Tuesday, March 31, 2020

PT Rifan Financindo - Karantina DKI Jakarta, Melemah ke Rp16.347


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Nilai tukar rupiah berada di Rp16.347 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa pagi. Mata uang garuda melemah 0,06 persen dibandingkan perdagangan kemarin sore di posisi Rp16.337 per dolar AS.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat won Korea menguat 0,09 persen, peso Filipina menguat 0,07 persen, dolar Taiwan menguat 0,14 persen, baht Thailand menguat 0,06 persen, dan yuan China menguat 0,03 persen terhadap dolar AS.

Namun, ringgit Malaysia senasib rupiah dengan pelemahan 0,01 persen. Diikuti, dolar Singapura yang melemah 0,06 persen. Sementara, dolar Hong Kong terpantau stagnan. Hanya yen Jepang yang tercatat melemah 0,63 persen.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar juga perkasa terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris naik 0,85 persen, dan dolar Australia menguat 0,37 persen terhadap dolar AS. Sedang, dolar Kanada melemah 0,30 persen terhadap dolar AS

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar bereaksi negatif terhadap potensi pembatasan akses ke wilayah Jabodetabek. Wacana pembatasan itu melarang kendaraan pribadi dan angkutan orang masuk ke wilayah Jabodetabek.

Hanya angkutan logistik yang diperbolehkan lalu lalang. "Pasar bereaksi negatif akan kemungkinan karantina tersebut. Jangan heran, kalau mata uang garuda kembali tertekan, namun demikian, pembatasan tersebut belum diputuskan oleh Presiden Joko Widodo. Di samping itu, sejumlah pengamat memprediksi puncak pandemi Covid-19 di Indonesia akan berlangsung pada April.

Hingga Senin pasien positif mencapai 1.414 orang. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 122 orang dan berhasil sembuh 75 orang, harapannya apa yang ditakutkan pada April akan terjadi puncak pandemi pada kenyataannya tidak terjadi," katanya.

Lebih lanjut, Ibrahim menyebut rupiah berpotensi mengalami depresiasi di kisaran Rp16.290 hingga Rp16.500 per dolar AS pada perdagangan hari ini - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnnindonesia.com

Monday, March 30, 2020

PT Rifan - Emas Turun Tapi Catatkan Rekor Minggu Tertinggi Dalam 12 Tahun


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas turun pada jumat petang, tetapi masih berakhir diposisi tertinggi dalam 12 tahun setelah investor melakukan aksi jual, didukung respon fiskal AS yang besar terhadap krisis covid-19.

Emas diprediksi kembali tertekan oleh penguatan dolar AS pekan depan setelah Presiden Donald Trump menandatangani paket stimulus Covid-19 senilai $2 triliun, emas berjangka untuk pengiriman April di New York COMEX ditutup turun 1.25% menjadi $1.630.60 per ons, sementara XAU/USD naik 0.21% menjadi $1.631.28 per ons.

Keberanian The Fed melakukan pembelian obligasi, dan memperpanjang pinjaman kepada bank dan mutual fund mungkin sedikit meredakan kegelisahan, tetapi program stimulus besar-besaran dan upaya fiskal raksasa untuk memicu pemulihan ekonomi tampajknya belum maksimal disaat seluruh negara menghadapi masalah yang sama.

Modal pinjaman murah dan daya beli bersubsidi sangat kecil artinya ketika bisnis hampir terhenti karena penahanan, pekan depan, ketika banyak data ekonomi dirilis, akan terlihat kondisi ril ekonomi di seluruh dunia. Survei PMI dari berbagai negara ekonomi utama akan diumumkan sementara AS akan mempublikasikan kumpulan statistik pasar tenaga kerja terbaru

Jika ini meyakinkan para trader bahwa pemulihan akan menjadi jalan panjang meskipun upaya pembuat kebijakan yang maksimal, maka likuidasi baru dapat berpotensi kembali menenggelamkan emas - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Friday, March 27, 2020

Rifan Financindo Berjangka - Pemerintah Kaji Besaran Dan Kriteria Penerima Bantuan Langsung Tunai


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iwan Faidi mengatakan bahwa saat ini pemerintah sedang mengkaji mekanisme penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) untuk pekerja formal dan harian. Sebab sejauh ini masih belum menemukan formulasi tepat untuk penyaluran BLT tersebut.

Mekanisme (penyaluran BLT) sedang dibahas, sejauh ini pemerintah baru membahas untuk bagaimana cara pengumpulan data, kriteria masyarakat yang mendapat BLT, besaran diberikan, hingga ketersedian ruang fiskal.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono, menjelaskan skema pembiayaan bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan kepada pekerja formal dan informal. BLT disalurkan kepada mereka para pekerja yang terdampak akibat mewabahnya virus corona atau Covid-19.

Sementara itu, skema BLT bagi pekerja sektor informal atau pekerja harian bisa menggunakan kartu prakerja. Di mana, fungsi kartu prakerja yang tadinya didukung untuk meningkatkan kompetensi lewat vokasi, sekarang digeser untuk mendukung pemberian BLT.

Susi menambahkan para pekerja informal maupun masyarakat umum bisa mendapatkan BLT lewat kartu prakerja ini. Namun demikian ada syaratnya. Di mana, mereka yang berhak menerima adalah sedang tidak menempuh pendidikan formal, tidak sekolah di SMA ataupun kuliah. "Karena desainnya untuk pekerja," singkat Susi - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : liputan6.com

Thursday, March 26, 2020

Rifan Financindo - Pemerintah Antisipasi Anjloknya IHSG Tertekan Virus Corona


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pelemahan IHSG disebabkan oleh merebaknya Virus Corona. Virus Corona sudah memunculkan berbagai ketidakpastian di seluruh pasar saham.

Karena ini ada efek internasional dengan Corona ketidakpastian meningkat. Kemudian juga ada hal hal yang terkait di dalam negeri," ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian.

Pihaknya masih melihat langkah apa yang akan diambil oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjaga agar saham tidak jatuh terlampau dalam. "Kalau regulasi kan bursa punya beberapa tools. Nah itu yang tentu harapannya tools bursa itu bisa katakanlah dirumuskan," jelasnya.

Sementara itu terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar, Mantan Menteri Perindustrian tersebut mengatakan, saat ini tengah terjadi normalisasi usai Rupiah menguat cukup tajam dibanding mata uang negara lainnya. "Kalau Rupiah kan menguatnya kemarin dibanding yang lain kita menguatnya lebih tinggi, sehingga tentu ada normalisasi - RIFAN FINANCINDO

Sumber : merdeka.com 

Friday, March 20, 2020

Rifan Financindo Berjangka - Emas Naik Tipis Ditengah Tingginya Perburuan Dolar AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik tipis pada hari Jumat setelah penurunan di sesi sebelumnya, tetapi masih dalam tren penurunan mingguan kedua ditengah meningkatnya perburuan para investor untuk mendapatkan uang tunai Dolar AS di tengah meluasnya dampak ekonomi dari wabah covid-19. 

Menurut data investing.com Jumat pukul 9.30 WIB, Emas Berjangka naik 0.55% menjadi 1,487.50 per ons, dan emas spot XAU/USD naik 0,85% menjadi $ 1,485.62 per ons, emas sempat turun lebih dari 1% pada hari Kamis karena dolar AS melonjak ke level tertinggi dan investor terus menjual aset untuk menimbun uang tunai.

Indeks MSCI dari bursa di kawasan Asia-Pasifik di luar Jepang menguat 0,6%, sementara bursa Australia yang naik 2,9%, dari Amerika Serikat, Federal Reserve membuka keran bagi bank-bank sentral di sembilan negara untuk mengakses dolar guna mencegah epidemi covid-19 menyebabkan kekacauan ekonomi global.

Selain itu, Amerika Serikat memperingatkan warga Amerika pada hari Kamis untuk kembali ke rumah atau tinggal di luar negeri tanpa batas waktu, sementara anggota Senat dari Partai Republik meluncurkan rencana stimulus ekonomi $1 triliun untuk menyediakan dana langsung ke bisnis dan warga Amerika, karena wabah virus di negara itu melonjak melewati 13.000 kasus.

Dari Eropa, Bank of England menjanjikan 200 miliar pound pembelian obligasi dan memangkas suku bunga utamanya menjadi 0,1% dalam langkah darurat kedua hanya dalam waktu satu minggu untuk mengurangi dampak wabah terhadap ekonomi Inggris.

Saat ini, ekonomi global sudah dalam resesi karena pukulan terhadap aktivitas ekonomi dari virus telah meluas, di tengah serangkaian tindakan stimulus bank sentral minggu ini, sementara Palladium turun 0,5% menjadi $1,644,04 per ons. Platinum naik 1,6% menjadi $595,69 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Thursday, March 19, 2020

Rifan Financindo - Emas Jatuh Hampir 48 dolar AS Karena Investor Himpun Uang Tunai


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas kembali jatuh pada akhir perdagangan kamis pagi, karena investor melepas kepemilikan emas untuk mengumpulkan uang tunai setelah langkah-langkah stimulus tambahan oleh Amerika Serikat gagal menenangkan pasar yang terpukul oleh meningkatnya kekhawatiran atas penurunan ekonomi akibat COVID-19.

Kontrak emas paling aktif di Bursa Comex untuk pengiriman April jatuh 47,9 dolar AS atau 3,1 persen, menjadi ditutup pada 1.477,9 dolar AS per ounce. Emas berjangka sempat melonjak 39,3 dolar AS atau 2,64 persen menjadi menetap di 1.525,8 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Di pasar spot, emas merosot 2,7 persen menjadi diperdagangkan di 1.486,82 dolar AS per ounce pada pukul 14.28 waktu setempat (18.28 GMT).

Emas terus menderita dari kepanikan penghindaran risiko (risk off) di pasar, diperdagangkan kembali di bawah level psikologis 1.500 dolar AS ketika S&P berjangka menyerahkan keuntungan yang didorong oleh stimulus," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan logam mulia di BMO.

Harga emas telah anjlok lebih dari 12 persen atau lebih dari 200 dolar AS sejak melonjak melewati 1.700 dolar AS per ounce minggu lalu, karena investor melepas emas untuk mendapatkan uang tunai guna memenuhi sebagai imbalan uang tunai dan untuk memenuhi margin calls (kerugian) di aset-aset lainnya.

Logam mulai lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 72,3 sen atau 5,79 persen, menjadi ditutup pada 11,772 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April jatuh 60,3 dolar AS atau 9,06 persen, menjadi menetap pada 605 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : antaranews.com

Wednesday, March 18, 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Ini Penyebab Rupiah Terus Melemah


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan sebenarnya dalam data makro ekonomi Indonesia, bisa mengatasi dampak negatif dari pelemahan rupiah.
 
Tapi masalahnya penyebaran covid ini secara masif, membuat instrumen USD Amerika Serikat merupakan salah satu intrumen safe heaven, maka dari itu rupiah belum ada katalis positifnya, “ kata Nafan.

Bahkan, menurutnya Bank Indonesia sudah mengeluarkan kebijakan mengangkat intervensi di bidang pasar saham. Namun, kinerja tersebut masih membuat kinerja rupiah masih berada di zona positif, karena intrumen USD AS yang safe heaven.

Ia menilai berarti The Fed lebih cenderung memperhatikan resiko dampak sistematis, bagi pasar dari penyebaran Covid-19 ini, karena AS berpotensi bisa mengalami resesi atau kemerosotan, dan memang efeknya dari penyebaran Covid-19 ini, ia memperkirakan akan berakhir Agustus.

Kendati begitu, ancaman resesi masih ada apabila Presiden AS Donald Trump tidak memutuskan suatu kebijakan untuk menangani hal itu, karena ini pemulihannya jangka panjang, tidak bisa temporer.

Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS), yang sempat menembus ke level 15.000 per Dolar Amerika Serikat (AS) imbas dari penurunan suku bunga The Fed.

Kondisi ini dikatakan sempat terjadi pada saat krisis ekonomi tahun 2008-2009. Selain itu, Bank Sentral AS alias The Fed juga melakukan quantitative easing, yakni salah satu kebijakan moneter guna meningkatkan jumlah uang beredar. Kebijakan ini ikut mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap ekonomi global.

Wacana lockdown terkait antisipasi Virus Corona dan pembatasan akses juga berdampak pada memburuknya perekonomian indonesia. Kondisi surplus perdagangan dinilai semu. Impor bahan baku per Februari turun cukup tajam, dibandingkan bulan Januari.

Indeks Dolar sepekan menguat 1.72 persen menjadi 98. Hal ini menunjukkan Dolar dianggap sebagai safe haven ketika kinerja ekonomi global dibayangi resesi, dengan kondisi yang ada, dia memprediksi rupiah bisa melemah lebih besar lagi ke depan. “Perkiraan rupiah dua pekan ke depan Rp 15.500- Rp 15.700.

Saat ditanya, sampai level berapakah rupiah akan melemah, Bhima mengaku belum bisa memastikan karena kondisi terus memburuk - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : liputan6.com