PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Safe haven adalah investasi yang diharapkan dapat dipertahankan atau meningkat nilai saat pasar bergejolak.
Tempat berlindung yang aman menjadi tempat berlindung yang aman dicari
oleh investor untuk membatasi risiko kerugian jika terjadi penurunan
pasar.
Namun, yang terlihat sebagai investasi yang aman di satu pasar bawah
yang dapat menjadi investasi bencana di lain waktu, dan evaluasi
investasi yang aman , investor harus melakukan uji tuntas yang memadai.
Investasi safe haven mendiversifikasi portofolio investor dan bermanfaat pada saat pasar tidak stabil. Sering kali ketika pasar naik atau turun atau terjadi dalam waktu yang singkat. Namun, ada kalanya, seperti saat resesi ekonomi yaitu ketika penurunan pasar berkepanjangan. Ketika pasar sedang bergejolak, nilai pasar dari sebagian besar investasi turun tajam.
Sementara peristiwa sistemik di pasar tidak dapat dihindari, beberapa
investor yang mencari aset safe haven yang tidak berkorelasi dengan
pasar umum selama masa sulit. Apabila sebagian besar aset jatuh nilai, safe havens dapat mempertahankan atau meningkat nilai.
Contoh Safe Haven
Berikut beberapa sekuritas investasi yang berada dalam situasi safe
haven yang dilansir dari Investopedia di Jakarta, Selasa :
1.
Selama bertahun-tahun, emas dianggap sebagai investasi yang bernilai.
Sebagai komoditas fisik yang tidak dapat dicetak seperti uang, nilai
emas tidak dapat diambil oleh keputusan tingkat suku bunga yang dibuat
oleh pemerintah.
Emas secara historis bernilai nilai dari waktu, berfungsi sebagai bentuk asuransi terhadap peristiwa ekonomi yang merugikan.
Ketika peristiwa buruk terjadi yang bertahan untuk sementara waktu,
investor cenderung menumpuk dananya menjadi emas, yang menaikkan
harganya karena peningkatan permintaan. Selain itu, ketika ada ancaman inflasi, nilai emas meningkat karena dalam dolar AS.
2. Treasury bills (T-bills)
Sekuritas didukung oleh kepercayaan penuh dan kredit dari pemerintah AS
sehingga sebagai surga yang aman bahkan dalam iklim yang keren. T-bills floating risk, karena setiap pokok yang diinvestasikan akan dibayar kembali oleh pemerintah saat tagihan jatuh tempo. Karena anugerah, investor cenderung lari ke sekuritas selama masa kekacauan ekonomi.
3. Saham defensif
Contoh saham defensif termasuk perusahaan utilitas, perawatan kesehatan, bioteknologi, dan barang konsumen. Keadaan dari keadaan pasarnya, konsumen masih akan membeli makanan, produk kesehatan, dan kebutuhan dasar rumah tangga.
Oleh karena itu, perusahaan yang beroperasi di sektor defensif biasanya
akan mempertahankan nilai selama masa ketidakpastian resesi ekonomi
karena investor meningkatkan permintaan mereka atas saham ini.
4. Uang tunai
Uang tunai satu-satunya tempat berlindung yang benar-benar aman selama periode penurunan pasar. Namun, uang tunai tidak menawarkan bantuan atau hasil nyata, dan inovatif oleh inflasi.
5. Mata uang
Selain itu, beberapa mata uang respon sebagai tempat berlindung yang aman dibandingkan dengan mata uang lainnya.
Di pasar yang bergejolak, investor dan pedagang mata uang yang berusaha
mengubah kepemilikan uang tunai menjadi mata uang ini untuk
perlindungan. Swiss as sebagai mata uang safe haven.
Mengingat stabilitas pemerintah Swiss dan sistem keuangannya, franc
Swiss biasanya menghadapi tekanan ke atas yang kuat yang berasal dari
peningkatan permintaan luar negeri.
Untuk diketahui, Swiss memiliki industri perbankan yang besar, aman,
dan stabil, pasar modal dengan volatilitas rendah, hampir tidak ada
pengangguran, standar hidup yang tinggi, dan angka neraca perdagangan
yang positif.
Kemerdekaan negara dari Uni juga laporan kebal terhadap peristiwa politik dan ekonomi negatif yang terjadi di wilayah tersebut. Kebetulan, Swiss juga merupakan pajak bagi orang kaya, yang memanfaatkan fitur keamanan tinggi. Bahkan perbankan anonim negara itu untuk menghindari pajak dan perumahan dana haram.
Selain franc Swiss, bisa juga euro, yen , dan dolar AS yang ramah sebagai tempat berlindung yang aman. Seringkali dolar AS adalah tempat berlindung default
bagi perusahaan yang menghadapi ketidakpastian mata uang domestik
karena fakta bahwa dolar AS adalah mata uang cadangan dunia dan
denominasi untuk banyak kesepakatan bisnis internasional - PT RIFAN FINANCINDO
Sumber : investing.com