Thursday, November 13, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Permintaan Emas Ritel Global Memanfaatkan Harga di Level Support

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mendapat dukungan dari pembelian fisik yang agresif di pasar ritel global, yang memanfaatkan harga yang sedang menguji level support teknikal kunci. Investor individu dan toko perhiasan melihat penurunan harga minor sebagai peluang untuk menambah kepemilikan mereka dengan harga yang lebih baik.

Permintaan fisik yang kuat di level harga ini menunjukkan adanya kepercayaan yang mendasar dari konsumen dan investor ritel terhadap nilai jangka panjang emas. Pembelian ini berfungsi sebagai "lantai harga" yang penting, membantu mencegah penurunan harga yang lebih dalam.

Laporan dari pusat-pusat perdagangan di Asia dan Timur Tengah mengonfirmasi adanya lonjakan permintaan emas batangan dan koin, seiring investor memanfaatkan harga di bawah level resistansi utama.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG melihat ini sebagai sinyal bullish yang kuat. "Permintaan ritel yang muncul di level support adalah indikasi bahwa harga emas di level tersebut dianggap murah," kata seorang pakar. "Ini memberikan dukungan fundamental yang diperlukan untuk memicu pemulihan harga." RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Wednesday, November 12, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Tertekan oleh Peningkatan Tajam Persediaan Emas di Shanghai Gold Exchange

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mengalami tekanan jual hari ini, dengan harga menurun menyusul laporan peningkatan tajam dalam persediaan emas yang tercatat di Shanghai Gold Exchange (SGE). Peningkatan persediaan ini mengindikasikan bahwa permintaan fisik di Tiongkok, konsumen emas terbesar, mungkin tidak sekuat yang diperkirakan atau bahwa pasokan yang mengalir melalui bursa telah meningkat secara tiba-tiba. Surplus pasokan ini memberikan sentimen bearish ke pasar global.

Meskipun Tiongkok adalah konsumen emas fisik utama, peningkatan mendadak dalam persediaan SGE seringkali diinterpretasikan sebagai indikasi kelemahan jangka pendek dalam permintaan ritel atau pemindahan pasokan strategis. Reaksi pasar berjangka di Barat terhadap data ini menunjukkan bahwa trader sedang menimbang kembali optimisme mereka terhadap permintaan fisik Tiongkok. Pelemahan permintaan fisik ini memperburuk tekanan yang ada dari imbal hasil obligasi AS yang tinggi.

Penurunan harga emas berjangka, bagaimanapun, terbatas, karena laporan persediaan SGE harus diimbangi dengan pembelian bank sentral yang kuat dan ketidakpastian geopolitik. Permintaan pembelian strategis oleh bank sentral Asia, khususnya, membantu mencegah penurunan harga yang lebih parah. Emas kini menghadapi dilema antara data pasokan/permintaan fisik Tiongkok dan faktor-faktor makroekonomi dan geopolitik yang lebih luas.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan tetap sensitif terhadap data persediaan dan arus masuk/keluar di bursa fisik utama seperti SGE. Jika persediaan terus meningkat, tekanan jual kemungkinan akan berlanjut. Investor disarankan untuk memantau dengan cermat permintaan perhiasan dan batangan Tiongkok. Emas kini berjuang melawan indikasi potensi kelemahan dalam permintaan fisik terbesar di dunia. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Tuesday, November 11, 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Korelasi Emas dengan Permintaan Komoditas Industri Lain


HARGA EMAS HARI INI - Meskipun emas dianggap sebagai logam mulia dan aset safe haven, pergerakannya kadang-kadang berkorelasi dengan komoditas industri lainnya, seperti tembaga atau perak, terutama pada periode pertumbuhan ekonomi yang kuat. Tembaga, yang sering disebut "Dr. Copper" karena kemampuannya memprediksi kesehatan ekonomi, dan perak, yang memiliki aplikasi industri yang signifikan, adalah komoditas siklis.

Pada saat ekonomi global tumbuh pesat, permintaan industri terhadap tembaga dan perak meningkat. Ini menunjukkan sentimen "risk-on" di pasar komoditas. Emas, meskipun terutama aset non-siklis, dapat naik bersama komoditas ini karena faktor likuiditas global yang tinggi dan kenaikan harga komoditas secara umum yang memicu kekhawatiran inflasi.

Korelasi ini menjadi penting ketika pasar mencoba membedakan antara kenaikan harga emas yang didorong oleh risk-off (ketakutan geopolitik atau resesi) dan kenaikan yang didorong oleh risk-on (pertumbuhan, inflasi, dan likuiditas). Jika emas naik bersama dengan tembaga, itu lebih cenderung mencerminkan ekspektasi inflasi dan pertumbuhan yang tinggi, bukan ketakutan resesi.

Oleh karena itu, menganalisis indeks komoditas industri dapat memberikan wawasan tambahan bagi trader emas berjangka. Korelasi positif atau negatif yang berubah-ubah dengan komoditas lain membantu dalam mengidentifikasi pendorong utama pergerakan harga emas saat ini. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Monday, November 10, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekuatan Dolar AS Menghambat Emas Pasca Rilis Data PMI Global yang Positif

 

HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS yang signifikan. Kekuatan dolar ini terutama didorong oleh rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) global yang lebih baik dari perkiraan, menunjukkan pemulihan di sektor manufaktur di beberapa negara besar. Data yang positif ini mengurangi kekhawatiran resesi dan memicu selera risiko global, yang merugikan emas sebagai aset safe haven.

Penguatan dolar AS terjadi karena data global yang kuat dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi, karena prospek pertumbuhan global yang lebih baik dapat meningkatkan permintaan dan inflasi.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa data global yang kuat juga dapat memicu lonjakan harga komoditas, yang dapat meningkatkan kekhawatiran inflasi yang pada akhirnya akan mendukung emas.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menyeimbangkan sinyal pertumbuhan global dengan risiko inflasi. Jika prospek pertumbuhan terus membaik, emas mungkin menghadapi tekanan. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Thursday, November 6, 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Permintaan Emas di Asia Menguat Akibat Devaluasi Mata Uang Lokal

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mendapat dukungan kuat dari lonjakan permintaan fisik di beberapa negara Asia, di mana mata uang lokal terus mengalami devaluasi terhadap Dolar AS. Melemahnya mata uang lokal ini membuat emas menjadi tempat berlindung yang semakin vital bagi investor dan masyarakat umum di kawasan tersebut untuk mempertahankan daya beli kekayaan mereka.

Devaluasi mata uang, yang diperparah oleh utang luar negeri dan inflasi domestik, mendorong masyarakat untuk mengalihkan tabungan mereka dari mata uang fiat ke emas. Emas dilihat sebagai penyimpan nilai yang lebih andal dan universal.

Laporan dari pedagang emas di beberapa pusat perdagangan Asia menunjukkan adanya premi harga yang signifikan untuk emas fisik dibandingkan harga spot global, mengindikasikan tingginya permintaan lokal.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG menyoroti peran emas sebagai pelindung mata uang. "Krisis mata uang di Asia meningkatkan permintaan emas sebagai alat lindung nilai yang efektif," kata seorang pakar. "Permintaan ini memberikan dukungan struktural yang penting bagi harga emas di pasar global." RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Wednesday, November 5, 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Konsolidasi Tipis Menjelang Rilis Data Neraca Perdagangan Tiongkok


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka bergerak dalam rentang perdagangan yang ketat hari ini, menunjukkan fase konsolidasi tipis menjelang rilis data neraca perdagangan Tiongkok. Data ini sangat krusial karena Tiongkok adalah konsumen emas fisik terbesar dan pemain utama dalam rantai pasokan global. Pasar menunggu petunjuk mengenai kesehatan permintaan domestik dan internasional Tiongkok, yang akan memengaruhi sentimen harga emas dan prospek ekonomi global secara keseluruhan.

Jika neraca perdagangan Tiongkok menunjukkan angka ekspor yang kuat, hal itu akan meningkatkan optimisme pertumbuhan global, yang dapat menekan emas. Sebaliknya, jika data menunjukkan penurunan impor dan ekspor yang signifikan, hal itu akan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi, yang akan mendorong permintaan safe-haven untuk emas. Ketidakpastian mengenai hasil data ini membatasi pergerakan harga emas berjangka, karena para trader enggan mengambil posisi besar sebelum adanya kejelasan.

Konsolidasi harga mencerminkan minimnya komitmen baru dari investor sebelum adanya kejelasan data ekonomi utama. Pergerakan harga didorong oleh fluktuasi kecil pada dolar AS dan imbal hasil obligasi. Meskipun terjadi jeda, emas masih mendapat dukungan mendasar dari pembelian bank sentral dan risiko geopolitik yang berkelanjutan, yang membatasi potensi penurunan harga secara signifikan di tengah perdagangan yang lambat.

Prospek jangka pendek emas berjangka akan ditentukan segera setelah rilis data perdagangan Tiongkok. Analis pasar memperkirakan pergerakan harga yang signifikan, terutama jika data tersebut mengejutkan pasar. Investor disarankan untuk memprioritaskan manajemen risiko dan menunggu kejelasan dari data ini, karena hal ini akan menjadi katalis utama untuk prospek permintaan fisik emas dan sentimen pertumbuhan global. Emas berada dalam mode "tunggu dan lihat" yang berhati-hati. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Monday, November 3, 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kekuatan Dolar AS Menghambat Emas Pasca Rilis Data Keyakinan Bisnis Zona Euro yang Kuat


HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka kembali menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS yang signifikan. Kekuatan dolar ini terutama didorong oleh rilis data keyakinan bisnis Zona Euro yang lebih kuat dari perkiraan. Angka yang positif di Eropa memicu spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) mungkin akan mengambil sikap yang lebih hawkish, meningkatkan prospek perbedaan kebijakan moneter dengan AS. Ironisnya, hal ini menyebabkan pelemahan Euro terhadap Dolar AS, yang pada gilirannya menekan harga emas.

Penguatan dolar AS menunjukkan bahwa pasar masih fokus pada kekuatan relatif mata uang. Selama ada kekhawatiran tentang kebijakan bank sentral di luar AS, dolar AS cenderung menguat, menekan harga emas.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa data keyakinan bisnis yang kuat juga dapat mengurangi kekhawatiran resesi global, yang dapat memengaruhi sentimen risiko pasar secara keseluruhan dan menstabilkan permintaan safe haven untuk emas.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menyeimbangkan sinyal ekonomi dari berbagai kawasan. Jika ECB mengadopsi sikap yang lebih hawkish, dolar AS mungkin melemah, yang akan menguntungkan emas. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id