari Tekanan Dolar Dan Yields Obligasi

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun pada hari Selasa (15/08), bergerak di dekat level psikologis penting $1.900. Ini terjadi saat yields obligasi dan dolar AS masih stabil menjelang data retail sales yang bisa menjelaskan dampak suku bunga yang lebih tinggi terhadap belanja konsumen.

Dilansir Reuters Selasa (15/08) pagi, membuat emas menjadi lebih mahal bagi buyers luar negeri, dolar AS mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu bulan pada Senin di tengah kekhawatiran atas ekonomi China. Treasury yields 10 tahun AS mendekati level tertinggi sejak November.

Emas spot turun 0,1% ke $1.905,66/oz pukul 09.28 WIB, diperdagangkan mendekati level terendah dalam 1,5 bulan yang dicapai sesi sebelumnya. Emas berjangka turun 0,35% menjadi $1.937,15 menurut data Investing.com.

Pasar saham Asia berada di dekat level terendah satu bulan pada hari Selasa saat bank sentral China tanpa diduga memangkas suku bunga acuan untuk kedua kalinya dalam tiga bulan. Itu menjadi sebuah tanda baru bahwa pihak otoritas meningkatkan upaya pelonggaran moneter untuk mendorong pemulihan ekonomi yang tengah tersendat.

Ekonomi Jepang berekspansi selama tiga kuartal berturut-turut pada bulan April-Juni, kendati begitu potensi resesi global membayangi prospek tersebut.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada Senin menyatakan bahwa kebijakan Presiden AS Joe Biden yakni mendorong pertumbuhan lapangan kerja yang bersejarah dan membangun kembali daya saing, meskipun jajak pendapat menunjukkan bahwa orang Amerika tetap skeptis.

Warga Amerika mengatakan bulan lalu bahwa mereka memperkirakan inflasi yang lebih lemah dalam beberapa tahun ke depan, menurut sebuah survei oleh Federal Reserve New York.

Komoditas hari ini, nikel turun 0,7% pada dini hari tadi, timah turun 1,59% Jumat di ICE London, bijih besi turun 0,7% dan tembaga naik 0,21% pukul 11.34 WIB.

Lebih lanjut karet turun 1,24% pada Senin di Singapura, batubara Newcastle di ICE London mencapai 136,00, kakao AS naik 0,86% hingga dini hari, harga minyak sawit turun 0,8%, dan kacang kedelai turun 0,17%.

Kopi robusta di London berada di 2.624,00, kopi AS turun 4,46% pada dini hari dan gas alam naik 1,07% - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Monday, August 14, 2023

PT Rifan - Dolar Didukung Oleh Inflasi Yang Lebih Tinggi

PT RIFAN BANDUNG - Data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan inflasi indeks harga produsen (PPI) AS tumbuh lebih tinggi pada bulan Juli. Angka ini muncul hanya sehari setelah data menunjukkan inflasi indeks harga konsumen juga tumbuh di bulan Juli.

Angka-angka tersebut indikasikan bahwa inflasi sekali lagi menunjukkan tren yang lebih tinggi setelah menurun secara substansial pada awal tahun ini, dan menimbulka kekhawatiran bahwa Fed harus menaikkan suku bunga kembali.

Gagasan ini mendorong dolar, dengan prospek suku bunga yang lebih tinggi juga menyiratkan lebih banyak tekanan pada aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti logam. Kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang berinvestasi pada aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil, dengan emas yang telah mencatat penurunan tajam pada tahun lalu akibat suku bunga AS meningkat.

Logam mulia ini juga akan sedikit mengalami kelegaan tahun ini, pasalnya suku bunga AS akan tetap berada di level tertinggi 22 tahun setidaknya hingga tahun 2023 - PT RIFAN

Sumber : investing

Friday, August 11, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Wall Street Menguat Dipicu Data Inflasi AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Wall Street menguat pada Kamis (10/8/2023) dipicu data inflasi Amerika Serikat. Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, naik 52,79 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 35.176,15. Indeks S&P 500 berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 1,12 poin menjadi 4.468,83. Indeks komposit Nasdaq meningkat 15,97 poin, atau sekitar 0,12 persen, menjadi 13.737,99.

Data inflasi AS yang terbaru memunculkan spekulasi bahwa Federal Reserve segera mengakhiri siklus peningkatan suku bunga dan mulai memangkas suku bunga awal tahun depan.

Indeks harga konsumen AS naik 3,2 persen year-on-year pada Juli, sedikit di bawah ekspektasi. Indeks harga konsumen inti meningkat 4,7 persen year-on-year, juga sedikit di bawah estimasi.

Baik indeks harga konsumen dan indeks harga konsumen inti sama-sama meningkat 0,2 persen dari bulan lalu.

Indeks sektor layanan komunikasi dan energi S&P 500 berakhir di teritori positif, sedangkan indeks sektor industri dan properti berakhir di teritori negatif.

Saham perusahaan teknologi Apple dan Nvidia masing-masing turun 0,1 persen dan 0,4 persen dipicu peningkatan imbal hasil obligasi AS.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun dipicu penguatan nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman September 2023 turun 0,1 persen menjadi US$1.948,90 per ons. Indeks dolar AS naik 0,14 persen menjadi 102,62.

Bursa saham Eropa menguat pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,8 persen, dipicu data inflasi AS.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 31,30 poin, atau sekitar 0,41 persen, menjadi 7.618,60. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 143,94 poin, atau sekitar 0,91 persen, menjadi 15.996,52.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melonjak 147,80 poin, atau sekitar 1,58 persen, menjadi 9.502,20. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menanjak 111,58 poin, atau sekitar 1,52 persen, menjadi 7.433,62.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,4 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2771 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,1 persen menjadi 1,1580 euro per pound - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Thursday, August 10, 2023

Rifan Financindo - Sehari Jelang Pengumuman Inflasi AS, Wall Street Terjungkal

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Indeks pasar saham Wall Street melemah pada penutupan Kamis pagi WIB sehari menjelang data inflasi AS yang dapat mempengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 0,54 persen menjadi 35.123,36 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 31,67 poin atau 0,70 persen, berakhir di 4.467,71 poin. 

Indeks Komposit Nasdaq merosot 165,93 poin atau 1,2 persen, ditutup pada 13.718,40 poin. Empat dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan saham energi memimpin kenaikan yakni bertambah 1,22 persen, menyentuh level tertinggi hampir enam bulan, mengikuti lonjakan harga minyak mentah. Kerugian mengikuti aksi jual luas sehari sebelumnya, setelah lembaga pemeringkat kredit Moody's menurunkan peringkat beberapa bank kecil dan menengah. Pada Rabu (9/8/2023), bank-bank besar memperpanjang kerugian tersebut dengan Bank of America turun 0,8 persen dan Wells Fargo turun 1,3 persen.

Pasar saat ini hanya berputar-putar. Dan alasannya adalah besok laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli akan dirilis”, kata Jason Krupa, wakil presiden manajemen aset di Lenox Advisors. Pada Selasa (8/8/2023), Federal Reserve New York mengatakan utang kartu kredit AS melampaui 1 triliun dolar AS, dan Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan bank sentral AS mungkin berada pada tahap di mana ia dapat membiarkan suku bunga tidak berubah.

Dengan harga minyak naik, konsumen adalah tulang punggung perekonomian. Jika mereka terlalu melar dan mereka berhenti berbelanja, itu akan membawa kita lebih banyak ke dalam narasi resesi,” kata Gina Bolvin, Presiden Bolvin Wealth Management Group di Boston.

Pelaku pasar menempatkan peluang tidak ada kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan Fed berikutnya pada September sebesar 86,5 persen, menurut alat CME FedWatch. Pertumbuhan saham megacap yang sensitif terhadap suku bunga dan saham teknologi yang memimpin reli Wall Street, seperti Nvidia, Apple dan Tesla, turun antara 0,8 persen dan 4,8 persen. IHK untuk Juli, yang akan dirilis pada Kamis, diperkirakan akan menunjukkan sedikit percepatan dari tahun lalu. Secara bulanan, harga konsumen diperkirakan meningkat 0,2 persen, sama seperti pada Juni. Sektor konsumen China mengalami deflasi pada Juli. Indeks harga konsumen (IHK) turun di ekonomi terbesar kedua di dunia itu, kata Biro Statistik Nasional, penurunan pertama sejak Februari 2021 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : bisnis.com

Indeks pasar saham Wall Street melemah pada penutupan Kamis pagi WIB sehari menjelang data inflasi AS yang dapat mempengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 0,54 persen menjadi 35.123,36 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 31,67 poin atau 0,70 persen, berakhir di 4.467,71 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 165,93 poin atau 1,2 persen, ditutup pada 13.718,40 poin. Empat dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan saham energi memimpin kenaikan yakni bertambah 1,22 persen, menyentuh level tertinggi hampir enam bulan, mengikuti lonjakan harga minyak mentah. Kerugian mengikuti aksi jual luas sehari sebelumnya, setelah lembaga pemeringkat kredit Moody's menurunkan peringkat beberapa bank kecil dan menengah. Pada Rabu (9/8/2023), bank-bank besar memperpanjang kerugian tersebut dengan Bank of America turun 0,8 persen dan Wells Fargo turun 1,3 persen.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Sehari Jelang Pengumuman Inflasi AS, Wall Street Terjungkal", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230810/7/1683439/sehari-jelang-pengumuman-inflasi-as-wall-street-terjungkal.
Penulis : Newswire - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
Indeks pasar saham Wall Street melemah pada penutupan Kamis pagi WIB sehari menjelang data inflasi AS yang dapat mempengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 0,54 persen menjadi 35.123,36 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 31,67 poin atau 0,70 persen, berakhir di 4.467,71 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 165,93 poin atau 1,2 persen, ditutup pada 13.718,40 poin. Empat dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan saham energi memimpin kenaikan yakni bertambah 1,22 persen, menyentuh level tertinggi hampir enam bulan, mengikuti lonjakan harga minyak mentah. Kerugian mengikuti aksi jual luas sehari sebelumnya, setelah lembaga pemeringkat kredit Moody's menurunkan peringkat beberapa bank kecil dan menengah. Pada Rabu (9/8/2023), bank-bank besar memperpanjang kerugian tersebut dengan Bank of America turun 0,8 persen dan Wells Fargo turun 1,3 persen.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Sehari Jelang Pengumuman Inflasi AS, Wall Street Terjungkal", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230810/7/1683439/sehari-jelang-pengumuman-inflasi-as-wall-street-terjungkal.
Penulis : Newswire - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
Indeks pasar saham Wall Street melemah pada penutupan Kamis pagi WIB sehari menjelang data inflasi AS yang dapat mempengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 0,54 persen menjadi 35.123,36 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 31,67 poin atau 0,70 persen, berakhir di 4.467,71 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 165,93 poin atau 1,2 persen, ditutup pada 13.718,40 poin. Empat dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan saham energi memimpin kenaikan yakni bertambah 1,22 persen, menyentuh level tertinggi hampir enam bulan, mengikuti lonjakan harga minyak mentah. Kerugian mengikuti aksi jual luas sehari sebelumnya, setelah lembaga pemeringkat kredit Moody's menurunkan peringkat beberapa bank kecil dan menengah. Pada Rabu (9/8/2023), bank-bank besar memperpanjang kerugian tersebut dengan Bank of America turun 0,8 persen dan Wells Fargo turun 1,3 persen.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Sehari Jelang Pengumuman Inflasi AS, Wall Street Terjungkal", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230810/7/1683439/sehari-jelang-pengumuman-inflasi-as-wall-street-terjungkal.
Penulis : Newswire - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS