Monday, November 22, 2021

PT Rifan - Emas Banyak Resiko Menjelang Harga Mengarah Ke $1,900

PT RIFAN BANDUNG - Memulai minggu yang baru pada minggu lalu di ketinggian $1,866, harga emas sempat naik ke ketinggian beberapa bulan di $1,877 pada awal minggu lalu, namun selanjutnya tertekan turun kembali dengan menguatnya dollar AS. Pada akhir minggu harga emas turun ke $1,846 dengan turunnya harga minyak mentah ke $75 dan naiknya dollar AS karena naiknya yields treasury AS dan munculnya arus safe-haven dengan sentimen pasar yang risk-off. Harga emas turun 0.69% dalam sehari pada hari Jumat minggu lalu dan 1% dalam seminggu.

Salah satu event utama yang sedang diperhatikan pasar dengan seksama adalah siapakah Gubernur the Fed yang baru yang akan terpilih? Dua bulan yang lalu, Jerome Powell adalah pilihan yang paling mungkin. Namun dengan adanya skandal trading diantara anggota the Fed, dan kelompok progresif tidak puas dengan cara Powell menangani dari sisi regulator, nominasi kembali Powell mungkin menjadi masalah.

Pilihan lain selain Powell adalah Lael Brainard. Jika Brainard yang terpilih menjadi kepala the Fed berikutnya, bisa terjadi pergerakan yang dramatis dalam yields jangka pendek. Jadi ada resiko yang besar ke depannya dengan faktor kuncinya adalah apa yang akan terjadi dengan yields AS pada awal minggu ini.

Jika Brainard yang terpilih, emas akan naik lebih tinggi dengan reaksi awal ekspektasi kenaikan tingkat bunga oleh the Fed akan terdorong mundur lebih jauh. Namun jika Powell yang dipilih kembali, tidak berarti emas akan mengalami aksi jual yang dramatis. Masih ada kemungkinan resiko naik.

Biar bagaimanapun terpilihnya Brainard akan menimbulkan ketidakpastian yang baru di pasar. Dan pasar tidak suka dengan ketidakpastian. Penunjukan Brainard ditengah akan segera dilakukannya perubahan kebijakan moneter akan mengakibatkan meningkatnya ketidakpastian yang tidak dapat diterima oleh pasar.

Hal lainnya pada minggu ini adalah liburan trading dimana pasar akan menurun aktifitasnya untuk merayakan liburan Thanksgiving AS. Kelihatannya tidak aka nada tren baru pada minggu ini kecuali jika terjadi kejutan dengan terpilihnya Brainard. Kalau tidak, maka harga emas akan mandek di pola konsolidasi.

Setiap tarikan turun terhadap harga emas akan dipandang sebagai kesempatan untuk membeli. Sementara dorongan turun bisa muncul, namun resiko dalam pertumbuhan ekonomi, ditambah dengan tingginya inflasi dan melemahnya dollar AS serta yields riil yang tetap negatif besar, akan membuat penurunan harga emas dipandang sebagai kesempatan untuk membeli diharga yang baik.

Rentang harga emas pada minggu ini kemungkinan akan berada antara $1,840 dan $1,890 per ons. Harga emas bisa naik dan mengetes area $1,890 dan kembali turun ke $1,840 yang merupakan level kunci yang kuat. Apabila harga emas gagal bertahan di $1,840, maka bisa terjadi penurunan lebih lanjut.

Dengan akan berakhirnya tahun 2021, para trader akan memindahkan perhatiannya dari kenaikan tingkat bunga dan fokus lebih banyak kepada pertumbuhan. The Fed bisa membuat kesalahan dengan menghapuskan akomodasi moneter ini. Memasuki bulan Januari tahun depan, laporan inflasi akan menjadi isu yang besar. Emas akan bisa mendapatkan dukungan yang kuat disini.

Sampai bulan depan, emas cenderung membuat pergerakan ke arah $1,900 per ons dengan investor kembali ke emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi ditengah pelarian terhadap keamanan karena naiknya kasus Covid di Eropa dan ECB yang dovish. Emas bisa mendapatkan dukungan naik disini.

Di AS liburan Thanksgiving sudah menjadi kebiasaan untuk berterimakasih terhadap retailer dan membeli barang-barang mereka. Konsumsi sudah besar dan akan bisa meningkat. Laporan – laporan mengenai belanja kemungkinan akan baru muncul minggu berikutnya, namun liburan berarti kebanyakan data akan sudah dikeluarkan pada hari Rabu.

Durable Goods Orders untuk bulan Oktober akan memberikan pandangan pertama mengenai investasi di kuartal keempat. Angka inti yang mengeluarkan data pertahanan adalah angka yang paling signifikan dimana pada bulan September muncul sehat di 0.8% dan di bulan Oktober kemungkinan sama sehatnya.

Para ekonom memperkirakan update dari GDP kuartal ketiga akan menunjukkan upgrade dari angka lemah 2% pertahun yang semula dilaporkan.

Data yang terpenting adalah risalah pertemuan FOMC the Fed mengenai keputusan mereka pada bulan ini yang bisa menggoncang pasar. Risalah ini akan bisa memberikan penerangan mengenai keputusan tapering dan kesiapan bank sentral AS untuk mempercepat proses pengurangan pembelian obligasi. Setiap petunjuk mengenai waktu dari kenaikan tingkat bunga juga kritikal.

Investor juga akan memperhatikan usaha Demokrat dalam meloloskan undang – undang belanja yang massif senilai $1.85 triliun yang diperkirakan akan harus turun nilainya agar tercapai kompromi yang diinginkan.

Terakhir, Biden akan mengumumkan kepala Federal Reserve yang baru. Dua bulan yang lalu, Jerome Powell adalah pilihan yang paling mungkin. Namun dengan adanya skandal trading diantara anggota the Fed, dan kelompok progresif tidak puas dengan cara Powell menangani dari sisi regulator, nominasi kembali Powell mungkin menjadi masalah.

Pilihan lain selain Powell adalah Lael Brainard. Jika Brainard yang terpilih menjadi kepala the Fed berikutnya, bisa terjadi pergerakan yang dramatis dalam yields jangka pendek. Jadi ada resiko yang besar ke depannya dengan faktor kuncinya adalah apa yang akan terjadi dengan yields AS pada awal minggu ini.

“Support” terdekat menunggu di $1,839 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,823 dan kemudian $1,800. “Resistance” terdekat menunggu di $1,873 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,885 dan kemudian $1,900 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com

Friday, November 19, 2021

Rifan Financindo Berjangka - Tanda Tanda Pemulihan Ekonomi AS Memukul Harga Emas

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Investor memprediksi The Fed bakal kenaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan. 

Pasalnya, data klaim pengangguran mingguan AS yang menggembirakan muncul pascadata inflasi kuat baru-baru ini. Harga emas pun terimbas dan tergelincir pada akhir perdagangan Kamis (Jumata pagi WIB).
 
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh 8,8 dolar AS atau 0,47 persen, menjadi ditutup pada 1,861,40 dolar AS per ounce. Emas juga jatuh karena investor masih mengambil keuntungan setelah harga emas mencapai level tertinggi sejak Juni.

Sehari sebelumnya, Rabu, emas berjangka terangkat USD 16,1 atau 0,87 persen menjadi USD 1.870,20. Ahli strategi pasar senior di RJO Futures Daniel Pavilonis mengatakan meskipun terjadi penurunan harga, emas masih bertahan di dekat level tertinggi dalam lima bulan.

Salah satu alasan utama lonjakan emas ini adalah bahwa suku bunga turun cukup keras. Tapi kemudian, mereka bangkit kembali, sehingga menjaga kenaikan terbatas pada emas,” kata Pavilonis. Data pada Kamis menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun mendekati level pra-pandemi pekan lalu. Tanda-tanda pemulihan ekonomi mengurangi permintaan untuk logam safe-haven.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis membeberkan bahwa klaim awal untuk tunjangan pengangguran turun 1.000 menjadi 268 ribu yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 13 November. Ini adalah level terendah sejak dimulainya Covid-19 di Amerika Serikat.

Itu hanya berkorelasi dengan probabilitas yang lebih tinggi dari Fed yang benar-benar harus menaikkan suku bunga," kata Pavilonis. Pavilonis menyebut imbal hasil obligasi pemerintah AS bertahan di dekat tertinggi tiga minggu baru-baru ini, sementara USD berhenti sejenak, tergelincir kembali dari puncak 16 bulan. USD yang lebih lemah membuat emas lebih menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Emas yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, telah naik karena melonjaknya harga-harga konsumen di AS dan Eropa. Tetapi itu juga telah meningkatkan spekulasi untuk kenaikan suku bunga lebih awal, yang akan meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
 
 
Sumber : jpnn.com

Thursday, November 18, 2021

Rifan Financindo - Aset Safe Haven Bersinar Di Asia

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pasar saham Asia tergelincir pada perdagangan Kamis pagi. Sementara, aset-aset safe haven seperti obligasi pemerintah, emas dan yen bersinar ketika tanda kegelisahan merayap di atas prospek suku bunga dan pertumbuhan, terutama di luar Amerika Serikat (AS).

Yen, aset safe haven yang juga akhir-akhir ini sensitif terhadap harga minyak, mengalami lonjakan satu hari tertinggi terhadap dolar dalam tiga bulan pada Rabu Sementara, harga emas naik hampir 1,0 persen dan obligasi pemerintah menguat sepanjang kurva.

Emas naik 0,1 persen lebih lanjut menjadi diperdagangkan di 1.869 dolar AS per ounce di Asia pada Kamis. Yen naik tipis menjadi 113,94 per dolar AS.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan stabil di Tokyo di 1,5889 persen setelah jatuh sekitar 5,5 basis poin semalam.

Dolar AS turun 0,1 persen, menarik diri dari level tertinggi 16 bulan pada Rabu. Dolar AS yang lebih lemah mengurangi harga emas bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya. 

Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans pada Rabu menegaskan kembali bahwa diperlukan waktu hingga pertengahan tahun depan untuk menyelesaikan penghentian program pembelian obligasi Fed. Bahkan, ketika bank sentral memeriksa untuk melihat apakah inflasi yang tinggi surut seperti yang dia perkirakan.

Inflasi Inggris telah mencapai level tertinggi 10 tahun karena tagihan energi rumah tangga meroket, memperkuat ekspektasi bank sentral Inggris akan menaikkan suku bunga pada Desember. Bank Sentral Eropa (ECB) harus siap mengendalikan inflasi di zona euro jika terbukti lebih tahan lama dari perkiraan, kata anggota dewan ECB Isabel Schnabel.

Kenaikan suku bunga akan mengurangi daya tarik emas karena suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan potensi kerugian memegang logam mulia tanpa bunga.

Dari dalam negeri, harga emas produksi Antam mengikuti euforia kenaikan harga emas global. Emas Antam diperdagangkan Rp 956.000 per gram, atau naik Rp 8.000 dibandingkan hari sebelumnya. Harga buyback juga naik Rp 8.000 per gram menjadi Rp 854.000 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : republik.co.id

 

Wednesday, November 17, 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Tergelincir, Data Penjualan Ritel AS Perkuat Dolar

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG  - Emas kembali melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah data penjualan ritel AS yang positif untuk Oktober memperkuat dolar, membuat logam lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya dan memicu aksi ambil untung untuk hari kedua berturut-turut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 12,5 dolar AS atau 0,67 persen, menjadi 1.854,10 dolar AS per ounce. Di pasar spot, emas turun 0,60 persen menjadi 1.851,80 dolar AS per ounce pada pukul 18.41 GMT.

Sehari sebelumnya, Senin, emas berjangka melemah 1,9 dolar AS atau 0,1 persen menjadi 1.866,60 dolar AS per ounce, setelah terdongkrak 4,6 dolar AS atau 0,25 persen menjadi 1.868,50 dolar AS pada Jumat, dan melonjak 15,6 dolar AS atau 0,84 persen menjadi 1.863,90 dolar AS pada Kamis.

Penjualan ritel di Amerika Serikat bulan lalu meningkat lebih besar dari yang diperkirakan, memberikan dorongan ekonomi pada awal kuartal keempat dan mengirim dolar ke level tertinggi 16 bulan.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Selasa bahwa penjualan ritel AS naik 1,7 persen pada Oktober, mengalahkan ekspektasi pasar dan menunjukkan belanja konsumen Amerika tetap kuat.

Laporan menunjukkan konsumsi dapat menangani harga-harga tinggi dan tetap cukup kuat, yang positif untuk sentimen risiko, kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Ini adalah pukulan penjualan ritel yang cukup kuat sehingga ada risiko yang meningkat terhadap prospek. Ini akan menjadi kerja keras dan kesabaran yang lebih tinggi (untuk emas), tetapi kami masih harus memiliki semua yang jelas untuk pergerakan menuju 1.900 dolar AS,” kata Moya.

Sementara itu, Federal Reserve pada hari yang sama melaporkan bahwa produksi industri AS naik 1,6 persen pada Oktober setelah jatuh 1,3 persen pada September, mengalahkan perkiraan pasar.

Emas telah bertambah lebih dari dua persen sejak Selasa lalu (9/11) setelah data menunjukkan harga-harga konsumen AS melonjak pada Oktober.

Gagasan bahwa inflasi AS belum mencapai puncaknya akan mempertahankan tawaran beli emas dengan baik, selama The Fed tidak menyimpang dari pendekatannya yang sabar terhadap setiap kenaikan suku bunga," kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity.

Presiden Federal Reserve Richmond, Thomas Barkin mengatakan pada Senin (15/11) bahwa Fed tidak akan ragu untuk menaikkan suku bunga, tetapi bank sentral harus menunggu untuk mengukur apakah inflasi dan kekurangan tenaga kerja terbukti lebih bertahan lama.

Kenaikan suku bunga cenderung membebani emas, karena mendorong imbal hasil obligasi naik, meningkatkan peluang kerugian memegang logam tersebut yang tidak memberikan imbal hasil.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 16,1 sen atau 0,64 persen, menjadi 24,944 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 22,4 dolar AS atau 2,04 persen, menjadi 1.074,5 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antaranews.com

Tuesday, November 16, 2021

PT Rifan Financindo - Melesat, Harga Emas Dunia Naik Ke Level Tertingginya Dalam 5 Bulan Terakhir

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia mencapai level tertinggi lima bulan pada perdagangan Senin, karena kekhawatiran laju inflasi yang meningkat.

Harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1.866,03 per ounce menyusul sedikit kemunduran pada awal sesi karena aksi ambil untung.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup turun 0,1 persen menjadi USD1.866,60 per ounce.

Ada beberapa aksi ambil untung secara rutin oleh pedagang emas berjangka pendek tetapi tren kenaikan emas masih ada, kata Jim Wyckoff, analis Kitco Metals.

Emas melesat sekitar USD100 selama delapan sesi terakhir, kenaikan beruntun terpanjang sejak Mei, ketika daya tariknya sebagai lindung nilai inflasi didorong lonjakan indeks harga konsumen Amerika dan karena bank sentral utama mempertahankan sikap dovish pada suku bunga.

Kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan bunga karena meningkatkan opportunity cost logam tersebut. Namun, imbal hasil US Treasury 10-tahun naik mendekati level tertinggi tiga minggu, meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas.

Indeks Dolar (Indeks DXY) menguat 0,3 persen ke level tertinggi 16-bulan terhadap sekeranjang pesaingnya.

Analis Saxo Bank, Ole Hansen memperingatkan, "Jika emas gagal menembus di atas USD1.870 hari ini, ada risiko yang dapat mendorongnya kembali ke area USD1.830-1.835, karena hal itu dapat mengecewakan beberapa investor," katanya.

Presiden Minneapolis Federal Reserve Bank, Minggu, mengatakan dia memperkirakan inflasi lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan, tetapi menegaskan bank sentral AS tidak boleh bereaksi berlebihan terhadap peningkatan inflasi karena kemungkinan bersifat sementara - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber :  suara.com

Monday, November 15, 2021

PT Rifan - Harga Emas Turun, Tapi Menuju Kenaikan Mingguan Terbesar Dalam Enam Bulan

 
PT RIFAN BANDUNG - Harga emas turun pada Jumat di Asia, tetapi bersiap untuk mencapai kenaikan mingguan terbesar dalam enam bulan seiring berlanjutnya kekhawatiran tentang inflasi yang tinggi di AS membatasi beberapa kerugian untuk logam kuning.

Harga emas berjangka turun 0,29% di $1.858,45/oz pukul 11.04 WIB menurut data Investing.com, tetapi berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak 7 Mei. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, naik tipis 0,08% ke 95,248 pada hari Jumat dan mencapai level tertinggi sejak Juli 2020.

Inflasi melonjak ke level tertinggi tiga dekade pada bulan Oktober di AS. Dari data indeks harga konsumen (IHK) tumbuh 6,2% tahun ke tahun dan 0,9% bulan ke bulan. IHK inti naik 4,6% setahun dan 0,6% bulan ke bulan.

Meningkatnya inflasi juga menantang desakan Federal Reserve bahwa tekanan inflasi akan bersifat sementara dan meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lebih awal dari yang diharapkan.

Meskipun kebijakan moneter yang longgar telah memberikan dorongan emas sejauh ini, daya tariknya akan berkurang jika bank sentral mulai menaikkan suku bunga.

Di Eropa, data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan PDB kuartal III Inggris naik 1,3% kuartal ke kuartal. PDB naik sebesar 6,6% tahun ke tahun dan 0,6% bulan ke bulan. Pertumbuhan yang lebih lambat memusatkan fokus pada langkah Bank of England selanjutnya berhadapan dengan kenaikan suku bunga. BOE mempertahankan suku bunga terbarunya stabil di 0,10% dalam langkah yang mengejutkan.

Sementara itu, Zona Euro dapat terus melampaui target 2% European Central Bank (ECB) pada tahun 2022 menurut ekonom Reuters.

Dalam logam mulia lainnya, perak turun 0,28%, platinum turun 0,31% dan palladium turun 0,5% pukul 11.29 WIB - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Tuesday, November 9, 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Hari Ini Melesat

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG  - Harga emas Senin (Selasa pagi WIB) naik ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir,

Harga emas terdongkrak penurunan USD dan kekhawatiran inflasi yang terus-menerus setelah bank-bank sentral utama mengindikasikan suku bunga akan tetap rendah dalam waktu dekat. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak USD 11,2 atau 0,62 persen, menjadi ditutup pada USD 1.828,00 per ounce.

Angka itu adalah nilai tertinggi sejak 7 September dan memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga beruntun, analis senior di Kitco Metals Jim Wyckoff menilai daya tarik emas meningkat setelah indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya melemah 0,3 persen. "Bank-bank sentral utama secara keseluruhan masih akomodatif, dan semua uang tunai dalam sistem sebagian besar berpindah ke pasar emas dan perak sebagai lindung nilai inflasi, kata dia.

Menurut dia, hal itu disebabkan oleh kecenderung sikap dovish dari bank-bank sentral pekan lalu. Pada akhirnya, mendorong emas ke level tertinggi dua bulan, Emas melonjak 1,3 persen pada Jumat setelah Federal Reserve AS dan bank sentral Inggris (BoE) menahan setiap kenaikan suku bunga.

Namun, kekhawatiran bahwa bank-bank sentral akan mulai mengetatkan kebijakan untuk memerangi kenaikan harga-harga membuat investor tetap waspada terhadap data ekonomi. Ketatnya pasar tenaga kerja dikombinasikan dengan dislokasi dalam rantai pasokan global dapat mengakibatkan angka tinggi lainnya untuk harga konsumen AS. Data itu bakal dirilis pada Rabu (10/11). "Data Rabu kemungkinan akan mendukung emas karena inflasi dapat menunjukkan kenaikan tercepat sejak 1990," kemungkinan memicu minat beli emas, kata Wakil presiden penelitian komoditas & mata uang di Religare Broking Sugandha Sachdeva - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : jpnn.com