Wednesday, April 17, 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Di Pasar Asia Stabil Di Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas masih stabil di posisi rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan sesi Asia hari Rabu oleh tarik menarik sentimen.

Harga emas spot naik sekitar 0,01% pada $2,383.90 per ounce sedangkan harga emas comex untuk kontrak Juni turun 0,37% menjadi $2398,90. Perdagangan sebelumnya harga spot emas $2383.75 dan emas kontrak berjangka bulan April di $2382,68.

Pergerakan harga dipengaruhi tarik menarik sentimen penundaan turunnya suku bunga Fed dengan permintaan safe-haven oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah.

Ketua Fed Jerome Powell mengurangi harapan penurunan suku bunga dalam pidato hawkishnya, mengatakan bahwa inflasi akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tujuan sehingga kebijakan moneter yang ketat akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk menjadi efektif.

Komentar hawkish Powell tersebut memberikan kekuatan tambahan bagi dolar AS dan mengurangi permintaan komoditas logam mulia.

Namun permintaan aset safe haven tetap kuat karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan pesawat tak berawak Iran terhadap Israel, dimana Israel akan melakukan serangan balasan terhadap Iran.

Sebagai informasi, indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap rival utamanya koreksi dari posisi tertinggi hampir 6 bulan dengan turun 0,05% ke posisi 106.27.

Untuk pergerakan selanjutnya secara teknikal, harga emas kontrak berjangka bulan April berpotensi akan mendaki ke posisi $2390.05 dan jika tembus lanjut ke resisten kuat harian di $2399.55.

Namun jika terjadi koreksi dan turun ke posisi pivot di 2381,25, berpotensi meluncur menuju support kuat harian di kisaran $2364.34 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Tuesday, April 16, 2024

PT Rifan Financindo - Harga Emas Naik Ke Rekor Tertinggi, Menguat 3 Hari Berturut

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik ke rekor tertinggi pada penutupan perdagangan hari Selasa dinihari, naik untuk sesi ketiga berturut-turut meskipun dolar rebound kuat.

Harga emas berjangka untuk bulan April naik sekitar 0,41% pada $2,365.80 per ounce sedangkan harga emas comex untuk kontrak Juni naik 0,76% menjadi $2401,10.

Emas naik karena investor terus memantau situasi di Timur Tengah pasca Iran melakukan serangan besar-besaran ke Israel.

Iran terakhir menyerang Israel dengan drone pada akhir pekan sebagai pembalasan atas serangan terhadap kedutaan besarnya di Suriah, meluncurkan lebih dari 300 drone dan rudal tanpa awak ke sasaran.

Namun Israel berhasil mengendalikan serangan tersebut berkat peringatan dini yang dikombinasikan dengan pertahanan rudal yang kuat di dalam dan di luar perbatasannya.

Kenaikan harga emas menghiraukan posisi dolar AS yang menguat berkat data penjualan ritel AS yang optimis. Indeks dolar, yang turun ke 105,84 di sesi Eropa, naik ke 106,20 di sesi New York berkat data penjualan ritel yang kuat.

Sementara itu, para pelaku pasar menantikan beberapa pidato pejabat Federal Reserve minggu ini, untuk mencari kejelasan lebih lanjut mengenai sikap kebijakan di masa depan.

Data ekonomi yang kuat secara terus-menerus, termasuk angka inflasi dan penjualan ritel yang tinggi, telah menyebabkan pasar merevisi proyeksi mereka mengenai waktu dan besarnya penurunan suku bunga oleh The Fed tahun ini - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Tuesday, April 9, 2024

PT Rifan Financindo - Dolar Berkonsolidasi Pasca Komentar Fed, Yen Tergelincir

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Dolar AS diperdagangkan dalam kisaran sempit pada Kamis dan bertahan tepat di bawah level tertinggi 12 pekan yang dicapai pada awal pekan ini, karena para pedagang mencerna komentar dari para pembuat kebijakan di sesi sebelumnya.

Sementara kemarin, beberapa pembicara The Fed memberikan berbagai alasan mengapa mereka merasa tidak terlalu mendesak untuk segera memulai pelonggaran kebijakan di Amerika Serikat atau mengambil langkah cepat setelah hal tersebut dilakukan.

Indeks dolar terakhir naik 0,1% pada 104,14, berada di bawah 104,60 pada hari Senin, level tertinggi sejak 14 November, setelah terdorong lebih tinggi setelah laporan pekerjaan yang luar biasa pada hari Jumat.

Imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi telah mendorong dolar, terutama terhadap mata uang dengan imbal hasil lebih rendah, seperti yen.

Yen terakhir melemah hampir 0,5% versus greenback menjadi 148,84, tidak jauh dari level terlemahnya sejak 14 November.

Deputi Gubernur Bank of Japan Shinichi Uchida mengatakan bank sentral tidak mungkin menaikkan suku bunga secara agresif, bahkan setelah keluar dari suku bunga negatif.

Euro sedikit berubah pada $1,0768, bertahan di atas level terendah sejak 14 November di $1,0722 yang dicapai pada hari Selasa.

Sterling juga secara umum tidak berubah pada level $1,2619 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber: Reuters

Monday, April 8, 2024

PT Rifan - Permintaan Emas Yang Kuat

PT RIFAN BANDUNG - President of Adrian Day Asset Management, Adrian Day mengatakan, permintaan saat ini melampaui pembelian pemerintah dan investor Asia. Ia melihat belum ada tanda-tanda akan melambat.

Meskipun investor barat umumnya tidak berpartisipasi di pasar emas, sebagaimana dibuktikan dengan arus keluar ETF, rendahnya penjualan koin, jelas ada beberapa pembeli besar di pasar dan kemungkinan tidak hanya bank sentral,” ujar dia.

Adrian mengatakan, aksi beli tersebut dipicu seiring investor melihat kondisi geopolitik dan sistem keuangan. “Individu dan keluarga kaya, investor cerdas melakukan akumulasi sebagai respons terhadap kesadaran akan semakin rapuhnya sistem keuangan, ekonomi dan geopolitik global,” ujar dia.

Sementara itu, President of Adrian Day Asset Management, Adrian Day mengatakan, permintaan saat ini melampaui pembelian pemerintah dan investor Asia. Ia melihat belum ada tanda-tanda akan melambat.

“Meskipun investor barat umumnya tidak berpartisipasi di pasar emas, sebagaimana dibuktikan dengan arus keluar ETF, rendahnya penjualan koin, jelas ada beberapa pembeli besar di pasar dan kemungkinan tidak hanya bank sentral,” ujar dia.

Adrian mengatakan, aksi beli tersebut dipicu seiring investor melihat kondisi geopolitik dan sistem keuangan. “Individu dan keluarga kaya, investor cerdas melakukan akumulasi sebagai respons terhadap kesadaran akan semakin rapuhnya sistem keuangan, ekonomi dan geopolitik global,” ujar dia.

Ketika pasar keuangan terpuruk, lebih banyak investor akan beralih ke emas,” ia menambahkan.

Di sisi lain, SIA Wealth Management Chief Market Strategist Colin Cieszynski prediksi volatilitas harga emas berlanjut. Ia pun memilih untuk wait and see. “Saya akan tetap netral. Bagi saya emas masih terlihat mengalami kenaikan besar dan imbal hasil treasury masih meningkat, dan itu akan mendorong dolar naik,” kata dia.

Ia menambahkan, di sisi lain, emas juga hadapi tantangan besar, sehingga tetap netral untuk harga emas pekan ini - PT RIFAN

Sumber : liputan6

 

 

Friday, April 5, 2024

Rifan Financindo Berjangka - Perkiraan Harga Emas 2024

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Kenaikan lebih lanjut tampaknya mungkin terjadi, dengan Casanova melihat potensi emas naik di atas $2.500 per ons.

"Dalam beberapa tahun terakhir, reli jenis ini sering kali diikuti oleh periode konsolidasi di sekitar level yang lebih tinggi dan mapan, dengan logam diperdagangkan dalam pola sideways hingga katalis baru muncul yang mendorong harga lebih tinggi," tambahnya.

"Kembalinya permintaan investasi, sebagaimana dibuktikan oleh arus masuk ke ETF emas batangan global, dapat menjadi katalisator tersebut, dengan potensi untuk mendorong emas lebih tinggi."

Para analis di Bank of America Securities sebagian besar setuju, berkomitmen pada perkiraan harga $ 2.400/oz tahun ini.

"Pandangan dasar kami untuk tahun 2024 ke depan menyerukan bahwa emas akan menghijau pada tahun 2024. Pola bendera bullish dikonfirmasi pada akhir Oktober 2023 yang memperkirakan kenaikan ke $2145 dan mungkin $2360," kata BofA.

BofA mencatat bahwa hubungan positif yang sudah berlangsung lama antara harga emas dan dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung secara fisik (ETF) telah rusak, dengan aset yang dikelola di kendaraan ini menurun.

Namun, "dalam pandangan kami, hal ini sangat dipengaruhi oleh kekhawatiran yang terus berlanjut atas arah kebijakan moneter. Namun, jika the Fed pada akhirnya mulai menurunkan suku bunga, para investor akan kembali ke pasar."

Selain itu, pembelian bersih bank sentral sebesar 1.037 ton emas pada tahun 2023 lebih dari dua kali lipat rata-rata pembelian bersih tahunan sebelum tahun 2022 sekitar 500 ton emas per tahun.

Ini adalah tren yang mengesankan, diperkirakan akan berlanjut dalam jangka panjang," tambah Casonova - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Wednesday, April 3, 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Terkoreksi Ke Bawah $2,240 Dari Ketinggian $2,260

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Senin terkoreksi, turun ke bawah $2,240 di sekitar $2,239 per troy ons, menghapus sebagian besar dari keuntungan hariannya. Yield obligasi treasury AS benchmark 10 tahun naik lebih dari 2% pada hari itu di atas 4.3% sehingga menekan turun harga emas.

Harga emas sebelumnya sempat masuk ke fase konsolidasi yang bullish pada jam perdagangan sesi Eropa dan bergerak di dalam rentang harga yang sempit di sekitar $2,260 – $2,265, rekor ketinggian yang baru.

Para investor kelihatannya sekarang percaya bahwa Federal Reserve AS (the Fed) akan mulai menurunkan tingkat bunganya pada bulan Juni. Pertaruhan ini diteguhkan oleh keluarnya angka Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada hari Jumat minggu lalu.

Pada hari Jumat minggu lalu, Departeman Perdagangan AS melaporkan bahwa PCE inti AS bulan Februari naik 0.3%. Angka ini sesuai dengan yang diperkirakan para ekonom. Namun sebagai tanda bahwa tekanan inflasi belum pergi, laporan tersebut juga mencatat revisi naik dari inflasi bulan Januari dengan inflasi inti naik sebesar 0.5%.

Hal ini, bersamaan dengan resiko geopolitik yang muncul dari perang Rusia melawan Ukraina dan konflik di Timur Tengah telah ikut mendorong naik harga emas yang safe – haven.

Sementara itu, data yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa aktifitas manufaktur Cina di bulan Maret berkembang untuk pertama kalinya dalam enam bulan sehingga mendorong naik keyakinan investor.

Lingkungan yang positip terhadap resiko ditambah lagi dengan kenaikan harga emas yang sudah sangat “over bought” di grafik harian, ikut membebani harga emas.

Selain itu, menguatnya dolar AS dengan indeks dolar AS naik 0.40% ke 104.750 juga ikut membatasi kenaikan dari harga emas, meskipun latar belakang yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa arah pergerakan harga emas tetap naik.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di $2,223 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,210 dan kemudian $2,200. “Resistance” terdekat menunggu di $2,250 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,275 dan kemudian $2,300 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Tuesday, April 2, 2024

PT Rifan Financindo - Emas Terkoreksi Ke Bawah $2,240 Dari Ketinggian $2,260

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas pada jam perdagangan sesi AS hari Senin terkoreksi, turun ke bawah $2,240 di sekitar $2,239 per troy ons, menghapus sebagian besar dari keuntungan hariannya. Yield obligasi treasury AS benchmark 10 tahun naik lebih dari 2% pada hari itu di atas 4.3% sehingga menekan turun harga emas.

Harga emas sebelumnya sempat masuk ke fase konsolidasi yang bullish pada jam perdagangan sesi Eropa dan bergerak di dalam rentang harga yang sempit di sekitar $2,260 – $2,265, rekor ketinggian yang baru.

Para investor kelihatannya sekarang percaya bahwa Federal Reserve AS (the Fed) akan mulai menurunkan tingkat bunganya pada bulan Juni. Pertaruhan ini diteguhkan oleh keluarnya angka Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada hari Jumat minggu lalu.

Pada hari Jumat minggu lalu, Departeman Perdagangan AS melaporkan bahwa PCE inti AS bulan Februari naik 0.3%. Angka ini sesuai dengan yang diperkirakan para ekonom. Namun sebagai tanda bahwa tekanan inflasi belum pergi, laporan tersebut juga mencatat revisi naik dari inflasi bulan Januari dengan inflasi inti naik sebesar 0.5%.

Hal ini, bersamaan dengan resiko geopolitik yang muncul dari perang Rusia melawan Ukraina dan konflik di Timur Tengah telah ikut mendorong naik harga emas yang safe – haven.

Sementara itu, data yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa aktifitas manufaktur Cina di bulan Maret berkembang untuk pertama kalinya dalam enam bulan sehingga mendorong naik keyakinan investor.

Lingkungan yang positip terhadap resiko ditambah lagi dengan kenaikan harga emas yang sudah sangat “over bought” di grafik harian, ikut membebani harga emas.

Selain itu, menguatnya dolar AS dengan indeks dolar AS naik 0.40% ke 104.750 juga ikut membatasi kenaikan dari harga emas, meskipun latar belakang yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa arah pergerakan harga emas tetap naik.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $2,223 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,210 dan kemudian $2,200. “Resistance” terdekat menunggu di $2,250 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,275 dan kemudian $2,300 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews