PT RIFAN BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Jumat minggu lalu, naik
tajam dan duduk di ketinggan “All-time High” yang baru di $2,233 per ons
di tengah perdagangan yang sepi pada hari libur merayakan kebangkitan
dari Tuhan Yesus Kristus. Kebanyakan pasar utama dunia masih tutup
meskipun Amerika Serikat tetap mempublikasikan data makro, Personal
Consumption Expenditures (PCE) yang dipakai sebagai alat ukur inflasi
oleh Federal Reserve AS.
Pada hari Jumat minggu lalu, Departeman Perdagangan AS melaporkan
bahwa PCE inti AS bulan Februari naik 0.3%. Angka ini sesuai dengan yang
diperkirakan para ekonom. Namun sebagai tanda bahwa tekanan inflasi
belum pergi, laporan tersebut juga mencatat revisi naik dari inflasi
bulan Januari dengan inflasi inti naik sebesar 0.5%.
Investor mendapatkan keyakinan di dalam emas dengan mereka
mengantisipasikan tiga kali penurunan bunga oleh the Fed pada bulan –
bulan yang akan datang dan juga penurunan bunga oleh bank – bank utama
dunia lainnya.
Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee, cenderung mengambil sikap
dovish, memperkirakan ada tiga kali penurunan bunga oleh the Fed
meskipun demikian dia menekankan perlunya bukti – bukti bahwa inflasi
telah mulai mereda sebelum mengimplementasikan Tindakan apapun juga.
Sementara itu, pembuat kebijakan di European Central Bank (ECB),
Francois Villeroy, mengatakan bahwa mencapai goal inflasi ECB sebesar 2%
adalah mungkin, meskipun dia memperingatkan meningkatnya resiko turun
apabila ECB cenderung tidak mau menurunkan tingkat bunga. Sementara
anggota dewan eksekutif ECB Fabio Panetta menyatakan bahwa kondisi untuk
memulai pelonggaran kebijakan moneter sudah mulai muncul.
Di Eropa, Swiss National Bank, tanpa diduga menurunkan Tingkat
bunganya pada pertemuan bulan Maret, sehingga memicu spekulasi bahwa
bank – bank sentral utama dunia lainnya kemungkinan juga akan mengambil
langkah – langkah yang sama. Sementara itu, meskipun Bank of Japan
menghentikan kebijaksanaan tingkat bunga negatipnya, BoJ diperkirakan
akan tetap mempertahankan sikap yang akomodatif dalam jangka pendek.
Ketangguhan emas yang mengesankan terlihat dengan harga emas tetap
naik meskipun dolar AS terus menguat. Dolar AS sedang dalam tren naik
dengan mencetak keuntungan selama empat hari berturut-turut menjelang
dan setelah keluarnya data inflasi AS, Personal Consumption Expenditures
(PCE). Indeks dolar AS naik 0.20% ke 104.270.
Minggu ini, fokus pasar berada pada pasar tenaga kerja AS, dengan
laporan Nonfarm Payrolls bulan Maret disoroti pada hari Jumat. Selain
itu dinantikan juga para pembicara dari bank sentral – bank sentral
utama dunia.
Angka employment yang lebih kuat diikuti dengan angka inflasi yang
keras kepala akan bisa memaksa Federal Reserve AS untuk menunda
dimulainya siklus pelonggaran yang semakin mendekat.
Support & Resistance
“Support” terdekat menunggu di $2,202 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,170 dan kemudian $2,075.
“Resistance” terdekat menunggu di $2,251 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,268 dan kemudian $2,300 - PT RIFAN
Sumber : vibiznews