Friday, December 30, 2022

Rifan Financindo Berjangka - GBP/USD Jatuh Tajam Dengan Naik Tajamnya Sentimen Risk Off

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - GBP/USD jatuh tajam setelah gagal untuk bertahan di atas resistance yang kritikal di 1.2120 pada jam perdagangan sesi New York Rabu malam kemarin. GBP/USD turun mendekati 1.2020, sebelum akhirnya berhasil naik sedikit kembali dan saat ini diperdagangkan di sekitar 1.2050.

Sentimen pasar pada hari Rabu sangat bearish, dimulai dengan aksi jual terhadap S&P 500 setelah pemerintah AS mengumumkan test Covid secara mandatori bagi para pendatang dari Cina karena penghentian lockdown oleh pemerintah Cina dengan kecepatan yang kencang telah mempercepat jumlah infeksi di Cina. Saham-saham AS telah mengalami penurunan terus menerus sebelum tahun ini berakhir dan memasuki tahun yang baru dengan para partisipan pasar telah beralih ke sentimen yang “risk-off”.

Penurunan di dalam angka Pending Home Sales AS gagal mempengaruhi indeks dollar AS. Data Pending Home Sales AS bulan November keluar di – 37.8% dibandingkan dengan yang diperkirakan di – 36.7% dan dibandingkan dengan angka sebelumnya di – 37.0%.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di 1.2030 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1950  dan kemudian 1.1900. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2070 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2150 dan kemudian 1.2200 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Thursday, December 29, 2022

Rifan Financindo - Harga Emas Jatuh 7,30 Dolar, Tertekan Ambil Untung Pasca Dolar Menguat

 


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) menghentikan kenaikan selama dua hari berturut-turut karena aksi ambil untung setelah dolar AS berbalik menguat ,didukung oleh imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang lebih tinggi di tengah harapan rebound kuat dalam pertumbuhan China.


Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 7,30 dolar AS atau 0,40 persen menjadi ditutup pada 1.815,80 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di 1.822,80 dolar AS dan terendah di 1.804,20 dolar AS.
Harga emas berjangka bertambah 18,90 dolar AS atau 1,05 persen menjadi 1.823,10 dolar AS pada Selasa (27/12/2022), setelah terangkat 8,90 dolar AS atau 0,5 persen menjadi 1.804,20 dolar AS pada Jumat (23/12/2022), dan anjlok 30,10 dolar AS atau 1,65 persen menjadi 1.795,30 dolar AS pada Kamis (22/12/2022)


Bursa Comex ditutup pada Senin (26/12/2022) untuk hari libur Natal.
Dolar terapresiasi pada perdagangan Rabu (28/12/2022) dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, menguat 0,31 persen menjadi 104,4770 pada pukul 15.00 waktu setempat (20.00 GMT).


Faktor perdagangan teknis juga membebani emas, karena logam mulia memantul dari batas yang awalnya dibuat pada Juni.


Bursa Comex ditutup pada Senin (26/12/2022) untuk hari libur Natal


Dolar terapresiasi pada perdagangan Rabu (28/12/2022) dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, menguat 0,31 persen menjadi 104,4770 pada pukul 15.00 waktu setempat (20.00 GMT).


Faktor perdagangan teknis juga membebani emas, karena logam mulia memantul dari batas yang awalnya dibuat pada Juni - RIFAN FINANCINDO

Sumber : antaranews.com

Wednesday, December 28, 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Menguat

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Wall Street berakhir mixed pada Selasa dengan indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir di teritori negatif.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 37,63 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 33.241,56. Indeks S&P 500 melemah 15,57 poin, atau sekitar 0,40 persen, menjadi 3.829,25. Indeks komposit Nasdaq merosot 144,64 poin, atau sekitar 1,38 persen, menjadi 10.353,23.

Indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq melemah seiring merosotnya saham pertumbuhan akibat tingginya imbal hasil obligasi AS.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, enam sektor berakhir di teritori negatif, dengan indeks kebutuhan konsumen dan layanan komunikasi mengalami penurunan tertajam.

Saham perusahaan manufaktur mobil elektrik Tesla Inc terjun bebas 11,4 persen, menjadi pembeban terberat indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq, dipicu rencana pengurangan produksi di pabrik Shanghai. Saham Tesla telah tergelincir 69 persen tahun ini.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Februari 2022 naik 1,1 persen menjadi US$1.823,1 per ons. Indeks dolar AS turun 0,1 persen menjadi 103,905.

Bursa saham Eropa menguat pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,1 persen, dipicu kabar pelonggaran aturan karantina di Tiongkok.

Bursa Efek London di Inggris masih tutup sehubungan berlangsungnya libur Natal. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 54,17 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 13.995,10.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 1 poin menjadi 8.270,10. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, naik 45,76 poin, atau sekitar 0,70 persen, menjadi 6.550,66.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,29 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2032 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,4 persen menjadi 1,1300 euro per pound - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Tuesday, December 27, 2022

PT Rifan Financindo - Emas Naik Tembus $1.800, Dolar Melemah Dalam Peralihan Kebijakan BoJ

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas mencapai level tertinggi satu minggu pada hari Rabu, mencatat kenaikan kuat usai dolar turun terhadap sejumlah mata uang, meskipun prospek logam kuning tetap tidak pasti di tengah kenaikan suku bunga dan kekhawatiran resesi.

Harga emas melesat hampir 2% pada hari Selasa setelah penguatan yen Jepang menekan dolar dan meningkatkan kekhawatiran kenaikan suku bunga. Hal ini dipicu oleh langkah Bank of Japan tanpa diduga mengubah kebijakan moneter ultra longgarnya untuk pertama kali dalam hampir satu dekade.

BOJ meningkatkan kisaran di mana imbal hasil obligasi pemerintah Jepang diizinkan untuk berfluktuasi, mengisyaratkan bahwa bank sentral mungkin terbuka untuk memperketat kebijakan tahun depan.

Langkah ini mengikuti sinyal hawkish dari beberapa bank sentral pasar negara maju lainnya, dan mengindikasikan bahwa suku bunga global kemungkinan akan naik lebih lanjut pada tahun 2023. Meski skenario seperti itu menjadi pertanda buruk bagi aset non-imbal hasil seperti emas, prospek perlambatan ekonomi berikutnya juga meningkatkan daya tarik safe haven logam kuning.

Emas spot naik 0,1% di $1.819,67/oz, dan emas berjangka naik 0,2% di $1.828,55/oz pukul 08.11 WIB. Kedua instrumen melonjak hampir 2% pada hari Selasa, dan diperdagangkan di level tertinggi satu minggu.

Data perumahan AS lebih rendah dari perkiraan juga meningkatkan kekhawatiran resesi pada tahun 2023 - sebuah skenario yang dapat menguntungkan emas, di tengah beberapa spekulasi bahwa Federal Reserve hampir mengakhiri siklus kenaikan suku bunga.

Hal ini telah membuat dolar melepaskan sebagian dari keuntungannya tahun ini. Greenback kini diperdagangkan mendekati posisi terendah enam bulan, setelah Fed menaikkan suku bunga dengan margin yang relatif lebih kecil pada awal bulan ini.

Namun, investor tetap tidak yakin di mana suku bunga AS akan mencapai puncaknya. Sinyal hawkish dari bank sentral utama lainnya juga telah menimbulkan ketidakpastian atas kebijakan moneter memasuki tahun 2023.

Logam mulia lainnya menguat pada hari Selasa dan diperdagangkan stabil pada hari Rabu. Seperti nikel naik 2,86% hingga dini hari tadi, timah turun 0,97% di ICE London pada penutupan Senin, dan tembaga naik 0,14% pukul 13.50 WIB.

Di antara logam industri, harga tembaga naik 0,3% di $3,8178 pada hari Rabu, setelah melonjak 0,7% di sesi sebelumnya.

Tetapi kenaikan logam merah dibatasi oleh meningkatnya ketidakpastian atas pembukaan kembali ekonomi di negara importir utama China, yang berjuang menahan lonjakan infeksi COVID-19 yang belum terjadi sebelumnya.

Kekhawatiran potensi resesi pada tahun 2023 juga telah menghambat harga tembaga dalam beberapa sesi terakhir, mengingat hubungan erat logam ini dengan pertumbuhan ekonomi.

Sementara, karet turun 1,60% pada Senin di Singapura, batubara Newcastle ICE London mencapai 405,00, kakao AS turun 0,14% pada dini hari. Serta, kopi robusta di London berada di 1.871,00 dan gas alam naik 2,38% pukul 13.53 WIB.

Lainnya dari mata uang, USD/JPY naik 0,36%, GBP/JPY naik 0,19%, GBPUSD turun 0,19%, EURUSD turun 0,08%, dan AUD/USD turun 0,1%.

Adapun kripto bitcoin naik tipis 0,06% pukul 13.55 WIB BTC/USD dan ethereum turun 0,09% (ETH/USD). Lainnya, ETC/USD turun 1% - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Monday, December 19, 2022

PT Rifan - Wall Street Melemah Dipicu Mencuatnya Kekhawatiran Resesi

PT RIFAN BANDUNG - Wall Street melemah pada Kamis dipicu mencuatnya kekhawatiran resesi.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, merosot 764,13 poin, atau sekitar 2,25 persen, menjadi 33.202,22. Indeks S&P 500 anjlok 99,57 poin, atau sekitar 2,49 persen, menjadi 3.895,75. Indeks komposit Nasdaq terjun 360,36 poin, atau sekitar 3,23 persen, menjadi 10.810,53.

Kekhawatiran resesi mencuat setelah pimpinan Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bahwa peningkatan suku bunga masih diperlukan untuk mengatasi inflasi tinggi. Suku bunga The Fed kemungkinan akan meningkat ke atas 5 persen pada 2023, level tertinggi sejak 2007 lalu.

Bank of England dan European Central Bank (ECB) pada Kamis telah mengikuti langkah The Fed dalam meningkatkan suku bunga, menambah sentimen negatif ke pasar saham.

Seluruh 11 sektor utama indeks S&P 500 berakhir di teritori negatif, dengan indeks layanan komunikasi dan teknologi terjun sekitar 4 persen.

Saham perusahaan penyedia layanan video streaming Netflix terjun 8,63 persen setelah dikabarkan akan mengembalikan pembayaran ke pemasang iklan karena gagal memenuhi target penonton.

Saham Nvidia anjlok 4,09 persen setelah HSBC Global Research menurunkan peringkat saham perusahaan teknologi tersebut.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun dipicu penguatan nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Januari 2023 turun 1,7 persen menjadi US$1.787,60 per ons. Indeks dolar AS naik 0,80 persen menjadi 104,60.

Bursa saham Eropa melemah pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa terjun 3,1 persen, setelah ECB meningkatkan suku bunga untuk keempat kali beruntun.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 69,76 poin, atau sekitar 0,93 persen, menjadi 7.426,17. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, terjun 473,97 poin, atau sekitar 3,28 persen, menjadi 13.986,23.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 141,80 poin, atau sekitar 1,70 persen, menjadi 8.218,80. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, tergelincir 208,02 poin, atau sekitar 3,09 persen, menjadi 6.522,77.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,9 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2305 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,3 persen menjadi 1,1603 euro per pound - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Wednesday, December 14, 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Sentuh Tertinggi 6 Bulan Karena Dolar Jatuh

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Baik harga futures dan fisik logam kuning melonjak sekitar 2% pada hari Selasa untuk mencapai level tertinggi enam bulan di atas level kunci $1.800 per ons karena data harga konsumen AS menunjukkan penurunan inflasi yang stabil dari level tertinggi 40 tahun.

Patokan kontrak emas berjangka Februari di Comex New York menetap di $1.825,50 per ons, naik $33,20, atau hampir 2%. Puncak sesi di $1.836,80 adalah yang tertinggi untuk emas Comex sejak 27 Juni, menandai level tertinggi hampir enam bulan.

Harga spot emas , yang diikuti lebih dekat daripada harga berjangka oleh beberapa pedagang, berada di $1.812,42 per ons, naik $30,99, atau sekitar 2%.

“Untuk emas spot, pada titik ini, $1.810-$1.800-$1.790 menjadi zona support langsung dan aksi harga terkonsolidasi sedang melihat resistensi besar berikutnya dan target $1.845,” kata Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknis di SKCharting.com.

Emas telah naik sekitar $200 dari level rendah $1.600 yang dicapai pada awal Oktober. Selama tujuh minggu terakhir, telah menurun hanya dalam satu minggu.

Rebound telah difasilitasi oleh jatuhnya Indeks Dolar , yang telah kehilangan hampir 8% nilainya sejak Oktober. Pada hari Selasa saja, indeks, yang mengadu dolar terhadap sekeranjang enam mata uang, turun 1,4%, terbesar dalam sehari sejak 11 November.

Penurunan terbaru dolar terjadi karena harga konsumen AS naik 7,1% dalam 12 bulan hingga November, Departemen Tenaga Kerja mengumumkan pada hari Selasa, menunjukkan pertumbuhan inflasi terkecil dalam hampir satu tahun dan menandai kemenangan bagi rencana Federal Reserve untuk memperlambat kenaikan suku bunga. setelah secara agresif menaikkan harga untuk mengekang tekanan harga.

Ekonom memperkirakan Indeks Harga Konsumen untuk Semua Konsumen Perkotaan , yang dikenal sebagai CPI, meningkat sebesar 7,3% pada tahun ini hingga November setelah pertumbuhan tahunan 7,7% yang dilaporkan oleh Departemen Tenaga Kerja untuk bulan Oktober.

“Ini adalah kenaikan 12 bulan terkecil sejak periode yang berakhir Desember 2021,” kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.

CPI mencapai level tertinggi 40 tahun pada bulan Juni ketika tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 9,1%. Sejak puncak itu, telah melambat setiap bulan, memberikan kembali 2% penuh selama lima bulan terakhir.

“Laporan sebelumnya mengejutkan sisi negatifnya,” kata ekonom Adam Button dalam sebuah posting di forum ForexLive, mengacu pada penurunan tahunan 0,5% untuk bulan Oktober.

“Ini tidak cukup sebagai kejutan besar tapi dalam arah yang sama” dalam mendorong Fed untuk memperlambat kenaikan suku bunga, kata Button.

Target Fed untuk inflasi hanya 2% per tahun. Dalam upaya untuk mengendalikan lonjakan harga, bank sentral telah menambahkan 375 basis poin ke suku bunga sejak Maret melalui enam kali kenaikan suku bunga.

Sebelumnya, suku bunga memuncak hanya 25 basis poin, karena The Fed memangkasnya menjadi hampir nol setelah wabah global COVID-19 pada tahun 2020.

The Fed, yang melakukan empat kali kenaikan suku bunga jumbo berturut-turut sebesar 75 basis poin dari Juni hingga November, sekarang mempertimbangkan kenaikan 50 basis poin pada keputusan suku bunga 14 Desember.

Lebih penting dari itu adalah seperti apa kenaikan suku bunga berikutnya untuk Februari 2023: indikasi awal oleh pasar uang pada hari Selasa menyarankan kenaikan 25 basis poin. Jika benar, itu akan menyamai kenaikan Maret yang memulai rangkaian kenaikan suku bunga Fed untuk 2022 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : inforexnews.com

Tuesday, December 13, 2022

PT Rifan Financindo - Harga Emas Turun Tajam Minggu Ini

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun tajam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menghentikan kenaikan empat sesi berturut-turut.

Harga emas berada di bawah level psikologis USD 1.800 karena aksi ambil untung setelah greenback menguat menjelang keputusan suku bunga oleh Federal Reserve. Di sisi lain USD menguat pada Senin (12/12) karena pelaku pasar menunggu laporan inflasi utama AS dan pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,31 persen menjadi 105,1310.

Investor menunggu pembacaan indeks harga konsumen (IHK) AS untuk November yang akan dirilis pada Selasa waktu setempat dan keputusan Federal Reserve tentang suku bunga pada Rabu (14/12) untuk petunjuk tentang langkah selanjutnya untuk emas. Bank Sentral Eropa (ECB), Bank Sentral Inggris (BoE), dan Bank Sentral Swiss (SNB) juga akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter dan membuat pengumuman suku bunga minggu ini. "Harga emas menetap di bawah level 1.800 dolar AS karena para pedagang menunggu laporan inflasi utama dan keputusan FOMC," kata analis di platform perdagangan online OANDA Ed Moya.

Emas memiliki kinerja yang kuat baru-baru ini karena para pedagang secara luas percaya bahwa inflasi telah mencapai puncaknya, sementara beberapa berharap bahwa soft landing masih mungkin terjadi (untuk ekonomi AS)," imbuh Moya. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD 18,40 atau 1,02 persen menjadi ditutup pada USD 1.792,30 per ounce, setelah mencapai terendah sesi di USD 1.790,50 yang merupakan level terendah sejak 7 Desember - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : jpnn.com