Friday, July 4, 2025
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Analis Prediksi Emas Berjangka Sentuh Rekor Tertinggi Baru
Thursday, July 3, 2025
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Beri Energi Positif untuk Emas Berjangka
Wednesday, July 2, 2025
PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Strategi Investasi Emas Berjangka Hari Ini
HARGA EMAS HARI INI - Investasi dalam emas berjangka hari ini menawarkan peluang yang menarik bagi para trader dan investor yang mencari eksposur terhadap pasar komoditas. Namun, untuk memaksimalkan potensi keuntungan dan meminimalkan risiko, diperlukan strategi yang terencana dengan baik. Pasar berjangka dikenal dengan volatilitasnya yang tinggi, sehingga pendekatan yang disiplin dan pemahaman mendalam tentang dinamikanya menjadi sangat penting.
Salah satu strategi dasar adalah analisis teknikal. Investor dapat menggunakan grafik harga, indikator moving average, Relative Strength Index (RSI), dan pola candlestick untuk mengidentifikasi tren dan titik masuk atau keluar yang potensial. Mempelajari sejarah pergerakan harga emas berjangka dapat memberikan wawasan berharga tentang bagaimana harga bereaksi terhadap peristiwa tertentu di masa lalu, meskipun kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Mengembangkan sistem trading berdasarkan analisis teknikal dapat membantu mengurangi keputusan emosional.
Selain itu, analisis fundamental juga tidak kalah penting. Ini melibatkan pemantauan data ekonomi, kebijakan moneter, dan peristiwa geopolitik yang dapat memengaruhi penawaran dan permintaan emas. Misalnya, rilis data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat menjadi sinyal bullish untuk emas, sementara kenaikan suku bunga dapat menjadi sinyal bearish. Menggabungkan analisis teknikal dan fundamental dapat memberikan pandangan yang lebih komprehensif tentang pasar.
Manajemen risiko adalah pilar utama dalam investasi emas berjangka. Mengatur stop-loss order untuk membatasi potensi kerugian dan take-profit order untuk mengunci keuntungan adalah praktik yang sangat dianjurkan. Selain itu, menentukan ukuran posisi yang sesuai dengan toleransi risiko dan ukuran akun Anda sangat krusial. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda mampu untuk kehilangan, terutama di pasar berjangka yang memiliki leverage tinggi.
Dengan demikian, untuk meraih kesuksesan dalam investasi emas berjangka hari ini, investor harus menggabungkan analisis yang cermat dengan strategi manajemen risiko yang ketat. Pasar emas berjangka adalah arena yang dinamis dan kompetitif, namun dengan persiapan yang matang dan eksekusi yang disiplin, peluang untuk mencapai tujuan investasi Anda akan meningkat secara signifikan - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
Sumber : newsmaker.id
Monday, June 30, 2025
PT Rifan Bandung - Investasi Emas Digital vs Fisik
PT RIFAN BANDUNG - Perdebatan mengenai investasi emas digital vs fisik semakin menarik perhatian para investor, terutama menjelang tahun 2025. Emas digital menawarkan kemudahan akses, likuiditas tinggi, dan biaya penyimpanan yang lebih rendah, menjadikannya pilihan menarik bagi investor modern. Anda bisa membeli dan menjual kapan saja tanpa perlu khawatir tentang keamanan fisik aset.
Di sisi lain, emas fisik tetap memiliki daya tarik tersendiri karena sifatnya yang tangible dan sering dianggap sebagai aset "nyata" yang bisa dipegang. Ini memberikan rasa aman bagi sebagian investor, meskipun ada tantangan dalam hal penyimpanan dan asuransi. Emas fisik juga seringkali menjadi pilihan untuk warisan keluarga karena nilai historis dan tradisionalnya.
Lantas, mana yang lebih untung di tahun 2025? Jawabannya sangat tergantung pada profil risiko dan tujuan investasi anda. Emas digital mungkin lebih unggul dalam hal kecepatan transaksi dan diversifikasi portofolio yang lebih mudah, cocok untuk investor yang aktif. Sementara itu, emas fisik bisa lebih menarik bagi investor jangka panjang yang memprioritaskan keamanan dan ketahanan terhadap krisis.
Untuk memaksimalkan keuntungan investasi emas, banyak ahli menyarankan kombinasi dari keduanya. Diversifikasi portofolio dengan memiliki sebagian emas digital dan sebagian emas fisik dapat memberikan fleksibilitas dan keamanan. Memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis investasi akan membantu anda membuat keputusan yang tepat sesuai dengan kondisi pasar dan target finansial anda - PT RIFAN
Source : www.newsmaker.id
Friday, August 30, 2024
Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Melesat Tersengat Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada perdagangan Kamis, 29 Agustus 2024. Kenaikan harga emas didorong harapan kuat pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) pada September 2024. Adapun investor fokus pada data inflasi Amerika Serikat untuk informasi lebih lanjut tentang potensi besaran pemangkasan suku bunga. Demikian mengutip CNBC
Harga emas di pasar spot naik 0,91 persen menjadi USD 2.525,12 per ounce. Harga emas berjangka menguat 0,82 persen menjadi USD 2.558,60.
Pasar tampaknya memperkirakan pemangkasan suku bunga apa pun yang terjadi dan sekarang hanya tinggal pertanyaan seberapa besar pemangkasan suku bunga yang akan dilakukan the Fed,” ujar Chief Market Analyst Gainesville Coins Everett Millman.
Ia menambahkan, harapannya saat ini setidaknya hingga pertemuan the Fed berikutnya. “Pasar emas mungkin akan sideways, tetapi tampaknya ada dasar dukungan yang kuat karena geopolitik,” kata Everett.
Hal ini seiring militer Israel menyatakan pasukannya telah menewaskan lima militant Palestina di Tulkarem. Adapun emas dipakai sebagai investasi yang aman selama masa ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Data sebelumnya menunjukkan klaim pengangguran awal AS merosot pekan lalu. Departemen Tenaga Kerja AS menambahkan kalau tingkat pengangguran mungkin tetap tinggi pada Agustus.
Pekan lalu, Ketua the Fed Jerome Powell mengisyaratkan pemangkasan suku bunga akan segera terjadi sebagai bentuk perhatian terhadap pasar kerja.
Pelaku pasar melihat peluang 65,5 persen untuk pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada September dan sekitar 34,5 persen kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih besar sekitar 50 basis poin, menurut alat CME FedWatch.
Adapun investor sekarang mengamati indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau the Personal Consumption Expenditures (PCE), ukuran inflasi yang disukai the Fed.
Jika laporan inflasi positif, itu adalah argumen lain yang mendukung pemotongan suku bunga pada September dan akan mendorong harga emas naik,” ujar CEO Mind Money, Julia Khandoshko.
Di sisi lain,harga perak di pasar spot naik 1,2 persen menjadi USD 29,47. Harga platinum bertambah 1,6 persen menjadi USD 944,65 dan palladium mendaki 3,3 persen menjadi USD 977 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : liputan6
Thursday, August 29, 2024
Rifan Financindo - Harga Emas Tergelincir Usai Sentuh Rekor Tertinggi

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia ditutup turun pada perdagangan kemarin. Investor tengah menantikan rilis sejumlah data ekonomi di Amerika Serikat (AS) sebelum mengambil langkah selanjutnya.
Emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.507,5/troy ons. Turun 0.71% dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Sepertinya pelaku pasar mengambil aksi profit taking setelah harga emas menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada 27 Agustus. Dalam sebulan terakhir, harga emas juga sudah naik 5,28%.
Emas bahkan menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik tahun ini. Selama setahun ke belakang, harga sang logam mulia melonjak 29,43%. Jadi, memang ada banyak keuntungan yang bisa dicairkan di emas, jika sudah membukukannya.
Selain itu, koreksi harga emas juga terjadi akibat penantian investor terhadap rilis data ekonomi terbaru di Negeri Paman Sam. Malam nanti waktu Indonesia, US Bureau of Economic Analysis akan melaporkan data pembacaan kedua terhadap pertumbuhan ekonomi AS kuartal II-2024.
Pada kuartal I-2024, produk domestik bruto (PDB) Negeri Elang Bondol tumbuh 1,4% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya atau secara quarter to quarter (qtq). Pada pembacaan pertama, ekonomi AS tumbuh 2,8% qtq pada kuartal II-2024.
Konsensus pasar memperkirakan, ekonomi AS pada kuartal II-2024 tumbuh 2,8% qtq dalam pembacaan kedua malam nanti. Tidak berubah dibandingkan pembacaan pertama.
Kemudian, besok malam waktu Indonesia, US Bureau of Economic Analysis juga akan merilis data Personal Consumption Expenditure (PCE). Ini adalah indikator inflasi yang menjadi preferensi bank sentral Federal Reserve.
Pada Juli, pasar memperkirakan laju inflasi PCE umum bisa mencapai 0,2% secara bulanan atau month to month (mtm). Lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 0,1% mtm dan jika terwujud maka akan menjadi yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir.
Adapun, inflasi PCE inti (core) pada Juli diperkirakan sebesar 0,2% mtm. Tidak berubah atau sama persis dengan bulan sebelumnya.
Data pertumbuhan ekonomi dan inflasi akan menjadi penentu bagi The Fed dalam merumuskan kebijakan moneter. Jika terkonfirmasi bahwa laju ekonomi dan inflasi melambat, maka penurunan suku bunga sudah tidak mungkin terelakkan lagi.
Mengutip CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5-5,25% dalam rapat bulan depan adalah 62%. Sementara penurunan 50 bps ke 4,75-5% punya kemungkinan 38%.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun - RIFAN FINANCINDO
Sumber : bloomberg
Wednesday, August 28, 2024
PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Bisa Pecah US$3.200 Bila The Fed Pangkas Bunga Banyak

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Para investor dan trader emas di seluruh penjuru dunia sebaiknya bersiap. Ramalan terbaru harga emas dunia menyimpulkan, pemangkasan bunga acuan Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat (AS), dalam jumlah lebih banyak, berpotensi membawa harga emas di pasar global melampaui level US$3.000 per troy ounce.
Perhitungan Bloomberg berdasarkan analisis atas durasi empiris pelonggaran moneter The Fed sejak tahun 2000 silam, memperlihatkan, secara umum harga emas dunia cenderung melesat naik sebesar 6,3% untuk setiap pemangkasan Fed fund rate (FFR) sebanyak 25 bps.
Alhasil, dengan kini ada peluang bagi The Fed menurunkan bunga hingga 225 bps sampai akhir tahun 2025 nanti, ada potensi harga emas dunia akan menyentuh level US$3.229 per troy ounce. Skenario itu mensyaratkan inflasi AS terjaga rendah dan pasar tenaga kerja di negeri itu melemah sehingga memberi ruang bagi The Fed menurunkan bunga acuan cukup banyak. Analisis ini disampaikan oleh Cross-Asset Strategist Bloomberg Ven Ram, yang dilansir pagi ini.
Sebaliknya, bila laju penurunan bunga The Fed pada perjalanannya lebih moderat, harga emas dunia mungkin hanya akan bergerak di bawah titik puncak prediksi itu.
Harga emas sepanjang tahun ini sudah melesat 22%, mencerminkan bahwa pasar saat ini sudah memperhitungkan pemangkasan 88 bps pemangkasan bunga The Fed.
Harga emas juga mencerminkan penurunan tingkat inflasi yang disesuaikan dengan tingkat imbal hasil AS, di mana untuk yield US Treasury 10Y telah turun 90 bps dari puncak kenaikan bunga The Fed yang terjadi pada Oktober lalu.
Harga emas dunia selama ini memang sensitif terhadap pergerakan nilai dolar. Indeks dolar AS tercatat sudah tergerus 5% pada kuartal ini di mana harga pada saat yang sama harga emas melesat hampir 9%.
Pergerakan harga emas membuktikan bahwa konveksitas dalam siklus bunga The Fed saat ini, menurut Ram. Hal itu tecermin dari ketangguhan harga emas mempertahankan nilainya pada 2022 lalu bahkan ketika The Fed menaikkan bunga hingga 425 bps. Sedangkan pada 2023, harga emas mencatat kenaikan 13% ketika The Fed masih mengerek bunga sebanyak 100 bps lagi.
Dengan histori itu, dimulainya siklus pemangkasan bunga The Fed akan membuat lonjakan harga emas semakin tak terbendung. Pada periode krisis 2007-2008 misalnya, harga emas naik 36%.
Begitu juga saat pandemi Covid-19 melanda, harga emas membukukan lonjakan kenaikan nilai sampai 25%. Bedanya dengan saat ini, potensi kenaikan harga emas mungkin akan lebih terkendali karena belum ada tanda-tanda krisis sistemik akan terjadi dalam waktu dekat - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : bloomberg



