Monday, August 28, 2023

PT Rifan - Emas Masih Turun Di Tengah Potensi Hawkish Fed, Tapi Bertahan Di Level $1.900


PT RIFAN BANDUNG
- Harga emas turun pada Jumat (25/08). Traders mayoritas beralih ke dolar sebelum sinyal lanjutan mengenai kebijakan moneter AS dari Jackson Hole Symposium, meskipun tanda-tanda melemahnya pertumbuhan masih menjaga emas di atas level kunci.

Emas juga akan raih minggu positif pertama dalam lima minggu terakhir, lantaran pulih dari titik terendah lima bulan yang dicapai pada awal Agustus. Meskipun alami penurunan hari Jumat ini, harga emas spot juga mempertahankan level $1.900/oz yang diawasi ketat.

Namun, prospek logam mulia ini masih tetap diganggu oleh prospek kenaikan suku bunga AS. Dolar berada di level tertinggi lebih dari dua bulan pada hari Jumat, sementara Treasury yields naik kembali ke level tertinggi multi-dekade.

Dua pejabat Federal Reserve juga mengatakan bahwa mereka mendukung lonjakan yields obligasi terbaru ini, dengan menyatakan bahwa hal tersebut bisa membantu mendinginkan ekonomi AS dan inflasi tinggi.

Emas Spot turun 0,1% menjadi $1.914,08/oz, dan emas berjangka Desember turun 0,3% ke $1.941,95/oz pukul 11.30 WIB - PT RIFAN

Sumber : investing

Friday, August 25, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Hari Ini Hanya Sedikit Berubah Menanti Pidato Bos The Fed

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas sedikit stabil di tengah penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi yang meningkat dipicu kehati-hatian menjelang pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell di simposium Jackson Hole.

Harga emas hari ini di pasar spot naik 0,1% menjadi USD 1.916,69 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup 0,1% lebih rendah menjadi USD 1.947,10.

The Fed mengadakan simposium tahunan di Jackson Hole, Wyoming dari 24 Agustus hingga 26 Agustus. Para investor menunggu isi pidato Ketua Fed Jerome Powell pada hari Jumat untuk konfirmasi apakah suku bunga akan tetap lebih tinggi untuk jangka waktu tertentu.

“Ekspektasinya masih bahwa sebagian besar pembicara The Fed akan terus menekankan perlunya melawan tekanan inflasi,” kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures melansir CNBC, Jumat (25/8/2023).

Data menunjukkan, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran turun pada pekan lalu karena kondisi pasar tenaga kerja tetap ketat meskipun The Fed menaikkan suku bunga secara agresif.

“Pasar lapangan kerja yang kuat terus menjadi pertanda bahwa The Fed perlu mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama,” tambah Meger.

Tingkat suku bunga AS yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang emas, sehingga tidak menghasilkan bunga.

Pemantulan dolar dan imbal hasil Treasury AS setelah data klaim pengangguran juga mengurangi daya tarik emas batangan.

Sementara harga perak di pasar spot turun 0,8% menjadi USD 24,13 per ounce dan platinum naik 0,8% menjadi USD 937,38. Paladium turun 3,2% menjadi USD 1,232.86.

Untuk harga perak, ada resistensi langsung di level USD 24,50 yang terus diamati. Bila harga melewati level ini berpotensi membuka jalan untuk menguji ulang level tertinggi tahun ini di sekitar USD 26," kata Yeap Jun Rong, Ahli Strategi Pasar di IG - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : liputan6

Thursday, August 24, 2023

Rifan Financindo - Jackson Hole, Pidato Powell Menjadi Fokus

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pasar saat ini berfokus pada pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell di Jackson Hole Symposium pada hari Jumat.

Analis mengingatkan bahwa Powell dapat menandai era suku bunga AS yang lebih tinggi, terutama karena inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja masih kuat.

Setiap sinyal kenaikan suku bunga AS kemungkinan akan memicu lebih banyak kerugian pada emas, mengingat kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang berinvestasi dalam logam mulia.

Perdagangan ini telah memukul emas selama setahun terakhir, dan logam berada di bawah tekanan baru pada bulan Agustus setelah data menunjukkan inflasi AS tetap tinggi pada Juli.

Meskipun ada pemulihan minggu ini, harga emas masih diperdagangkan mendekati posisi terendah lima bulan, dengan pemulihan logam mulia diperkirakan akan berumur pendek karena suku bunga AS tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Wednesday, August 23, 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Banyak Yang Aji Mumpung Nyari Harga Murah, Emas Pun Bangkit

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas perlahan-lahan membaik di tengah sikap wait and see investor menunggu pidato Chairman bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell akhir pekan ini.

Harga emas di pasar spot pada perdagangan Selasa (22/8/2023) ditutup di posisi US$ 1.897,47 per troy ons. Harganya menguat 0,19%. Penguatan ini memperpanjang tren positif emas yang juga menguat pada perdagangan Senin pekan ini.

Harga emas juga masih menguat pada hari ini. Pada perdagangan Rabu (23/8/2023) pukul 05;54 WIB, harga emas ada di posisi US$ 1.897,49 per troy ons atau menguat tipis 0,001%%.

Emas menguat tipis-tipis karena kekhawatiran besar investor mengenai kebijakan hawkish sudah mulai mereda.

Namun, harga emas rawan pelemahan. Analis independen Ross Norman menjelaskan kenaikan harga emas saat ini lebih ditopang oleh aksi bargain hunting dan bukan karena fundamental emas yang menarik.

"Saar ini harga emas sangat bergantung pada aksi bargain hunting investor yang ingin membeli emas pada level sekarang ini. Saya tidak melihat ada hal signifikan yang bisa mendorong kenaikan emas sampai pidato Powell mendatang," ujar Norman, dikutip dari Reuters.

Seperti diketahui, Powell akan menghadiri Simposium Ekonomi Jackson Hole, di Wyoming, selama tiga hari, yang diselenggarakan setiap tahun oleh The Fed wilayah Kansas City sejak 1981.

Simposium Jackson Hole adalah acara di mana para gubernur bank sentral, menteri keuangan, ekonom, dan akademisi dari seluruh dunia berkumpul untuk membahas masalah ekonomi yang paling mendesak saat ini.

Powell akan menyampaikan pidato tentang prospek ekonomi pada Jumat (25/8) di Jackson Hole.

Dia akan memberikan pandangan terbarunya tentang apakah diperlukan lebih banyak pengetatan kebijakan untuk menurunkan inflasi di tengah pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat, atau mulai mempertimbangkan untuk mempertahankan suku bunga.

Jika kemudian pidato Powell kembali menekankan pengetatan moneter maka harga emas bisa tumbang. Namun, jika Powell memberi sinyal pelonggaran maka harga emas bisa kembali menguat - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia

 

Tuesday, August 22, 2023

PT Rifan Financindo - Jackson Hole Dan Isyarat Lanjutan Fed Ditunggu

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas diperkirakan akan diperdagangkan dalam rangebound selama beberapa hari mendatang dan investor bersiap-siap menjelang Simposium Jackson Hole pada pekan ini.

Inflasi AS yang kuat dan data pasar tenaga kerja telah menekan harga emas dalam beberapa pekan terakhir, saat pasar mulai memperkirakan kemungkinan yang lebih besar untuk kenaikan suku bunga. Powell kini diperkirakan akan menjelaskan lebih lanjut tentang rencana suku bunga bank, setelah risalah rapat Fed bulan Juli menunjukkan bahwa mayoritas pengambil kebijakan mendukung suku bunga yang lebih tinggi untuk menahan inflasi tinggi.

Dolar dan treasury yields naik dalam ekspektasi kenaikan suku bunga, yang pada gilirannya menekan harga emas dan aset-aset tanpa imbal hasil lainnya. Naiknya suku bunga telah meningkatkan biaya peluang untuk memiliki emas selama setahun terakhir dan ini membuat sebagian besar traders tetap berpegang pada dolar sebagai safe haven pilihan.

Sebelumnya Senin (21/08) pagi ini, nikel turun 0,53% pada penutupan Sabtu lalu, timah turun 0,18% Jumat di ICE London, bijih besi naik 0,44% Jumat dan tembaga naik 0,14% pukul 07.32 WIB - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Monday, August 21, 2023

PT Rifan - Pergerakan Harga Emas Hari Ini Berpeluang Rebound Didorong Permintaan Kuat Dari China

Harga emas global pekan ini diprediksi rebound atau melanjutkan penguatan terdorong oleh kuatnya permintaan investor di China. Pada perdagangan pekan lalu, Jumat (18/8/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, menguat tipis 1,30 dolar AS atau 0,07 persen menjadi ditutup pada 1.916,50 dolar AS per ounce, menghentikan pelemahan sembilan sesi berturut-turut, rekor penurunan harian terpanjang dalam lebih dari enam tahun, karena dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah. Analis Komoditas Lukman Leong mengatakan harga emas terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu diakibatkan oleh penguatan dolar AS dan prospek suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Risalah pertemuan Federal Reserve memicu kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih lanjut membawa pengaruh negatif untuk aset logam mulia yang tidak menghasilkan bunga. The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga satu kali lagi pada Federal Open Market Committee (FOMC) September 2023 mendatang.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Pergerakan Harga Emas Hari ini Berpeluang Rebound Didorong Permintaan Kuat dari China", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230821/235/1686530/pergerakan-harga-emas-hari-ini-berpeluang-rebound-didorong-permintaan-kuat-dari-china.
Penulis : Rizqi Rajendra - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
Harga emas global pekan ini diprediksi rebound atau melanjutkan penguatan terdorong oleh kuatnya permintaan investor di China. Pada perdagangan pekan lalu, Jumat (18/8/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, menguat tipis 1,30 dolar AS atau 0,07 persen menjadi ditutup pada 1.916,50 dolar AS per ounce, menghentikan pelemahan sembilan sesi berturut-turut, rekor penurunan harian terpanjang dalam lebih dari enam tahun, karena dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah. Analis Komoditas Lukman Leong mengatakan harga emas terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu diakibatkan oleh penguatan dolar AS dan prospek suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Risalah pertemuan Federal Reserve memicu kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih lanjut membawa pengaruh negatif untuk aset logam mulia yang tidak menghasilkan bunga. The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga satu kali lagi pada Federal Open Market Committee (FOMC) September 2023 mendatang.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Pergerakan Harga Emas Hari ini Berpeluang Rebound Didorong Permintaan Kuat dari China", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230821/235/1686530/pergerakan-harga-emas-hari-ini-berpeluang-rebound-didorong-permintaan-kuat-dari-china.
Penulis : Rizqi Rajendra - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas global pekan ini diprediksi rebound atau melanjutkan penguatan terdorong oleh kuatnya permintaan investor di China. Pada perdagangan pekan lalu, Jumat (18/8/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, menguat tipis 1,30 dolar AS atau 0,07 persen menjadi ditutup pada 1.916,50 dolar AS per ounce, menghentikan pelemahan sembilan sesi berturut-turut, rekor penurunan harian terpanjang dalam lebih dari enam tahun, karena dolar Amerika 

Serikat (AS) yang lebih lemah. Analis Komoditas Lukman Leong mengatakan harga emas terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu diakibatkan oleh penguatan dolar AS dan prospek suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Risalah pertemuan Federal Reserve memicu kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih lanjut membawa pengaruh negatif untuk aset logam mulia yang tidak menghasilkan bunga. The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga satu kali lagi pada Federal Open Market Committee (FOMC) September 2023 mendatang.

Namun saya melihat downside harga emas sudah terbatas serta akan berkonsolidasi dan rebound pekan ini," ujar Lukman kepada Bisnis dikutip Senin,

Menurutnya, harga emas didukung oleh permintaan fisik yang kuat di China di mana investor memburu emas di tengah kekhawatiran akan perlambatan ekonomi di China.

Pertumbuhan penjualan ritel China secara tahunan mengalami perlambatan, pada Juli 2023 tercatat di level 2,5 persen setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 3,1 persen. Kondisi tersebut membuat harga komoditas logam mineral melemah, seperti nikel, timah dan tembaga.

Sementara itu, perusahaan properti raksasa asal China mengajukan perlindungan kebangkrutan di Amerika Serikat (AS) setelah gagal bayar utang (default) sebesar US$330 miliar - PT RIFAN

Sumber : bisnis.com

Friday, August 18, 2023

Rifan Financindo Berjangka - Notulen The Fed Mendorong Dolar Dan Yields

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Risalah dari rapat Fed bulan Juli menunjukkan pada Rabu setempat bahwa sebagian besar anggota komite penetapan suku bunga mendukung suku bunga yang lebih tinggi untuk mengekang inflasi yang tinggi.

Meskipun para pejabat terpecah soal perlunya kenaikan lebih lanjut, mereka masih mengemukakan lebih banyak risiko kenaikan terhadap inflasi - sebuah skenario yang pada akhirnya dapat menarik lebih banyak kenaikan suku bunga oleh bank sentral. Inflasi AS juga menunjukkan peningkatan di bulan Juli.

Dolar menguat ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir setelah risalah tersebut, sementara Treasury yields bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam hampir 10 bulan terakhir. Yields juga hampir mencapai level yang terakhir kali terlihat selama krisis keuangan 2008.

Potensi kenaikan suku bunga AS menjadi pertanda buruk bagi emas, karena hal ini meningkatkan biaya peluang investasi pada aset-aset yang tidak memberikan yields. Gagasan ini telah memukul logam mulia hingga 2022, dan diperkirakan akan terus membebani emas hingga The Fed memutuskan untuk mulai memangkas suku bunga.

Namun, para analis memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi setidaknya selama enam bulan ke depan. Goldman Sachs memperkirakan penurunan suku bunga hanya akan terjadi pada pertengahan 2024.

Lanjut karet mencapai 127,00 pada Rabu di Singapura, batubara Newcastle di ICE London tercatat 136,00, kakao AS naik 1,16% hingga dini hari, minyak sawit sentuh 3.815,00, dan kacang kedelai naik 1,1% pukul 10.47 WIB.

Terakhir, kopi robusta di London berada di 2.579,00, kopi AS jatuh 2% dan gas alam turun 0,04% - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing