RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Investor memprediksi The Fed bakal kenaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan.
Friday, November 19, 2021
Rifan Financindo Berjangka - Tanda Tanda Pemulihan Ekonomi AS Memukul Harga Emas
Thursday, November 18, 2021
Rifan Financindo - Aset Safe Haven Bersinar Di Asia
RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pasar saham Asia tergelincir pada perdagangan Kamis pagi. Sementara, aset-aset safe haven seperti obligasi pemerintah, emas dan yen bersinar ketika tanda kegelisahan merayap di atas prospek suku bunga dan pertumbuhan, terutama di luar Amerika Serikat (AS).
Yen, aset safe haven yang juga akhir-akhir ini sensitif terhadap harga minyak, mengalami lonjakan satu hari tertinggi terhadap dolar dalam tiga bulan pada Rabu Sementara, harga emas naik hampir 1,0 persen dan obligasi pemerintah menguat sepanjang kurva.
Emas naik 0,1 persen lebih lanjut menjadi diperdagangkan di 1.869 dolar AS per ounce di Asia pada Kamis. Yen naik tipis menjadi 113,94 per dolar AS.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan stabil di Tokyo di 1,5889 persen setelah jatuh sekitar 5,5 basis poin semalam.
Dolar AS turun 0,1 persen, menarik diri dari level tertinggi 16 bulan pada Rabu. Dolar AS yang lebih lemah mengurangi harga emas bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.
Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans pada Rabu menegaskan kembali bahwa diperlukan waktu hingga pertengahan tahun depan untuk menyelesaikan penghentian program pembelian obligasi Fed. Bahkan, ketika bank sentral memeriksa untuk melihat apakah inflasi yang tinggi surut seperti yang dia perkirakan.
Inflasi Inggris telah mencapai level tertinggi 10 tahun karena tagihan energi rumah tangga meroket, memperkuat ekspektasi bank sentral Inggris akan menaikkan suku bunga pada Desember. Bank Sentral Eropa (ECB) harus siap mengendalikan inflasi di zona euro jika terbukti lebih tahan lama dari perkiraan, kata anggota dewan ECB Isabel Schnabel.
Kenaikan suku bunga akan mengurangi daya tarik emas karena suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan potensi kerugian memegang logam mulia tanpa bunga.
Dari dalam negeri, harga emas produksi Antam mengikuti euforia kenaikan harga emas global. Emas Antam diperdagangkan Rp 956.000 per gram, atau naik Rp 8.000 dibandingkan hari sebelumnya. Harga buyback juga naik Rp 8.000 per gram menjadi Rp 854.000 - RIFAN FINANCINDO
Sumber : republik.co.id
Wednesday, November 17, 2021
PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Tergelincir, Data Penjualan Ritel AS Perkuat Dolar
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas kembali melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah data penjualan ritel AS yang positif untuk Oktober memperkuat dolar, membuat logam lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya dan memicu aksi ambil untung untuk hari kedua berturut-turut.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 12,5 dolar AS atau 0,67 persen, menjadi 1.854,10 dolar AS per ounce. Di pasar spot, emas turun 0,60 persen menjadi 1.851,80 dolar AS per ounce pada pukul 18.41 GMT.
Sehari sebelumnya, Senin, emas berjangka melemah 1,9 dolar AS atau 0,1 persen menjadi 1.866,60 dolar AS per ounce, setelah terdongkrak 4,6 dolar AS atau 0,25 persen menjadi 1.868,50 dolar AS pada Jumat, dan melonjak 15,6 dolar AS atau 0,84 persen menjadi 1.863,90 dolar AS pada Kamis.
Penjualan ritel di Amerika Serikat bulan lalu meningkat lebih besar dari yang diperkirakan, memberikan dorongan ekonomi pada awal kuartal keempat dan mengirim dolar ke level tertinggi 16 bulan.
Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Selasa bahwa penjualan ritel AS naik 1,7 persen pada Oktober, mengalahkan ekspektasi pasar dan menunjukkan belanja konsumen Amerika tetap kuat.
Laporan menunjukkan konsumsi dapat menangani harga-harga tinggi dan tetap cukup kuat, yang positif untuk sentimen risiko, kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.
Ini adalah pukulan penjualan ritel yang cukup kuat sehingga ada risiko yang meningkat terhadap prospek. Ini akan menjadi kerja keras dan kesabaran yang lebih tinggi (untuk emas), tetapi kami masih harus memiliki semua yang jelas untuk pergerakan menuju 1.900 dolar AS,” kata Moya.
Sementara itu, Federal Reserve pada hari yang sama melaporkan bahwa produksi industri AS naik 1,6 persen pada Oktober setelah jatuh 1,3 persen pada September, mengalahkan perkiraan pasar.
Emas telah bertambah lebih dari dua persen sejak Selasa lalu (9/11) setelah data menunjukkan harga-harga konsumen AS melonjak pada Oktober.
Gagasan bahwa inflasi AS belum mencapai puncaknya akan mempertahankan tawaran beli emas dengan baik, selama The Fed tidak menyimpang dari pendekatannya yang sabar terhadap setiap kenaikan suku bunga," kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity.
Presiden Federal Reserve Richmond, Thomas Barkin mengatakan pada Senin (15/11) bahwa Fed tidak akan ragu untuk menaikkan suku bunga, tetapi bank sentral harus menunggu untuk mengukur apakah inflasi dan kekurangan tenaga kerja terbukti lebih bertahan lama.
Kenaikan suku bunga cenderung membebani emas, karena mendorong imbal hasil obligasi naik, meningkatkan peluang kerugian memegang logam tersebut yang tidak memberikan imbal hasil.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 16,1 sen atau 0,64 persen, menjadi 24,944 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 22,4 dolar AS atau 2,04 persen, menjadi 1.074,5 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : antaranews.com
Tuesday, November 16, 2021
PT Rifan Financindo - Melesat, Harga Emas Dunia Naik Ke Level Tertingginya Dalam 5 Bulan Terakhir
PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia mencapai level tertinggi lima bulan pada perdagangan Senin, karena kekhawatiran laju inflasi yang meningkat.
Harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1.866,03 per ounce menyusul sedikit kemunduran pada awal sesi karena aksi ambil untung.
Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup turun 0,1 persen menjadi USD1.866,60 per ounce.
Ada beberapa aksi ambil untung secara rutin oleh pedagang emas berjangka pendek tetapi tren kenaikan emas masih ada, kata Jim Wyckoff, analis Kitco Metals.
Emas melesat sekitar USD100 selama delapan sesi terakhir, kenaikan beruntun terpanjang sejak Mei, ketika daya tariknya sebagai lindung nilai inflasi didorong lonjakan indeks harga konsumen Amerika dan karena bank sentral utama mempertahankan sikap dovish pada suku bunga.
Kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan bunga karena meningkatkan opportunity cost logam tersebut. Namun, imbal hasil US Treasury 10-tahun naik mendekati level tertinggi tiga minggu, meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas.
Indeks Dolar (Indeks DXY) menguat 0,3 persen ke level tertinggi 16-bulan terhadap sekeranjang pesaingnya.
Analis Saxo Bank, Ole Hansen memperingatkan, "Jika emas gagal menembus di atas USD1.870 hari ini, ada risiko yang dapat mendorongnya kembali ke area USD1.830-1.835, karena hal itu dapat mengecewakan beberapa investor," katanya.
Presiden Minneapolis Federal Reserve Bank, Minggu, mengatakan dia memperkirakan inflasi lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan, tetapi menegaskan bank sentral AS tidak boleh bereaksi berlebihan terhadap peningkatan inflasi karena kemungkinan bersifat sementara - PT RIFAN FINANCINDO
Sumber : suara.com
Monday, November 15, 2021
PT Rifan - Harga Emas Turun, Tapi Menuju Kenaikan Mingguan Terbesar Dalam Enam Bulan
PT RIFAN BANDUNG - Harga emas turun pada Jumat di Asia, tetapi bersiap untuk mencapai kenaikan mingguan terbesar dalam enam bulan seiring berlanjutnya kekhawatiran tentang inflasi yang tinggi di AS membatasi beberapa kerugian untuk logam kuning.
Harga emas berjangka turun 0,29% di $1.858,45/oz pukul 11.04 WIB menurut data Investing.com, tetapi berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak 7 Mei. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, naik tipis 0,08% ke 95,248 pada hari Jumat dan mencapai level tertinggi sejak Juli 2020.
Inflasi melonjak ke level tertinggi tiga dekade pada bulan Oktober di AS. Dari data indeks harga konsumen (IHK) tumbuh 6,2% tahun ke tahun dan 0,9% bulan ke bulan. IHK inti naik 4,6% setahun dan 0,6% bulan ke bulan.
Meningkatnya inflasi juga menantang desakan Federal Reserve bahwa tekanan inflasi akan bersifat sementara dan meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lebih awal dari yang diharapkan.
Meskipun kebijakan moneter yang longgar telah memberikan dorongan emas sejauh ini, daya tariknya akan berkurang jika bank sentral mulai menaikkan suku bunga.
Di Eropa, data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan PDB kuartal III Inggris naik 1,3% kuartal ke kuartal. PDB naik sebesar 6,6% tahun ke tahun dan 0,6% bulan ke bulan. Pertumbuhan yang lebih lambat memusatkan fokus pada langkah Bank of England selanjutnya berhadapan dengan kenaikan suku bunga. BOE mempertahankan suku bunga terbarunya stabil di 0,10% dalam langkah yang mengejutkan.
Sementara itu, Zona Euro dapat terus melampaui target 2% European Central Bank (ECB) pada tahun 2022 menurut ekonom Reuters.
Dalam logam mulia lainnya, perak turun 0,28%, platinum turun 0,31% dan palladium turun 0,5% pukul 11.29 WIB - PT RIFAN
Sumber : investing.com
Tuesday, November 9, 2021
PT Rifan Financindo - Harga Emas Hari Ini Melesat
PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas Senin (Selasa pagi WIB) naik ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir,
Monday, November 8, 2021
PT Rifan - Jelang Tapering The Fed, Harga Emas Dunia Sempat Merosot
PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia bertahan di dekat level terendahnya sejak pertengahan Oktober pada perdagangan Rabu, setelah Bank Sentral AS The Federal Reserve mengumumkan pengurangan langkah-langkah stimulus era pandemi dalam sebuah keputusan yang diperkirakan secara luas.
Harga emas di pasar spot turun 0,9 persen menjadi USD1.770,61 per ounce. Sebelumnya, emas mencapai level terendah sejak 13 Oktober di USD1.757,63 per ounce.
Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup merosot 1,4 persen menjadi USD1.763,9 per ounce.
The Fed akan mulai memangkas pembelian obligasi bulanan pada November, dengan rencana untuk mengakhirinya pada 2022, kata bank sentral dalam sebuah pernyataan di akhir pertemuan dua hari.
Emas menuju pertemuan tersebut semacam mempersiapkan yang terburuk dan itulah mengapa turun di sekitar USD1.758 sejak saat itu," kata Phillip Streible, Chief Market Strategist Blue Line Futures, di Chicago.
Kita akan menunggu sebelum menetapkan posisi apa pun pada emas, baik di sisi long atau short position , dan jangan berharap terlalu banyak pergerakan karena berikutnya kita akan mendapatkan data ketenagakerjaan (minggu ini).
Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja AS untuk Oktober akan dirilis Jumat. Data sebelumnya pada Rabu menunjukkan penggajian swasta meningkat lebih dari ekspektasi pada Oktober.
The Fed juga menunjukkan pemulihan dalam kegiatan ekonomi dan lapangan kerja dalam pernyataannya sambil berpegang pada keyakinannya bahwa inflasi yang tinggi akan terbukti "sementara", dan kemungkinan tidak memerlukan kenaikan suku bunga yang cepat.
Kendati kebijakan suku bunga mungkin nomor satu dalam benak semua orang, yang kedua adalah tekanan inflasi yang kita miliki di pasar saat ini," kata David Meger, Direktur di High Ridge Futures.
Kebijakan moneter AS yang sangat longgar membantu mendorong emas naik tajam sejak krisis keuangan akhir 2000-an, dengan suku bunga rendah memangkas opportunity cost memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil dan kekhawatiran inflasi memicu permintaan untuk lindung nilai - PT RIFAN
Sumber : suara.com